Trapped in the Past

Trapped in the Past
SEASON 2 [EPISODE 25]



...Selamat Membaca...


Regaz menghampiri Athera yang menyendiri di balkon kamar sambil berdiri. Athera memandang langit sambil tersenyum.


"Apa yang membuatmu begitu senang?" tanya Regaz dengan kedua tangan menyentuh pagar balkon.


"Athena sudah dewasa dan dia akan berkeluarga. Sudah sejauh ini ternyata kisah kita," jawab Athera.


"Kau baru menyadarinya? Aku terus menikmati setiap waktu bersamamu jadi aku paham berapa lama aku selalu di sisimu dengan bahagia."


Athera mendengus sambil menatap Regaz yang juga menatapnya. " Apa kau ingat awal pertemuan kita?"


"Oh, jelas! Kau menamparku," jawab Regaz sambil menyentuh pipinya.


"Kau senang?"


"Tentu saja, itu namanya tamparan cinta. Kau harus bangga karena berhasil menaklukkan pria acuh sepertiku menjadi tergila-gila padamu," celetuk Regaz sambil tersenyum angkuh.


Athera terkekeh lalu hendak memandang langit kembali namun, pergerakannya ditahan oleh sepasang tangan besar milik Regaz.


Mereka saling bersitatap. Ia teringat semua kejadian-kejadian buruk yang pernah mengisi kisah cintanya menjadi lebih berharga.


"Kau sedih' kan karena Athena akan tinggal bersama Kaizer?" tanya Regaz.


Sontak Athera tersentak, matanya berkaca-kaca dan tidak lama setelahnya, bulir air mata luruh dan menyusuri pipinya. Regaz tersenyum lalu menarik tubuh istrinya ke dalam dekapan yang hangat. Isakan-isakan Athena membuat Regaz lega, istrinya ini memang selalu tegar padahal sebenarnya rapuh dan perlu sandaran untuk menangis.


"Bukankah kau sendiri yang mengijinkannya?" Regaz mengingatkan.


"Hm, aku yakin dia akan bahagia. Jika dia bersama pria yang mencintainya dengan begitu besar, mau di dunia manapun pasti putri kita akan aman, seperti kita," ujar Athera.


"Tentu saja. Kau harus aman bersamaku, kalau kau tidak aman maka aku juga tidak aman."


"Kenapa?"


"Hah, kalau kau tidak aman, maka aku akan menyalahkan diriku sendiri. Aku mencintaimu walaupun kadang kau sangat menyebalkan."


Athera membalas pelukan Regaz dengan erat sambil tersenyum.


"Padahal aku sangat membencimu."


"MemangĀ  biasanya seperti itu, dari benci menjadi cinta, hal seperti itu memang sering terjadi. Terkadang karena saling membenci, kita selalu dipertemukan dalam situasi buruk kemudian akan dekat dengan pertengkaran lalu setelahnya akan tertarik dengan masalah satu sama lain hingga akhirnya saling memahami."


"Huh, kau pandai sekali menjawabnya," cibir Athera.


"Karena aku sudah mengalaminya. Ah, ngomong-ngomong, kita harus tidur lebih awal sebab besok ada hari di mana putri kita akan menikah."


Athera melempar pandang ke dalam kamarnya kemudian menggeleng sambil memperat pelukannya.


"Aku masih ingin di sini bersamamu," cicitnya.


Regaz mengulum senyum sembari mengangguk. "Baiklah."


...***...


...KOTA REDHEL...


Suara hiruk pikuk memenuhi kota redhell, makhluk immortal dan manusia bergabung untuk memeriahkan pesta pernikahan Kaizer serta Athena. Kedua pengantin tampak duduk di sebuah singgasana sambil memandang riuhnya orang-orang.


Selama perjalanan, Athera selalu menampilkan berbagai ekspresi.


"Mereka duyung?" tanya Athera saat mereka melewati sebuah danau.


Gavin mengangguk. Athera pikir, duyung adalah wanita cantik tetapi kenyataannya mereka memiliki rambut hijau yang seperti ular serta mulut lebar yang dipenuhi gigi besar dan tajam.


"Mereka hanya bersikap waspada pada orang yang bukan dari dunia ini, aslinya mereka semua menawan," jelas Gavin dengan senyum canggung.


Athera menghela napas kemudian kembali berujar, "Em, bisakan kau menyuruh mereka berubah ke wujud aslinya?"


Gavin mengangguk, "Tentu saja, Yang Mulia."


Gavin mendekati para duyung tersebut sedangkan Athera tetap berada di sisi Regaz sambil memperhatikan Gavin yang mengajak bicara duyung-duyung tersebut.


Wah!


"Mereka sangat cantik," puji Athera saat melihat perubahan para duyung.


Sedangkan Regaz hanya menatap datar para duyung yang mulai meliriknya. Walaupun sudah termasuk tua, Regaz masih saja terlihat lebih muda ketimbang usianya, dia masih terlihat sangat tampan dan gagah.


"Sepertinya kita harus berkeliling di tempat lain," ujar Regaz sambil menatap Athera yang masih setia memandangi para duyung.


"Memangnya ada apa?"


"Itu ...." Regaz terlihat agak ragu.


Athera menoleh ke arah Regaz sebab pria itu tampak menggantung kalimatnya dengan ekspresi tidak mengenakkan. Kemudian seakan paham, Athera menatap ke arah para duyung, ternyata suaminya menjadi pusat perhatian.


"Kita bisa ke tempat lain," ujar Athera pada Gavin.


Namun sebelum itu Gavin berkata sesuatu pada para duyung. "Mereka adalah mertua Yang Mulia, kalian harus menjaga sikap."


Seketika raut para duyung berubah dan langsung menundukkan kepalanya.


Regaz dan Athera terus melanjutkan perjalanannya ditemani Gavin sebagai pemandu. Pria itu patah hati sebab Athena menikah dengan Kaizer jadi dia lebih baik menghindar dengan menjadi pemandu mertua Kaizer.


Kini, mereka berada di sebuah taman bunga yang terlihat seperti lautan. Benar-benar indah terlebih lagi banyak peri-peri kecil yang bergerak dan bercahaya layaknya kunang-kunang.


Athera memeluk Regaz kemudian menengadah untuk menatap wajah suaminya itu.


"Kita sudah melihat tiga dunia yang berbeda, kira-kira dunia apa lagi yang akan kita jumpai bersama?"


Regaz mengusap puncak kepala istrinya dengan lembut.


"Sepertinya kita harus terus bersama seperti ini. Cermin penukar nasib itu membuat kita saling bertemu dan mengukir kisah cinta yang penuh keajaiban."


Athera benar-benar bahagia saat ini, sekali lagi ia menyaksikan hal yang menakjubkan bersama Regaz. Dia berharap agar waktu tak terulang sebab momen seperti ini sangat sulit ia dapatkan.


...TAMAT...


...Terima kasih atas dukungan kalian selama ini. Saya sangat tidak pandai membuat ending, tapi setidaknya ending ini tidak membuat kalian sedih^^...


...Maaf karena saya sangat jarang bahkan hampir tidak update. Ini masalah serius bagi saya yang mengalami writer block....


...Sampai nanti di cerita saya selanjutnya^^....