Trapped in the Past

Trapped in the Past
SEASON 2 [Episode 03]



...SELAMAT MEMBACA...


Suku Imbroglio adalah salah satu klan yang tinggal di hutan. Mereka memiliki penampilan layaknya tarzan. Dan saat ini, Athena harus menghadapi orang-orang ini, mereka tiba-tiba muncul setelah dia mengobati Griffin dari dalam gua. Awalnya dia pikir orang-orang ini bersikap baik pada dirinya namun, mereka ternyata menginginkan Griffin. Jadi mau tak mau dia harus melawan orang-orang ini dan menyuruh Griffin pergi sejauh mana dia mampu.


Athena merentangkan kedua tangannya ke atas. Enam orang dari suku imbroglio telah dia kalahkan dan semuanya terkapar di tanah, tetapi dia mengalami pukulan cukup kuat dari tulang hewan yang digunakan sebagai senjata suku imbroglio. Walau bagaimanapun dia adalah manusia, dan ini merupakan pertama kalinya dia mengalahkan lima orang yang merupakan makhluk immortal tanpa menggunakan senjata.


"Ah, aku harus bersembunyi," kata Athena, dia menyentuh kepalanya terluka dan mengeluarkan darah. Dia harus bersembunyi sebab untuk kembali, tdak akan mampu.


Namun, baru beberapa langkah, tubuhnya limbung, rambut putihnya menutupi sebagian wajahnya. Rambut putihnya benar-benar terlihat lengket oleh darahnya sendiri, Athena tak mampu membuka matanya apalagi menggerakkan tubuhnya ketika suara langkah kaki seseorang mendekat kearahnya.


"Seorang wanita mengalahkan orang Imbroglio, seorang diri?" kata Kaizer yang baru saja mencapai tujuannya. Dia benar-benar terlambat, tapi setidaknya masih berguna.


Kaizer mendekati tubuh Athena kemudian mengangkat tubuh wanita itu. Kaizer terdiam dengan raut wajah sulit terbaca ketika melihat wajah Athena.


Kaizer menggeleng kemudian kembali merentangkan sayap besar hitam miliknya seraya meninggalkan tempat itu.


...****...


Kaizer tidak henti-hentinya mengamati wajah Athena, pria itu seperti ingin memastikan sesuatu dengan meneliti wajah Athena. Kemudian dia juga terlihat mengangguk-anggukan kepalanya.


"Jadi namanya Athena Flous Narquez, pemilik toko bunga terkenal di perkotaan. Ini sebuah kebetulankah?" kata Kaizer dengan senyum menakutkan.


"Eunghh."


Kaizer langsung menjauhkan diri ketika lenguhan kecil terdengar dari Athena. Perlahan kelopak mata itu terbuka, menunjukkan sepasang netra bewarna biru yang begitu menyejukkan. Perlahan netra itu bergerak kemudian jatuh pada Kaizer yang memasang tubuh tegap dengan kedua tangan bersedekap di dada. Dan juga Griffin yang hinggap di pundaknya sedari tadi.


"Dimana ini?" tanya Athena kemudian bangun dari tidurnya lalu memilih duduk pada tepi kasur.


"Di kamarku."


"Siapa kau? Kenapa aku berada di kamarmu?"


" Kaizer Thanatos. Aku menemukanmu terkapar di sekitar hutan dengan beberapa orang suku Imbroglio," jawab Kaizer.


"Oh, aku mengingatnya, maaf merepotkan Yang Mulia, pasti Griffin itu milikmu dan dia mencoba menolongku dengan memanggilmu," kata Athena kemudian melempar pandang pada Griffin yang hinggap di pundak Kaizer.


"Respon yang unik," batin Kaizer.


Sejauh ini, baru Athena yang tidak menunjukkan respon berlebihan ketika seorang raja penguasa dunia immortal berdiri di hadapannya.


"Maaf merepotkan anda, saya izin kembali ke rumah," kata Athena kemudian menunduk hormat.


Athena melangkahkan kakinya melewati Kaizer begitu saja setelah memberi hormat.


"Di mana rumahmu?" tanya Kaizer yang membuat Athena menghentikkan langkahnya.


"Perkotaan, Yang Mulia," jawab Athena.


"Bagaimana bisa kau hidup di dunia kami?" tanya Kaizer yang sontak membuat Athena melebarkan matanya.


"Apa maksud, Yang Mulia?"


"Athena Flous Esse. Calon ratu para manusia," ucap Kaizer hingga Athena memutar tubuhnya kembali ke arah Kaizer.


Athena meremas kalung berliontinnya, kemudian tubuhnya gemetar, " Sepertinya anda salah orang."


Jawaban Athena sukses membuat lekungan pada sudut bibir Kaizer terangkat, " Kau pikir bisa menyembunyikan aura manusiamu dengan kalung itu? Kau tidak akan mampu memanipulasi identitasmu dari seorang Raja."


"Lalu apa yang akan anda lakukkan sekarang?" tanya Athena dengan tangan bekeringat.


"Kau panik."


"Tidak!"


"Mengapa kalian membenci manusia?" tanya Athena.


"Bagi kami, manusia adalah pengganggu."


"Itu tidak benar."


"Oh ya?" Kaizer menaikkan sebelah alisnya kemudian mendekati Athena.


"Berikan aku kesucianmu, dan aku akan menyelamatkanmu, bagaima-"


PLAK!


Wajah Kaizer langsung menghadap samping kala tamparan keras milik Athena mendarat pada wajahnya hingga menyebabkan sudut bibirnya terluka.


Athena benar-benar benci dengan perkataan pria yang kurang ajar. Kaizer tersenyum sinis kemudian menarik tengkuk Athena hingga wajah antara dia dengan Athena sangat dekat.


"Tanganmu keterlaluan," kata Kaizer.


"Mulutmu keterlaluan, Yang Mulia," jawab Athena tak kalah sengit.


"Ck! Aku akan mengambilnya secara paksa," kata  Kaizer kemudian dengan gerakan cepat mengangkat tubuh Athena kemudian membanting tubuh wanita itu pada kasur semula.


Kaizer membuka kancing pakaiannya satu persatu sedangkan Athena ketakutan, dia berusaha kabur namun, sesuatu seperti menahannya tetap di atas kasur.


Koak! Koak!


Athena melebarkan matanya ketika Griffin membesar kemudian berdiri di antara Kaizer dan Athena. Kaizer menatap Griffin dengan sorot mata mengintimidasi, tapi hewan ini membalas tatapannya.


"Jangan buat aku melukaimu hanya karena manusia ini, Iryu," kata Kaizer.


KOAK!


Iryu- Makhluk immortal yang disebut Griffin itu, kembali mengeluarkan suara. Dia mulai melakukan pemberontakkan demi melindungi Athena.


Kaizer benar-benar murka, "Jangan harap kau bisa hidup tenang di dunia ku!" Setelahnya Kaizer keluar dari kamarnya, diikuti Iryu yang mengecil dan kembali mengekori Kaizer seakan tidak melakukan kesalahan apapun pada Kaizer.


...***...


Regaz mencegkram kuat leher seorang mata-mata yang berasal dari klan immortal. Karena pelindung pada Kota Redhel telah melemah, para makhluk immortal bertindak sembarangan. Mereka menganggap bahwa para manusia bodoh  dan lemah hingga berani masuk ke wilayahnya. Namun, bukan itu yang benar-benar membuat murka Regaz. Mata-mata ini ingin membunuh putranya.  


"Siapa yang mengutusmu!"


Makhkuk yang ternyata seorang vampir itu mencoba menahan cengkeraman Regaz pada lehernya, dia butuh oksigen.


"Katakan atau mati," kata Regaz penuh ancaman. Kini peristiwa itu tengah ditonton oleh para penghuni kerajaan begitupun Athera yang tengah berdiri bersama putranya yang berumur sembilan tahun.


"Raja Kaizer," katanya.


"Wah, kalian benar-benar memicu perang besar," kata Regaz.


"J-jika kau membunuhku, maka k-kau tidak akan pernah bertemu putrimu."


Regaz langsung melebarkan matanya, lalu melempar pandang pada salah seorang prajurit. " Ambilkan rantai yang terbuat dari perak, penjarakan dia."


Setelah mengatakan hal itu, Regaz kemudian tersenyum begitu mengerikan, " Jika kau berbohong dan tidak berguna, akan kupatahkan taring bodohmu ini."


Ini bukanlah hal sulit bagi Regaz, sebab dia juga pernah berbaur dengan para makhluk immortal saat di Kota Redhel seraya mempelajari tentang mereka, hingga Regaz mampu mengetahui kelemahan diantara mereka.


...BERSAMBUNG......