Trapped in the Past

Trapped in the Past
SEASON 2 [Episode 19]



...SELAMAT MEMBACA...


"Yang Mulia, dia adalah wanita tercantik, cerdas serta terkuat di dunia kita," kata kepala pelayan kepada Kazier.


Kini mereka telah kedatangan tamu kehormatan, seorang wanita cantik yang hampir sebaya dengan Kaizer. Para petinggi kerajaan sedikit mengeluh sebab Kaizer belum kunjung menetapkan wanita sebagai calon ratu. Selama dua bulan terakhir, para penasihat kerajaan telah sibuk mencari serta mendata para wanita-wanita yang layak untuk Kaizer kemudian merekomendasikannya. Tapi, semuannya ditolak oleh Kaizer.


"Aku tidak tertarik," jawab Kaizer dingin.


Sontak wanita itu mendongkak dengan mata mendelik lebar.


Kepala pelayan mendekat kemudian berbisik, " Yang Mulia, dia bahkan telah menolak seluruh lamaran demi mendatangi anda."


"Dan aku makin tidak tertarik." Kemudian Kaizer bangkit dari duduknya.


"Siapkan kamar untuknya, silakan beristirahat dulu sebelum kembali, Nona." ujar Kaizer kemudian melewati wanita itu begitu saja.


Kaizer melangkah dengan alis terpaut, ekspresinya selalu seperti itu sejak dua bulan terakhir. Kemudian langkahnya terhenti ketika Dren datang menghadang jalannya.


"Yang Mulia, segel pelindung pada kota Redhell untuk menuju dunia manusia telah melemah, besar kemungkinan anda bisa menembusnya dengan kekuatan yang anda miliki." Dren berujar dalam satu tarikan napas setelah membungkuk rendah.


Mata Kaizer melebar, sudut bibirnya terangkat kemudian ia segera berlari. Tidak peduli dengan tatapan para penghuni istana yang mengarah padanya, saat ini jantungnya berdetak tak karuan, ia ingin berteriak senang tapi tertahan.


Namun, Kaizer menghentikan larinya. Pria itu memutar langkahnya ke kamar terlebih dahulu, ia harus menyamar jika ingin berbaur dengan manusia. Pria itu mengganti pakaiannya sebelum pergi, memakai jubah hitam dengan tudung dikepalanya.


Sekarang Kaizer telah berada di kota redhell, ia akan menembus segel pelindung kota ini, agar bisa mencapai dunia manusia. Namun, walau pun terbilang lemah, segel ini benar-benar membutuhkan kekuatan yang cukup besar, hingga Kaizer harus mengarahkan seluruh kekuatannya dengan sekuat tenaga.


"Sedikit lagi," kata Kaizer dengan peluh memenuhi tubuhnya.


PLASH!


Tubuh Kaizer seperti terisap. Saat membuka mata, Kaizer memandang takjub tempat ia berada namun takjubnya hilang beberapa saat setelah menyadari bahwa tubuhnya jadi menyusut.


"Apa?! Eh?" Kaizer menutup mulutnya ketika suara anak kecil lolos dari mulutnya.


Ia berubah menjadi bocah berusia enam tahun.


"B-bagaimana bisa?!"


...*****...


...Dunia Manusia...


Athena menyedekapkan tangan di dada setelah melihat Regaz serta Athera menyambut kedatangan seorang pria muda dengan wajah tampan serta salah satu pangeran kerajaan besar.


"Perjodohan? Tidak, ini tidak boleh terjadi!" batin Athena.


Wanita itu kembali ke kamarnya kemudian melompat melalui jendela kamar. Ia mengendap-endap meninggalkan istana, sebelum Regaz memanggilnya untuk pendekatan dengan pemuda itu.


"Yang Mulia, anda mau kemana?"


Deg!


Tubuh Athena menegang, perlahan kepalanya menoleh ke belakang dan mendapati kepala pelayan ibunya tengah tersenyum ramah. Athena berdehem kemudian membalas senyuman itu.


"A-aku harus memeriksa kondisi rakyatku, sampaikan pada Ibu serta Ayah, ya." Setelahnya Athena pergi begitu saja.


Kepala pelayan itu hanya terkekeh kecil. "Pasti dia tengah menghindari perjodohan lagi. Seandainya aku bisa mencegahnya."


Athena mengembuskan napas lega. Ia telah berada di luar istana dan menuju perbatasan segel pelindung antara kota redhell. Ia ingin memeriksanya kembali, sudah selemah apa segel tersebut.


Cukup melelahkan berjalan tanpa menggunakan kuda.


"Ini menyebalkan! Bagaimana bisa aku menemuinya dalam kondisi seperti ini?!"


"Eh?" Athena terperangah ketika mendengar suara bocah tengah bersungut-sungut.


Untuk menuju perbatasan, Athena harus melalui hutan dulu.


"Tidak ada yang benar!"


Srak!


"Menyakitkan."


Bocah lelaki yang imut dan tampan keluar dari semak belukar dengan daun serta ranting kecil menyangkut pada rambut hitamnya. Ia memakai baju kebesaran yang diseret-seret, memperlihatkan tubuh putih mulus miliknya, ada beberapa luka lecet pada kulitnya. Athena yakin pasti musibah menimpa anak ini.


"Ya ampun, bagaimana bisa ada anak kecil disini?" Athena menghampiri anak tersebut kemudian membersihkan kepalanya dari dedaunan serta ranting kecil.


"Apakah ini baju orang tuanya? Mana orang tuanya? Dimakan hewan buas?" Athena menerka-nerka dengan raut wajah sedih.


Athena menggendong anak tersebut kemudian membersihkan sedikit wajahnya yang kotor.


"Apa kau tersesat?" tanya Athena pada bocah itu.


Bocah itu terdiam cukup lama, namun perlahan bibirnya cemberut disusul kedua mata berkaca-kaca.


"Tidak apa-apa, kau sudah aman. Pasti kau sangat takut di hutan sendirian." Athena memeluk bocah itu. Rasanya seperti bernostalgia. Ia juga hampir seperti ini waktu tersesat di dunia milik Kaizer.


Athena memandang jauh ke depan. " Sebaiknya lain kala saja pergi memeriksa segel pelindung."


...*****...


"Anak siapa itu?" tanya Regaz ketika melihat Athena baru saja pulang setelah Regaz mencarinya untuk berkenalan dengan pemuda tadi.


"Aku menemukannya di dalam hutan, sepertinya ia mengalami musibah yang menewaskan kedua orang tuanya," jawab Athena seadanya.


Regaz memandang curiga bocah yang membalas tatapannya dengan berani itu. Tangan Regaz hendak menyentuh wajah bocah itu, namun bocah itu langsung menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Athena kemudian menciptakan suara seperti ingin menangis.


"Ayah, kau menakutinya." Athena mundur beberapa langkah.


"Sebaiknya kirim bocah ini ke panti asuhan. Jangan sembarangan memungut anak kecil, Athena!" kata Regaz.


"Dia imut dan aku menyukainya. Dia juga bisa bermain dengan adikku," jawab Athena lalu izin undur diri pada ayahnya.


Sedangkan bocah itu menunjukkan seringai kecil yang membuat Regaz tersentak.


"Bocah itu ... pasti bocah iblis! Aku harus menjauhkannya dari putri tercintaku," kata Regaz.


Athena menurunkan bocah itu di atas kasurnya.


"Kau duduk sini dulu. Aku akan menyiapkan air hangat untukmu," kata Athena dan bocah itu hanya diam.


Sebenarnya Athena telah menyuruh pelayan untuk mengambil alih, namun bocah ini enggan lepas dari pelukannya. Mungkin, bocah ini mengira ia adalah ibunya, entahlah. Athena hanya mengira saja.


Sedangkan bocah itu, tersenyum lebar sembari menggerak-gerakkan kaki kecilnya.


"Jadi anak kecil tidak terlalu buruk. Sepertinya aku dan Athena benar-benar berjodoh. Tapi, bagaimana pun aku harus memulihkan kekuatanku. Pasti karena terlalu banyak mengeluarkan kekuatan, tubuhku jadi begini." batinnya. Bocah itu adalah Kaizer


Athena datang kemudian menuntun Kaizer kecil untuk membersihkan diri.


"Tidak!"


Athena terkejut melihat reaksi bocah ini, saat ia hendak membuka pakaian kebesaran pada tubuhnya.


"Kau harus mandi," jelas Athena.


"Aku bisa mandi sendiri," katanya.


"Rambutmu kotor, biar aku bantu keramas, ya," bujuk Athena kemudian ia melepas pakaian kebesaran Kaizer.


Wajah Kaizer kecil memanas, ia menunduk dalam, lalu Athena mengangkat tubuhnya pada bak mandi yang telah dipenuhi busa sabun.


Athena membasahi rambut Kaizer lalu menaruh sesuatu pada puncak kepalanya, kemudian ia merasakan pijatan-pijatan lembut pada kepalanya.


"Memalukan," batin Kaizer.


...BERSAMBUNG......