30 Days For Love

30 Days For Love
Kebodohan Gwen



Satu minggu kemudian, Olivia sedang duduk disisi kolam renang sendirian, dia sedang bosan dirumah apalagi Lewis sedang pergi bekerja.


Olivia hanya memainkan kakinya didalam air kolam yang dingin tapi tangannya sibuk memainkan ponselnya.


Rasanya dia ingin pergi tapi dia tidak tahu harus pergi kemana, dia benar-benar tidak punya tujuan.


Disaat seperti ini sebelum menikah dia pasti sudah menarik kopernya dan langsung pergi jalan-jalan ketempat yang dia inginkan.


Sekarang dia tidak bisa melakukan hal itu sesuka hatinya karena dia sudah menikah, dia tidak mungkin meninggalkan Lewis selama berminggu-minggu hanya untuk menghilangkan kebosananya.


Mungkin jika dia sudah punya anak nanti dia tidak akan merasa sepi lagi, Olivia mengusap perutnya, dia berharap dia bisa cepat hamil agar dia punya teman dirumah nanti.


Olivia meletakkan ponselnya disisi kolam dan menarik nafasnya dengan berat, ini masih siang, apa yang harus dia lakukan? Tapi walau begitu dia juga sedang malas melakukan apapun karena kepalanya sangat sakit sejak pagi tadi.


Saat itu ponselnya berbunyi dan dengan cepat dia mengambil ponselnya dan melihatnya, kakak.


"Kak Jacob, ada apa?"


"Olivia, cepat kemari!"


Olivia sangat heran, kenapa suara kakaknya terdengar tidak senang. Apa dia membuat kesalahan sampai membuat kakaknya marah dan memintanya untuk datang?


Tapi dia tidak melakukan apapun yang bisa membuat kakaknya marah, lalu apa yang telah terjadi?


"Kak Jacob ada apa?"


"Cepat kau kemari kalau tidak aku bunuh orang ini!"


"Wow, siapa?"


"Tidak tahu, dia bilang teman baikmu jadi cepat kau kekantor."


Olivia mengernyitkan dahinya, teman baik? Siapa? Jujur saja teman baiknya cuma Alice saja dan tidak ada yang lainya.


Apa Alice sudah kembali? Tapi kenapa kakaknya ingin membunuh Alice?


Olivia tampak berpikir dan pada saat itu dia teringat dengan Gwen. Astaga, pasti artis bodoh itu,nmau apa dia mencari kakaknya?


"Kak, jangan kau bunuh aku akan kesana!"


"Bagus, aku sudah tidak sabar ingin membunuhnya."


"Iya sabar."


Olivia bangkit berdiri, mumpung dia lagi bosan jadi dia ingin lihat apa yang telah terjadi dengan Gwen, untung saja tidak langsung dihabisi oleh kakaknya.


Memang beberapa waktu lalu Gwen nekat datang mencari Jacob dikantornya, dia akan berusaha untuk mendekati Jacob Smith sendiri.


Dengan kepercayaan diri yang tinggi, body bohay dan pakaian seksi, tidak hanya itu, rambut sawinya dia luruskan selurus jalanan, Gwen benar-benar menemui Jacob dan yakin pria itu akan tertarik dengannya.


Dia mengatakan jika dia adalah teman baik Olivia dan pada saat mendengar itu dari karyawannya, Jacob segera turun kebawah tanpa mau menunggu lagi karena dia mengira Alice telah kembali.


Dia tahu teman baik adiknya cuma Alice saja, jadi dia turun kebawah dengan cepat dan tampak senang, akhirnya penantiannya akan berakhir.


Tapi saat sudah dibawah sana dia langsung tampak kecewa mendapati seorang wanita yang tidak dia kenal dengan benjolan berlebihan ditubuhnya, maksud benjolan ini adalah bokong dan dada Gwen yang terlalu berlebihan.


Gwen langsung tampak senang melihat kedatangan Jacob Smith, matanya tidak lepas dari sosok pria tampan nan gagah yang berdiri didepannya itu. Ingin rasanya dia langsung melompat kedalam pelukannya.


"Siapa kau!" Jacob tampak kecewa dan kesal.


"Aku Gwen, aku teman baik Olivia." Gwen menjawab dengan suara yang dia buat semanja mungkin.


"Kau teman adikku?"


"Ya, aku teman paling baiknya."


"Lalu untuk apa kau mencariku?"


"Aku ingin kenal denganmu dan dekat denganmu, apa tidak boleh?" Gwen menarik kerah bajunya sampai turun kebawah untuk memperlihatkan belahan dadanya, itu dia lakukan untuk menggoda Jacob tapi Jacob diam saja dan memutar langkahnya.


"Pergi!" usirnya dengan dingin.


Gwen mendekati Jacob dan memegangi tangannya, dia bahkan menempelkan tangan Jacob ditengah belahan dadanya, dia harap Jacob tergoda dengan tubuhnya.


Jacob semakin kesal dibuatnya, dengan sekuat tenaga dia menarik tangannya dari pegangan tangan Gwen dan berteriak marah.


"Aku bilang pergi!" bentak Jacob kesal.


"Jangan marah, aku hanya ingin mengajakmu makan siang saja." Gwen masih tidak menyerah. Pokoknya dia harus mendapatkan pria itu apapun caranya.


"Jangan menguji kesabaranku kalau tidak mau mati!"


"Ayolah, aku sudah mengajak Olivia juga." Gwen kembali mendekati pria incarannya dan kembali menempelkan tubuhnya, dia tidak menyangka tindakannya semakin membuat Jacob marah.


"Bhuk!!" tanpa banyak bicara Jacob meninju wajah Gwen, dia sudah cukup bersabar tapi wanita yang mengaku sebagai sahabat adiknya itu benar-benar membuatnya sangat marah.


Gwen kaget bukan kepalang, karena pukulan itu membuatnya jatuh diatas lantai. Dia juga memegangi pipinya yang berdenyut karena sakit yang luar biasa, tidak hanya itu, darah mulai mengalir dari hidungnya.


Dua orang pengawal langsung berdiri dibelakang Gwen sedangkan para keryawan yang ada disana tidak ada yang berani melihat, mereka melakukan pekerjaan seperti biasa kalau tidak mau dipecat.


Sebab itulah Jacob menghubungi adiknya untuk datang, dia ingin lihat apa wanita yang menggodanya itu benar sahabat baik adiknya?


Suasana tampak tegang saat Olivia datang, dia melihat Gwen berada diatas lantai sambil memegangi wajahnya yang terlihat membengkak sedangkan kakaknya duduk didepan Gwen dengan Andrew disampingnya.


"Wow..Ada apa ini?" Olivia mendekati kakaknya yang tampak kesal.


"Apa dia teman baikmu?" Jacob bertanya kepada adiknya.


"Bukan, seharusnya kakak tahu teman baikku hanya Alice saja."


"Baiklah, Andrew lempar dia kekolam buaya."


"Siap master."


Saat Mendengarnya Gwen langsung ketakutan, dia langsung berteriak:


"Olivia tolong aku, kita teman baik bukan?" pinta Gwen memohon.


"Siapa temanmu?"


"Aku teman Lewis jadi aku temanmu juga."


"Ck, aku tidak mau berteman denganmu! Kau benar-benar bodoh Gwen, aku sudah memperingatimu tapi kau masih saja cari gara-gara!"


"Aku benar-benar minta maaf dan tidak akan aku ulangi lagi, jadi maafkan aku." Gwen menangis dan merangkak diatas lantai untuk mendekati Olivia.


Dia meyesal sekarang dan tidak akan dia ulangi lagi jika dia bisa Selamat dari sana.


"Andrew segera bawa dia, aku muak melihatnya." perintah Jacob.


"Kak, sudahlah! Dia teman Lewis jadi biarkan saja dia kali ini, aku yakin dia tidak akan berani mengganggumu lagi setelah ini."


"Kau yakin?"


"Ya, tapi jika dia masih berani kakak boleh melemparnya kekolam buaya"


"Ya sudah, karena dia teman suamimu maka aku akan memaafkannya kali ini! Tapi jika lain kali dia masih berani menggodaku maka dia pasti mati!"


"Kakak bisa menghabisinya jika dia masih berani!"


"Andrew, lempar dia keluar!!"


Jacob bangkit berdiri dan melangkah pergi sedangkan Olivia mengikuti langkah kakaknya dari belakang.


Andrew menjalankan perintah bosnya, menarik rambut lurus Gwen dan menyeretnya keluar.


Gwen hanya bisa berteriak kesakitan, rambut yang dia jaga dan rawat setiap hari ditarik bagaikan tali.


Yang pastinya setelah ini dia tidak akan pernah kembali lagi kesana untuk menggoda siapapun, ternyata body bohaynya yang selama ini dia banggakan tidak berguna saat ini.