
...SELAMAT MEMBACA...
Athera menunduk ketika Regaz pergi dari kamarnya. Athera menangis ketika mendengar kata-kata Regaz. Wanita itu tidak tahu kenapa ia justru menangis.
"Kenapa menangis? Bukankah itu yang kau mau?"
Athera tertegun, ia berhenti menangis ketika tiba-tiba Regaz telah berdiri di ambang pintu dengan menatapnya sendu. Pria itu begitu hangat menatapnya.
"Kau disana?" tanya Athera, ia benar-benar malu.
"Kau pikir, aku akan meninggalkanmu begitu saja?" ujar Regaz. Pria itu tadi benar-benar akan meninggalkan Athera tapi ia tak sengaja mendengar isakan kecil Athera.
Athera menunduk, ia enggan kembali menatap Regaz yang mulai menghampirinya kembali.
Regaz mengulurkan tangannya pada Athera yang masih setia di kasur. "Mari menikah."
Athera menatap tangan Regaz dengan ragu. Pria itu menghela napas gusar kemudian duduk di samping Athera. " Mari mulai kisah baru, bisakah kita melupakan kisah yang lalu?"
"Tapi aku masih belum mencintaimu, aku juga masih kesal denganmu," jawab Athera jujur.
Regaz menaikkan sebelah alisnya. "Aku bisa membuatmu jatuh cinta. Mari menikah dulu."
Regaz terdiam cukup lama ketika Athera tetap tidak menjawab, pria itu menghela napas pelan, " Sudahlah, lebih baik kau pulang terlebih dahulu."
Kemudian Regaz menjauh dari sana, ia ingin membiarkan Athera membersihkan diri kemudian mengantarnya pulang
"Aku menerima lamaran mu," jawab Athera tiba-tiba.
Regaz menghentikan langkahnya dan menatap Athera dengan tatapan sulit diartikan.
"Kau bilang apa?" tanya Regaz.
"Kita akan menikah," jawab Athera.
"Kau berubah pikiran, apa kasihan padaku?" tanya Regaz.
Athera turun dari kasur itu kemudian berjalan mendekati Regaz. Regaz menelan salivanya susah payag ketika Athera hanya memakai dres pendek dengan bagian dada rendah. Kulitnya hampir sama dengan dres putih yang ia kenakan.
"Terima kasih telah menyelamatkanmu semalam. Aku hanya akan belajar menerimamu dengan pernikahan kita," jawab Athera kemudian berlalu melewati Regaz.
Namun pria itu langsung menarik Athera dan memeluk wanita itu hingga Athera terkejut ketika tubuh tiba-tiba tak menapak di lantai, Regaz memeluknya hingga tubuhnya terangkat.
"Terima kasih." Regaz tersenyum lebar hingga matanya menyipit. Athera terpana.
"Sebegini bahagiakah dia?" batin Athera.
...***...
Azen menggeletakkan dokumen yang ia pegangĀ kemudian membuka laptopnya untuk melihat beberapa berita akhir-akhir ini. Pria itu melonggarkan dasi yang seperti mencekik lehernya itu. Pria itu mendengus kasar.
BRAK!
Azen menutup kasar laptopnya, ia bahkan tak peduli jika laptop itu rusak. Ia membaca berita bahwa kepala keluarga kerajaan esse telah memilih Athera Liontina sebagai calon istrinya, mereka akan mempercepat pernikahan.
Azen memijat pelipisnya, pria itu tengah berada di perusahaan keluarganya. Azen mengambil jasnya serta tas kantornya. Pria itu langsung bergegas pergi dari kantornya.
"Tuan, anda mau kemana? Rapat akan segera dimulai." Sekretaris Azen mengejar Azen yang tiba-tiba pergi meninggalkan ruang kerjannya.
"Panggil Raiyu untuk menggantikanku," ujar Azen kemudian memasuki lift, sekretarisnya sudah tak berkomentar kala ekspresi Azen begitu menakutkan. Bossnya itu seperti telah murka tingkat tinggi.
Setelah keluar dari perusahaanya, Azen mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, pria itu pergi menuju rumah Athera. Namun, sebelum itu ia harus kembali ke rumah untuk memperbaiki penampilannya. Tidak butuh waktu lama ia sampai di rumahnya kemudian memacu kembali mobilnya menuju kediaman Athera.
Athera dan dirinya pernah berjanji akan menikah kemudian pergi memisahkan diri dan hidup mandiri tapi wanita itu malah mengkhianatinya. Saat itu ia tidak mengetahui bahwa telah berjanji dengan Athera Krystalian bukan dengan Athera Liontina. Azen dan Athera Krystalian saling menyukai pada saat itu.
Azen memasuki pekarangan kediaman Athera, pria itu mengkerenyitkan dahi ketika di depannya ada mobil lain, kemudian orang tersebut keluar, ia beralih ke sebelah untuk membukakan pintu seseorang.
Seorang wanita keluar dari sana. Athera baru saja kembali dari kediaman Regaz. Wanita itu menolak antaran Regaz karena ia sudah merasa begitu merepotkan bagi Regaz belum lagi pria itu begitu masih mengantuk karena menjaganya semalaman jadi Athera diantar oleh supir Regaz.
Buru-buru Azen keluar dari mobilnya kemudian menghampiri Athera.
"Azen?" Athera sedikit terkejut ketika mendapati pria yang sangat ia kenal dan selalu membuatnya berdebar tiba-tiba hadir di hadapannya. Tapi itu dulu, kini perasaan itu sudah tidak ada.
"Kau mengkhianatiku, Athera?" tanya Azen secara langsung.
Athera melebarkan matanya, ia baru saja sampai dan sekarang Azen tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa dia mengkhianatinya? menghianati?
"Apa maksudmu?" tanya Athera
Azen menarik Athera kemudian memeluk wanita itu erat, sedangkan sang supir pergi setelah diperintah oleh Athera.
Azen melepaskan pelukannya dan menahan kedua bahu Athera. "Kenapa kau datang ke acara keluarga Esse. Bukankah kita telah berjanji akan selalu bersama."
Athera mendorong Azen kemudian melangkah mundur. "Aku tidak pernah mengatakannya."
"Kau menyangkal, jika bosan mari kita bicarakan."
Athera memijit pelipisnya pasti ini ada sangkut pautnya dengan Athera Krystalian. "Maaf, tapi aku benar tidak tahu apapun."
Azen menunduk sedih, ia menatap sendu Athera yang berbeda dengan orang lain.
"Seharusnya dari awal kau jangan berjanji jika akhirnya begini. Kau mencoba membuatku patah hati?"
Athera jadi merasa bersalah, ia benar-benar tidak tahu apapun. Azen yang diam kini mulai menatap lekat Athera. " Aku tidak akan menyerah, Athera. Aku akan mendapatkanmu."
Setelah mengatakan hal itu, Azen kembali memasuki mobilnya kemudian pergi. Athera sendiri langsung menyandarkan tubuhnya pada badan mobil di sampingnya.
Athera meremas dadanya. "Kenapa bisa semuanya seperti ini."
...BERSAMBUNG.....