30 Days For Love

30 Days For Love
Senjata makan tuan



Lewis tampak sedang sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk diatas meja sedangkan Cherly berdiri dihadapannya dengan beberapa dokument yang dibawanya.


Mata Cherly berfokus pada seorang gadis yang tampak masih tertidur pulas, siapa lagi jika bukan saingan cintanya.


Apa Olivia seekor ba*i? Sedari tadi tidak bangun-bangun dari tidurnya, masih meringkuk diatas sofa dan tertidur dengan nyamannya.


"Mungkin saja dia gadis miskin yang ditolong oleh Lewis Simone, orang yang belum pernah merasakan sofa empuk jadi begitu tubuhnya merasakan benda itu dia terbuai dan tidak mau bangun dari benda empuk itu." pikir Cherly.


Cherly sibuk berkutat dengan pikirannya, padahal Lewis sedang berbicara dengannya tapi dia tidak mencerna perintah bosnya bahkan dia tidak mendengar perkataan Lewis.


Hatinya masih terbakar dan panas, padahal Olivia menawarkan bantuan padanya supaya dia bisa mendapatkan Lewis Simone, tapi kenapa malah gadis itu yang start duluan? Jangan katakan jika Olivia sudah jatuh cinta pada Lewis untuk menaikkan derajatnya, jika itu terjadi maka tidak akan dia biarkan!


Dia jadi berharap semoga artis yang menyukai Lewis datang lagi dan pada saat itu dia akan menghasut artis itu dan menciptakan permusuhan diantara artis itu dengan Olivia.


Mungkin sangat menyenangkan bisa melihat dua orang wanita berkelahi memperebutkan seorang lelaki dan nanti dialah yang akan jadi pemenangnya dan tertawa.


Ide ini tidaklah buruk dan nanti akan dia coba saat artis itu datang, dia akan menghasut artis itu dan pada saat mereka berdua berkelahi, saat itulah Lewis Simone akan membenci mereka berdua.


"Cherly!" Lewis melihat kearah sekertarisnya yang sedang melihat kearah Olivia yang masih tertidur.


Dia berbicara dengan sekertarisnya sedari tadi tapi tidak dijawab bahkan dia sudah memanggil Cherly berkali-kali tapi Cherly juga tidak menjawab.


Hal itu membuat Lewis sangat kesal, apa Cherly mau dia pecat?


"Cherly!!!!" Lewis kembali berteriak dengan kencang dan memukul meja sampai Cherly melonjak kaget.


Dia segera memalingkan matanya yang berfokus pada Olivia sedari tadi dan melihat kearah bosnya, Cherly menelan salivanya dengan susah payah saat melihat wajah Lewis Simone yang tampak dipenuhi amarah sedangkan matanya yang tajam melotot kearahnya.


Olivia juga kaget dan membuka matanya, tapi dia pura-pura tidur lagi, bodo amat dengan kedua orang itu yang pasti dia tidak mau terlibat dan sebaiknya dia tidur lagi.


"Apa kau sudah bosan bekerja denganku?" Lewis bertanya dengan dingin.


"Tidak tuan Simone, tentu aku masih ingin bekerja denganmu." Cherly menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap pujaan hatinya.


Jangan sampai dia dipecat karena dia mendapatkan posisi itu dengan susah payah,bjika sampai dia dipecat bagaimana dia bisa dekat dengan Lewis dan mendapatkan hatinya?


"Maafkan aku tuan Simone, maafkan aku." Cherly membungkukkan badannya, dia berharap Lewis tidak memecatnya.


"Sekali lagi kau tidak fokus pada pekerjaanmu maka habislah kau!!" ancam Lewis dengan dingin.


"Baik tuan Simone, aku tidak akan melakukan hal seperti ini lagi lain kali."


"Bagus, tapi gajimu aku potong 20 persen!"


"Hah? Tuan Simone?"


"Kenapa? Jika tidak mau angkat kaki dari sini." jawab Lewis dengan cuek.


"Tidak...Tidak ..Terima kasih atas pengertian tuan Simone." ucap Cherly dengan berat hati.


Itu lebih baik dari pada dipecat dan semua itu gara-gara Olivia, gadis itu bahkan belum bangun juga!


Olivia menahan tawanya saat mendengar pembicaraan mereka, tapi dia tidak mau mendadak bangun dalam situasi seperti ini.


Dia tidak menyangka ternyata Lewis Simone benar-benar pria yang penuh perhitungan!


"Sana siapkan dua set makan siang." perintah Lewis.


"Baik tuan Simone." Cherly segera melangkah pergi untuk menyiapkan makan siang yang dipinta oleh bosnya.


Setelah kepergian Cherly dari ruangannya, Lewis bangkit berdiri dan berjalan kearah sofa dimana Olivia tampak masih tertidur.


Dia hanya melihat kearah Olivia tanpa membangunkannya, lebih baik dia membiarkan Olivia tidur sebentar lagi dan pada saat Cherly kembali dengan makan siang barulah dia akan membangunkan gadis itu.


Lewis memutar langkahnya dan keluar dari ruangannya untuk melakukan sesuatu dan pada saat dia pergi, Olivia membuka matanya tapi dia tidak segera bangun dan hanya diam saja tiduran diatas sofa.


Dua puluh menit telah berlalu Cherly kembali kedalam ruangan Lewis sambil membawa dua set makanan yang dipinta oleh bosnya.


Cherly meletakkan makanan yang dia bawa keatas meja, dia tidak mendapati Olivia disana dan sepertinya dipemalas itu sudah bangun dari tidurnya.


Dia hendak melangkah pergi tapi pasa saat itu, botol tabasco terlihat diujung matanya, itu kebiasan Lewis dia paling suka makan dengan cabe itu.


Senyum jahat Cherly menyeringggai dari bibirnya, dia segera meraih botol cabe itu dan melihat sekelilingnya yang tampak sepi, inilah saat untuknya balas dendam.


Cherly membuka sebuah kotak makanan yang dia bawa tadi, isi kotak makanan itu berbeda dan dia tahu yang mana yang akan Lewis makan nantinya.


Dengan mengebu-ngebu Cherly menuangkan tabasco kedalam chiken teriyaki yang dia yakin itu akan dimakan oleh Olivia nanti.


Dia menuangkan semua isi cabe itu didalam chiken teriyaki sambil mengerutu kesal.


"Rasakan, semoga setelah ini kau sakit perut!!" gerutunya kesal.


Dia tidak tahu jika Olivia mendengar dan melihat perbuatannya karena saat itu Olivia berada didalam kamar mandi.


Saat Cherly telah selesai dengan aksinya Simone masuk kedalam ruangannya, dia melihat Olivia sudah tidak ada. Kemana gadis itu?


Cherly segera pergi sambil tersenyum puas, dia sudah tidak sabar melihat Olivia tidak bisa pulang karena diare.


"Hai."


"Kapan bangun?"


"Baru saja."


"Kalau begitu duduk makan denganku."


Olivia segera duduk disamping Lewis, tidak menunggu lagi dia segera meraih kotak makanan yang dia tahu tidak diberi tabasco oleh Cherly.


"Hei itu punyaku." protes Lewis.


"Oh ayolah, aku hanya ingin mencicipi makanan yang biasa kau makan, siapa tahu aku bisa membuatnya nanti." jawab Olivia beralasan. Mana mau dia makan makanan yang telah diberi tabasco oleh Cherly?


Olivia makan makanannya dengan santai sedangkan Lewis mulai curiga dengan chiken teriyaki yang ada dikotak makannya, kenapa warnanya aneh dan kenapa baunya seperti?


Dia mulai mencoba chiken teriyaki itu dan?


"Ya Tuhan!!!" Lewis segera mengeluarkan makanan itu dari mulutnya dan melihat botol tabasco yang telah kosong.


"Apa kau yang menuang tabasco itu kedalam sini untuk mengerjai aku?" Lewis melotot kearah Olivia.


"Jangan asal menuduh, itu ulah sekertarismu!"


"Jangan bohong!" Lewis tidak percaya.


"Cih buat apa aku melakukan hal ini? Aku bahkan baru bangun dan berada dikamar mandi apa kau kira aku punya waktu untuk melakukan hal ini? Aku saja tidak tahu makanan apa yang kau suka."


Lewis diam saja, untuk apa Cherly melakukan hal itu? Dia masih menatap Olivia dengan curiga sampai Olivia menjadi kesal.


"Jangan menatapku seperti itu! Jika kau tidak percaya ya sudah lebih baik aku makan dibawah dengan Jeremi!" Olivia bangkit berdiri tapi Lewis langsung menahan tangannya.


"Oke maaf, aku akan menanyakan ini pada Cherly."


"Silahkan!" Olivia kembali duduk diatas sofa dan melanjutkan makannya.


Lewis segera memanggil Cherly dan pada saat Cherly masuk matanya melotot saat melihat Olivia sedang memakan makanan milik Lewis sedangkan makanan yang dia beri tabasco tadi?ada didepan Lewis.


"Cherly apa kau yang menunggu sebotol tabasco ini kedalam makananku?" Lewis menatap Cherly dengan tajam.


"Tidak tuan Simone." elak Cherly.


"Jangan bohong cepat mengaku!"


"Aku sungguh-sungguh tidak tahu."


"Jika begitu lalu siapa?"


Cherly menggigit bibirnya dan melihat kearah Olivia.


"Dia!" Cherly menunjuk kearah Olivia sedangkan Olivia diam saja.


"Jangan asal menuduh kau!" ujar Lewis kesal.


"Aku tidak asal menuduh, aku lihat dia yang menuang tabasco itu."


"Lewis, bukankah disini ada cctv? Bagaimana jika kau lihat saja siapa pelakunya!"sela Olivia.


Wajah Cherly langsung pucat, dia segera berlutut untuk meminta maaf.


"Maaf tuan Simone,aku tidak sengaja."


"Tidak sengaja kau bilang!!" Lewis bangkit berdiri dengan emosi dihatinya.


"Maaf." Cherly hanya bisa menunduk.


"Pergi sekarang, kau aku pecat!" teriak Lewis dengan lantang.


"Jangan tuan Simone, maafkan aku." mohon Cherly.


"Lewis, jangan dipecat." ujar Olivia.


"Apa maksudmu?"


Olivia bangkit berdiri, dia juga menyambar makanan yang ada diatas meja dan berjalan kearah Cherly.


"Dari pada memecatnya sebaiknya kita memintanya menghabiskan makanan ini didepan kita." kata Olivia sambil tersenyum.


"Apa?" Cherly tidak percaya Mendengarnya.


"Baiklah, habiskan atau kau kupecat!" ujar Lewis.


"Akan aku habiskan." Cherly segera mengambil makan dari tangan Olivia. Sebelum memakannya dia menelan ludahnya dengan kasar, sepertinya setelah ini dia tidak akan keluar dari kamar mandi dan yang pasti bibirnya akan sedikit tebal karena kepedasan!


Olivia kembali sambil tersenyum puas,ingin mengerjainya? Terlalu cepat 100 tahun untuk Cherly!