30 Days For Love

30 Days For Love
Mencari



Setelah kembali ke California, Lewis langsung pergi ke kantornya. Tentu tujuannya adalah mencari Olivia dan dia berharap Olivia masih berada dikantornya tapi sayang Olivia tidak ada disana.


Tidak ingin membuang waktu, Lewis kembali kerumahnya untuk melihat apakah Olivia masih ada dirumahnya?


Dia harap sih ada karena dia ingin menjelaskan semuanya kepada Olivia dan dia harap Olivia mau mendengar penjelasannya, padahal dia sudah menyiapkan sebuah cincin untuk melamar Olivia saat dia kembali.


Selama di New York dia sudah memikirkan hal ini, dia ingin langsung melamar Olivia Smith begitu kembali dan lihatlah, Olivia malah salah paham dengannya.


Seharusnya dia menyatakan perasaannya sebelum dia berangkat ke New York, seharusnya dia melakukan hal itu dan dia merasa menyesal.


Bukannya dia tidak berusaha, dia sudah mencoba menghubungi Olivia dan mengirimkan pesan untuknya tapi nomor ponselnya sudah diblokir oleh Olivia.


Dia tahu Olivia pasti marah dengannya setelah apa yang telah mereka lalui selama ini, jika dia berada diposisi Olivia dia pasti akan marah juga.


Tapi mana dia tahu Olivia akan datang menyusulnya? Dia juga tidak tahu jika Olivia akan salah paham saat melihatnya bersama dengan adik angkatnya. Oke baiklah, dia yang salah dalam hal ini, jadi dia akan menemukan Olivia dan menjelaskan semuanya setelah itu dia akan melamarnya.


Pada saat tiba dirumahnya, Lewis langsung masuk kedalam kamarnya, tapi ya Olivia tidak ada.


Dia membuka lemari pakaian dan melihat semua barang-barang Olivia masih utuh didalam sana. Apa jangan-jangan Olivia belum kembali ke California?


Jika dia tahu akan seperti ini maka akan dia kejar taksi yang ditumpangi oleh Olivia sewaktu meninggalkannya direstoran.


Sepertinya dia tidak akan mudah mendapatkan Olivia Smith! Walau begitu dia akan tetap berusaha untuk mendapatkan Olivia Smith menjadi istrinya.


Tanpa membuang waktu lagi Lewis segera keluar dari rumahnya, hanya satu tujuannya yaitu rumah Olivia Smith.


Dia akan mencari Olivia disana dan dia juga berharap Olivia sudah kembali kerumahnya, mungkin nanti dia akan menghadapi kemarahan dari keluarga Olivia tapi dia tidak akan takut, dia akan menjelaskan semuanya.


Saat sudah tiba, dia segera mengetuk pintu rumah Olivia dan ibu Olivia membuka pintu bahkan tersenyum ramah padanya.


"Nyonya Smit, apa Olivia ada?" tanyanya.


Samantha sangat heran,bukankah Olivia menyusul Lewis ke New York? Kenapa Lewis malah menanyakan keberadaan putrinya.


"Dia pergi ke New York mencarimu." jawab Samantha.


"Ya aku tahu, ada sedikit kesalah pahaman disana dan dia pergi begitu saja."


"Oh ya?" Samantha semakin heran, Olivia belum kembali dari New York jadi kemana dia pergi? Atau jangan-jangan?


Sebaiknya dia tidak memberi tahu kepada Lewis terlebih dahulu karena bisa dia tebak dimana putrinya saat ini berada.


"Masuknya, kita bicarakan didalam." ujar Samantha.


"Terima kasih nyonya Smith, aku hanya ingin memastikan apakah Olivia telah kembali?"


"Belum." jawab Samantha singkat.


"Apa kau sudah menghubunginya?"


"Tentu, tapi sepertinya dia terlalu marah padaku hingga dia memblokir nomor ponselku."


"Oh ya ampun anak itu! Kau tidak perlu khawatir, kami akan mencarinya."


"Terima kasih nyonya Smith, tolong kabari aku jika sudah menemukannya." pinta Lewis.


"Pasti, kau jangan khawatir."


Lewis kembali mengucapkan terima kasih kepada ibu Olivia setelah itu dia pergi dari sana, selama diperjalanan dia mengumpat kesal, memaki dirinya sendiri. Padahal hubungan mereka baik-baik saja sebelum dia pergi ke New York tapi sekarang, hanya dalam hitungan detik saja mereka kembali seperti orang asing.


Sepertinya dia harus berusaha keras untuk mendapatkan Olivia menjadi istrinya.


Setelah kepergian Lewis dari sana, Samantha sangat heran. Apa yang telah terjadi antara Lewis dan putrinya?


Dia tahu dimana putrinya berada saat ini Jadi dia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi putranya yang berada di Colorado.


Tidak perlu lama,nEdward sudah menjawab panggilan dari ibunya, dia tahu ibunya pasti sedang mencari adiknya karena memang adiknya datang kesana dalam keadaan murung.


"Hallo mom."


"Yah, dia datang semalam."


"Oh baguslah, apa dia baik-baik saja?"


"Baik, sepertinya." jawab Edward ragu.


Dia juga tidak tahu kenapa adiknya tiba-tiba datang dengan keadaan kacau.


"Baiklah, katakan padanya untuk menghubungi mommy, okey?"


"Baik mom."


Edward mematikan ponselnya dan melirik kearah adik perempuannya yang tampak murung dimeja makan, Olivia bahkan mengaduk-aduk makanan yang berada diatas piring tanpa menyentuhnya sedikitpun.


Dia benar-benar tidak berselera makan sedangkan perasaannya tidak menentu, antara marah dan kecewa menjadi satu.


Ternyata Lewis hanya mempermainkannya selama ini! Padahal dia merasa nyaman saat bersama dengan Lewis tapi ternyata, sikap manis yang ditunjukkan Lewis kepadanya selama ini hanya tipuan belaka dan betapa bodohnya dia, dia malah masuk kedalam permainan Lewis dengan mudah.


Bahkan dia telah kehilangan ciuman pertamanya tapi dia masih bersyukur, jika matanya telah terbuka dengan cepat kalau tidak,bbisa-bisa dia terhanyut oleh permainan Lewis dan jangan sampai dia mengorbankan keperawanannya pada saat itu.


Seharusnya dia senang, sudah mengetahui siapa Lewis dengan cepat, tapi kenapa perasaannya tidak menentu saat ini?


Untuk sementara mungkin dia tidak akan pulang terlebih dahulu, dia akan berada disana untuk menenangkan hati dan pikirannya. Dia juga akan berusaha melupakan Lewis dan kembali seperti semula sewaktu mereka belum saling kenal.


"Hei,ada apa denganmu?" Edward menarik sebuah kursi dan duduk disamping adiknya, dia juga mengusap ujung kepala adiknya dengan lembut.


Olivia hanya menggeleng tanpa menjawab apa-apa, dia benar-benar sedang malas ingin mengeluarkan suaranya.


"Mommy mencarimu dan memintamu untuk menghubunginya."


Olivia menjawab dengan sebuah anggukan.


Edward benar-benar heran dengan adiknya, belum pernah dia melihat adiknya seperti ini sebelumnya. Mungkin jika Amanda telah kembali dari kantor dia akan meminta istrinya untuk mencari tahu apa yang telah terjadi dengan adiknya.


Olivia bangkit berdiri, lebih baik dia tidur saja tapi kakaknya menangkap tangannya.


"Hei, adikku yang manis ini kenapa tidak mau berbicara denganku. Apa aku membuat kesalahan?" Edward berusaha membujuk adiknya.


Adik laki-lakinya sedang murung, sekarang adik perempuannya juga terlihat murung. Apa Olivia terlihat demikian karena masalah percintaan juga?


"Kak Ed, aku mau tidur." ujarnya.


"Oke baiklah, tapi nanti katakan padaku apa yang terjadi padamu."


"Baik kak, tapi maaf aku sedang malas berbicara."


Edward bangkit berdiri dan menghampiri adiknya.


"Tidak apa-apa,bpergilah tidur."


"Kak Ed, aku mau minta tolong."


"Katakan pada kakak, apa yang kau inginkan?'


"Bisakah kakak memesankan sebuah mobil? Aku ingin mengganti mobil seseorang tapi jangan sampai kak Jacob tahu, aku tidak ingin membuatnya marah."


"Bodoh, hanya sebuah mobil saja mana mungkin dia marah! Jika kau minta sepuluh mobil juga akan dia berikan."


"Aku tahu, tapi aku tidak mau mengganggu Kak Jacob jadi tolong ya kak."


"Baiklah, katakan mobil apa yang kau inginkan, aku akan memesannya."


"Terima kasih kak Ed."


Setelah mengatakan mobil apa yang dia minta pada kakaknya dan meminta kakaknya mengirimkan mobil itu kealamat kantor Lewis, Olivia segera masuk kedalam kamar.


Dia ingin tidur dan dia berharap saat dia bangun nanti perasaannya sudah lebih baik.