
...SELAMAT MEMBACA...
Hares senang bukan main ketika istrinya melahirkan namun, kebahagiannya menjadi hancur ketika harus mengetahui bahwa putrinya meninggal. Hares tetap menerima takdirnya yang harus kehilangan sang anak namun, berbeda dengan Hareta yang hampir gila. Kemudian mereka mendapat bantuan dari keluarga Esse. Mereka diberi sebuah cermin tua yang memiliki kekuatan supranatural. Sebuah keajaiban terjadi ketika mereka meletakkan bayinya yang telah meninggal di hadapan cermin tersebut. Bayi lain berada dalam cermin tersebut kemudian pada detik berikutnya bayi itu keluar dan bayi Hareta serta Hares tertarik masuk ke dalam cermin. Mereka bingung dengan semua ini. Mereka pikir bahwa bayinya hidup kembali, padahal sebenarnya bayi mereka bertukar nasib. Sampai akhirnya, mereka memberi nama putri mereka Athera Liontina hingga saat ini mereka besarkan lalu sejarah pada buku mereka mulai berubah-ubah secara acak membuat Hareta serta Hares menjadi bingung. Di dalam buku sejarah di sana tertera bahwa putri dari keluarga bangsawan keluarganya yang bernama Athera Krystalian adalah wanita tangguh yang hebat kemudian setelah ia menggunakan cermin itu, sejarah tersebut berubah namun disana yang berubah hanya tokoh bernama Athera Krystalian yang awalnya tangguh menjadi lemah dan mudah di tindas lalu hingga akhirnya Hareta serta Hares kembali menyadari bahwa ternyata sejarah itu kembali berubah dimana Athera Krystalian menjadi wanita yang tangguh berubah menjadi wanita yang mudah ditindas. Aneh, namun Hareta dan Hares menyaksikannya secara langsung selama ini.
Yang sebenarnya adalah, Dunia Zaman dulu tersebut masih berjalan seperti masa depan. Dunia zaman dulu aktif sebagaimana seperti zaman sekarang. Cermin tersebut adalah pintu penghubung antara dua dunia tersebut.
Athera Liontina adalah Ratu asli pada zaman dahulu namun ia tertukar dengan Athera Krystalian yang sebenarnya adalah putri Hareta serta Hares yang telah mati dan tertukar dengan dirinya yang juga saat itu lahir di waktu yang sama di zaman yang berbeda. Dan sejarah mulai berubah-ubah ketika mereka telah bertukar.
Maka dari itu dimana sejarah awal yang menyebutkan bahwa Athera Krystalian adalah wanita yang tangguh, tiba-tiba berubah menjadi lemah. Kemudian sejarah kembali berubah ketika Athera Liontina serta Athera Krystalian kembali bertukar saat telah dewasa. Mereka telah bertukar sebanyak tiga kali dan telah membolak-balikkan sejarah sebanyak 3 kali. Dan cerita pada cermin yang dilihat Athera adalah kisah Athera Krystalian sebelum ia merubah sejarah kembali. Ia bukanlah reinkarnasi Athera Krystalian. Tapi ialah Athera Krystalian sesungguhnya dan sebaliknya Athera Krystalian seharusnya adalah Athera Liontina yang ada di dunia modern.
Dan kini..
Hares serta Hareta tengah menghampir cermin yang berada di dalam ruangan rahasia Hares. Mereka menatap cermin itu. Sudah lama mereka menyembunyikan cermin itu agar tidak disalah gunakan. Dan juga keluarga Esse telah memberikan cermin itu padanya karena mereka telah lama menyimpan cermin tersebut dan tidak ada keajaiban yang terjadi hingga akhirnya mereka memberikannya pada keluarga Hares, siapa tahu itu akan berguna. Namun mereka tidak tahu bahwa cermin itu benar-benar memiliki keajaiban ketika digunakan oleh Hares serta Hareta. Tapi, Hares serta Hareta terkejut ketika sampai di sana, cermin itu terjatuh dan pecah. Apakah seseorang pernah datang ke sini sebelumnya? Tidak mungkin cermin ini jatuh sendiri dan pecah.
"Kenapa bisa seperti ini?" tanya Hares pada Hareta.
Hareta menggeleng. "Aku tidak tahu."
"Apakah Athera pernah ke sini?" gumam Hares.
"Kurasa tidak. Karena Athera bahkan tidak tahu bahwa ada ruangan tersembunyi di sini," jawab Hareta.
Hares mengangguk. Lagi pula cermin ini sudah tidak ia pakai mungkin juga keajaibannya telah hilang. Cerminnya sudah sangat tua ternyata, mungkin penahannya sudah rapuh hingga limbung dan jatuh.
Hares berjalan mendekati cermin tersebut kemudian berjongkok memunguti pecahannya. Walaupun begitu cermin ini adalah penolongnya. Ia memungut pecahannya kemudian memasukkan ke dalam peti kayu cukup besar yang beberapa hari lalu ia taruh di dalam ruangannya.
...***...
Athera duduk di sofa sembari memakan keripik ditemani tv sebagai hiburannya. Wanita itu terlihat begitu asik, tidak peduli dengan sisa-sisa bumbu di sekitar bibirnya. Sungguh sangat urakan bagi putri bangsawan seperti Athera.
Dari luar sana ia bahkan tidak menyadari bahwa Regaz tengah berkunjung ke rumahnya, ia serta Regaz telah resmi bertunangan dan beberapa hari lagi mereka akan menikah, tapi Regaz harus berusaha menciptakan kedekatan dengan Athera agar wanita itu bisa sedikit membuka hati untuknya.
"Bolehkah aku masuk, Ibu?" tanya Regaz pada Hareta yang telah berdiri di luar pintu kamar Athera.
"Tentu saja, calon menantu." Hareta menahan senyumnya, lalu Regaz mengangguk dengan senyum kaku.
"Terima kasih," ujar Regaz kemudian Hareta mengangguk dan pergi meninggalkannya di depan pintu kamar Athera. Membiarkan mereka berduaan.
Krieet..
Regaz menggeleng pelan ketika melihat Athera tengah duduk di sofa dengan bungkusan snack di atas meja berserakan belum lagi suara tv yang terlalu keras. Athera bahkan tak menyadari bahwa Regaz telah masuk ke kamarnya setelah membuka dan menutup pintu kembali.
Regaz berjalan perlahan mendekati Athera, tapi saat sampai di sana, tubuh Athera yang awalnya masih duduk tegap di sofa dengan fokus pada tv tiba-tiba limbung dan terbaring di sofa besar di sana dengan tangan yang masih memegang bungkus snack yang masih ada isinya.
Regaz kini berjongkok di hadapan Athera yang tertidur di sofa. Jemari besar Regaz bergerak menyelipkan anak rambut Athera yang menutupi wajah cantik itu. Regaz terkekeh kecil hingga matanya menyipit seperti sabit. Pria itu terkekeh kala melihat area sekitar bibir Athera celemotan karena bumbu snack.
"Masih sama seperti di zamanku, ya," tutur Regaz kemudian dengan menggunakan ibu jarinya, usapan lembut ia daratkan pada area sekitar bibir Athera untuk membersihkannya.
Mata Regaz bergerak mencari sesuatu, akhirnya ia menemukan tisu basah di meja kaca di depan tv. Ia mengambilnya kemudian mengusapkannya pada kedua tangan Athera serta mulut Athera. Regaz tidak perlu khawatir Athera terbangun karena Regaz sudah tahu jika tidurnya Athera seperti orang mati walaupun ada suara begitu keras. Setelahnya pria itu membereskan sampah-sampah Athera.
Regaz kemudian memilih duduk di sofa dengan mengangkat kepala agar berada di atas pahanya. Kemudian Regaz fokus menatap tv. Hanya acara komedian yang tidak mampu meledakkan tawa Regaz.
Jemari-jemari Regaz bergerak menyisir rambut cokelat bergelombang milik Athera yang begitu harum dan lembut.
Hidung Athera kembang kempis, ia mencium aroma tubuh milik Regaz. Athera membuka matanya perlahan, hingga akhirnya matanya berkedip lucu kala melihat Regaz terdiam menatapnya dengan jemari yang berhenti menyisir rambutnya.
Eh!
Athera terkejut kemudian langsung bangkit dan terduduk di sofa tepat di samping Regaz. Athera merapihkan rambutnya, ia pasti terlihat samgat jelek apalagi.. Eh! Athera kembali terkejut ketika melihat jemari-jemarinya bersih dari bumbu snack belum lagi bungkus-bungkus snack sudah tertumpuk rapih di sudut meja kaca di hadapan tv. Apakah Regaz yang membersihkannya? Ia yakin belum tidur selama setengah jam karena acara tv tadi masih berlanjut.
"Kau di sini, sejak kapan?" tanya Athera yang berusaha menyembunyikan keterkejutannya.
"Sejak kau menonton kemudian tertidur di sofa," jawab Regaz.
Athera mengangguk kaku kemudian melirik Regaz yang terus menatapnya tanpa berkedip.
"Kenapa kau bisa di sini? Siapa yang menyuruhmu masuk?" tanya Athera akhirnya.
"Ibumu."
"Ck! Seharusnya kau jangan masuk! Kita belum menikah."
"Lalu?"
"Nanti akan ada kesalahpahaman," jawab Athera.
"Aku tidak peduli," jawab Regaz kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah Athera dengan senyum simpul. Dan sialnya, Athera mengagumi ketampanan Regaz dari jarak begitu dekat.
Athera tersadar kemudian mendorong tubuh Regaz. Wanita itu menghampiri kasurnya. "Kau kembali saja, aku masih mau tidur."
"Kau mengusirku?" tanya Regaz.
"Ya," jawab Athera dingin kemudian berbaring di kasur.
Regaz mendekat dan menaiki kasur, tapi Athera bereaksi berlebihan dengan menarik tangan Regaz dan membanting pria itu di kasurnya. Kini Athera berada di atas tubuh Regaz dengan kedua tangan serta lutut menjadi tumpuannya. Regaz hanya tersenyum miring, Athera benar-benar kuat.
"Pulang atau kuhajar," ancam Athera. Regaz baru kali ini diancam seorang wanita.
Kriett..
Pintu terbuka. Di sana Hareta membawa jus di nampan namun, ia tertegun melihat pemandangan di hadapannya. Athera serta Regaz menatap pintu yang dibuka oleh seseorang. Athera panik, ia tidak bisa berkutik.
Regaz menatap Hareta tanpa ekspresi kemudian tiba-tiba Regaz menunjukkan wajah memelasnya.
"Ibu, Athera ingin memperkosaku, " ujar Regaz sedikit memelas.
...BERSAMBUNG.....