30 Days For Love

30 Days For Love
Menjaga jarak



Saat makan siang Lewis memerintahkan Cherly untuk menyiapkan dua set makan siang, tentu makanan itu untuknya dan Olivia.


Setelah Olivia keluar dari ruangannya tadi dia tidak mengejarnya karena dia tidak mau membuat Olivia semakin kesal.


Lewis tidak tahu kenapa Olivia marah padanya, padahal dia hanya ingin menunjukkan pada karyawannya bahwa jangan pernah ada lagi yang mencari gara-gara dengan Olivia karena dia ingin semua karyawannya tahu jika Olivia punya kuasa disana dan dapat memutuskan apa yang harus dilakukan pada karyawannya yang berani berbuat macam-macam pada Olivia seperti yang Cherly lakukan.


Dia akan menunggu dan memberikan waktu pada Olivia tapi jika Olivia masih marah juga sampai siang maka akan dia bujuk sampai dapat.


Sesuai perkataan Olivia tadi Cherly kembali keposisinya menjadi sekertaris, sebenarnya memang dia masih membutuhkan tenaga Cherly untuk beberapa hari kedepan karena Cherly tahu jadwal pekerjaannya sampai beberapa hari kedepan.


Dia hanya ingin memberi Cherly pelajaran supaya bekerja dengan benar dan jangan mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya dan ini contoh yang bagus untuk para karyawannya.


Cherly kembali masuk kedalam ruangan Bosnya dengan dua menu makanan dibawanya, sekarang dia tidak akan berani mengganggu Olivia dan mengejar Lewis lagi kalau tidak dia akan dipecat.


Mencari pekerjaan tidaklah mudah apalagi posisinya sudah sangat bagus saat ini, jika dia melamar ditempat lain belum tentu dia bisa mendapatkan posisi seperti saat ini.


Jadi semua yang terjadi padanya akan dia jadikan pelajaran paling berharga dalam hidupnya.


Cherly meletakkan makanan diatas meja setelah itu dia undur diri hendak melakukan pekerjaannya tapi saat itu Lewis memberikan perintahnya kembali.


"Panggil Olivia kemari untuk makan denganku!"


"Eh tapi tuan Simone."


Cherly ragu mengatakannya, bagaimana dia harus memanggil Olivia sedangkan tadi Olivia sudah mengancamnya agar tidak berbicara dengannya? Dia tidak akan meremehkan ancaman Olivia setelah dia tahu siapa Olivia yang sebenarnya.


"Ada apa? Mau membantah perintahku!!"


"Bukan begitu tuan Simone, tadi bukannya Ms Olivia megatakan padaku untuk tidak berbicara dengannya dan aku tidak berani melanggar ancamannya."


Lewis melihat Cherly dengan tajam, semua ini karena Cherly dan Gwen!


"Lihatlah karena kebodohanmu dan Gwen sampai membuatnya marah padaku, lain kali pakai otak kalian!" katanya kesal.


"Maaf tuan Simone." Cherly menundukkan kepalanya.


"Sana pakai otakmu itu!!" bentak Lewis marah!


Cherly mengangguk dan tampak ketakutan, selama dia bekerja dengan Lewis belum pernah Lewis membentaknya seperti itu, sepertinya Lewis benar-benar marah padanya.


"Baik tuan Simone." dia segera keluar dari ruangan bosnya sambil berpikir, bagaimana dia mengatakan kepada Olivia jika Lewis mengajaknya makan?


Setelah mendapatkan sebuah ide, dia masuk kedalam ruangannya kembali untuk menulis sesuatu disana dan setelah selesai Cherly keluar dari ruangannya untuk menuju ruangan Olivia.


Dia mengetuk pintu ruangan Olivia dengan pelan tapi tidak ada jawaban dari dalam sana, Cherly sangat ingin memangil tapi Olivia tapi saat mengingat ancaman Olivia dia jadi tidak berani.


Lebih baik dia menunggu didepan pintu dengan sabar kalau tidak mau nyawanya melayang, beberapa menit menunggu tapi pintu tidak juga dibuka, dengan keberanian yang ada Cherly membuka pintu ruangan itu dan melihat kedalam sana.


Ternyata Olivia tidak ada didalam sana pantas saja tidak ada jawaban dan pintu tidak dibukakan.


Sebenarnya saat itu Olivia sedang berada dibawah untuk makan siang, dia duduk sendiri dipojokan tanpa ada yang berani mendekatinya. Bahkan Jeremi tidak mendekatinya karena dilarang oleh teman-teman yang lainnya, mereka takut dengan Olivia karena mereka sudah mengetahui siapa Olivia sebenarnya dari mulut Cherly yang seperti burung Beo.


Olivia tidak mempermasalahkan hal itu, tujuannya disana untuk makan dan dia tidak perduli dengan mata para karyawan Lewis yang melihat kearahnya bahkan dia tidak perduli dengan orang-orang yang sedang membicarakannya.


Lagi pula dia hanya satu bulan disana dan pada saat waktunya dia pergi maka dia akan pergi.


Sementara diruangan Lewis, lagi-lagi Cherly hanya bisa menunduk saat mendapat tatapan tajam dari bosnya, dia sudah melaporkan jika Olivia tidak ada diruangannya dan Lewis benar-benar kesal.


Padahal dia ingin makan berdua dengan Olivia tapi sepertinya Olivia sudah makan sendiri dibawah.


Lewis keluar dari ruangannya dengan cepat, bahkan dia membanting pintu ruangannya dengan kasar hingga menimbulkan dentuman keras.


Dia berlari kearah lift pribadinya, tidak akan dia biarkan Olivia makan dengan pria lain.al Apapun yang terjadi Olivia harus makan dengannya.


Bahkan dia berlari masuk kekantin kantornya, Lewis mengedarkan pandangannya menyelusuri tempat itu untuk mencari Olivia.


Lewis tidak tahu jika Olivia ada dipojokan dan sudah bangkit berdiri, dia sudah selesai makan dan hendak naik keatas untuk melanjutkan pekerjaannya.


Olivia berjalan kearah lift tanpa tahu jika Lewis berada disana untuk mencarinya, lagi pula dia lebih memilih makan dibawah karena dia ingin menjaga jarak dengan Lewis.


Dia harus ingat kebersamaan mereka hanya untuk satu bulan dan setelah itu mereka akan berpisah, dia juga tidak mau terlibat lebih dalam dengan Lewis jadi lebih baik mereka berdua menjaga jarak.


Saat lift yang ditumpanginya sudah tiba, Olivia keluar dari sana melangkah menuju ruangannya, didepan ruangannya tampak Cherly menunggunya dengan sebuah kertas ditangannya.


Untuk apa Cherly berdiri disana? Tapi dia tidak perduli karena masih kesal dengan Cherly.


Pada saat melihat kedatangannya Cherly langsung merentangkan kertas yang dibawanya didepan dadanya supaya Olivia dapat membacanya.


Ya memang Olivia dapat membacanya,rasanya dia ingin menertawakan Cherly saat itu tapi dia tahan.


"Tuan Simone mencarimu untuk makan siang bersama." Itu tulisan yang ditulis oleh Cherly.


Olivia langsung masuk kedalam ruangannya dan mengabaikan Cherly, dia tahu Lewis pasti akan mencarinya dan mengajaknya makan siang bersama lalu untuk apa dia perduli? Lagi pula dia sudah makan.


Dia menutup pintu ruangannya rapat-rapat dan menuju kursinya, Olivia menjatuhkan diri disana dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Apa dia pulang saja kerumah dan membicarakan permasalahan perjodohan ini pada kakeknya?


Dia bisa mengaku kalah pada Lewis saat ini agar dia bisa pulang dan dia juga tidak perlu memperdulikan apa yang akan dikatakan oleh lewis tentang dirinya tapi jujur saja entah kenapa dia tidak mau melakukan hal itu.


Padahal jelas-jelas dia dapat melakukannya tapi kenapa rasanya dia tidak mau melakukannya?


Olivia bangkit berdiri hendak berjalan kearah sofa tapi tiba-tiba Lewis membuka pintu ruangannya dan menatapnya dengan tajam.


"Olivia Smith kau!!"


Lewis berjalan kearah Olivia dengan cepat, tidak akan dia biarkan lagi gadis ini.