
...SELAMAT MEMBACA...
Setelah menikah, Athera serta Regaz memilih memisahkan diri dari para keluarga kerajaan, walaupun begitu Regaz tetaplah pemimpin keluarga bangsawan Esse. Mereka dipersilakan datang menemui Regaz jika ada masalah menyangkut keluarga. Athera serta Regaz telah satu bulan setengah tinggal di rumah barunya dan melakukan malam pertama mereka di sana.
"Makan-makan sendiri, minum-minum sendiri~" Regaz menyanyi dengan sedikit menyindir Athera yang memilih sibuk makan di depannya.
Mereka tengah berada di ruang makan dengan Regaz yang baru saja bangun dengan muka bantalnya sedangkan Athera baru saja selesai memasak.
"Kau menyindirku ya." Athera berujar sinis membuat Regaz langsung berpura-pura mengunyah makanannya dengan nikmat.
"Aku tengah bernyanyi," jawab Regaz seadanya.
"Regaz, bisakah kau berhenti membuatku kesal," ucap Athera.
"Ayolah sayang. Sebelum berangkat bekerja, aku harus menghibur istriku," timpal Regaz.
"Yang ada kau membuatku kesal," jawab Athera.
"Dari pada aku menghibur istri orang lain, lebih baik aku menghiburmu."
Athera menghela napas gusar. "Semenjak menikah kau semakin menjengkelkan, Regaz."
Regaz terkekeh melihat ekspresi Athera. Ah, ia harus menhargai setiap kenangan bersama Athera. Ia harus pergi bekerja mengelola perusahaan keluarga Esse. Maka dari itu setiap pagi Regaz akan selalu menjahili Athera terutama ketika sarapan pagi.
Regaz menyelesaikan makannya. Pria itu mengambil piring-piring bekas makannya kemudian berjalan menghampir wastafel. Athera menaikkan sebelah alisnya kemudian ikut mengekori Regaz.
"Biar aku yang mencucinya." Athera berdiri di samping Regaz. Suaminya itu ingin mencuci piring.
Cup.
Regaz mencium pipi Athera kemudian memakai Hand Glove cuci piring. " Sebaiknya kau membuatkanku bekal, aku malas makan siang di luar kantor. Masakan istriku lebih enak ketimbang makanan di luar sana."
Athera tersipu malu, wanita itu tersenyum kemudian bergegas mengeluarkan bahan-bahan makanan untuk ia masak menjadi bekal suaminya. Walaupun begitu Regaz tetaplah suami yang begitu romantis menurut Athera. Sedangkan Regaz tak menyangka sejak menikah, Athera ternyata begitu manja walaupun terkadang sisi iblisnya keluar.
Regaz tersenyum tipis melihat Athera yang bersemangat memotong sayuran. Regaz benar-benar tidak menyesal masuk ke dalam cermin dan bertukar nasib dengan Dave.
...***...
Regaz kini tengah sibuk melakukan pekerjaanya. Perusahaan keluarga Esse kian maju ketika Regaz mengelolanya. Regaz yang tampan dan mapan tentu saja memiliki banyak penggemar. Kebanyakan dari mereka belum ada yang tahu kalau Regaz telah menikah sebab pria itu melakukan pernikahan secara tertutup. Mereka hanya mengetahui Regaz telah bertunangan.
Lalu seorang wanita muda bernama Ailen mendekati Regaz. Wanita ini adalah salah satu karyawan Regaz yang memiliki wajah cantik dengan bentuk tubuh yang begitu indah, ia selalu datang mengunjungi Regaz dengan membawa dokumen-dokumen.
Regaz mempersilakan karyawannya masuk. Regaz sendiri memilih fokus pada laptopnya.
"Tuan, ini dokumennya," ujar Ailen selembut mungkin.
Regaz mengangguk. "Kau boleh keluar." .
Ailen berdecak dalam hati, setiap kali ke sini Regaz tak pernah sekalipun memandangnya. Ia sudah berdandan sedemikian rupa. Belum pernah ada seorang pria yang menolak wajah serta tubuhnya dan Ailen menginginkan Regaz.
"Perlukan saya bantu, Tuan?" Ailen menunduk di depan Regaz. Wanita itu sengaja memperlihatkan tubuh bagian atasnya yang terekspos begitu jelas di depan mata Regaz.
Regaz menatap tubuh Ailen cukup lama kemudian tersenyum tipis lalu mengerling nakal. "Sore nanti kau boleh kemari, kalau bisa pakailah pakaian yang begitu tipis dan sexy."
Ailen tertegun kemudian tersenyum manis, dengan lancang ia menyentuh tangan Regaz. " Apapun untukmu, Tuan."
"Kalau begitu pergilah," ujar Regaz dan Ailen mengangguk.
Setelah kepergian Ailen, Regaz langsung mengambil tisu basah dan mengelap tangannya yang disentuh Ailen. Pria itu berdecak sinis kemudian meraih handphonenya. Ia mengetik sebuah pesan untuk seseorang.
To: Istri tersayang
"Sayang, bisakah kau ke kantorku sore ini? Suamimu yang tampan ini ingin di goda oleh seorang wanita."
Setelah mengirim pesan, Regaz menyunggingkan senyum manisnya.
"Lihat, bagaimana istriku memberi pelajaran padamu. Sungguh murahan," tutur Regaz kemudian fokus pada laptopnya.
Athera hanya membaca pesan itu, lagi pula sore ini ia akan ke kantor Regaz untuk membawa bekal. Ia baru saja selesai menyetrika pakaian Regaz. Athera hanya menyewa pembersih dari aplikasi Online untuk membersihkan rumahnya. Athera tidak ingin memiliki pembantu hanya untuk sekadar memasak, mencuci pakaian dan yang intinya mengurus segala sesuatu di rumahnya. Athera lebih ingin memegang kewajibannya sebagai istri dengan melayani suaminya secara langsung tanpa mempekerjakan pembantu.
Tapi, sebelum menuju kantor Regaz. Athera akan pergi menemui sahabatnya yang bekerja sebagai dokter di rumah sakit besar. Akhir-akhir ini, Athera merasa mual, pusing, kram, gampang lelah, sering buang air kecil, bahkan payudaranya juga membengkak. Ia takut ada penyakit serius. Terlebih lagi ia terlambat haid.
...***...
Athera datang ke perusahaan Regaz. Esse Group merupakan perusahaan terbesar dan maju pesat saat ini. Tidak heran jika mereka semua mengenal serta menghormati para bangsawan Esse.
Seluruh orang di sana menatap Athera. Mereka tak mengenali Athera sebagai istri Regaz karena Athera sendiri paham sebab pernikahan mereka diadakan secara tertutup. Athera mendekati salah satu pegawai. Pegawai tersebut tersenyum pada Athera kemudian memberi sapaan serta menanyakan tujuan Athera
"Tolong tunjukkan dimana kantor pimpinanmu," ujar Athera.
Pegawai tersebut mengantar Athera tepat di depan ruangan Regaz.
"Tapi, Apakah anda telah membuat janji sebelumnya?" tanya pegawai tersebut.
"Sudah, aku membawakannya bekal," jawab Athera. Para pegawai wanita menatap sinis pada Athera. Mereka yakin bahwa Athera adalah wanita yang berusaha mendekati Regaz.
"Tuan tengah pergi sebentar, anda bisa menunggu di sana, mari saya antar." Pegawai tersebut mengantar Athera di kursi terhormat bagi tamu yang telah memiliki janji temu dengan Regaz. Tempat itu tidak jauh dari ruangan Regaz tapi Athera menolaknya.
"Aku akan menunggu dalam ruangannya saja," ujar Athera dan kembali membuat beberapa pegawai yang mendengar itu menatap sarkas Athera.
"Maaf Nona, tapi tidak sembarang orang boleh masuk di dalam ruangan itu," sahut salah seorang pegawai.
Athera yang masih berdiri di posisinya menatap wanita dengan name tag Ailen Almeera itu tengah berujar sinis ke arahnya. Pakaiannya begitu tipis dan ketat. Athera tak habis pikir bahwa ada seorang pegawai berpakaian seperti ini.
"Oh begitu, lalu mau apa kau sekarang?" tanya Athera ketika Ailen berjalan melewatinya dan menghampiri ruangan Suaminya.
"Aku memiliki janji dengan Tuan. Dan aku harus menunggunya di dalam," ujar Ailen.
Athera menatap pegawai yang penyambut tamu yang masih setia berdiri di hadapanya. " Bagaimana bisa dia bisa masuk begitu saja ketika pimpinan tidak ada?"
Ailen menghentikan langkahnya ketika suara Athera meninggi. Memang dia pikir, siapa dirinya itu?!
"Anda tamu, bisakah suara anda dikecilkan!" Ailen membalasnya dengan nada tinggi pula. Hingga para pegawai mengalihkan fokus pada mereka.
Athera menyuruh penyambut tamu memegang bekal yang ia bawa. Kemudian Athera dengan raut marah mendekati Ailen. Ia jadi teringat pesan suaminya. Athera menyentuh pakaian Ailen yang begitu tipis.
"Apakah kau datang menemui pimpinanmu untuk kau goda?" tanya Athera sinis.
"Itu bukan urusanmu, Nona. Sebaiknya pergi dari sini karena kami tidak menerima tamu seperti anda." jawab Ailen. Sungguh bukan karyawan yang profesional.
"Dasar pelacur," sinis Athera.
Ailen tersentak kemudian tangannya hendak menampar wajah Athera sebab mengatainya namun, tangan lain menahan tangannya.
"Apa yang hendak kau lakukan?" tanya suara itu.
Regaz baru saja kembali dari acara rapatnya dan ia terkejut ketika melihat suasana di depan ruangannya cukup ramai. Ailen membeliakkan matanya kaget lalu menarik tangannya cepat. Ailen tidak menjawab.
"Sayang, maaf membuatmu menunggu," ujar Regaz yang kini langsung mengecup kening Athera.
Semua orang di sana terkejut melihat reaksi Regaz pada wanita cantik yang sempat bertikai dengan Ailen.
Athera menatap Regaz kemudian melirik Ailen. "Pecat wanita di hadapanku, sungguh tidak memiliki sopan santun!"
Regaz tersenyum samar. Istrinya memang bar-bar. Regaz mengangguk kemudian menyuruh sekretaris mengurus perintah istrinya.
Athera meraih bekal yang berada di tangan penyambut tamu kemudian memberikannya pada Regaz.
" Dia adalah Athera Liontina, Istriku. Mulai sekarang hormati dia seperti kalian menghormatiku. "
Setelahnya Regaz memasuki ruangannya membiarkan Ailen yang diam mematung sembari mendengarkan ucapan sinis para pegawai pada dirinya. Ia benar-benar dipermalukan.
...BERSAMBUNG.....