
Gwen dan Cherly menelan ludahnya dengan kasar, bagaimana tidak, Olivia mengeluarkan sebuah benda hitam yang menakutkan dari dalam tasnya.
Ya Olivia mengeluarkan sebuah pistol dari dalam tasnya, benda itu memang selalu ada didalam tasnya dan selalu dia bawa kemana-mana.
Ini sudah dibatas kesabarannya pada dua wanita itu, jika mereka hanya menghinanya dengan tiga tumpuk uang yang berada diatas meja maka dia tidak akan terpancing tapi beraninya Gwen menghancurkan perkerjaannya yang telah dia kerjakan dengan susah payah!!!
Dia sudah berjuang dari tadi untuk mengerjakan dokument yang diberikan oleh Lewis, tapi Gwen menghancurkan usaha kerasnya dengan begitu mudah dan Cherly mendukung si ratu drama.
Olivia mengarahkan psitol kearah Gwen dan Cherly sedangkan kedua wanita itu ketakutan dan melangkah mundur sampai mereka menempel ditembok.
Siapa sebenarnya Olivia? Kenapa dia memiliki senjata mematikan itu ditasnya?
"Hei Olivia jangan main-main dengan benda itu!" pinta Cherly dengan ketakutan, kedua kakinya sudah bergetar hebat sedari tadi.
"Benar, jangan main-main dengan benda itu pirang!" sela Gwen, kakinya juga tak kalah bergetar dengan Cherly.
Dia sering melihat benda itu saat syuting film tapi pistol yang digunakan palsu tapi yang dipegang oleh Olivia, dilihat bagaimanapun itu asli.
Situasi yang dia hadapi saat ini lebih menegangkan dari film action yang pernah dia mainkan.
"Bermain-main? Apa kalian tidak tahu? Saat usiaku lima tahun aku sudah bermain-main dengan benda ini!"
"Jangan bercanda, memangnya siapa kau?" teriak Cherly.
Olivia mendekati Gwen dan meletakkan pistolnya dibawah dagu Gwen, dia juga menatap Gwen dengan tajam. Hari ini dia akan memberikan pelajaran pada ratu drama jika tidak boleh sembarangan menghina orang.
"Hei ratu drama, apa setelah kau tahu siapa aku lalu kau akan meminta maaf padaku? Apa kau boleh sembarangan menghina orang sebelum kau tahu siapa yang kau hina?"
Gwen menelan ludahnya dengan kasar, sedangkan matanya masih berfokus pada pistol yang ada dibawah dagunya.
"Ka..Katakan siapa kau?" tanyanya lagi.
"Siapapun aku itu tidak penting, yang paling penting jangan sembarangan menghina seseorang mau orang itu memiliki derajat tinggi ataupun rendah! Lagi pula aku tidak perduli kau menghinaku tapi kau benar-benar menguji kesabaranku dengan menghancurkan pekerjaanku dan kau Cherly?"
Olivia melangkah mundur dan menatap Cherly dengan tajam sedangkan pistolnya masih mengarah pada mereka.
"Aku tidak menyangka jika kau begitu bodoh mau bekerja sama dengan si ratu drama, padahal aku mengangapmu sebagai teman."
"Aku tidak mau berteman denganmu karena kau adalah sainganku!" teriak Cherly.
"Oke baiklah, kalau begitu kalian akan menerima timah panas yang ada disenjataku ini!"
Olvia hendak menekan pelatuk senjatanya sedanglan Chelry dan Gwen berpelukan dan ketakutan sambil berteriak.
"Olivia kau gila!" teriak Cherly sedangkan Gwen berteriak:
"Lewis tolong, sipirang sudah gila!"
Lewis terperanjat kaget saat mendengar teriakan itu, Gwen? Kenapa Gwen ada disana? Lalu sipirang mana yang dimaksud oleh Gwen.
"Lewis!" Gwen berteriak lagi.
Lewis langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya, dia segera keluar dari ruangannya sambil berlari kecil dan saat itu terdengar suara tembakan dari ruangan Olivia.
Oh celaka, apa yang dilakukan oleh gadis gila itu?
"Dor!" Olivia menembakkan senjatanya kearah Gwen dan Cherly sedangkan kedua wanita itu tampak begitu ketakutan dengan wajah pucat.
Gwen dan Cherly merosot dan terduduk diatas lantai dengan tubuh yang bergetar ketakutan sedangkan mereka masih berpelukan.
"Ha...ha...ha...ha...ha...!!" Olivia tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya yang mulai sakit karena tertawa.
Ini benar-benar tontonan yang sangat menarik, bagaimana jika dia memotret ratu drama dan menjual fotonya kemedia? Pasti akan untung besar.
Apa benar pistolnya mengeluarkan timah panas? Jelas tidak! Itu hanya pistol mainan saja yang suka dia bawa untuk mengisengi orang.
Saat pistol itu ditembakkan memang akan mengeluarkan suara seperti pistol asli tapi pistolnya yang dia tembakkan akan mengeluarkan sebuah kartu dengan ucapan 'Congratulation'.
"Eww!! Kalian sungguh menjijikan!" ujarnya disela-sela tawanya saat melihat Gwen dan Cherly mengompol secara bersamaan.
"Apa yang terjadi?"
Lewis masuk kedalam ruangan Olivia untuk melihat apa yang terjadi tapi kemudian dia langsung menutup hidungnya.
Ruangan Olivia tampak begitu berantakan, kertas berhamburan diatas lantai bahkan dokument yang dia berikan pada Olivia sudah hancur. Tidak hanya itu tiga tumpuk uang tampak berada diatas meja Olivia.
Bukan itu saja Olivia tampak tertawa sambil memegangi perutnya dengan sebuah pistol mainan ditangannya sedangkan Cherly dan Gwen tampak terduduk diatas lantai dengan wajah pucat dengan kondisi memalukan.
"Le...Lewis..Sipirang sudah gila!" Gwen berusaha merangkak untuk mendekati Lewis, terus terang saja kakinya masih lemas dan dia sangat malu luar biasa.
Tapi Lewis melewati Gwen begitu saja, dia segera melangkah mendekati Olivia dan memegang tangannya.
"Apa yang terjadi?" tanya Lewis lagi.
"Oh Lewis, kau melewatkan film yang sangat menarik." jawab Olivia sambil menghapus air matanya yang keluar karena tertawa.
"Pirang ja**ng, beraninya kau melakukan hal ini padaku? Kau sudah mempermalukan aku dan lihat saja nanti!" Gwen menunjukan kearah Olivia dan menatap Olivia dengan tajam.
"Cherly sebenarnya apa yang terjadi?" Lewis melihat kearah sekertarisnya.
"Tu...Tuan Simone, di..dia sudah gila hendak menembak kami dan menakuti kami dengan senjata mainannya." Cherly berusaha membela diri, bisa kenapa pecat jika sampai Lewis Simone tahu yang sebenarnya.
"Benar Lewis, si pirang gila hendak menembak kami padahal aku dan Cherly ingin mengajaknya makan siang bersama." ujar Gwen pula, jangan sampai Lewis mengetahui yang sebenarnya jika tidak Lewis akan membencinya.
"Apa itu benar?"
Lewis melihat kearah Olivia sedangkan Olivia menghembuskan nafasnya dengan kasar, dasar ratu drama memutar balikkan fakta. Pantas saja Gwen mendapat julukan ratu drama, sepertinya Gwen dan Cherly pantas mendapat gelar wanita bermuka dua setelah ini.
"Kau tahu Lewis, aku ingin pulang!" Olivia berjalan kearah tasnya dan menyambarnya dan setelah menyimpan pistolnya kembali Olivia melangkah kearah Gwen dan Cherly sambil berkata:
"Kalian tahu, hari ini hanya peringatan tapi jika kalian berdua masih melakukan hal yang menguji kesabaranku maka selanjutnya kalian akan mendapat yang asli."
Setelah mengatakan hal itu Olivia hendak keluar dari ruangannya tapi Lewis langsung menahan tangannya.
"Hei kau mau kemana?"
"Pulang, aku lagi tidak mood!" jawabnya.
"Tunggu diruanganku saja, okey?" pinta Lewis.
Olivia langsung menepis tangan Lewis dan berjalan pergi tanpa mengatakan apapun sedangkan Lewis melihat kepergian Olivia dalam diam, apa Olivia marah? Saat itu sebuah perasaan aneh mengalir dihatinya.
Lewis melihat Gwen dan Cherly kembali yang masih terduduk diatas lantai, ruangan itu sudah mulai berbau dan dia sudah tidak tahan berada disana.
"Kalian berdua bersihkan diri kalian setelah itu temui aku!" Lewis segera keluar dari sana. Sekarang dia tidak akan berbaik hati lagi karena mereka telah berani menganggu Olivia.