30 Days For Love

30 Days For Love
Introgasi



Setelah tiba dirumah keluarga Smith, tidak ingin membuang waktu, Lewis segera turun dari mobilnya dan berjalan dengan cepat menuju pintu rumah itu.


Dia berharap jika orang tua Olivia mau mengatakan dimana Olivia berada dan dia berharap dia juga bisa menemukan Olivia secepatnya.


Saat dia mengetuk pintu, seorang pelayan membukakan pintu itu untuknya. Karena dia ingin menemui orang tua Olivia jadi dia dipersilahkan untuk masuk.


Disebuah ruangan tampak ayah Olivia berada, dengan sopan Lewis membungkuk dihadapan Jhon.


"Selamat siang tuan Smith."


"Lewis Simone, untuk apa kau datang?"


Jhon bangkit berdiri dan mempersilahkan Lewis untuk duduk, Lewis mengangguk dan duduk didepan Jhon sedangkan Jhon menatap Lewis dengan tajam.


"Katakan, ada apa kau kemari?"


"Tuan Smith, aku datang kemari ingin mencari Olivia, apa dia ada?"


"Putriku sedang pergi!" jawab Jhon dengan dingin.


Ya dia sudah mendengar apa yang telah membuat putrinya tidak mau pulang kerumah dari istrinya.


Dia juga mendengar dari putranya yang berada di Colorado jika putrinya murung sepanjang hari, disini putranya yang sedang murung sedangkan disana putrinya juga murung. Apa-apaan semua ini?


"Tuan Smith, tolong katakan padaku dimana Olivia berada?"


"Untuk apa kau mencarinya lagi? Pertunangan kalian telah dibatalkan!"


"Tuan Smith, aku tidak mau membatalkan pertunanganku dengan Olivia jadi tolong katakan padaku dimana Olivia berada karena aku ingin menjelaskan semua kesalah pahaman yang terjadi diantara kami berdua."


"Salah paham? Salah paham seperti apa? Aku ingin mendengarnya!" Jhon kembali menatap Lewis dengan tajam. Jika bukan cucu sahabat ayahnya mungkin sudah dia tendang sedari tadi.


Tapi dia juga harus tahu apa yang telah terjadi diantara mereka berdua apalagi dia tahu betul sifat putrinya,


Dia tidak boleh mendengar penjelasan putrinya saja tapi dia harus mendengar penjelasan dari Lewis Simone juga.


Lewis mulai mengatakan apa penyebab yang telah membuat Olivia salah paham padanya, dia juga mengatakan jika Olivia tidak mau menjawab panggilannya dan membaca pesa-pesan yang dia kirimkan untuknya bahkan nomor ponselnya diblokir oleh Olivia begitu saja.


Dia memang sudah berusaha tapi Olivia seperti melarikan diri darinya dan hal inilah yang membuat kesalah pahaman mereka menjadi lama.


Setelah mendengar penjelasan dari Lewis, Jhon mengangguk mengerti, putrinya memang manja jadi bisa dia mengerti.


"Jadi, apa kau bersungguh-sungguh menyukai putriku?"


"Tentu saja tuan Smith, memang awalnya aku tidak menyukai perjodohan ini tapi sekarang aku ingin melanjutkan perjodohan ini dan tolong katakan padaku dimana Olivia berada."


Pada saat itu seorang pelayan datang Membawa segelas minum untuk Lewis dan meletakkannya diatas meja, Jhon mengambil gelasnya dan meneguk isinya sedangkan matanya masih menatap Lewis dengan tajam.


"Sebelum aku mengatakan padamu dimana putriku berada aku ingin kau menjawab beberapa pertanyaanku terlebih dahulu!"


"Apa yang ingin anda tahu, aku akan menjawab semua pertanyaanmu!." jawab Lewis dengan penuh semangat.


Semoga hari ini dia bisa tahu dimana Olivia berada, dia akan menyusul Olivia walau diujung dunia sekalipun.


"Bagus, aku suka semangatmu. Katakan padaku berapa mantan pacarmu?"


Lewis tercengang sejenak, pertanyaan macam apa itu? Kenapa harus menanyakan mantan pacarnya?


"Tuan Smith?" dia sedikit ragu.


Jika dia menjawab dengan jujur apakah ayah Olivia akan merestui hubungan mereka nanti saat kesalah pahaman diantara dirinya dan Olivia sudah selesai?


"Jawab saja!" ujar Jhon kesal.


"Tentu saja ada, jika aku bilang tidak itu bohong namanya."


"Bagus jadi katakan padaku berapa mantan pacarmu?"


"Ada empat." jawab Lewis, sungguh dia semakin heran.


Hmm..Oke baiklah, hanya empat saja. Mantan pacarnya lebih dari itu sebelum dia menikah.


"Apa kau pernah melakukannya?" dia harus tahu apakah Lewis Simone pria normal?


Lewis mengambil gelas yang ada diatas meja dan meneguk isinya dengan cepat, apa-apaan pertanyaan ini? Tentu saja dia pernah melakukan hal itu dengan mantan pacarnya apalagi dia pria dewasa. Lalu apa dia harus mengatakannya?


Tapi dia harus menjawab supaya dia tahu dimana Olivia berada.


"Tentu saja tuan Smith, aku bukan pria munafik." jawabnya dengan lugas.


"Bagus, jika kau memang menyukai putriku maka kejarlah dia sampai dapat. Kau harus tahu semua kekurangannya dan jangan sampai kau berani menyakitinya jika tidak mau berakhir ditanganku!"


Lewis tersenyum saat itu, tentu dia sudah tahu kekurangan Olivia dan sekarang dia sangat merindukan gadis pemalas itu.


"Aku tahu tuan Smith, karena aku ini pria paling bodoh yang telah jatuh hati pada putrimu."


"Ha..ha..ha..ha..!!" Jhon tertawa terbahak-bahak. Putrinya memang tidak bisa apa-apa itu dikarenakan sejak kecil dia selalu disayang dan dilindungi oleh kedua kakaknya bahkan sampai sekarang.


"Bagus, Olivia akan kembali jadi sebaiknya besok kau kembalilah lagi."


Saat mendengar hal itu Lewis langsung senang, rasanya dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Olivia.


"Terima kasih tuan Smith, aku akan mencarinya besok dan aku akan menjelaskan semuanya padanya."


"Itu bagus, jika kau serius kejarlah dia sampai dapat!"


"Tentu, aku tidak akan pernah melepaskannya!"


Jhon tampak puas, dilihat bagaimanapun Lewis Simone serius dengan putrinya dan dia tidak akan menghalangi orang yang ingin berhubungan serius dengan putrinya karena dia tidak pernah melarang anak-anaknya untuk berhubungan dengan siapapun tapi semua itu tergantung dari putrinya nanti. Apa dia mau dengan Lewis Simone?


Setelah merasa cukup, Lewis pamit dari sana. Setidaknya dia sudah tahu jika Olivia akan segera kembali dan besok dia akan datang lagi untuk bertemu dengan Olivia dan kali ini dia tidak akan membiarkan Olivia kabur darinya lagi.


Dia akan menjelaskan semuanya sampai Olivia mau memaafkan dirinya dan tentu saja, dia akan langsung melamar Olivia.


Semoga saja Olivia mau mendengarkan penjelasannya.


Sementara itu di Colorado, Olivia sedang diantar oleh Edward menuju bandara, dia hanya termenung memandangi jalanan yang dilalui oleh mereka.


"Olivia, jika kau tidak ingin pulang maka jangan pulang." ujar Edward.


"Tidak kak Ed, aku mau pulang untuk mengambil barang-barangku dirumah seseorang."


"Kalau begitu kembalilah lagi kemari setelah kau mengambil barang-barangmu, Amanda akan senang jika kau menemaninya."


"Thanks kak Ed, tapi aku ingin pergi ketempat Aunty Silvia, aku ingin jalan-jalan selama sebulan disana."


Edward tersenyum dan mengusap kepala adiknya dengan lembut, dia tidak bisa memberi saran apapun karena dia bukan ahlinya.


"Lakukan apa yang menurutmu baik tapi satu saran kakak, tidak baik melarikan diri dari masalah."


Olivia diam saja dan kembali fokus memandangi jalanan, melarikan diri? Apa dia sedang melarikan dari Lewis?


Tapi dia merasa tidak sedang melarikan diri karena dari awal mereka memang tidak memiliki hubungan apa-apa!