30 Days For Love

30 Days For Love
Sebuah kesalah pahaman



New York bandara Internasional John F Kennedy (JFK).


Setelah pesawat pribadinya mendarat, Olivia langsun turun dari pesawat pribadinya. Dia tidak membawa apa-apa dan meninggalkan beberapa potong pakaian ganti didalam pesawat karena dia tidak berencana untuk menginap.


Lagi pula perjalanan dari California menuju New York hanya memakan waktu 5 jam 22 menit saja, jadi setelah memastikan apakah Lewis bersama dengan wanita lain maka dia akan langsung pulang. Lagi pula hanya untuk sepotong pakaian dia akan mendapatkannya dengan mudah jika dia memang harus menginap.


Sewaktu dia tiba waktu sudah menunjukkan jam 7 malam waktu New York, tidak sulit mencari Lewis karena dia tahu dimana Lewis berada.


Tentu dengan melacak nomor ponsel Lewis, dia bahkan tahu dimana Lewis menginap dan tahu dimana Lewis berada saat ini.


Dengan menaiki sebuah taksi Olivia menuju kesebuah restoran, disanalah Lewis berada saat ini.


Dia memang tidak memberi tahukan kepada Lewis jika dia akan datang karena memang niatnya ingin memergoki Lewis, apakah kecurigaannya benar?


Sementara itu Lewis tidak tahu jika Olivia akan datang kesana untuk bertemu dengannya, dia sedang berada direstoran dengan seorang wanita cantik saat ini untuk makan malam.


Sebenarnya dia sudah mau pulang tapi tertunda karena adanya perempuan cantik itu tapi besok pagi-pagi dia akan langsung pulang ke California.


Dia benar-benar sudah sangat merindukan Olivia tapi dia harus menahan kerinduan dihatinya dan dia berharap Olivia juga merindukan dirinya.


Lewis masuk kedalam restoran sambil menggandeng wanita cantik yang ada disampingnya, malam ini dia akan membuat wanita cantik itu senang, maksudnya membuat wanita itu senang dengan menikmati makanan yang ada direstoran itu.


Mereka memesan sebuah meja dan duduk saling berhadapan, mereka juga memesan beberapa menu makanan disana, direstoran itu banyak pasangan sedang makan malam dengan romantis tapi mereka memilih makan disana karena makanan yang ada direstoran itu memang enak.


"Lewis bukankah kau bilang kau sudah ada tunangan?" tanya wanita cantik itu.


"Hm, ya." jawab Lewis singkat.


"Kapan kau akan mengenalkannya padaku?" wanita cantik itu kembali bertanya.


"Jika kau berkunjung ke California maka aku akan mengenalkannya padamu Riko."


"Aku tidak punya banyak waktu karena besok aku harus kembali ke Jepang."


Ya wanita yang ada bersama dengan Lewis adalah Riko Nakahara, wanita asal jepang.


Secara kebetulan mereka bertemu disana dan tanpa sengaja mereka menginap dihotel yang sama, itulah sebabnya Lewis menunda kepulangannya.


Dia memutuskan untuk menemani Riko selama mereka berada di New York dan membawa Riko jalan-jalan dikota itu karena Riko kurang bisa berbahasa inggris.


"Yah saat aku menikah dengannya kau harus datang."


"Itu pasti Lewis, aku akan datang dan ingat untuk mengabariku hari pernikahanmu."


"Itu pasti." dia berharap saat dia kembali nanti dia bisa melamar Olivia dan dia juga berharap Olivia mau menerima lamarannya.


Dia tidak suka pacaran lama-lama jadi lebih baik dia langsung melamar Olivia saja.


Saat pesanan makanan mereka sudah datang, mereka berdua mulai menyantap makanan mereka dan pada saat itu taksi yang ditumpangi oleh Olivia sudah tiba direstoran itu.


Olivia masuk kedalam restoran dengan cepat. Matanya mulai mencari sosok yang ingin dia temui dan benar saja, tidak jauh darinya tampak Lewis sedang makan malam dengan seorang wanita cantik berkulit putih, tampaknya wanita itu orang Jepang.


Olivia mengepalkan tangannya dan melangkah mendekati Lewis tanpa ragu, ternyata dugaannya benar, Lewis sedang bersama dengan wanita yang entah siapa.


Dilihat bagaimanapun sepertinya wanita itu memang pacar Lewis karena mereka tampak begitu mesra dimata Olivia.


Lewis terlihat sedang mengelap ujung bibir Riko dan tidak melihat kedatangan Olivia karena dia sedang duduk membelakangi Olivia.


"Kau bukan anak kecil lagi makan yang benar!" ujarnya.


Olivia benar-benar marah, ternyata Lewis mengumbar perhatiannya kepada siapa saja dan rasanya dia ingin menembak kepala Lewis saat itu juga! Tapi sayangnya mereka sedang berada didepan umum dimana semua mata akan menonton setiap tindakan yang akan dia lakukan nantinya.


Saat tiba dimeja Lewis dia langsung berdehem pelan.


Lewis sangat kaget melihat Olivia disana, kenapa Olivia ada disana? Dari mana Olivia tahu dia berada direstoran itu? Kenapa Olivia tidak mengabarinya jika dia akan datang?


"Siapa kau?" Riko melihat Olivia dengan seksama.


"Bukan siapa-siapa!" Olivia menjawab dengan singkat tapi matanya menatap Lewis dengan tatapan membunuhnya.


"Olivia kenapa kau bisa ada disini?" Lewis bangkit berdiri dan memegangi tangan Olivia tapi Olivia langsung menarik tangannya.


"Kenapa? Tidak boleh?"


"Bukan begitu, kenapa kau tidak mengatakan padaku jika ingin datang kemari."


"Untuk apa aku mengatakannya padamu? Jika kau tahu maka aku tidak akan melihat dirimu yang sebenarnya!"


"Olivia jangan salah paham."


Lewis kembali meraih tangan Olivia tapi Olivia memundurkan langkahnya, dia sangat ingin menendang Lewis saat itu juga tapi sayang mereka ada ditempat umum dan lihatlah, mereka sudah jadi bahan tontonan setiap mata yang ada direstoran itu.


"Olivia dia adalah?"


"Tuan Simone!" Olivia memotong ucapan Lewis karena tidak mau basa basi lagi.


Dia segera mengeluarkan dompet dari dalam tasnya, dia juga mengeluarkan uang 10 ribu dolar dari sana dan meletakkan uang itu diatas meja.


"Uang ini untuk membayar hutangku padamu, aku juga akan segera mengganti mobilmu yang telah kubakar dengan yang baru dan terima kasih telah membuka mataku hari ini!"


Olivia mulai berjalan pergi dengan tatapan kosong sedangkan kekecewaan dan amarah menjadi satu dalam hatinya.


Padahal dia berharap Lewis tidak sama dengan pria lainnya tapi sepertinya dia begitu gampang diperdaya, sebaiknya dia tidak kembali ke California terlebih dahulu.


"Olivia tunggu!" Lewis mengejar Olivia tapi Olivia sudah berlari pergi, dia tidak mau lagi melihat Lewis.


Dia langsung menyetop sebuah taksi saat sudah berada diluar sana, tentu tujuannya adalah bandara.


Lewis hanya bisa berdiri didepan restoran melihat kepergian Olivia, padahal dia ingin menjelaskan bahwa Riko adalah adik tirinya.


Ibunya memang menikah lagi dengan seorang duda di Jepang dan Riko adalah anak ayah tirinya.


Dia ingin menjelaskan tapi kenapa Olivia malah lari dan tidak mau mendengarkan penjelasannya?


Lewis mengumpat kesal, siapa yang harus dia salahkan? Tapi memang tidak ada yang salah! Olivia hanya benar-benar salah paham pada dirinya dan Riko.


Selama dia berdiri diluar sana, Riko menghampiri kakak tirinya itu dan memegangi tangannya.


Dia juga membawa uang 10 ribu dolar yang ditinggalkan oleh Olivia diatas meja.


"Lewis, tidak kau kejar?"


"Mau kejar kemana? dia sudah pergi. Besok saat kembali aku akan menjelaskan semuanya padanya."


"Apa tidak apa-apa seperti ini?"


"Tidak dan kau?" Lewis memegangi ujung kepala Riko.


"Sudah aku katakan panggil aku kakak!"


"Tidak mau!"


Mereka masuk kembali kedalam restoran dan Lewis berharap saat dia kembali nanti Olivia mau mendengarkan penjelasannya tapi dia tidak tahu Olivia tidak kembali ke California.