
Gwen kembali keapartemennya dengan kemarahan meluap dihatinya bahkan untuk melampiaskan amarahnya dia melemparkan barang-barang yang ada didekatnya.
Tidak saja uangnya habis puluhan ribu dolar untuk membayar makanan dan anggur yang dipesan oleh Olivia tapi keadaannya benar-benar berantakan.
Selama karirnya didunia intertainmen dia belum pernah mengalami hal seperti ini dan hal ini benar-benar membuatnya marah.
Tapi untuk mendapatkan kadal besar dia harus bersabar, dia harus melampiaskan semua amarahnya dengan barang-barang yang ada diapartemennya.
Oh sialan Olivia Smith, meninggalkannya begitu saja. Jika saja bukan ingin memanfaatkannya mungkin sudah dia hajar Olivia Smith, itupun jika dia berani.
Sebenarnya dia tidak berani sih, apalagi dia sering mendengar kekejaman Keluarga Smith dari para pengusaha yang mengundangnya.
Siapa yang tidak tahu kekejaman keluarga Smith dikota itu, semua yang berani menentang mereka akan berakhir dengan tragis.
Tapi ini demi kadal besar, jika dia bisa mendapatkan Jacob Smith maka dia tidak akan cemas lagi dengan hidupnya, bahkan dia tidak perlu lagi bersusah payah menjadi artis.
Dia akan berhenti dari karirnya dan menikmati hidupnya, sebab itulah dia berusaha mendekati dari satu pria kaya ke pria kaya lainnya, semua itu dia lakukan untuk masa depannya.
Yah walaupun sampai sekarang tidak ada yang menjalin hubungan serius dengannya bahkan dia hanya menjadi teman diatas ranjang saja bahkan tak jarang dia jadi simpanan para pengusaha selama beberapa bulan.
Menjadi seorang artis itu tidaklah mudah, sebab itu saat dia bertemu dengan Lewis dia mengejar Lewis dan ingin mendapatkannya tapi Lewis tidak tergoda seperti para pengusaha lain yang tergoda olehnya.
Apalagi Lewis sudah punya tunangan, itu semakin mustahil lagi untuknya mendapatkan Lewis.
Gwen menarik nafasnya untuk menenangkan emosinya, sebaiknya dia membersihkan diri dan pergi menemui Olivia Smith lagi dan berpura-pura mencarinya.
Dia tahu Olivia Smith pasti sudah kembali kekantor Lewis, dari pada marah-marah seperti ini lebih baik dia mengambil hati Olivia Smith supaya Olivia mau mengenalkan Jacob Smith padanya.
Setelah rapi Gwen menyambar kunci mobilnya, hari ini dia tidak ada pekerjaan sebab itulah dia ingin memanfaatkan waktu yang ada untuk mendekati Olivia Smith.
Jika ada kesempatan jangan disia-siakan karena beberapa hari lagi dia ada syuting dan akan sibuk.
Sebagai seorang artis terkenal dia harus profesional dalam pekerjaannya, sebenarnya dia sudah lelah dan muak dengan pekerjaannya yang melelahkan bahkan terkadang dia kurang tidur demi sebuah drama yang dia mainkan. Tapi apa boleh buat, jika dia tidak berkerja maka dia tidak bisa mendapatkan kehidupan mewah yang sangat diimpikan semua orang.
Saat tiba dikantor Lewis dia masuk kesana dengan cepat, tentu tujuannya ingin menemui Olivia kembali dan berpura-pura baik padanya walau sebenarnya dia sangat jengkel.
Seperti biasa, dia masuk kedalam ruangan Lewis tanpa permisi. Saat melihat kedatangan Gwen, Olivia langsung memutar bola matanya malas.
Untuk apa Gwen datang lagi? Apa Gwen belum kapok juga dia kerjai? Sepertinya dia harus mengerjai Gwen lebih parah lagi.
"Bisa lain kali kau bersikap sopan sedikit Gwen? Apa kau pikir ini rumahmu sehingga kau bisa masuk seenaknya?" Olivia melotot pada Gwen, mana sopan santun siratu drama?
"Oh maafkan aku, ini kebiasanku jika ingin bertemu dengan Lewis." jawab Gwen basa basi.
"Ck, seharusnya kau sudah tahu jika Lewis tidak ada disini!"
Olivia tambah kesal, apa Lewis begitu bodoh membiarkan seseorang masuk kedalam ruangannya tanpa permisi? Jika saja itu kantornya sudah dia perintahkan seseorang menarik Gwen dan melemparnya keluar dari sana.
Tadi Gwen juga seperti itu masuk tanpa permisi dan sekarang Gwen melakukan hal yang sama lagi,apalagi dia sedang pusing mengerjakan pekerjaannya saat ini, kedatangan Gwen membuat moodnya jadi jelek.
"Sory Olivia, aku hanya ingin melihatmu apa kau sudah kembali apa belum karena aku menunggumu direstoran sedari tadi dan aku khawatir denganmu." Gwen mulai berakting dan memasang tampang pura-pura khawatirnya.
Olivia tersenyum dengan licik, Gwen mengkhawatirkannya? Dilihat bagaimanapun Gwen pasti kesal. Mana ada orang yang ditinggalkan begitu saja tidak marah?
Tapi hari ini juga dia ingin membuat Gwen mengatakan apa tujuannya mendekatinya karena dia malas berlama-lama bermain dengan Gwen,hanya membuat moodnya buruk saja.
"Tidak, aku tidak marah. Aku benar-benar menunggumu direstoran dan khawatir denganmu." Gwen masih pura-pura dengan aktingnya.
"Sudahlah hentikan aktingmu karena kita tidak sedang berada di depan kamera dan katakan apa tujuanmu mendekatiku, aku tidak punya waktu untuk bermain-main denganmu Gwen." Olivia menatap Gwen dengan tajam.
"A..Apa maksudmu?" Gwen masih berpura-pura.
"Oh ayolah Gwen." Olivia bangkit berdiri dan mendekati Gwen.
"Jangan berpura-pura karena aku sudah banyak mengenal penjilat sepertimu!" katanya dengan tajam.
"Apa?" Gwen sangat kesal mendengarnya.
"Tujuanmu mendekatiku supaya aku mengenalkanmu pada kakakku bukan?" tebak Olivia.
"Tidak, bukan begitu!" sangkal Gwen.
"Tidak perlu pura-pura, asal kau tahu saja kakakku sudah punya pacar dan asal kau tahu juga?"
Olivia berjalan memutari Gwen dan melihat tubuh Gwen dengan teliti.
"Kau bukan tipe kakakku." katanya lagi.
"Apa kau bilang, katakan padaku tubuh bagian manaku yang tidak menarik bagi laki-laki?"
Gwen mulai kesal, body gitar spanyolnya selalu dipuja oleh lelaki dan dia tidak percaya Jacob Smith tidak tergoda dengan tubuhnya.
"Gwen, tidak semua pria suka dengan bentuk tubuhmu. Kau lihat itu?"
Olivia menunjuk kearah dada Gwen dan pada saat itu Gwen memegangi dadanya yang besar.
"Kakakku tidak suka bentuk dada yang terlalu berlebihan apalagi hasil silikon." tebaknya asal.
Gwen mengeram marah, hasil silikon? Enak saja!
"Dan itu?" Olivia menunjuk kearah bokong Gwen dan lagi-lagi Gwen memegangi bokongnya yang seksi.
"Kakakku juga tidak suka dengan bokongmu yang besar dan asal kau tahu saja, semua bagian dari dirimu tidak ada yang disukai oleh kakakku. Dia lebih suka wajah yang manis, sedangkan kau sudah tua! Dia lebih suka rambut hitam dan lurus sedangkan rambutmu seperti sayur sawi kering."
Wajah Gwen merah padam menahan amarah karena hinaan Olivia, beraninya menghina dirinya.
"Oh ya satu lagi, sebaiknya jangan berpikir untuk mendekati kakakku jika kau tidak mau berakhir tragis. Entah kakakku akan menghancurkan karirmu atau dia akan melemparmu kekolam buayanya atau jangan-jangan kau akan dimasukkan kedalam kandang singanya."
Gwen mulai merinding ngeri, benarkah semua yang dikatakan oleh Olivia? Tapi dia sudah sering mendengar bahwa keluarga Smith memang kejam dan sepertinya semua perkataan Olivia Smith bukan hisapan jempol belaka.
Senyum Olivia mengembang diwajahnya, dia sudah memperingati Gwen. Mau Gwen percaya atau tidak ya terserah, dia tidak rugi apa-apa.
"Jadi Gwen, berhenti mendekatiku dan jika kau masih ingin mendekati kakakku maka rubahlah dirimu seperti yang aku katakan tadi! Rombak seluruh tubuhmu itupun kakakku belum tentu mau, jadi pergi sana." usirnya.
Gwen masih belum beranjak,memikirkan perkataan Olivia,tapi tidak lama kemudian dia memutar langkahnya dan keluar dari sana.
Mungkin dia harus berpikir baik-baik setelah ini sedangkan Olivia kembali kekursinya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Jika Gwen masih nekad ya sudah, para buaya kakaknya akan segera makan enak.