Trapped in the Past

Trapped in the Past
EPISODE 29



...SELAMAT MEMBACA...


Regaz tersenyum puas, ketika para tamu pesta terkejut akan pengakuannya. Beberapa anggota keluarga Regaz tak ada yang bisa membantah pilihan pria itu.


Regaz melirik Hares serta Hareta kemudian tersenyum simpul, "Apakah anda setuju jika saya menikahi Athera Liontina?"


Athera menatap kedua orang tuanya penuh harap agar adanya penolakkan namun, Athera justru mendapatkan senyuman begitu tulus dari Hares serta Hareta. "Saya akan setuju jika kau bersumpah akan selalu sabar menghadapi Athera," ujar Hares.


Regaz tersenyum tipis kemudian menatap Athera dengan penuh kasih. "Saya bersumpah akan melindungi, menyayangi, serta membimbing Athera. Walaupun sifat keras kepalanya membuat saya sedikit kesal."


Mendengar suara Regaz yang begitu tegas bahkan ketika mata pria itu menghujam netranya, Athera merasa pipinya memanas. Sontak Athera hanya mendengar suara tepukan riuh hingga akhirnya Regaz membawanya ke tengah pesta, pria itu melakukan dansa. Athera hanya mampu mengikuti apa yang dilakukan Regaz saat ini. Mereka menjadi tontonan.


"Bagaimana? Setelah melihat reaksi kedua orang tuamu, apakah kau akan menolak pernikahan kita, Athera? " Tanya Regaz ketika mengajak Athera berdansa diikuti alunan yang begitu indah.


Athera melempar atensi ke arah orang tuanya. Hares melihatnya dengan tatapan jelas bahagia dan Hareta tersenyum sembari memeluk lengan kekar milik Hares. Mereka sangat bahagia.


Athera menunduk, ia ingin menangis dan Regaz menyadari akan hal itu.


"Apakah aku begitu menakutkan bagimu?" tanya Regaz


"Pikirkan sendiri," ujar Athera dingin, kemudian wanita itu melepaskan diri dari Regaz dan pergi begitu saja. Tentu saja itu menciptakan sedikit kebingungan bagi para tamu.


Regaz hendak menyusul Athera namun, Hares menghampiri Regaz.


"Kita perlu bicara." ujar Hares.


Lalu di lain sisi, Athera menghela napas panjang kemudian memilih berada di dekat kolam renang, d isana ada sebuah kursi kayu yang indah dengan meja bundar yang berisi minuman, di sini tidak ada orang lain, mereka sepertinya lebih suka di dalam sana.


Athera memegang bagian pinggir kursi, ia benar-benar kesal dengan Regaz dan sialnya pria itu tidak mengejarnya.


"Cih! Jadi dia bertukar nasib dengan Dave! Kenapa semua serumit ini?" gumam Athera.


"Dasar tidak tahu malu wanita yang merebut kekasih orang!"


Athera menoleh dengan alis terpaut ketika seseorang menyahut di belakangnya. Oh dia Anabela Jayson. Putri bangsawan yang sama sepertinya.


"Apa maksudmu?" tanya Athera


"Kau mengambil Regaz dariku!" bentak Anabela


Athera menaikkan sebelah alisnya, wanita ini datang kemudian memarahinya, ah! Tempat ini begitu rawan jika terjadi perkelahian sesama wanita.


"Dia yang justru mengambilku, Nona," jawab Athera


"Hah? Bercerminlah, kau tidak pantas untuk Regaz," ujar Anabela berusaha meredakan emosinya.


Athera menunjukkan ekspresi angkuhnya, ia sedikit mendongkakkan wajahnya, jemari indah Athera bergerak menyentuh pipinya sendiri kemudian tersenyum sarkas ke arah Anabela.


"Cermin bahkan telah menelanku karena kecantikanku yang terlalu kelewat batas ini."


"Halusinasimu terlalu aneh, sama sepertimu," ejek Anabela


Athera tersenyum sinis. "Kau terlalu jelek, hingga menuduhku berhalusinasi."


Anabela merasa hatinya tertohok. Ia sudah sering sekali bertemu para anak-anak bangsawan. Dan ia baru pertama kali ini bertemu Athera Liontina. Dari sekian putri dari keluarga Kerajaan, Anabela termasuk wanita yang memiliki pengaruh besar, wanita ini pun ditakuti dari kalangan putri bangsawan tapi Anabela tidak tahu kalau di posisinya itu, masih ada yang lebih menakutkan.


Anabela menoleh ke arah jalan masuknya ke sini, kolam renang hanya disekat dengan dinding kaca hingga mereka bisa melihat kondisi pesta di dalam sana. Anabela mendekati Athera yang tidak terlalu jauh dari pinggiran kolam renang.


"Apa yang akan dia lakukan? Apa dia berniat mendorongku? Aku tidak bisa berenang," batin Athera .


Athera ingin menghindar tapi ini sama saja pengecut. Athera menatap ke depan dan ternyata Regaz berjalan menuju ke sini dan Anabela bukan ingin mendorongnya, tapi ingin menceburkan dirinya sendiri. Astaga dia benar-benar selicik Selir Yuen!


Athera menahan tangan Anabela dengan cepat lalu berujar, "Kau memang licik, tapi aku orang yang sangat picik."


Anabela melebarkan matanya kala Athera menarik pergelangan tangannya kemudian menceburkan dirinya sendiri, tapi Athera tak mau tercebur sendiri, ia hanya membuat posisi seakan-akan Anabela mendorongnya kemudian ia ikut menarik Anabela tercebur ke kolam. Ketika itu terjadi Regaz telah berada di sana, Regaz melebarkan matanya ketika Athera tercebur.


BYUR!


Athera memejamkam matanya ketika tubuhnya tenggelam di dalam kolam renang. Athera merasa terjatuh di dalam lautan.


BYUR!


...***...


Sinar matahari mengusik seseorang yang sedari semalam tak sadarkan diri. Sepasang Hazel indah itu terlihat begitu indah di tambah sinar matahari yang menyilaukan kedua hazelnya.


Athera Liontina. Semalam ia tidak sadar bahwa telah menciptakan masalah besar. Regaz begitu kalut ketika telah memberi kompresi pada Athera namun, wanita itu belum sadar bahkan Regaz sampai memutuskan hubungannya dengan keluarga Anabela karena Regaz melihat bahwa Anabela mendorong Athera. Hanya dalam semalam Athera telah membuat musuhnya kalah telak.


Athera mengerjapkan matanya. Athera baru sadar bahwa ini bukanlah dirinya, kamar bercat putih dengan langit-langit kamar terdapat ukiran seperti batik dengan warna emas. Athera mengkerutkan dahinya kemudian menghela napas, ternyata ia masih hidup setelah tercebur di kolam, tapi siapa yang menolongnya? Dan juga seluruh tubuhnya begitu pegal-pegal. Athera menggerakkan tubuhnya tapi tangan kanannya tertahan, Athera menolehkan kepalanya.


Athera tertegun ketika tangan kanannya dijadikan bantal oleh pria yang ia permalukan semalama, Regaz.


Pria itu duduk di kursi kecil di sisi kasur dimana dirinya berada. Rambut Regaz berantakan, pelipis pria itu berkeringat kemudian pria itu memakai kemeja putih dengan jas hitam di punggung kursi yang ia duduki. Apakah Regaz tidak mengganti pakaian yang ia kenakan semalam? Dan pria yang ia lihat menyelamatkannya adalah Regaz. Athera jadi merasa bersalah dan berhutang budi pada Regaz.


Tapi... Kenapa ada Regaz disini?


Merasakan adanya pergerakan. Regaz yang baru saja tertidur sejak 5 pagi, terpaksa harus terbangun, ia membuka matanya dengan berat. Athera hanya diam memperhatikan muka bantal milik Regaz.


Layaknya mendapat sebuah kejutan besar, Regaz langsung berdiri dengan tegap layaknya tentara siap tempur. Pria itu mengamati Athera dengan tegang.


"Apa kau masih merasa sakit? Kita bisa ke Rumah sakit," ujar Regaz, nada bicara pria itu rendah namun, penuh kekhawatiran.


Athera menaikkan alisnya, seharusnya pria itu terkejut kemudian tersenyum bahagia dan memeluknya tapi reaksi Regaz sungguh membuatnya akan tertawa.


"Aku baik-baik saja," jawab Athera.


Regaz langsung merundukkan wajahnya, menyatukan dahinya pada dahi Athera. Ia mencoba memeriksa apakah Athera demam setelah tercebur.


Athera menahan napasnya ketika wajah Regaz sangat dekat dengannya.


Regaz menarik dirinya menjauh dari Athera. "Kau tidak demam. Apakah kau membutuhkan sesuatu, Athera?"


"Dimana kedua orang tuaku?" sela Athera cepat setelah Regaz menyelesaikan pertanyaanya.


"Mereka ada di rumahmu, ini adalah kamarku. Semalam aku sudah meminta izin kedua orang tuamu agar kau bersamaku dan menjagamu walaupun semalam kedua orang tuamu begitu berat menitipkanmu padaku," jawab Regaz.


"Jadi, ini di kediaman keluarga Esse?" tanya Athera


Regaz mengangguk, "Iya."


"Kalau begitu aku harus kembali, terima kasih sudah membantuk-"


Regaz menahan tubuh Athera yang berusaha bangkit dari tidurnya.


"Tidak. Kau harus beristirahat!" titah Regaz.


"Aku tidak mau terlalu jauh berhubungan dengan keluargamu," jawab Athera


"Tapi kau sudah menjadi tunanganku dan pernikahan kita akan terlaksana dua hari lagi."


"Apa?!" Athera membulatkan matanya.


"Kau akan menjadi istriku, Athera," ujar Regaz.


"Tapi aku tidak menginginkannya."


"Kenapa kau begitu tidak menginginkanku?" tanya Regaz.


Dari awal juga Regaz tidak tahu kalau Athera Krystalian yang ada di zamannya saat itu adalah Athera Liontina. Seandainya rasa benci dan rasa cinta bisa disadari lebih cepat maka semuannya tidak akan seperti ini.


"Aku hanya tidak ingin," jawab Athera


Regaz kemudian mengangkat kedua tangan yang ia gunakan untuk menahan Athera agar tidak bangkit dari tidurnya.


"Pergilah kalau begitu, aku akan menyuruh supir mengantarmu pulang. Selain itu aku akan membatalkan pernikahan kita," kata Regaz kemudian pergi begitu saja meninggalkan Athera.


...BERSAMBUNG...