
**HAPPY READING**
"Aku siapa?" Athera menunjuk wajahnya sendiri sambil menampilkan wajah angkuh miliknya.
Athera mengikis jarak antara dirinya dengan Regaz hingga Athera yang hanya memiliki tinggi sebatas bibir Regaz harus mendongkak menatap manik kelam pria itu.
"Aku seorang putri dari keluarga bangsawan modern yang harus menjadi seorang permaisuri yang selalu diinjak-injak oleh suaminya sendiri karena pemikirannya yang dangkal akan sebuah balas dendam. Kau puas?"
Regaz menggertakkan giginya. Pria itu menundukkan wajahnya agar bisa lebih dekat dengan wajah Athera yang mendongkak ke arahnya.
"Jangan berpikir karena kau telah menolongku, membuatku segan kepadamu. Kapan saja aku bisa melampiaskan amarahku karenamu, tapi bukan kau yang akan menerimanya," jawab Regaz.
"Apa maksudmu?"
"Kau melupakan keluargamu," jelas Regaz kemudian berdecih lalu melangkah untuk meninggalkan Athera.
Hazel indah Athera berkilat penuh amarah. Bagaimana bisa ia harus menjadi penurut, ancaman Regaz sungguh membuatnya harus berpikir lebih keras untuk melawan.
"Kalau begitu, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku! Aku akan membuatmu tunduk, bahkan kau akan memilih mati jika aku pergi meninggalkanmu!" Seru Athera lantang membuat Regaz menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya kembali menghadap Athera.
Regaz melihat Athera nampak terengah-engah mengucapkan kata-kata itu. Mungkin karena setiap kalimatnya mengandung sumpah serapah untuknya.
Regaz menampilkan senyum sarkas kemudian berujar angkuh, " Bahkan dewi yang turun dari langit tidak akan mampu menaklukkan hatiku."
Athera tetap tidak mau kalah. Sejauh ini ia tidak akan kalah oleh siapa pun.
"Tapi sayangnya aku bukan Dewi. Aku adalah perantara untuk pembalasan dendam Athera Krystalian atas semua penderitaan yang kau berikan padanya."
Regaz tersenyum sinis. "Kau berlagak seolah kau ada dua orang. Aku sadar bahwa kau memiliki masalah dengan kepribadianmu itu."
Setelahnya Regaz pergi begitu saja dengan menutup pintu keras. Untung saja seluruh penghuni di kediamannya telah tertidur. Athera menghela napas lega walau pun ia belum puas membantah perkataan Regaz. Wanita itu langsung berlari mendekati bawah ranjangnya. Tangan Athera masuk ke bawah celah kasur untuk mengambil buku tentang cermin itu.
Senyum cerah terlukis di wajah Athera. Wanita itu memeluk bukunya dengan erat.
"Aku akan membantu Athera Krystalian agar aku bisa kembali pada ayah dan ibu," gumam Athera mantap.
Sebagai permaisuri, Athera harus mempelajari segala sesuatu tentang kerajaan. Ia juga harus menjadi permaisuri yang tidak mudah dilumpuhkan bahkan oleh raja.
"Aku akan berada di posisi yang sama penting denganmu Regaz. Dua hari lagi akan ku tunjukkan kemampuan putri dari kerajaan modern ini. Hahahaha!" tawa Athera memecah keheningan di kamarnya, setelahnya ia menghentikan tawanya.
\*\*\*\*
Cklak.. Gret.. (Suara sel di buka)
Selir Yuen langsung beringsut dari posisinya ketika melihat sel tahanannya dibuka oleh penjaga penjara. Di sana ayahnya berdiri bersama Regaz. Ini hampir menjelang pagi.
"Ayah!" Selir Yuen berlari keluar lalu memeluk ayahnya dengan tangis yang pecah.
"Tenanglah, ayah di sini." Tuan Khung memeluk putrinya.
Regaz hanya diam kemudian menyuruh penjaga penjara itu pergi dari sana.
"Ayah, aku difitnah melakukan kejahatan hingga Yang Mulia memandangku buruk," adu Selir Yuen.
Regaz menatap dingin Tuan Khung yang menggeleng pelan mendengar aduan anaknya.
"Maafkan aku Selir Yuen. Ternyata Tuan Gegu dalang di balik semua ini. Dia baru saja mengakuinya dan orang yang menjadi saksi telah mengakui bahwa ia salah menuduhmu," jelas Regaz. Sebenarnya Regaz juga tidak tahu apa yang membuat kondisi berubah, padahal jelas-jelas semua bukti mengarah pada Selir Yuen. Tapi, baru saja Tuan Gegu dan saksi itu bersamaan mengaku dengan perkataan yang sama. Regaz tidak akan diam sampai di sini walau pun menteri Khung akan membawa putrinya kembali ke kediamannya semula.
Selir Yuen tampak tersenyum samar, ia tidak menyangka bahwa ayahnya bergerak lebih cepat darinya. Sungguh di luar dugaanya.
"Maaf membuat anda tersinggung. Tuan Khung," ujar Regaz. Kalau saja Khung bukan mertuanya, maka sudah sejak lama ia berkata kasar. Regaz juga sebenarnya tidak menyukai keluarga Tuan Khung. Regaz merasa ada permainan di belakangnya yang di lakukan oleh Tuan Khung. Ia harus mengumpulkan bukti dan semuanya tidak bisa sendiri walaupun hanya mengandalkan Tier.
"Aku akan membawanya kembali ke ke kediamanku dulu, Yang Mulia. Mungkin putriku butuh suasana yang tenang dulu," ujar Tuan Khung.
"Ya, tapi Selir Yuen harus hadir sebelum Occurrens Ad Regem karena di sana akan ada tantangan untuk para selir serta permaisuri untuk unjuk kemampuannya seperti biasanya."
Tuan Khung tersenyum puas. " Tentu saja Yang Mulia. Dan seperti biasanya, Putriku yang akan membanggakan anda dengan kemampuanya hingga kerajaan lain yang hadir nanti sangat kagum dengan keahlian para wanita anda."
"Ya." setelahnya Regaz berlalu begitu saja.
Selir Yuen mengepalkan tangannya. Andai saja Regaz tidak sedingin serta mudah di taklukkan mungkin ia telah menjadi permaisuri.
Tuan Khung mengusap puncak kepala putrinya.
"Bersabarlah, kau bisa mendapatkan posisi permaisuri dengan mengalahkan Athera yang tidak bisa apapun. Bahkan kita bisa membuat malu bangsa gazianor karena ketidak mampuan Athera," bisik Tuan Khung.
Selir Yuen tersenyum miring. "Aku tidak sabar melihat Athera dipermalukan lagi seperti saat itu."
**BERSAMBUNG**..