30 Days For Love

30 Days For Love
Serangga



Lewis segera menghampiri pintu rumah keluarga Smith dengan cepat, rasanya dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Olivia dan dia berharap Olivia ada dirumah.


Pada saat itu ibu Olivia yang membukakan pintu untuknya.


"Loh Lewis, kenapa kau ada disini?"


"Aku ingin bertemu dengan Olivia nyonya Smith."


"Oh tapi Olivia baru saja pergi kerumahmu, dia bilang ingin mengambil barang-barangnya."


Apa? Jadi Olivia sedang menuju rumahnya?


"Terima kasih nyonya Smith."


Tanpa menunggu lagi, Lewis memutar langkahnya dan berlari menuju mobilnya. Dia segera memerintahkan supirnya untuk segera pulang dan dia juga memerintahkan kepada supirnya supaya membawa kendaraan itu dengan cepat.


Apapun yang terjadi hari ini dia harus bertemu dengan Olivia, apalagi Olivia sedang menuju rumahnya, ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk berbicara dengan Olivia berdua saja.


Pokoknya kali ini dia tidak akan membiarkan Olivia kabur kemanapun! Akan dia kunci pintu rumahnya bahkan akan dia kunci pintu pagarnya, akan dia kunci rapat-rapat hingga Olivia tidak bisa kabur kemana-mana.


Dia juga menghubungi pelayan rumahnya supaya mencegah Olivia untuk tidak pergi, dia memerintahkan pelayannya untuk menahan Olivia selama mungkin.


"Cepat!" perintahnya kepada supir pribadinya karena dia sudah tidak sabar, semoga saja dia bisa sampai tepat waktu.


Sementara itu, mobil Olivia baru tiba dirumah Lewis, dia mengintip dari balik jendela mobilnya untuk melihat apakah mobil Lewis ada?


Jika ada dia tidak akan turun dan menunggu Lewis pergi tapi ternyata mobil Lewis tidak ada, jadi dia turun dari mobilnya.


"Pak Steve tunggu sebentar ya, aku tidak akan lama." pintanya.


"Baik nona."


Olivia turun dari mobilnya,dia berjalan menuju pagar yang tidak terkunci tapi setelah dia membukanya, dia segera masuk kedalam rumah Lewis.


Dia juga masuk begitu saja tanpa mengetuk lagi karena dia tahu Lewis sedang tidak ada, palingan hanya para pelayannya saja yang ada didalam.


Saat dia masuk kedalam sana seorang pelayan menghampirinya dan berkata:


"Nona, akhirnya anda kembali, apa perlu aku buatkan minuman?" ujar pelayan itu basa basi.


Dia sudah mendapat perintah dari majikannya untuk menahan Olivia selama mungkin dengan cara apapun.


"Tidak perlu dan terima kasih, aku hanya ingin mengambil barang-barangku saja." jawab Olivia sambil tersenyum.


"Tapi nona, kamar anda?" pelayan itu pura-pura ragu.


"Ada apa dengan kamar itu? Aku hanya ingin mengambil barang-barangku saja disana."


Olivia berjalan menuju kamar yang dia tempati tapi pelayan itu mengikutinya, jika sampai Olivia pergi maka dia akan dimarahi oleh majikannya.


"Nona tunggu, sebaiknya anda jangan masuk kedalam kamar itu terlebih dahulu." pelayan itu berhenti didepan pintu dan menghadangi Olivia supaya tidak bisa masuk kedalam sana.


Olivia langsung menghentikan langkahnya, dia juga menatap pelayan itu dengan tatapan tajamnya. Kenapa dia tidak boleh masuk kedalam sana?


Dia jadi curiga, apa kamar itu sudah ditempat oleh seseorang? Apa gadis Jepang itu sudah tinggal disini sekarang dan menempati kamar itu?


Dia merasa kesal tapi ya sudahlah, tujuannya datang kemari hanya ingin mengambil barang-barangnya. Atau jangan-jangan semua barangnya sudah dibuang oleh Lewis, tapi hanya satu kemungkinan yang ada didalam pikirannya, kamar itu sudah ditempati oleh wanita lain sebab itulah dia tidak boleh masuk kedalam sana.


"Oh ayolah, aku ingin mengambil barang-barangku."


"Tapi apa? Apa ada orang lain yang menempati kamar ini sekarang? Apa Lewis membawa seorang wanita lain masuk kedalam ruamhnya? Apa kamar ini ditempati pacarnya sehingga aku tidak boleh masuk?" tanyanya bertubi-tubi.


"Tidak bukan seperti itu nona, kamar ini?"


"Apa? Barang-barangku sudah dibuang ya?" sela Olivia lagi.


"Tidak, barang-barang nona masih ada didalam tapi kamar ini sedang dibersihkan. Dua hari yang lalu hujan begitu deras dan saya lupa menutup jendela kamar sehingga banyak serangga masuk kedalam kamar ini dan sekarang saya ingin menangkap serangga-serangga yang tersisa." dusta pelayan itu.


Olivia tampak bernafas dengan lega, untunglah tebakannya salah. Tapi ada serangga? Dia jadi merinding dan jijik.


"Hmm...Apa masih banyak serangganya? Apa masih lama kau akan membersihkan kamar itu?" tanyanya.


Jika masih lama maka dia akan pergi dan kembali lagi lain kali, tapi ini masih siang tidak mungkin Lewis kembali karena bisa dia tebak Lewis pasti ada dikantornya saat ini.


"Tidak nona, sebentar lagi akan selesai jadi tunggulah, aku akan memanggil nona jika semua serangga itu sudah ditangkap."


"Baiklah, aku akan menunggu dan aku akan kekolam renang jadi saat sudah selesai segera panggil aku." ujarnya sambil menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Tentu nona, aku janji tidak akan lama."


Olivia tersenyum dan memutar langkahnya, dia berjalan pergi tanpa curiga sama sekali. Disamping kamar itu memang ada taman dan dia percaya jika memang ada serangga yang masuk kedalam kamar itu.


Lebih baik dia menunggu dari pada nanti ada seekor serangga yang melompat ditangan atau kakinya, jujur dia sudah trauma karena kejadian katak waktu itu.


Setelah kepergian Olivia, pelayan itu tidak masuk kedalam kamar, dia menghubungi majikannya dan mengatakan jika Olivia sedang menunggu.


Saat mendengar hal itu tentu Lewis sangat senang apalagi dia sudah mau sampai, pokoknya hari ini Olivia harus mendengarkan penjelasannya.


Olivia duduk digazebo dan memandangi air kolam renang yang tenang, dia juga menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya.


Mungkin dia akan merindukan tempat itu nanti, tempat itu menenangkan dan sangat bagus untuk beristirahat.


Olivia melirik jam dipergelangan tangannya, apakah pelayan Lewis masih lama menangkap serangganya?


Dia ingin lihat tapi dia takut jika ada seekor serangga yang terbang atau melompat kearahnya, jangan sampai itu terjadi kalau tidak mungkin dia akan pingsan.


Jadi lebih baik dia menunggu sebentar lagi, mungkin sebentar lagi pelayan Lewis akan selesai tapi dia tidak tahu Lewis sudah tiba dan masuk kedalam rumahnya dengan berlari.


Didepan ada mobil Olivia dan dia sangat senang mengetahui Olivia belum pergi, dia kembali tepat waktu.


Saat dia berada didalam pelayannya mengatakan jika Olivia berada dikolam renang, dengan cepat pula dia berlari kebelakang, rasanya sudah tidak sabar melihat Olivia karena dia sangat merindukan gadis tidak peka itu.


Lewis langsung tersenyum saat melihat Olivia sedang duduk digazebo, dia tampak melihat pohon bambu sambil termenung.


Apa yang sedang dipikirkan oleh Olivia? Jujur dia sangat ingin tahu.


Dia segera mendekati Olivia dan pada saat Olivia menyadari kedatangan seseorang, dia segera memalingkan pandangannya.


Olivia langsung bangkit berdiri dan matanya melotot tidak percaya.


Lewis? Serangga besar yang sangat tidak ingin dia temui! Kenapa Lewis ada disana? Ini semua benar-benar diluar dugaannya!


Lewis mendekati Olivia sambil tersenyum sedangkan Olivia menatapnya dengan tajam.


Hari ini dia tidak akan membiarkan Olivia pergi dari rumahnya begitu saja.