30 Days For Love

30 Days For Love
Aku tidak menyukainya!



Olivia terbangun dari tidurnya saat waktu sudah sore, dia terbangun karena suara ponselnya yang berbunyi.


Diraihnya ponselnya dan dilihatnya, nomor tidak dikenal. Dia paling malas menjawab panggilan yang tidak diketahuinya jadi langsung dia matikan ponselnya.


Olivia kembali memejamkan matanya tapi lagi-lagi ponselnya berbunyi, dia kembali mengambil ponselnya dan lagi-lagi nomor yang tidak dikenal dan sepertinya itu nomor tadi.


Siapa sih? Mengganggu saja disaat moodnya sedang tidak baik! Jadi dia tidak mau menjawab panggilan itu dan mematikkan ponselnya kembali.


Karena moodnya kembali buruk jadi dia bangun dari tidurnya, dia berjalan kearah kamar mandi,bsebaiknya dia segera mandi dan keluar makan.


Setelah selesai Olivia keluar dari kamarnya dan berjalan kearah dapur, disana tampak kakaknya Edward sedang makan dengan istrinya Amanda.


Olivia tersenyum dan menghampiri mereka, dia juga menyapa:


"Hai kak Ed, kakak ipar."


"Wow, adikku sudah bangun."


Olivia kembali tersenyum dan menarik sebuah kursi, dia juga duduk disana.


"Olivia, apa kau sakit?" tanya Amanda.


Wajah Olivia tampak tidak tidak bersemangat, tidak biasanya dia seperti itu.


"Tidak kakak ipar, aku baik-baik saja."


Edward dan Amanda saling pandang, tampang lesu dan kusut seperti itu apanya yang baik-baik saja?


"Kalau begitu ayo makan sebelum makanan menjadi dingin." ujar Amanda.


Olivia mengangguk dan mulai mengambil makanan yang ada keatas piring, walau begitu tetap saja dia tidak berselera makan.


"Kak Ed, boleh aku disini selama beberapa hari?" tanyanya.


"Tidak perlu bertanya Olivia, kau adikku tentu kau boleh berada disini selama yang kau mau."


"Terima kasih kak Ed, tapi aku tidak mau mengganggu waktu kalian berdua."


"Olivia, katakan padaku apa yang telah terjadi padamu? Apa ada yang mengganggumu?" Edward memperhatikan adiknya dengan serius.


"Tidak ada kak." jawab Olivia sambil memakan makanannya sedikit demi sedikit.


"Katakan saja, siapa tahu kami bisa membantu." sela Amanda.


Olivia hanya menggeleng,dia tidak mau membicarakan masalah Lewis karena dia benci dengan pria itu.


"Olivia, kata mommy kau dijodohkan oleh kakek, apa benar?"


Tiba-tiba Olivia bangkit berdiri saat mendengar pertanyaan kakaknya, hal itu membuat Edward dan Amanda saling pandang. Apa dia salah bicara?


"Kak Ed, kakak ipar. Aku sudah kenyang, terima kasih atas makanannya." setelah berkata demikian Olivia melangkah pergi dan masuk kedalam kamarnya.


Edward bangkit berdiri, dia akan melihat adiknya tapi Amanda menahan tangannya.


"Edward, biarkan dia tenang dulu. Sepertinya terjadi sesuatu dengannya."


"Aku tahu Amanda, aku tahu sifatnya sejak dulu jadi aku akan berbicara dengannya."


"Kau yakin?" Amanda memandangi suaminya.


"Tenang saja, sebaiknya kau segera beristirahat Amanda."


Amanda mengangguk dan bangkit berdiri, dia mengikuti langkah suaminya tapi dia tidak mengikuti suaminya masuk kedalam kamar dimana Olivia berada.


Saat Edward masuk kedalam kamar, adiknya tampak sedang berada di atas ranjang, Edward menghampiri Olivia dan duduk disisi ranjang.


"Olivia, coba ceritakan padaku, ada apa denganmu?" Edward mengusap kepala adiknya dengan lembut.


"Kak Ed, kenapa tidak ada orang yang benar-benar mencintaiku?" Olivia bangun dari tidurnya dan duduk diatas ranjang.


"Tidak, aku tidak sedang putus cinta."


"Lalu? Kenapa kau bertanya demikian? Aku mencintaimu, begitu juga dengan yang lainnya."


"Aku tahu kak, aku hanya merasa tidak ada pria yang benar-benar menyukaiku."


"Olivia apa kau sedang menyukai seseorang?" tanya Edward lagi.


"Tidak, aku tidak menyukainya!" jawab Olivia dengan ketus.


Edward terkekeh dan mengusap kepala adiknya dengan lembut, 'Tidak menyukainya' berarti adiknya memang sedang menyukai seseorang saat ini.


"Coba katakan padaku siapa pria yang telah membuat adikku seperti ini."


"Memangnya apa yang ingin kak Edward lakukan jika sudah tahu siapa pria ini."


"Yah, aku akan mengajak Jacob untuk menangkapnya, akan kami siksa dia sampai mati karena telah membuatmu seperti ini."


"Wow, boleh aku ambil bagian?"


"Kau ingin menyiksanya?"


"Tentu saja! Aku ingin memotong tangannya, aku ingin memotong bibir dan lidahnya! Aku juga ingin melemparkannya kedalam kolam buaya dan menyaksikan kematiannya." Olivia terlihat mengebu-ngebu saat mengatakannya.


Edward tertawa mendengar perkataan Olivia, sepertinya adiknya sudah tampak bersemangat.


"Baguslah, kau sudah terlihat bersemangat."


Olivia mendekati kakaknya dan memeluknya, perasaannya sudah lebih baik sekarang tapi dia tidak ingin kembali ke California terlebih dahulu karena dia ingin beberapa hari di Colorado.


Lagi pula dia tidak ada kerjaan jika dia kembali ke California jadi lebih baik dia berada disana untuk beberapa hari, anggap saja dia sedang liburan saat ini.


"Terima kasih kak Ed." ucapnya.


"Sudahlah, aku tidak suka melihat wajah adikku yang manis ini terlihat murung. Jangan menangisi seorang laki-laki karena masih banyak lelaki diluar sana, dan lelaki yang mendapatkanmu akan sangat beruntung."


"Benarkah?" Olivia tampak senang.


"Ya, semoga."


"Kak Ed!" Olivia langsung memukul bahu kakaknya, kesal!


Tapi benar apa yang dikatakan oleh kakaknya, untuk apa dia menangis seorang lelaki walau kenyataannya dia tidak menangis.


Lupakan Lewis, lupakan! Saat dia kembali nanti dia akan seperti semula dan dia akan bersikap seolah-olah tidak pernah mengenal Lewis Simone.


"Jika kau sudah merasa lebih baik maka segerelah hubungi mommy, dia sangat menghawatirkanmu."


"Oh ya, aku lupa. Terima kasih kak, aku juga ingin menghubungi kakek." Olivia mencium wajah kakaknya setelah itu dia menyambar ponselnya.


Dia akan mengatakan pada kakeknya jika dia menolak dijodohkan dengan Lewis Simone dan meminta kakeknya untuk segera membatalkan perjodohan diantara mereka, dia tidak perduli lagi dengan perjanjian yamg dia buat dengan Lewis karena dia tidak akan bertemu dengan pria itu.


Edward tersenyum melihat adiknya, dia segera bangkit berdiri dan keluar dari kamar itu dan masuk kedalam kamarnya untuk menemani Amanda.


Sementara di California, Lewis menjatuhkan dirinya diatas ranjang, saat ini dia sedang berada dikamar yang ditempati oleh Olivia.


Dia sudah berusaha menghubungi Olivia dengan nomor baru tapi tetap saja Olivia tidak mau menjawab panggilannya.


Dia juga sudah mengirimkan pesan untuk Olivia tapi sampai sekarang, Olivia tidak juga membalas pesannya, jangan-jangan Olivia tidak membaca pesan yang dia kirimkan.


Lewis kembali mencoba menghubungi Olivia tapi ponselnya sedang sibuk, dia benar-benar kesal dan terlihat frustasi Bagaimana dia bisa menjelaskan kepada Olivia sedangkan Olivia tidak mau menjawab ponselnya dan membaca pesan darinya?


Dia tahu Olivia Smith bukan seperti gadis kebanyakan, padahal dia sedang berusaha sebisa mungkin untuk mengambil hati Olivia tapi, Olivia membencinya sekarang.


Jika dia tahu dimana Olivia berada maka akan dia temui saat ini juga dan akan dia jelaskan semuanya pada Olivia bahkan jika Olivia tidak percaya dengan penjelasannya maka akan dia bawa Olivia ke Jepang untuk menemui ibu dan adik angkatnya yang berada disana.


Tapi yang jadi masalahnya dimana Olivia saat ini, padahal saat ini dia sudah sangat merindukan Olivia dan lihatlah, dia berada didalam kamar itu karena dia sangat merindukan sosok Olivia didalam kamar itu.