30 Days For Love

30 Days For Love
Minta uang



Setelah meninggalkan Gwen direstoran, Olivia segera pergi mencari kakaknya dengan sebuah taksi.


Saat dia datang memang dia mengikuti mobil Gwen jadi dia harus pergi dengan menggunakan taksi, semoga uang didompetnya cukup untuk membayar ongkos taksi karena uangnya tinggal puluhan dolar saja.


Dia ingin meminta uang pada kakaknya karena dia sudah tidak punya uang tunai, tidak mungkin bukan dia harus membayar ongkos taksi menggunakan kartu yang diberikan oleh Lewis?


Bagaimana jika dia ingin membeli es cream? Tidak mungkinkan untuk hal seperti itu dia memakai kartu, yah walaupun sebenarnya bisa sih. Tapi dengan uang tunai akan lebih mudah.


Selama menaiki taksi Olivia melirik ongkos yang tertera ditaksi, untuk seumur hidupnya baru kali ini dia takut uangnya tidak cukup dan dia berharap uangnya cukup untuk membayar taksi kalau tidak dia akan malu setengah mati.


Saat sudah tiba ditempat kakaknya, Olivia bernafas dengan lega karena uangnya pas untuk membayar ongkos taksi, untung saja.


Dengan cepat dia masuk kedalam untuk mencari kakaknya, tapi selama memasuki tempat itu,senyum Olivia mengembang diwajahnya saat teringat dengan Gwen.


Apa Gwen masih ada direstoran untuk menunggunya? Atau Gwen sudah menyadari kepergiannya?


Mungkin Gwen akan sangat marah tapi dia tidak perduli, siapa suruh mendekatinya demi suatu tujuan?


Orang seperti Gwen memang pantas dikerjai habis-habisan dan tadi itu hanya permulaan, jika Gwen masih mendekatinya lagi maka dia akan mengerjakan Gwen lagi dan jujur saja ini sangat menyenangkan.


Hitung-hitung untuk mengisi waktunya disaat Lewis sedang pergi, lagi pula dia juga sedang bosan dikantor Lewis.


Saat tiba diruangan kakaknya, Olivia membuka pintu ruangan kakaknya tanpa ragu dan masuk kedalam.


"Kak Jacob, aku mau minta uang."


Pada saat dia masuk kedalam matanya terbelalak kaget, wow, ada tontonan menarik.


Beberapa orang tampak sedang berlutut diatas lantai dan terlihat sedang ketakutan dengan tubuh bergetar sedangkan kakaknya berdiri didepan jendela dengan sebuah pedang yang berlumuran darah.


Seorang pria lainnya tampak sedang memegangi lengannya yang terus mengeluarkan darah karena dipotong sedangkan potongan tangannya tergeletak diatas lantai.


Ini gila, kakaknya semakin hari semakin kejam saja sejak Alice pergi dan lihatlah, mereka pasti orang-orang yang berani melawan kakaknya dan inilah ganjarannya.


Olivia melewati orang-orang yang masih berlutut diatas lantai dengan santai, dia berjalan mendekati kakaknya dan memegangi tangannya.


"Kak Jacob, apa yang kau lakukan?"


Dia jadi semakin khawatir dengan keadaan kakaknya.


Jacob melihat Olivia dan mengusap kepala adiknya, walau begitu tidak ada senyuman disana yang ada hanya wajah dinginnya.


Olivia hanya menggeleng, Gwen ingin mendekati kakaknya disaat situasi hati kakaknya sedang buruk? Bisa-bisa Gwen langsung habis, karirnya langsung lenyap atau jangan-jangan orangnya juga.


Mungkin dia harus memperingati Gwen kalau tidak mau mendengar peringatannya ya sudah, biarkan Gwen berenang dengan para buaya.


"Kenapa kau datang kemari? Bukankah kau sedang bekerja dikantor Lewis?"


"Ya, aku ingin minta uang dengan kakak."


"Kau ini! Minta uang bukan berarti kau boleh bolos bekerja seenaknya!"


"Ampun kak, aku sudah minta ijin dari Lewis. Lagi pula Lewis sedang berada di New York!" Olivia memegangi kepalanya.


"Sudahlah tunggu disana, aku akan membereskan mereka terlebih dahulu!"


Olivia mengangguk dan berjalan kearah sofa, dia duduk disana dan diam saja melihat kakaknya sedang membereskan para bawahannya yang berani menentangnya.


Selama menunggu ponselnya berbunyi didalam tas, Olivia mengambil ponselnya dan melihatnya, dari Lewis.


Dengan penuh semangat dia langsung menjawab panggilan dari Lewis.


"Hai."


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Lewis dari sebrang sana.


Dia sudah merindukan Olivia padahal baru beberapa jam saja mereka tidak bertemu, rasanya dia ingin cepat-cepat kembali ke California agar dia bisa bersama dengan Olivia lagi.


"Tidak ada, aku hanya sedang duduk." jawab Olivia asal.


"Aku tahu, dasar kau pemalas.apa kau sudah makan siang?"


"Sudah dengan Gwen."


Dengan Gwen?


Lewis jadi heran, kenapa Olivia makan siang dengan Gwen dan untuk apa Gwen mencari Olivia? Awas saja jika Gwen berani melakukan sesuatu pada Olivia, tidak akan dia maafkan walaupun dia tahu Olivia dapat membalas perbuatan Gwen dengan mudah.


Jika sampai Gwen berani menyakiti Olivia maka akan dia hancurkan karir Gwen tanpa ragu.


"Ck, kau tidak perlu khawatir, dia tidak bisa melakukan apapun padaku karena aku lebih pintar darinya." jawab Olivia dengan penuh percaya diri.


"Dasar gadis sombong!"


"Kenapa kau menghubungiku?"


"Yah, aku rindu denganmu apa kau tidak rindu denganku?"


"Tidak, untuk apa aku merindukan unta tua sepertimu!"


Lewis tertawa dari seberang sana, jujur saja dia sih sangat merindukan Olivia dan rasanya ingin cepat kembali.


"Jadi katakan padaku apa yang sedang kau lakukan? Apa kau sedang mengerjakan pekerjaanmu?"


"Eh itu?" Waduh, jika Lewis tau dia tidak berada dikantor bisa-bisa kena penalty lagi.


Hutangnya akan semakin menumpuk jika hal itu terjadi.


"Aku sedang mengerjakan pekerjaanku jadi bye."


"Tunggu!"


Lewis tampak kecewa karena Olivia mematikan ponselnya secara tiba-tiba sedangkan Olivia bernafas dengan lega, hampir saja ketahuan jika dia sedang tidak berada dikantor.


Dia segera menyimpan ponselnya didalam tas saat kakaknya berjalan menghampirinya, sepertinya kakaknya sudah selesai membereskan anak buahnya.


"Kak Jacob, apa sudah selesai?"


"Ya, apa kau sudah makan?"


"Sudah."


"Bagaimana hubunganmu dengan Lewis?" Jacob duduk disamping adiknya dan mengusap kepala adiknya kembali.


Sepertinya Olivia biasa saja tinggal dengan Lewis dan dia juga berharap, Olivia bisa lebih dewasa selama tinggal dengan Lewis.


"Hubunganku denganya baik-baik saja."


"Itu sangat bagus, tapi ingat jaga diri baik-baik."


"Tentu saja, tapi kak?" Olivia mengurungkan niatnya, lebih baik dia tidak menanyakan soal Alice.


"Apa?"


"Minta uang." Olivia menyodorkan tangannya kearah kakaknya.


"Uangmu sudah habis?"


"Tentu saja, kakak memblokir semua fasilitasku sedangkan Lewis memberiku penalty setiap hari. Uangku sudah habis jadi aku minta uang."


Jacob mengeluarkan dompetnya dan menarik beberapa lembar uang dari dalam dompetnya.


"Apa ini cukup?"


"Tidak." Olivia merebut dompet kakaknya dan mengambil semua uang yang ada didalam sana, setelah itu dia mengembalikan dompet kakaknya.


"Kak Jacob aku mau pergi ya, jika sampai Lewis tahu maka dia akan memberiku penalty." Olivia bangkit berdiri setelah mendapatkan apa yang dia mau.


"Hei kau harus bekerja dengan rajin."


"Aku tahu."


"Andrew akan mengantarmu."


"Terima kasih kak."


Olivia menciumi kakaknya setelah itu dia pergi dari sana untuk kembali kekantor Lewis, tentu diantar oleh Andrew.


Sedangkan ditempat lain, Gwen murka! Artis terkenal seperti dirinya ditinggal pergi begitu saja!!


Dia murka karena tiba-tiba saja dia harus menuruti para fansnya untuk berselfie ria sedangkan manajernya sedang tidak ada, dia berhasil kabur dengan keadaan berantakan.


Gwen mengutuk dalam hati yang pasti dia sangat kesal dengan Olivia Smith.