Trapped in the Past

Trapped in the Past
SEASON 2 [Episode 21]



 


...SELAMAT MEMBACA...


 


Kaizer panik bukan main. Ia mondar-mandir agar tubuhnya bisa kembali menyusut. Akan tetapi, langkah Athena semakin dekat dan kenop pintu berputar, Kaizer hanya mampu memejamkan matanya saja.


Kriet!


"Izel, kau baik-baik saja?" tanya Athena ketika menemukan bocah itu terduduk di lantai dengan handuk yang menutupi bagian bawahnya.


Kaizer membuka matanya dengan perlahan. Tubuhnya kembali mengecil, kali ini Kaizer bersyukur bahwa kekuatannya belum pulih seutuhnya. Tapi, Izel? Apakah itu nama barunya? Kaizer menatap Athena dengan penasaran.


"Izel, sekarang namamu izel. Nama yang imut bukan?" tanya Athena sembari membantu Kaizer berdiri.


"Ya," jawab Kaizer seadanya.


"Apa kau terjatuh dari bak?" tanya Athena sembari mengangkat Izel masuk ke dalam bak dan mengisi air.


"Iya," jawab Kaizer.


"Baiklah Izel, mulai malam ini kau harus tidur bersama Iaros," kata Athena sembari menyabuni tubuh Kaizer.


Kaizer menggeleng kemudian menunjukkan wajah memelasnya pada Athena.


"Tapi, malam ini. bolehkah aku tidur bersama kakak?" tanya Kaizer dengan tatapan penuh harap.


Athena luluh kemudian mengiyakan permintaan Kaizer. Padahal ia tidak tahu betapa busuknya senyum polos Kaizer saat ini.


Setelah selesai mandi, Athena membiarkan Kaizer untuk memakai pakaian yang telah disediakan untuknya. Di samping itu, Athena bergantian untuk mandi.


Wajah Kaizer memerah mendengar suara gemerisik air dalam kamar mandi.


"Apakah aku sedang menguping calon istriku mandi?" gumam Kaizer sembari menutup  wajah dengan kedua tangan mungilnya.


Tidak lama setelahnya Athena keluar dari kamar mandi menggunakan pakaian tidur bewarna putih polos dengan rambut yang dibungkus handuk putih.


Kaizer terpana menyaksikan hal di depannya. "Rasanya seperti pengantin baru," batin Kaizer bersorak.


"Izel? Apakah kau tidak enak badan?" tanya Athena sembari menangkup wajah imut Kaizer.


Kaizer menggeleng kaku.


"Baiklah, Izel. Sekarang berbaring dan aku akan menceritakan hal yang seru," kata Athena sembari membawa Kaizer pada sisinya di kasur dan menyelimuti tubuh kecil itu.


"Cerita apa?" tanya Kaizer.


"Kau percaya dunia immortal?" tanya Athena dengan mata berbinar.


Kaizer mengangguk. Ia mengulas senyum tipis melihat ekspresi Athena.


"Mau mendengarnya?"


"Iya," jawab Kaizer.


"Dunia immortal begitu indah. Di sana kau bisa menemukan perkotaan yang dipenuhi makhluk-makhluk aneh yang ramah. Banyak penjual makanan serta toko-toko yang sama persis di dunia manusia. Ada burung yang bisa membesar dan mengecil semaunya."


Kaizer menahan senyumnya, ia merubah posisinya menjadi tidur menghadap samping agar leluasa mengamati wajah Athena.


"Apakah mereka punya raja atau ratu seperti kakak?" tanya Kaizer.


Athena mengangguk namun ekspresinya berubah menjadi suram.


"Mereka memiliki Raja yang sangat tampan. Tapi sayang sekali sifatnya suka mengatur," kata Athena.


Sudut bibir Kaizer menjadi berkedut. Entahlah ia harus senang atau sedih.


"Sepertinya kakak sangat membencinya," kata Kaizer.


Athena terdiam sejenak kemudian tersenyum tipis. "Tidak juga. Walaupun suka mengatur, dia termasuk pria yang baik, yah walaupun membuat kesal," jawab Athena.


"Kakak pernah ke sana, ya?" Kaizer bertanya dengan ekspresi sok lugu.


"Iya," jawab Athena.


"Sudah cukup ceritanya, waktunya tidur," kata Athena kemudian mematikan lampu pada atas nakas.


Dalam gelapnya kamar, Kaizer masih bisa melihat dengan jelas.


"Izel, kau harus tumbuh dengan baik walaupun orang tuamu sudah tidak di sampingmu, ya," kata Athena sembari mengusap asal rambut Kaizer.


Kaizer tertegun.


mendengar perkataan Athena membuatnya terasa lega, ia memeluk Athena dengan tangan mungilnya.


"Terima kasih," cicitnya.


 


...***...


Paginya..


"Apa? Athena tidur bersama bocah iblis itu?!" tanya Regaz dengan nada tinggi.


Regaz pikir bahwa bocah dengan senyum licik itu tidur bersama dengan Iaros.  Akan tetapi, tidur bersama putri tercintanya.


"Ayah! Ayah mau kemana?" tanya Iaros ketika Regaz melangkah cepat menuju kamaf Athena.


"Tentu saja ke kamar kakakmu!" kata Regaz.


Athera yang melihat hal itu menatap kepala pelayan pribadinya.


"Ada apa dengan suamiku?" tanya Athera.


"Saya juga tidak tahu, Yang Mulia," jawabnya.


Setelah sampai, Kaizer membuka pintu kamar Athena begitu saja dan hal  yang ia temukan cukup mengejutkan sehingga Iaros pun sukses membelalakkan matanya.


Ada pria dewasa dengan tubuh telanjang dan bagian bawah yang tertutup selimut yang terbaring di sisi Athena. Regaz masih berpikir positif jika di bagian yang tertutup itu masih mengenakan celana.


"Athena Flous Esse!" teriak Regaz dalam satu tarikan napas.


Mendengar teriakan milik Regaz, sontak kedua orang yang tengah tertidur tersebut membuka matanya dengan cepat dan bersamaan.


Athena tidak tahu apa yang sedang terjadi. Akan tetapi, ia tahu jawabannya ketika melihat wajah tampan dengan tubuh telanjang tengah memeluk pinggangnya dan mereka berbaring secara berhadapan.


Athena berteriak hingga terjebam dari kasur sedangkan Kaizer hanya terduduk dengan selimut yang masih menutupi sebagian tubuhnya. Ia mengacak rambutnya yang sudah berantakan ke arah pintu.


"Kakak apa kau baik-baik saja?" tanya Kaizer pada Athena yang terjatuh daru kasur. Ia belum sadar bahwa tubuhnya telah berubah menjadi dewasa. Kesadarannya masih belum terkumpul.


"Ka-kak? Kau gila! Di mana Izel? Kenapa kau ada disini, Kaizer!"


Regaz semakin bingung melihat reaksi Athena. Kemudian ia kembali dikejutkan dengan Kaizer yang tiba-tiba memandang tubuhnya dan berdiri di atas kasur, mempertontonkan tubuh telanjangnya.


"Kurang ajar!" teriak Athena kemudian ia melompat dan menendang pusaka milik Kaizer.


Regaz memekik tertahan. Hal itu mengingatkannya pada Athera yang menendangnya hanya karena ajakannya membuat anak.


"Pasti itu menyakitkan," gumam Iaros dengan ekspresi datar.


Sedangkan Kaizer hanya diam dan menarik selimut untuk membungkus tubuhnya. Ia tidak merasakan apapun sebab kekuatannya telah pulih.


"Untung saja aku kuat," kata Kaizer dan segera menuruni kasur.


Sedangkan Athena menjauhi Kaizer dengan wajah memerah.


"Aku akan membunuhmu!" seru Regaz dan berlari dengan kepala yang siap ia serudukkan pada Kaizer.


"Hentikan! Aku ini calon menantumu!" seru Kaizer.


"Kau pikir aku mau punya menantu bajingan, hah?!"


"Aku ini penguasa dunia Immortal. Datang jauh-jauh dan nekad menembus pelindung pada kota redhell karena merindukan putrimu dan berniat meminta restumu!" Kaizer menjelaskannya dengan tegas. Sehingga Regaz berhenti dengan tatapan yang benar-benar menyiratkan tanda tanya besar pada Athena yang diam dengan wajah tidak kalah bingung.


"Apakah itu benar, Athena?" tanya Regaz.


Raut wajah bingung Athena berubah menjadi menyeramkan. Ia menatap Kaizer dengan murka kemudian mendekati pria itu.


"Jelaskan padaku dari awal sampai akhir, Kaizer!" kata Athena.


Kaizer mengangguk cepat.


Regaz mundur dua langkah dengan kedua tangan mengusap wajah.


"Ayah dan ibu akan menunggu kalian di ruang keluarga!" setelahnya Regaz pergi meninggalkan kamar tersebut.


 


...BERSAMBUNG.........