
...SELAMAT MEMBACA...
Regaz menatap kosong langit-langit kamar Athera. Pria itu sudah tiga hari tidak menemukan Athera. Ayah serta ibunya yang mendengar kabar ini langsung khawatir serta menyalahkan Regaz yang terlalu keras kepala. Gresha sendiri meminta maaf terus menerus pada Regaz atas kelakuan Gresia. Regaz yang menghargai Gresha,
sebagai sahabat serta selirnya, akhirnya mengampuni Gresia namun, Regaz tidak akan pernah mengeluarkan Gresia dari sel tahanan.
Regaz tidak pernah beristirahat, pria itu membatalkan rencana awalnya karena Tuan Khung sendiri yang mengirimkan barang bukti untuknya. Gresia telah bersaksi bahwa yang menyuruhnya untuk meracuni keluarga Athera adalah dirinya yang diperintahkan langsung dari Tuan Khung beserta putranya. Regaz sudah tidak bisa mengampuni perbuatan Tuan Khung.
Regaz menghukum mati Tuan Khung beserta putranya. Selir Yuen yang tak ada sangkut pautnya pun terkena imbasnya. Gelar selirnya dicabut. Ia beserta keluarganya diasingkan ke tempat terpencil. Dan sekarang Regaz kembali pada sosoknya yang dulu.
Tatapan tak bersahabat, selalu ia perlihatkan. Regaz diam-diam selalu mengunjungi paviliun Athera kemudian tertidur di sana setiap malam. Ia benar-benar seperti mayat hidup hanya karena kehilangan Athera.
Regaz turun dari kasur namun, ia tak memperhatikan langkahnya hingga tersungkur.
"Sial!" maki Regaz.
Ia berusaha bangkit namun ekor matanya justru mendapati sebuah buku di bawah kasur Athera, buku tua. Regaz meraih buku itu dengan susah payah. Regaz kemudian duduk di kursi kecil pada kamar Athera.
Ia membuka buku tersebut, membaca lembar demi lembar. Regaz menelan salivanya kasar. Bagaimana bisa Athera memiliki buku ini. Buku ini hanya ada pada Ruoxi apakah Ruoxi mengetahui sesuatu? Namun, pria itu mengatakan bahwa dia tidak menyembunyikan apapun darinya.
Cermin yang disebut sebagai Duae Vitae Specula itu adalah cermin milik Regaz. Cermin yang selalu Regaz taruh di dalam kamarnya.
"Apakah selama ini, Athera yang selalu bersamaku adalah Athera lain?" Regaz menutup buku itu dan membawanya kemudian Regaz berjalan keluar dari kamar Athera menuju kediaman Ruoxi.
Belum sampai, Regaz serta Ruoxi justru bertemu di pertengahan jalan. Ruoxi langsung menunduk hormat pada Regaz. Ia baru saja ingin mengunjungi Regaz, ia ingin menyampaikan informasi di mana Athera sekarang berada.
"Yang Mulia, ham-"
"Sebenarnya apa yang kau ketahui tentang Athera serta buku ini?" Regaz mengangkat buku itu dan memperlihatkannya pada Ruoxi.
"Yang Mulia, i-itu.. "
"Jelaskan padaku secara rinci, Ruoxi," ujar Regaz penuh penekanan dan Ruoxi mengangguk seraya menelan salivanya kasar.
...***...
Athera mengetahui banyak fakta sekarang, tentang Alexus, hubungannya antara Arthur, serta segala sesuatu yang bersangkutan dengan kehidupan Athera Krystalian. Ia diperlakukan sangat baik oleh Alexus.
Athera ingat ketika meminum racun itu kemudian hampir mati dan Regaz berteriak menyuruh para tabib datang dan setelahnya Athera tidak tahu apapun kelanjutannya.
Kini Athera tengah berada di taman, ia duduk di bawah rindangnya pohon besar, Athera memejamkan matanya, merasakan semilir angin serta cahaya-cahaya yang melewati celah daun dari atas pohon.
"Athera, bolehkah aku duduk di sebelahmu?"
Athera membuka matanya dan mendapati Alexus berdiri di hadapannya. Athera mengangguk kemudian Alexus duduk di samping Athera. Seharusnya Athera senang saat ini karena Alexus yang mirip Azen ada bersamanya tapi Athera tak bisa melepaskan bayang-bayang akan wajah Regaz.
"Kau masih memikirkannya?" tanya Alexus.
Athera mengkerenyitkan dahinya "Siapa?"
"Regaz."
Athera tersenyum kemudian kembali menyandar pada tubuh pohon sembari memejamkan matanya, "Tidak."
Alexus mengulum senyum kemudian ikut bersandar mengikuti Athera. "Athera, aku mencintaimu."
Alexus terkekeh kemudian tersenyum sedih. " Aku hanya bercanda."
Perlahan Athera mengembuskan napas lega. "Kau membuatku terkejut," ujar Athera dengan senyum kaku.
Alexus diam-diam kembali menatap Athera yang mulai kembali pada posisi awalnya. Pria itu menyadari sesuatu ketika melihat ekspresi Athera.
"Apa kau ingin kembali pada Regaz?" tanya Alexus.
"Aku ingin kembali ke duniaku."
Alexus menautkan alisnya. "Duniamu? Dunia atas, kah?"
Athera menatap lekat Alexus dengan ekspresi bingung, " Dunia atas?"
Alexus mengangguk lalu tersenyum miring. "Ya, Dunia yang dipenuhi bidadari, dunia atas ada di langit."
Athera terkekeh mendengar perkataan Alexus, "Ya, disana"
Alexus serta Athera terus bercanda gurau, hal itu dilihat oleh Arthur. Pria itu tersenyum. Alexus telah lama mencintai adiknya namun baru kali ini ia bisa melihat Athera begitu akrab dengan Alexus. Padahal dulu Arthur masih ingat ketika Athera bahkan enggan menyadari kehadiran Alexus.
...***...
Kemudian kembali pada Ruoxi yang kini telah selesai menjawab pertanyaan Regaz. Regaz mengepalkan tangannya kuat kemudian menggebrak meja.
Regaz menjadi ingat ketika Athera berkata dirinya dari masa depan kemudian ia menyebut dirinya sendiri sebagai perantara untuk pembalasan dendam. Kenapa Regaz tidak menyadari hal ini dari dulu.
"Saat pertama kali Athera menamparku, apakah saat itu mereka telah bertukar nasib?" Regaz membatin
Saat itu ia masih membenci Athera bahkan membuat Athera tersiksa ketika dicambuk kemudian ia juga selalu merendahkan Athera. Selama ini Athera yang ia sakiti bukanlah Athera yang seharusnya diperlakukan seperti itu.
Regaz menunduk sembari meremas kuat rambutnya kemudian pria itu menghela napas berat.
"Kirimkan seluruh orang terlatih milikku untuk menemukan Athera segera mungkin," ujar Regaz.
Ruoxi mendekati Regaz, "Permaisuri berada di kerajaan Garazelon."
Regaz menautkan alisnya kemudian menatap Ruoxi tak percaya. "Informasi dari mana?"
"Hamba bersama Tier, mencurigai Alexus serta Arthur saling membantu jadi kami memasuki istana dengan menyamar menjadi pengantar buah segar dari pusat perkotaan. Dan sesaat sampai disana hamba melihat Arthur serta Alexus. Dan kami yakin Permaisuri berada di sana," jelas Ruoxi.
Regaz mengepalkan tangannya, ia memerintahkan Ruoxi.
"Persiapkan seluruh pasukan, kita akan menyerang Kerajaan Garazelon hingga rata," titah Regaz.
Ruoxi menyentuh pundak Regaz. " Permaisuri akan membencimu, Yang Mulia."
Regaz terdiam, perlahan pria itu melemaskan tubuhnya pada kursi, ia menatap kosong langit-langit kamarnya. Banyak yang harus Regaz katakan pada Athera, mulai dari perlakuan buruknya serta perasaannya pada Athera.
"Persiapkan kudaku, aku akan ke sana sendiri kemudian mendapatkan kembali Athera. Kali ini kalian jaga kerajaan. Jangan membantah. Ini perintah, " ujar Regaz tanpa niatan menjeda kalimatnya agar Ruoxi tak menentang keputusannya.
Ruoxi menelan salivanya kasar kemudian menunduk hormat. "Baik, Yang Mulia"
...BERSAMBUNG.....