
Gwen turun dari mobilnya dengan angkuh saat mobilnya sudah berhenti didepan kantor Lewis.
Dengan penampilan maksimal Gwen berjalan masuk kedalam kantor Lewis sambil menyibakkan rambutnya yang berwarna coklat dan menggelombang.
Dia juga menenteng tas mahalnya, hari ini dia akan pamer pada si pirang yang menurutnya miskin.
Penampilannya dari atas sampai kebawah semua bermerek ternama, jangan ditanya barang-barang itu dia dapat dari mana, sebagiannya dia dapat dari sponsor tapi siapa yang akan tahu dia bakal dapat barang-barang itu dari mana.
Tapi untuk tas Hermesnya? Dia beli sendiri dengan uangnya begitu juga dengan high hells yang dipakainya, high hellsnya berharga puluhan ribu dolar.
Setiap kali dia datang pasti akan jadi pusat perhatian karena penampilannya yang wow! Tapi hari ini dia datang untuk mengusir si pirang yang menempel pada Lewis, jika bisa akan dia tarik rambut si pirang nanti!
Gwen segera naik keatas setelah mengatakan para resepsionis jika dia ingin menemui Lewis, tapi yang harus pertama kali dia cari adalah Cherly.
Sedangkan saat itu Olivia, dia sedang mengerjakan pekerjaannya yang diberikan oleh Lewis dengan serius. Tidak saja dokument yang dia bawa dari ruangan Lewis tapi diatas mejanya juga menumpuk begitu banyak kertas yang harus dia kerjakan.
Kertas itu ada disana karena dia tidak masuk kerja satu hari dan sepertinya hari ini dia harus fokus mengerjakan pekerjaannya.
Olivia menatap layar komputer dengan serius sampai seseorang mendobrak pintu ruangannya dengan kencang sampai membuatnya kaget setengah mati.
OLivia memegangi dadanya dan melihat kearah pintu yang terbuka, Gwen dan Chelry? Dia kira ada penggerebekan.
"Oh my, please. Bisa kalian buka pintu pelan-pelan?" pintanya dengan cuek tanpa tahu tujuan kedua orang itu mendatanginya.
"Hei kau gadis pirang!" Gwen berjalan dengan cepat kearah Olivia sedangkan Cherly menutup pintu supaya tidak ada yang melihat aksi mereka karena sebentar lagi akan ada tontonan yang bagus.
"Bisa tidak kau tidak memangilku si pirang, aku punya nama!" pinta Olivia. Dia tidak akan terpancing hanya karena hal itu.
Gwen menarik sebuah kursi dan duduk dihadapan Olivia sedangkan kedua kakinya dinaikkan keatas meja dan menatap Olivia dengan tatapan angkuhnya sementara Cherly berdiri dibelakang Gwen sambil tersenyum licik, tontonan bagus akan segera dimulai.
"Bisa kau turunkan kakimu?" Olivia melototi Gwen dengan tajam, apa sih maunya!
"Hei pirang miskin, aku dengar kau berhutang pada Lewis?" Gwen mulai memercikkan api perang.
"Aku berhutang atau tidak itu bukan urusannmu Gwen." jawab Olivia dengan malas.
"Jangan sok akrab denganku! Kita tidak saling mengenal."
"Kau benar ratu drama, kita tidak saling mengenal jadi keluar dari ruanganku karena aku harus menyelesaikan pekerjaanku ini kalau tidak 1000 dolar akan masuk kedalam daftar hutangku."
"Ha....ha..ha...ha...!!" Gwen tertawa terbahak-bahak mendengarnya, 1000 dolar? Si pirang takut dengan uang 1000 dolar? Ini benar-benar lucu.
"Cherly, apa sih maksudnya ini?" Olivia menatap kearah Cherly yang diam saja sedari tadi.
"Apa kau tidak tahu? Gwen ingin membantumu membayar hutang." jawab Chelry.
"Oh ya?" Olivia tidak kaget sama sekali.
"Benar, jadi katakan padaku berapa hutangmu?" sela Gwen dan dia kembali menatap Olivia dengan tatapan menghinanya.
"Wah kau begitu baik tapi lebih baik kau membantu orang yang benar-benar butuh uangmu, sedangkan aku tidak butuh uangmu sama sekali."
"Katakan padaku berapa hutangmu, akan aku bantu kau membayar hutangmu agar kau bisa pergi dari Lewis." ujar Gwen dengan kesal.
Olivia menghembuskan nafasnya dengan kasar, hanya satu unta tua saja jadi perebutan banyak wanita lalu kenapa dia harus terlibat? Benar-benar menyebalkan!
"Hei ratu drama, memangnya berapa yang kau punya?" tantang Olivia.
"Cih, lihat saja sendiri!"
Gwen membuka tas mahalnya dan mengeluarkan 3 tumpuk uang dari dalam sana, setelah itu dia melemparkan uang itu dihadapan Olivia sambil tersenyum dengan angkuh.
"Uang itu cukup bukan untuk membayar hutang-hutangmu? Jadi segera angkat kaki sana!" teriak Gwen.
Cherly bersorak dalam hati saat melihatnya, Gwen memang punya banyak uang dan sebentar lagi Olivia akan mengambil uang itu dan segera pergi dari sana.
"Jadi cuma ini yang kau punya?" Olivia melihat uang yang dilemparkan Gwen dengan cuek.
Uang itu tidak seberapa bahkan bisa dia tebak, tiga tumpuk uang itu untuk membeli satu tasnya saja kurang.
"Memangnya uang itu kurang? Katakan padaku berapa hutangmu?" tanya Gwen kesal! Kenapa Olivia tidak bergeming melihat uang sebanyak itu,untuk ukuran gadis miskin seharusnya Olivia sudah tergoda dengan tumpukan uang yang dilemparkannya.
"Eh aku bukannya sombong, tapi uangmu ini untuk membeli satu tasku saja kurang."
"Apa?" Gwen dan Chelry sangat kesal mendengarnya, sudah miskin tapi masih saja sombong. Memangnya Olivia mampu membeli tas merek apa?
"Oh ya, aku lihat tasmu itu Hermes ya, aku juga punya dirumah tapi karena pasaran banyak yang pakai jadi aku berikan pada pelayanku, aku tidak suka yang pasaran."ujar Olivia sambil mengedipkan matanya kearah Gwen.
Api kemarahan semakin menguasai Gwen, beraninya si pirang miskin itu menghina dirinya! Tidak akan dia biarkan.
Dengan perasaan marah, Gwen mengobrak abrik meja Olivia, semua tumpukan kertas yang ada diatas meja Olivia dihamburkan diatas lantai.
"Sebaiknya jangan keterlaluan!" Olivia mulai marah, mereka boleh menghina dirinya tapi kenapa harus mengacak pekerjaan yang sedang dia kerjakan dengan susah payah?
Gwen tidak perduli, dia bahkan menginjak-injak kertas yang sudah berserakan diatas lantai dan menatap Olivia dengan angkuhnya.
"Ratu drama, jangan menguji kesabaranku dengan sikap angkuhmu itu. Aku bisa menghancurkanmu dengan mudah jika aku mau tapi aku bukan seperti itu, aku bisa meminta kakakku menghancurkan karirmu hanya dalam hitungan menit tapi aku tidak akan melakukan hal itu jadi sebaiknya kau jangan keterlaluan dan menguji kesabaranku!" geram Olivia marah.
Gwen dan Cherly langsung tertawa terbahak-bahkan, memangnya siapa Olivia? Hanya gadis miskin yang terlalu banyak bicara.
"Aku ingin lihat, apa yang bisa kau lakukan?" Gwen meraih dokument yang ada diatas meja, tanpa ragu Gwen merobek dokument itu didepan Olivia.
Cherly terperanjat kaget, habislah itukan laporan keuangan yang diberikan Lewis pada Olivia tadi sedangkan Olivia semakin marah.
Itu dokumen yang harus dia kerjakan dan dia baru mengerjakannya setengah sekarang lihatlah, begitu beraninya Gwen merobek dokumen itu. Apa yang harus dia katakan pada Lewis nanti?
"Kau benar-benar menguji kesabaranku!!"
Olivia mengambil tasnya dan membukanya, dia mengeluarkan sesuatu dari sana dan pada saat Gwen dan Cherly melihatnya, mereka langsung memundurkan langkahnya dengan wajah pucat serta ketakutan.