
Saat makan siang Jeremi mengetuk pintu ruangan Olivia, sesuai janji mereka akan makan siang bersama dikantin kantor yang sudah tersedia.
Kantin kantor itu terletak dilantai bawah dan itu memang fasilitas yang sudah tersedia disana, fasilitas itu disiapkan supaya para karyawan tidak repot untuk mengisi perut mereka.
Saat mendengar ketukan dipintu ruangannya, Olivia bangkit berdiri dan berjalan kearah pintu, dia membuka pintu itu dan tersenyum saat melihat Jeremi berdiri disana dan tersenyum padanya.
"Olivia, ayo kita pergi makan siang." ajaknya.
"Oh baiklah, tunggu sebentar."
Olivia masuk kedalam, dia mengambil ponsel dalam tasnya dan setelah itu dia menyimpan tasnya kedalam lemari dan menguncinya.
Dia kembali berjalan kearah Jeremi dan mereka pergi dari sana untuk menuju kekantin. Kantin itu tampak luas dan disana tersedia berbagai jenis makanan, para karyawan juga sudah terlihat mengambil makan siang mereka.
Jeremi mengajak Olivia duduk bersama dengan beberapa teman-temannya dan mereka mulai berkenalan sedangkan Olvia tampak senang. Walaupun dia disana hanya satu bulan setidaknya dia punya teman dan yang paling penting, dia tidak perlu melihat wajah Lewis Simone terus menerus.
Jeremi tampak perhatian pada Olivia, dia bahkan memesankan makanan untuk Olivia dan meminta Olivia duduk diam saja. Jeremi bahkan merekomendasikan makanan enak yang ada disana dan memesankan beberapa jenis makanan disana untuk Olivia.
Olivia senang saja apalagi dia tidak perlu bersusah payah memesan makanan dan dia hanya duduk manis menunggu makanan datang diatas mejanya, jadi dia membiarkan Jeremi memesankan makanan untuknya lagi pula bukan dia yang memintanya.
Sedangkan saat itu Lewis baru keluar dari ruangan rapat, saat para rekan bisnisnya telah pergi Lewis melihat jam diarlojinya, sudah jam makan siang apa Olivia sudah makan? Jangan-jangan gadis itu sedang menahan lapar diruangannya.
"Cherly, bawakan dua set makan siang keruanganku." perintahanya.
"Baik tuan Simone."
Cherly melangkah pergi, bisa dia tebak pasti Lewis akan makan siang dengan gadis itu lagi.sepertinya harus dia beri pelajaran!
Lewis berjalan kearah ruangan Olivia dan membukanya,dia tidak ingin mengetuk lagi karena dia ingin melihat apa yang dilakukan oleh Olivia.
Saat pintu itu terbuka Lewis tidak mendapati Olivia didalam sana, kemana Olivia pergi?
Dia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Olivia, beberapa menit telah berlalu tapi Olivia tidak juga menjawab panggilannya, hal itu membuat Lewis sedikit kesal. Kemana sebenarnya Olivia?
"Olivia, ponselmu berbunyi tuh dari tadi, kenapa tidak dijawab?" Jeremi bertanya padanya.
Olivia melihat ponselnya sejenak, dari Lewis, jujur dia sedang malas menjawabnya.
"Abaikan saja, aku tidak suka diganggu saat sedang makan."jawabnya.
"Jangan-jangan dari debcolector ya?" goda salah seorang karyawan disana karena saat itu Olivia sedang duduk bersama dengan beberapa pegawai Lewis.
"Jangan asal bicara." gerutu Olivia kesal.
Para karyawan yang duduk dengannya tertawa sedangkan ponsel Olivia kembali berbunyi, Olivia menjadi kesal, apa sih yang diinginkan Lewis Simone? Apa tidak bisa membiarkannya makan dengan tenang?
Olivia menjawab panggilan dari Lewis dengan kesal.
"Ada apa sih?"
"Dimana?" tanya Lewis dengan datar.
"Apanya?"
"Dimana kau?"
"Sedang makan, dibawah! Kenapa?"
"Cepat keruanganku kita makan bersama."
"Maaf anda kurang beruntung." Olivia langsung mematikan ponselnya.
Lewis semakin kesal, apa maksudnya kurang beruntung? Dengan cepat Lewis segera keluar dari ruangan Olivia, dia masuk kedalam lift pribadinya untuk menuju kebawah.
Sedangkan Olivia, setelah mematikan panggilan dari Lewis dia kembali menikmati makan siangnya. Dia sedang makan untuk apa kembali keatas dan makan dengan Lewis?
Setelah beberapa saat, para karyawan yang duduk dengannya tampak bangkit berdiri sedangkan Olivia tampak bingung, ada apa dengan para karyawan disana?
Olivia memalingkan wajahnya saat melihat para karyawan membungkuk kearah lift, dia langsung berdecak saat melihat Lewis berjalan kearahnya dengan tatapan dingin.
Bagaimana tidak, saat keluar dari lift mata Lewis langsung menangkap sosok Olivia yang sedang duduk makan dengan para karyawannya dan yang duduk disamping Olivia adalah laki-laki.
Pantas saja Olivia menolak makan siang dengannya, ternyata?
"Biarakan saja." Jawab Olivia dengan santai, dia sih tidak peeduli dan terus menyantap makanannya.
"Olivia!!" Lewis berdiri disampingnya dan pada saat itu para karyawan yang duduk dengan Olivia langsung pergi begitu juga dengan Jeremi.
Dia langsung meninggalkan kedua orang itu dengan tanda tanya dihatinya, sebenarnya ada hubungan apa diantara kedua orang itu?
Olivia berdecak kesal, memangnya mereka melihat hantu sampai sebegitunya? Lagi pula tampang Lewis tidaklah menyeramkan.
"Apa?" jawabnya dengan malas.
"Beraninya kau mengabaikan panggilanku dan mengabaikan ajakan makan siangku!"
Lewis mengepalkan tangannya, baru kali ini ada yang memperlakukannya seperti ini! Tidak saja mempermalukannya diruang rapat tadi tapi juga berani mengatakan 'anda kurang beruntung', apa maksudnya? Apa Olivia Smith mengira dia sedang main lotre?
Olivia hanya memutar bola matanya malas, apa sih mau Lewis Simone?
"Lewis, lain kali saja kita makan bersama. Lagi pula aku sudah makan dengan teman-temanku."
"Apa? Hei dengar, aku paling tidak suka ditolak!''
"Kau mau apa sih?" Olivia menatap Lewis dengan tajam.
"Naik keatas makan denganku!" perintah Lewis.
"Tidak mau!" Olivia tetap dengan pendiriannya karena dia sudah makan.
"Jangan lupa, kau ini calon tuna..?"
"Hap!!" Saat itu Olivia melempar sepotong daging kedalam mulut Lewis, dia tidak mau sampai ada yang tahu jika dia adalah calon tunangan Lewis.
Lewis begitu kaget dan langsung memukul-mukul dadanya karena tersedak daging yang dilemparkan oleh Olivia.
"Oh tidak!" Olivia bangkit berdiri dan pura-pura bersalah.
"Uhuk..Uhuk.!!" Lewis masih memukul dadanya.
"Cepat minum ini." Olivia menyambar segelas minuman yang berada diatas meja dan memberikannya pada Lewis.
Tanpa menunggu lagi Lewis menyambar gelas yang berada ditangan Olivia dan meneguk air didalamnya dengan cepat, itu dia lakukan supaya dia tidak mati tersedak.
Lewis melotot pada Olivia dengan nafas yang terengah-engah.apa gadis itu mau membunuhnya?
"Bagaimana? Apa kau sudah menelan dagingnya?"
"Kau!!" Lewis mencengkram gelas yang dipegangnya dengan erat.
"Apa kau ingin membunuhku!!"
"Tidak, aku tidak sengaja melemparkan daging itu dan kebetulan mulutmu sedang terbuka." Jawab Olivia sambil tersenyum dengan manis.
"Oh my God!" Lewis meletakkan gelas diatas meja dan pada saat itu dia menyadari sesuatu.
"Olivia, minuman siapa yang kau berikan untukku?"
Sebelum menjawab pertanyaan Lewis, Olivia kembali tersenyum dengan manis.
"Tidak tahu!!"
Mana dia tahu minuman siapa karena tadi dia makan dengan beberapa karyawan Lewis.
"Apa!" Lewis kehabisan kata-kata.
"Olivia kau!!"
Olivia langsung lari saat melihat wajah Lewis yang berubah sedangkan Lewis langsung mengejarnya.
"jangan lari kau!!!"
"Tuan Simone aku akan makan siang denganmu." teriak Olivia. Dia langsung masuk kedalam lift yang terbuka dan hendak menutup pintunya tapi Lewis langsung menerobos masuk kedalam.