
Pagi itu Olivia terbangun dari tidurnya dan menarik tangannya keatas untuk otot-otot tangannya, saat dia memalingkan wajahnya yang petama kali dia lihat adalah wajah Lewis.
Kenapa Lewis tidur dengannya? Olivia diam saja saat Lewis mengencangkan pelukannya, ternyata tangan Lewis sedang melingkar diperutnya.
Dia kembali memejamkan matanya, tidur lagi saja, lagi pula Lewis belum bangun dan dia berharap mereka tidur sampai siang supaya mereka tidak pergi kekantor.
Ya ini kesempatan yang sangat bagus untuknya apalagi dia bukan orang yang suka bangun pagi jadi lebih baik dia tidur lagi, Olivia berharap Lewis juga tidur sampai siang.
Olivia kembali memeluk bantal gulingnya dan memejamkan matanya, dia tidak tahu jika Lewis sudah bangun saat dia sedang merenggangkan otot-otot tangannya.
Lewis tersenyum melihat Olivia yang kembali tertidur, yah mereka seperti ini untuk sementara waktu juga tidak apa-apa toh setelah perjanjian mereka selesai mereka tidak akan bertemu lagi.
Karena Olivia tampak tertidur kembali jadi Lewis pengecup kepala Olivia hal itu membuat Olivia kaget tapi dia diam saja, selama masih didalam batas wajar maka akan dia biarkan.
Lewis kembali memeluk Olivia dengan erat sampai tubuh Olivia begitu menempel padanya, ini sedikit aneh, tidak biasanya dia bangun siang tapi entah kenapa dia sangat ingin tidur kembali bersama Olivia dan dia tidak memperdulikan harus pergi kekantor atau tidak, yang penting nikmati saat-saat seperti ini pekerjaan urusan belakangan.
Sementara itu dikantor si body gitar spanyol lagi-lagi datang kesana, siapa lagi jika bukan Gwen.
Dia punya waktu dua hari untuk menemui Lewis tentu bukan itu saja keinginannya, dia datang kesana karena dia ingin melihat siapa gadis yang bersama Lewis kemarin.
Walaupun Cherly mengatakan jika gadis itu adalah karyawan baru Lewis tapi dia sangat ingin tahu, tidak mungkin Lewis begitu perhatian terhadap karyawan barunya.
Dia curiga jangan-jangan gadis itulah tunangan yang disebutkan oleh Lewis, sebab itu dia ingin mencari tahu apakah benar gadis itu adalah tunangan Lewis? Jika benar maka akan dia singkirkan.
Tidak akan dia biarkan siapapun bersaing dengannya untuk mendapatkan Lewis, tidak akan!
Seperti biasa Gwen masuk kedalam ruangan Lewis tanpa permisi tapi didalam sana Lewis tidak ada, Gwen memutar langkahnya keluar dari ruangan itu kembali, lebih baik dia mencari Cherly.
Dia berjalan keruangan Cherly dengan cepat dan membuka pintu ruangan Cherly dengan cepat pula.
"Hei Cherly, dimana Lewis?" tanyanya tanpa basa basi.
"Gwen, sejak kapan kau datang?" Cherly bangkit berdiri saat melihat Gwen melangkah kearahnya.
"Itu tidak penting, cepat katakan padaku dimana Lewis!"
"Tuan Simone belum datang." jawab Cherly dengan malas.
Cherly juga tidak tahu karena selama ini bosnya belum pernah datang terlambat apalagi sampai tidak datang.
Gwen menarik sebuah kursi yang ada dan duduk disana, dia ingin tahu mengenai gadis itu lebih lanjut dari Cherly.
"Hei Cherly apa kau tahu siapa gadis yang kau sebut karyawan baru itu?" tanyanya.
Cherly duduk kembali dan menatap Gwen dengan senyum licik mengembang diwajahnya, dia yakin Gwen pasti bisa menyingkirkan Olivia apalagi dia sudah tahu Olivia berada disana karena memiliki hutang pada Lewis Simone.
Gwen banyak uang, jika dia mengatakan Olivia berhutang pasti dia akan menyingkirkan Olivia dengan uang yang dimilikinya
"Aku juga tidak tahu, beberapa hari lalu tiba-tiba saja dia datang bersama tuan Simone."
"Lalu?" Gwen bertanya dengan cuek sambil melihat pewarna dikukunya.
"Hei Gwen, apa kau mau menyingkirkannya?" Cherly melihat Gwen dengan licik, ini saatnya mengadu domba keuda orang itu.
"Tentu saja, tidak ada yang boleh bersaing denganku, kau sekalipun!" ancam Gwen sedangkan matanya kini melotot kearah Cherly.
"Gwen kau tidak perlu khawatir, aku masih tahu batasanku tapi aku akan membantumu jika kau memang mau menyingkirkan Olivia."
"Owh, namanya Olivia toh. Untuk apa kau membantuku?"
"Yah, anggap saja ini untuk membantu diriku sendiri, menyingkirkan sainganku dan setidaknya berkurang satu." jawab Cherly dengan percaya diri.
"Bagus, jadi katakan padaku siapa sebenarnya Olivia ini?"
"Dia hanya gadis yang punya banyak hutang pada tuan Simone."
"Apa?" Gwen langsung bangkit berdiri tapi kemudian dia duduk kembali sambil berpikir.
Hutang? Apa hal itu yang membuat Lewis dan gadis itu bertunangan? Apa gadis itu dijual oleh keluarganya utuk menebus hutang pada Lewis. Jika iya maka ini adalah hal mudah,dia bisa menyingkirkan gadis itu dengan mudah.
"Hei Cherly kau tahu dari mana?" tanyanya.
"Gwen, aku ini selalu disini. Aku mendengar pembicaraan mereka kemarin, aku mendengar bahwa tuan Simone akan memotong hutang Olivia 1000 dolar. Untuk apa aku berbohong padamu?" Cherly menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan membuang wajahnya, dia sedikit kesal karena Gwen tidak percaya padanya.
Gwen kembali berpikir ,1000 dolar? Dia jadi ingat perkataan Lewis.
"Olivia jika kau membantuku aku potong 1000 dolar." ini perkataan Lewis kemarin.
Dari perkataan Lewis bisa dia simpulkan jika memang Olivia memiliki hutang, Gwen bangkit berdiri dan tersenyum dengan licik.
"Baiklah, aku akan bekerja sama denganmu untuk menyingkirkannya tapi setelah itu aku akan menyingkirkanmu." ujar Gwen dengan penuh percaya diri.
"Aku tunggu aksimu!" tantang Cherly pula.
"Aku masih ada waktu besok, jika mereka datang kabari aku. Aku akan menyingkirkan gadis ini dengan mudah." Gwen memberikan sebuah kartu nama pada Cherly dan dengan cepat Cherly mengambilnya.
"Tentu saja, aku akan memberi tahumu besok." jawab Cherly dengan senyum kemenangan diwajahnya.
"Akhirnya siratu drama beraksi, Olivia aku yakin besok pasti kau sudah angkat kaki dari sini." kata Cherly dalam hati.
"Tapi ingat kita bukan teman, kita hanya menjadi sekutu untuk sesaat." ujar Gwen sambil melotot kearah Cherly.
"Aku juga tidak mau berteman denganmu!" jawab Cherly pula.
"Hng!!" Gwen segera melangkah keluar dari ruangan Cherly, hari ini dia akan pergi karena Lewis tidak ada tapi besok dia akan kembali lagi untuk memberikan pelajaran pada Olivia.
Cherly melihat kepergian Gwen dengan senyum liciknya tapi kemudian dia duduk kembali untuk mengerjakan pekerjaannya sedangkan orang yang jadi sasaran mereka masih asik tidur didalam pelukan Lewis.
Olivia masih tampak tertidur dengan nyenyak sedangkan Lewis sudah terbangun, karena tidak terbiasa membuatnya hanya bisa menemani Olivia tanpa bisa memejamkan matanya kembali.
Dia juga tidak beranjak dari sana, Lewis mengusap kepala Olivia dengan lembut karena saat itu Olivia sedang memeluknya dan menyembunyikan wajahnya didadanya.
"Pagi yang aneh tapi aku suka." katanya dalam hati.
Lewis memperhatikan wajah Olivia dan menciumi dahinya.
"Oke gadis pemalas, kau boleh tidur sampai kau puas hari ini." gumamnya dengan pelan tapi kemudian dia menciumi dahi Olivia kembali.