Trapped in the Past

Trapped in the Past
EPISODE 32



...SELAMAT MEMBACA...


"Ibu, Athera ingin memperkosaku," ujar Regaz sedikit memelas.


Athera refleks meninju perut Regaz hingga pria itu mengaduh kesakitan kemudian Athera langsung turun dari kasur dan berdiri dengan tangan yang ia taruh di balik punggungnya.


"Ibu, dia itu Joker! Jangan percaya!" ujar Athera.


Hareta yang hanya diam sedari tadi kini mulai masuk dengan senyum jahil kemudian meletakkan jus itu di meja kaca yang berhadapan dengan tv.


Regaz langsung ikut turun dari kasur kemudian mendekati Hareta.


"Ibu, apa perlu pernikahan ini dipercepat? Athera sepertinya tidak sabar ingin menikmatiku." Regaz sedikit menunduk lalu menatap sedih ke arah Athera.


Athera benar-benar mual melihat ekspersi Regaz yang seperti ini. Athera menunjuk Regaz dengan telunjuknya diikuti alis terpaut. " Hentikan! Ekspresimu membuatku mual!"


"Lihatlah Ibu, hanya menindihku saja dia sudah mulai mual-mual." Regaz berkedip nakal ke arah Athera. Senang sekali membuat wanita itu kesal.


Hareta terkekeh melihat Regaz yang menjahili Athera. Hareta menaikkan sebelah alisnya kemudian tersenyum lebar, ia mendapatkan sebuah ide brilian.


"Kalian akan menikah empat hari lagi, tapi melihat Athera seperti ini, sepertinya kami akan memajukannya dua hari. Bersabarlah sayang." Hareta berjalan mendekati Athera. Menepuk bahu putrinya sejenak dan pergi keluar dengan menutup pintu rapat.


Athera benar-benar sial hari ini!


"Regaz!" teriak Athera penuh kemarahan.


"Iya sayaaaang~" jawab Regaz setenang mungkin.


"Aku ingin sekali membunuhmu!" geram Athera.


Regaz menatap Athera dengan senyum jenaka, " Aku sebentar lagi akan jadi suamimu. Membunuhku berarti kau akan menjadi janda."


Athera mulai kesal sekali, ia telah siap melayangkan tendangannya di area sensitif Regaz. Area dimana pertama kalinya pernah mendarat dan membuat lelaki di hadapannya menahan sakit dengan wajah memerah.


Regaz terkejut, ia harus bergerak cepat. Ia masih ingat betul peristiwa pusaka miliknya ditendang begitu kuat oleh Athera. Tendangan Athera mulai mengarah padanya dengan sebelah tangan ia rentangkan sedangkan Regaz bergerak ke samping Athera.


Athera terdiam ketika tendangannya tak mengenai Regaz, tetapi tangannya justru menempel pada area sensitif Regaz.


KRIET.


Hares terdiam melihat pemandangan di hadapannya. Tangan putri tercintanya berada tepat di celana depan bagian resleting milik Regaz. Regaz sendiri terdiam layaknya patung dengan tatapan mengarah pada tangan Athera.


Athera benar-benar akan menangis ketika kali ini yang melihat adalah ayahnya sendiri dan itu dalam adegan sekotor ini! Sial!


"Kalian akan menikah besok!" Setelahnya Hares pergi dan menutup pintu dengan kuat.


Hares awalnya ingin mencari Hareta, ia pikir Hareta berada di kamar putrinya tapi ternyata ia lupa kalau di dalam sana ada Regaz.


Athera menarik tangannya dengan gemetar lalu menangis keras seperti anak kecil. Regaz sendiri terkejut melihat reaksi Athera. Yang dilecehkan dirinya tapi yang menangis justru pelakunya.


Athera benar-benar muak mendengar Regaz. Pria itu idiot di waktu yang tidak tepat. Ia ingin memaki, tapi lelah rasanya berdebat dengan Regaz.


Athera menangis kemudian berujar kesal," Kau lelaki memuakkan, Regaz!"


"Ya aku tahu. Lelaki memuakkan yang akan menjadi ayah dari anak-anakmu."


"Calon suami sialan!"


...***...


Wuiston Reiding ; Sebuah gedung pernikahan termegah kini disewa oleh keluarga bangsawan Esse. Pernikahan telah diadakan dan pengantin pria telah berdiri di altar pernikahan sembari menunggu mempelai wanita.


Pernikahan yang diadakan secara tertutup ini hanya menggundang beberapa tamu, sungguh disayangkan. Seharusnya mereka bisa memilih gedung pernikahan lain jika mengadakan pernikahan tertutup dengan tamu yang tidak banyak. Wuiston Reiding biasanya disewa untuk pernikahan yang mengundang banyak orang. Keluarga Esse benar-benar boros, Ah! Bukan, tapi Si pemimpin keluarga Esse lah yang boros.


Ia terus menatap lurus ke karpet merah di mana nanti sang mempelai datang menghampirinya, sejak masalah sepele yang ia ciptakan, pernikahannya di majukan lebih cepat. Benar-benar keberuntungan baginya.


DEG!


Jantung Regaz berdetak begitu cepat, telingannya pun memerah. Pengantin wanitanya memasuki ruangan pernikahan. Berjalan di atas


karpet merah dengan wajah tertunduk malu namun Regaz bisa lihat betapa cantiknya wanita yang akan menjadi istrinya itu. Regaz melangkah mendekati wanita yang tak lain adalah Athera.


Gaun pernikahan bewarna putih dengan motif yang indah itu membuatnya begitu cantik, polesan make-up tipis, rambut disanggul kemudian dihias beberapa bunga di sekitarnya.


"Kau sangat cantik." Regaz memuji Athera kemudian meraih tangan itu, membawanya menuju altar pernikahan.


Wajah Athera memanas kemudian dengan berat hati menatap Regaz. "Kau juga tampan."


Mereka telah sampai pada altar pernikahan, keduanya berdiri saling berhadapan Pastor yang siap menjalankan tugasnya. Hingga akhirnya sampai pada pengucapan janji Regaz.


Regaz meraih kemudian menyentuh kedua tangan Athera dengan kedua tangannya. Matanya tak pernah lepas dari Hazel indah milik Athera.


"Hari ini, aku menikahi seseorang yang begitu menawan dan anggun. Aku benar-benar tidak menyangka akan jatuh cinta dengan wanita sekeras kepala sepertinya. Kita tidak akan saling melengkapi, tapi bersama denganmu, aku harap kita bisa saling menyempurnakan. Aku yakin kaulah pilihan terbaik untukku."


Athera merasakan debaran jantungnya begitu cepat, ia ingin menyunggingkan senyumnya tapi saat ini matanya justru ingin menangis.


"Hari ini! Di depan Tuhan, keluarga, para sahabat serta semua orang. Aku berjanji akan membuatmu bahagia, berusaha agar tidak membuatmu menangis, mendengar setiap keluhanmu, serta selalu mencintaimu sampai mati. Aku sunguh mencintaimu Athera Liontina."


Kali ini, Athera tersenyum lebar dengan air mata yang mengalir pada sudut matanya, Regaz terkekeh kecil kemudian mengusap air mata Athera dengan ibu jarinya. Suasana haru ini membuat para keluarga serta tamu menjadi terpana. Mereka seperti menyaksikan sejarah para leluhurnya dulu.


Mereka benar-benar telah menjadi suami-istri tanpa hambatan apapun. Semuanya lancar dan tahap selanjutnya ialah bagaimana Regaz membina rumah tangganya dengan Athera.


Athera mengikis jarak antara ia serta Regaz. Kali ini ia benar-benar mendapat sebuah ilham akan perasaanya selama ini.


"Aku mencintaimu, Regazio O'pray Esse. Raja kejam, tak berperasaan serta angkuh yang telah menjadi suamiku."


...BERSAMBUNG.....