
Setelah mereka tiba dikantor, Lewis menggandeng tangan Olivia masuk kedalam kantornya.
Lagi pula hubungan mereka tidak perlu disembunyikan lagi karena bisa ditebak, para karyawan Lewis pasti sudah tahu siapa Olivia sebenarnya dan apa hubungan diantara mereka dari Cherly yang seperti burung Beo.
Lagi pula Lewis tidak memperdulikan hal itu dan dia bangga Olivia adalah calon tunangannya, bukankah hal itu juga bisa menjauhkan para lelaki yang menyukai Olivia?
Saat awal memang dia tidak mau ada yang tahu tentang hubungan mereka berdua sampai perjanjian mereka selesai tapi sekarang dia malah berharap semua orang tahu tentang hubungan mereka berdua.
Jika masih ada yang berani mengganggu Olivia maka tidak akan dia biarkan walaupun dia tahu Olivia dapat membalas setiap orang yang mau mengganggunya.
Semua mata tertuju pada mereka berdua saat ini, Lewis cuek saja begitu juga dengan Olivia, dia sibuk menyeruput jus jeruk kemasan kotak yang berada ditangannya.
Tasnya dibawakan oleh Lewis sedangkan tangan satunya sedang digandengan oleh Lewis, mereka menuju kearah lift tanpa melihat sekitar mereka.
Saat sudah tiba Olivia hendak melangkah menuju ruangannya tapi Lewis malah membawanya menuju ruangannya.
Hal itu membuat Olivia sangat heran,apa mereka akan satu ruangan atau ada sesuatu yang lainnya?
"Hei Lewis, aku mau masuk kedalam ruanganku."
"Ya aku tahu."
"Lalu kenapa kau membawaku menuju ruanganmu?"
"Nanti kau akan tahu jadi ikut saja."
Olivia tidak bertanya lagi, dia hanya mengikuti langkah Lewis sampai mereka tiba didalam ruangan Lewis.
"Sini berikan kotak Jusmu padaku." pinta Lewis saat dia melihat Olivia memegangi kotak Jusnya tanpa membuangnya.
"Uhm thanks."
Olivia memberikan kotak Jusnya pada Lewis, setelah mengambil kotak jus yang telah kosong dari tangan Olivia, Lewis segera berjalan kearah tong sampah dan membuat kotak jus itu tapi setelah itu dia kembali mendekati Olivia.
"Jadi, kenapa kau membawaku kedalam ruanganmu?"
"Oh tunggu sebentar."
Lewis berjalan kearah mejanya,disana dia menghubungi seseorang dari telephone yang berada diatas meja, dia juga meletakkan tas Olivia yang dia bawa diatas mejanya.
Setelah memerintahkan seseorang untuk masuk kedalam ruangannya Lewis kembali mendekati Olivia.
"Ada apa sih?" Olivia masih belum mengerti kenapa Lewis memintanya menunggu?
"Tunggu saja sebentar lagi, jadi ayo kita duduk dulu."
Lewis memeluk pinggang Olivia dan mengajaknya menuju kearah sofa, Olivia mengikuti Lewis dengan tanda tanya besar dihatinya. Ada apa sih?
Tapi tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar sana.
"Masuk." perintah Lewis.
Pada saat itu seorang wanita memakai seragam cleaning service masuk kedalam ruangan Lewis, ya wanita itu adalah Cherly.
Cherly masuk kedalam ruangan itu sambil menundukkan kepalanya, dia sangat malu pada Olivia dan tentu saja dia takut, dia takut karena sudah mengetahui siapa Olivia sebenarnya.
"Loh Cherly?" Olivia sangat bingung saat melihat Cherly, kenapa Cherly jadi cleaning service?
"Olivia, dia aku turunkan jadi cleaning service tapi jika kau ingin aku memecatnya maka akan aku pecat. Jadi katakan padaku apa yang harus aku lakukan terhadapnya?" ujar Lewis.
"Ms?" Olivia melihat Cherly dengan seksama, biasanya Cherly memanggilnya tidak dengan sebutan 'Ms' lalu kenapa hari ini begitu sopan?
"Ms Olivia, aku sudah bersikap tidak sopan padamu selama ini karena kebodohanku dan karena aku tidak tahu siapa dirimu sebenarnya jadi maafkan sikapku yang tidak sopan." pinta Cherly lagi.
"Oh?" Olivia mengerti sekarang, ternyata sikap Cherly berubah karena dia sudah tahu siapa dirinya yang sebenarnya.
Tapi dari mana Cherly tahu? Apa Lewis yang mengatakan identitasnya pada Cherly?
Sesungguhnya dia paling tidak suka menghadapi orang seperti ini, saat mengetahui siapa dirinya sikap orang itu langsung berubah seratus delapan puluh derajat dan Cherly adalah salah satunya.
"Jadi Ms Olivia maukah kau memaafkan semua kesalahanku?" Cherly menatapnya dengan penuh harap, dia berharap Olivia berbaik hati memaafkannya dan posisinya bisa cepat kembali.
Olivia diam saja, kenapa Lewis memintanya memutuskan apa yang harus dia lakukan pada Cherly? Lewis bisa Memecat Cherly jika dia mau tanpa persetujuan darinya tapi kenapa Lewis harus menanyakan apa yang harus dia lakukan.
Apa Lewis lupa jika mereka hanya sebatas calon tunangan dan dia juga karyawan disana untuk menebus kesalahan yang dia buat selama satu bulan.
Dia tidak memiliki kuasa apapun terhadap karyawan Lewis dan jujur saja, entah kenapa dia jadi merasa sedikit kecewa pada Lewis.
Jika ingin memecat Cherly ya pecat saja tanpa meminta pendapatannya dan lihatlah Cherly bagaikan seorang penjilat sekarang.
Olivia memandangi Cherly kembali, jika Cherly tidak mengetahui siapa dia sebenarnya apakah Cherly akan berbuat hal demikian?
Apakah Cherly akan bersikap sopan padanya? Jujur saja dia lebih suka sikap Cherly sebelumnya dari pada saat ini yang jelas-jelas seperti seorang penjilat.
"Olivia?" Lewis sangat heran saat melihat Olivia hanya diam saja sedari tadi, ada apa dengannya?
"Ms?" Cherly juga heran sedangkan nasibnya ada ditangan Olivia.
Tiba-tiba saja Olivia bangkit berdiri, sekarang saatnya kembali kedunia nyata. Selama ini mereka berdua melupakan perjanjian mereka dan terlalu terbawa oleh suasana.
Dia harus ingat, Lewis tidak memiliki perasaan padanya dan semua kesepakatan yang mereka buat adalah ide dari Lewis dan tujuan Lewis melakukan semua itu semata-mata untuk mengalahkannya dan membuatnya pulang sambil menangis karena kalah.
"Hei Olivia."
Lewis memegangi tangan Olivia dan pada saat itu tanpa dia duga Olivia menepis pegangan tangannya.
"Kau meminta persetujuan dariku Lewis?"
"Ya, kau berhak atas dirinya."
"Terima kasih tapi sesungguhnya aku tidak berhak, jika kau masih ingin aku memutuskan maka aku akan memutuskannya menggantinmu."
Olivia kembali menatap Cherly yang masih memasang tampang memohon, dia berharap Olivia berbaik hati padanya.
"Cherly kau tidak akan dipecat tapi kembalilah keposisimu semula."
Saat mendengarnya Cherly sangat kaget tapi sekaligus dia tampak senang, dia mendekati Olivia dan ingin memegangi tangannya tapi tiba-tiba Cherly menghentikan niatnya dan menelan ludahnya dengan kasar saat mendapat tatapan tajam dari Olivia.
"Satu hal lagi, jangan pernah menyentuhku dan mulai sekarang jangan pernah berbicara denganku! Jika kau langgar maka siap-siap menghadapi ajalmu!" ancam Olivia, dia benar-benar benci orang seperti Cherly.
"Hei." Lewis bangkit berdiri ingin meraih tangan Olivia tapi Olivia sudah mulai melangkah kearah tasnya dan meraihnya.
"Ah, tuan Simone, aku harap kau tidak melupakan perjanjian diantara kita dan aku juga berharap kau ingat siapa aku diperusahaanmu ini!"
Olivia melangkah keluar dengan cepat sedangkan Lewis benar-benar tidak mengerti, Apa dia telah membuat kesalahan yang menyinggung perasaan Olivia?