Trapped in the Past

Trapped in the Past
EPISODE 06.



**HAPPY READING**.


Occurrens Ad Regem merupakan sebuah pertemuan para raja yang berada di bawah naungan ke pemimpinan bangsa virtucal esse. Pertemuan ini diadakan setiap lima bulan sekali, dan dua hari lagi kerajaan Regaz akan menyiapkan pesta besar untuk menyambut kedatangan para tamu kerajaan kecil yang ia pimpin serta kerajaan yang belum ia taklukkan saat ini. Seluruh persiapan telah dipersiapkan oleh pengurus istana kerajaan virtucal esse, berbeda yang dilakukan Regaz saat ini, pria itu tampak masih di sibukkan oleh masalah pemberontakkan yang lalu dan saat ini ia akan mengadakan sidang. Semua masalah harus diselesaikan sebelum kerajaan mengadakan sebuah pertemuan.


" Adakan sidang tertutup untukku. Jangan ada yang masuk selain orang yang telah ku undang untuk datang ke dalam ruangan," ujar Regaz lantang pada para menteri yang tampak berjejer secara horizontal di sisi kiri serta kanan.


Mereka saling pandang kemudian hanya mampu menunduk hormat. Kemudian Tier yang menyadari kode mata Regaz langsung bergerak menyuruh prajurit terpilih untuk memanggil serta mengawal orang-orang yang akan memasuki ruang ini.


Cukup lama Regaz menunggu di dalam ruangan besar untuk sidang ini ditemani Tier yang setia berdiri di samping singgasanannya. Hingga akhirnya pintu terbuka dan memperlihatkan orang-orang yang telah dibawa oleh prajurit terpilih. Di sana ada Selir Yuen, Tuan Gegu dan orang yang di penjarakan oleh Tier tempo hari lalu.


"Di mana Athera?" tanya Regaz pada Tier.


"P-permaisuri?" Tier terbata.


Tier bukannya menjawab pertanyaan Regaz, pria satu ini justru tertegun kala melihat Athera memasuki ruangan sidang kemudian berjalan mengambil posisi duduk di tempat yang telah disediakan. Athera bisa lihat Regaz yang tengah duduk di singgasana, jaraknya agak jauh.


Bibir tipis yang merah, rambut hitam di gerai begitu saja, hidung mungil, kulit yang hampir seperti seorang albino kemudian tubuh indah dengan pakaian kerajaan bewarna hitam membalut tubuhnya, sangat kontras dengan kulitnya yang seputih susu. Regaz memalingkan wajahnya ke depan ketika menyadari ia terlalu lama menatap Athera dari posisinya ini. Sedangkan wanita itu hanya diam menatap Regaz kemudian mengalihkan atensinya ke arah pria yang di rantai dan di taruh di tengah-tengah. Athera duduk di sisi kiri sedangkan Selir Yuen sebelah kanan begitupun Tuan Gegu. Kemudian sisi tengah yang lebar dihuni oleh dua prajurit dengan orang yang ditangkap Tier di tengahnya.


Regaz menuruni singgasananya kemudian melangkah menuruni tangga untuk lebih dekat dengan si pelaku.


Regaz melirik Athera sekilas kemudian mengeluarkan papan kayu yang memiliki lambang bangsa gazianor. Athera hanya diam dengan ekspresi polos ketika lambang itu mengarah padanya.


"Ini adalah lambang dari bangsa gazianor dan orang yang telah menyerang desa-desa, salah satunya memiliki ini. Jadi apa pendapat kalian termasuk kau... Athera?" manik kelam Regaz menghujam sepasang netra indah milik Athera.


Athera tersenyum simpul kemudian berdiri mendekati Regaz.


"Menurutku, aku dijebak," jawab Athera seadanya dengan ekor mata yang menatap Selir Yuen.


Selir Yuen yang sedari tadi diam langsung berdiri dengan tatapan murka. "Kenapa kau melihatku?!"


Athera menampilkan ekspresi bingungnya kemudian menatap Regaz. " Aku tidak tahu bagaimana ia bisa memiliki papan kayu ini. Tapi bangsa gazianor tak akan se-bodoh ini jika ingin menyerang kerajaan virtucal esse. Lalu bangsa gazianor tidak memiliki ciri-ciri seperti bangsa Derkaniox."


Selir Yuen tersentak begitupun Regaz serta Tier yang baru menyadari satu hal ini. Sebenarnya Regaz sengaja menanyakan Athera akan hal ini, ia ingin melihat bagaimana reaksi Athera tapi ternyata jawaban Athera justru makin membantunya memperkuat bukti tentang Selir Yuen yang bermain api di belakangnya. Karena Selir Yuen merupakan putri dari bangsa Derkaniox; salah satu kerajaan serta wilayah kecil yang telah bekerja sama dengannya sejak dulu dan Regaz mengangkat ayah Selir Yuen sebagai menteri ketika pria paruh baya itu turun dari jabatannya setelah digantikan putranya.


Tuan Gegu ikut berdiri di samping Selir Yuen yang nampak takut.


Athera mendekati sang pelaku kemudian berjongkok di sana untuk mensejajarkan posisinya dengan posisi pria itu. Jemarinya yang indah bergerak menyentuh wajah pria itu agar menatapnya tapi tangan Regaz justru bergerak lebih cepat menahan tangan Athera kemudian menarik Athera hingga berdiri. Athera sedikit terhuyung tapi Regaz langsung menahan pinggang Athera agar kembali tegap.


"Ada apa?" tanya Athera kemudian melepaskan diri dari Regaz.


"Jangan menyentuhnya," tegas Regaz dingin.


Athera hanya mendengus sebal, kemudian membatin, "Dasar Aneh."


Kemudian atensi Regaz beralih memandang dalam Selir Yuen yang mulai panik dengan wajah pucat pasi. Regaz mendekati tawanannya kemudian berujar dingin, "Katakan siapa yang memerintahmu!"


Dengan takut, tatapan orang tersebut bergerak menatap Selir Yuen kemudian telunjuknya mengarah pada Selir Yuen. Tuan Gegu membeliak terkejut begitu pun Selir Yuen yang tidak menyangka bahwa anak buahnya yang setia itu membongkar rencanannya.


"Hamba yakin ini pasti sebuah konspirasi antara Athera dan orang ini!" elak Selir Yuen.


Athera hanya diam ketika dirinya dituduh, justru Regaz yang murka karena Selir Yuen masih saja mengelak setelah kejahatannya telah terbongkar. Kini Selir Yuen mulai ketakutan ketika Regaz yang angkat bicara, kali ini ia sudah tidak bisa mengelak apalagi ketika Regaz melempar sebuah batu giok dengan simbol kerajaan yang digunakan untuk masuk ke dalam kerajaan.


"Tier menggeledah pakaian orang ini, dan dia menemukannya. Athera tidak punya hal semacam ini, karena dia tidak pernah kuberikan haknya untuk keluar kerajaan. Bahkan dia melindungiku dari orang yang menyerang kerajaan, jadi... tuduhanmu salah."


Selir Yuen menggeleng kuat masih berusaha agar Regaz percaya padanya. Kemudian Tuan Gegu yang sedari tadi diam kini bersujud di hadapan Athera dan Regaz.


"Hambalah yang merencanakan ini," pungkas Tuan Gegu.


"Melindungi majikannya?? Cih!" batin Regaz.


Regaz terdiam melihat reaksi Tuan Gegu kemudian beralih menatap Selir Yuen dengan tajam.


"Bawa Selir Yuen serta Gegu ke penjara para pejabat yang telah berkhianat!" titah Regaz kemudian menarik tangan Athera untuk keluar dari ruangan itu. Regaz mengabaikan teriakan Selir Yuen yang terus memohon agar Regaz mendengar penjelasannya.


Sedangkan Tier dengan senyum liciknya memegang Selir Yuen kemudian berbisik, " Selamat menikmati kamar baru anda, Selir Yuen."


"Sialan! Simpan omong kosongmu!" bentak Selir Yuen, namun Tier hanya mengedikkan bahu acuh.


**BERSAMBUNG**...