30 Days For Love

30 Days For Love
Tiga Kesialan dalam satu hari



Didalam lift, tampak Lewis telah menghimpit tubuh Olivia didinding lift dan menatap Olivia dengan tajam.


Lewis sangat kesal pada Olivia, tidak saja mempermalukkannya didepan para rekan bisnisnya tapi Olivia juga mempermalukannya didepan para karyawannya.


Bagaimana tidak, saat tersedak daging yang dilemparkan Olivia para karyawannya yang sedang makan siang menonton kejadian itu. Walaupun tidak terang-terangan tapi dia tahu ada beberapa karyawannya yang menertawakannya secara diam-diam.


Semua ini gara-gara Olivia Smith, gadis yang dijodohkan oleh kakeknya untuknya. Ini belum satu hari gadis itu bekerja dengannya sedangkan dua kesialan sudah menimpanya.


Lewis sedikit merinding, apa yang akan dia alami lagi jika dia terus bersama dengan Olivia Smith? Untuk pertama kali dalam hidupnya dia bertemu dengan gadis banyak akal licik seperti Olivia Smith.


Biasanya para gadis akan manja dan anggun tapi Olivia? Jangan sampai dia yang menangis duluan karena ulah gadis itu kalau tidak, dia akan malu setengah mati dan dia akan menjadi bahan tertawaan Olivia.


"Hei Lewis Simone, kenapa kau menghimpit tubuhku?" Olivia menatap Lewis dengan tajam. Mau apa pria ini?


"Kau! Beraninya kau mempermalukan aku!" Lewis juga menatap Olivia dengan tajam.


"Ya aku memang berani, lalu kau mau apa?" Olivia mengalungkan kedua tanganya keleher Lewis.


Dia jadi ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh Lewis jika dia mengodanya.


Lewis meneguk salivanya dengan kasar saat melihat bibir ranum Olivia. Apa gadis itu sedang menggodanya?


"Lewis Simone, jadi kau ingin membalasku?" Olivia memainkan jari jemarinya didada Lewis.


"Jangan coba-coba menggodaku." Lewis menangkap tangan Olivia.


"Kenapa? Apa kau tidak tahan godaan?" Olivia semakin memancing, dia menarik tangannya dari genggaman Lewis dan kembali memainkan jarinya didada Lewis.


"Jangan samakan aku dengan pria murahan yang ada diluar sana!" ujar Lewis dengan tajam.


"Oh ya, mereka pria murahan lalu kau?" Olivia mendekatkan wajahnya ditelinga Lewis dan meniup telinganya.


Lewis memejamkan matanya, beraninya gadis ini bermain-main dengannya? Apa dia tidak tahu dia siapa?


Tanpa menunggu lagi Lewis langsung merangkul pinggang Olivia dan memeluknya dengan erat sedangkan senyum Olivia semakin lebar.


"Kau yang memulai ini."


"Oh ya?" Olivia tampak santai, dia bahkan semakin mendekatkan tubuhnya ketubuh kekar Lewis sedangkan tangannya kembali melingkar dileher Lewis.


"Jangan menyesal!" Lewis memejamkan matanya dan mendekatkan wajahnya, gadis itu telah berani menantangnya dan akan dia berikan pelajaran untuk gadis ini.


Akan dia cium Olivia Smith sampai kehabisan nafas dan memohon ampun padanya, akan dia tunjukkan pada Olivia Smith siapa dirinya.


Senyum Olivia semakin lebar saat melihat wajah Lewis semakin mendekat, sebelum bibir pria itu menyentuhnya dengan cepat Olivia mengangkat kakinya dan?


"Cup!" Lewis langsung membuka matanya,dia langsung terbelalak kaget dan menjauhkan bibirnya saat melihat sesuatu yang menempel dibibirnya.


Sepatu!


"Oh my God!!"


Lewis langsung memundurkan langkahnya, dia juga mengelap bibirnya dengan cepat.


"Bagaimana rasanya sepatuku?" Olivia bertanya sambil tertawa.


"Olivia Smith kau!" Lewis menatap Olivia dengan tatapan membunuhnya.


"Dengar ya, kau tidak akan bisa menyentuh bibirku dengan mudah." Olivia memakai sepatunya kembali dan langsung berjalan keluar saat pintu lift sudah terbuka.


Lewis seperti orang ling lung, bukankah tadi gadis itu yang menggodanya?


Olivia kembali berlari menuju ruangan Lewis dan pada saat itu Cherly keluar dari sana, dia sangat heran saat melihat Lewis sedang mengejar Olivia sedangkan Olivia berlari kearahnya.


Baru kali ini dia melihat bosnya berlari seperti itu? Dan baru kali ini dia melihat Lewis Simone mengejar seorang perempuan.


Saat melihat Cherly, Lewis langsung menghentikan larinya, dia langsung berjalan dengan santai. Lewis membuka jasnya dan melonggarkan dasinya, jika dia tidak bisa membalas perbuatan Olivia Smith maka dia tidak akan puas.


"Cherly, tolong bantu aku." Olivia bersembunyi dibelakang Cherly.


"Jangan sok akrab denganku!" Cherly menjauh dari Olivia.


"Ayolah, kau tidak maukan Lewis Simone terpikat denganku?" bisik Olivia ditelinga Cherly.


"Dia tidak akan pernah terpikat denganmu!" jawab Cherly dengan ketus.


"Apa kau yakin?" Olivia kembali berbisik dan melihat Lewis yang semakin mendekat kearah mereka.


"Tentu saja, bahkan dia tidak terpikat dengan artis yang sering mengunjunginya jadi mana mungkin dia terpikat denganmu." Cherly melihat kearah Olivia.


"Wow, aku jadi penasaran siapa artis ini, apa lebih cantik dariku?"


"Yang pasti iya!!" jawab Cherly dengan ketus.


"Pantas saja dia tidak tertarik denganmu." ujar Olivia dengan santai.


"Apa kau bilang!!" Cherly tampak kesal.


Beraninya gadis yang baru datang itu menghinanya? Dia belum liat saja bagaimana rupa artis yang suka mendatangi Lewis Simone.


"Aku serius, jika kau tidak membantuku maka mau kau ataupun artis itu tidak akan mendapatkannya, kau tahukan apa yang akan dia lakukan padaku saat dia sudah membawaku didalam sana?" pancing Olivia.


Mana mungkin Lewis bisa menyentuhnya, dia hanya ingin memanfaatkan rasa suka Cherly pada Lewis dan membuat Cherly panas hingga mengajaknya pergi supaya Lewis tidak membalas perbuatannya.


Apapun caranya dia harus melarikan diri dari Lewis Simone saat ini, urusan nanti ya belakangan.


Cherly meneguk salivanya dengan kasar, dia jadi kesal saat membayangkan Lewis bermesraan dengan Olivia.


"Olivia ikut aku kedalam." Lewis telah membuka dasinya, dia melakukan hal itu karena gerah tapi saat Cherly melihatnya dan mendengar perkataan Lewis pikiran tidak senonohnya yang muncul diotaknya.


Membayangkan Lewis menerkam Olivia? Tidak akan dia biarkan!


"Tuan Simone makanan sudah tersedia jadi aku akan mengajak Olivia pergi dan mengajarinya melakukan pekerjaannya." Cherly langsung menarik tangan Olivia, dia melangkah melewati Lewis begitu saja. Dia melakukan itu supaya pujaan hatinya tidak menyentuh wanita manapun selain dirinya nanti.


"Olivia, mau kemana kau? Urusan kita belum selesai." Lewis hendak Menangkap tangan Olivia tapi Olivia langsung menghindar.


"Bye." Olivia melambaikan tangannya kepada Lewis dan tersenyum padanya.


"kalian!!" Lewis semakin kesal.


"Cherly, lari!" Olivia langsung menarik tangan Cherly.


Lewis melihat kepergian Olivia dengan kesal, dia tahu Cherly hanya dimanfaatkan oleh Olivia dan bodohnya seketarisnya itu mau saja dibodohi oleh Olivia Smith.


Dia masih berdiri disana sampai Olivia masuk kedalam ruangannya bersama dengan Cherly.


"Olivia Smith, beraninya kau telah membuatku mengalami tiga kesialan dalam satu hari!" Lewis menggenggam tangannya dengan erat.


"Masih ada dua puluh sembilan hari lagi tunggu pembalasanku dan hari ini aku akan membiarkan kau menang."


Setelah berkata demikian Lewis masuk kedalam ruangannya, dia akan memikirkan bagaimana membalas perbuatan Olivia Smith disana.