Trapped in the Past

Trapped in the Past
SEASON 2 [Episode 08]



Selamat Membaca


Cyberus, hewan aneh dengan tubuh anjing berkepala dua itu terus saja mengejarnya. Athena berusaha menyerang, tapi ia tidak memegang senjata apapun, belum lagi Lois yang menunggangi anjing besar, terus saja menembaki sesuatu kearahnya, seperti cahaya namun ketika mendarat di permukaan tanah, akan meledak seperti tembakan. Athena semakin menjauhi kerajaan, ia bisa melihat indahnya kembang api menghiasi langit tepat di atas kerajaan Kaizer, ia memasuki Hutan Urto. Gaun indah yang diberikan Gavin membuatnya kesulitan berlari, hingga akhirnya Athena merobek sebagian gaun itu hingga di atas lututnya.


Dor!


"Akh!" Athena meringis kala cahaya yang Lois berhasil melukai betisnya. Tubuh Athena tersungkur, sedangkan Cyberus menghentikkan langkahnya di ikuti Lois yang turun dari Cyberus.


"Bunuh dia, Cyberus!" titah Lois.


Namun Athena bergerak cepat, ia melompat kemudian melayangkan tendangan cukup kuat pada wajah Cyberus hingga tubuh anjing itu terhuyung. Lois terkejut, jelas-jelas ia telah melumpuhkan sebelah kaki Athena. Namun, gadis itu mampu membuat Cyberus terhuyung hanya dalam sekali tendangan.


Cyberus menggelengkan kepalanya sebab merasa pusing. Tapi, dengan cepat ia kembali fokus kemudian gigi besarnya ia perlihatkan semua dan siap menelan Athena yang berdiri dengan sebelah kaki gemetar.


WUSH! KOAK! BRAK!


"Gr-Griffin?!" Lois terkejut melihat makhluk legenda muncul di hadapannya setelah memukul Cyberus miliknya dengan sayap besar.


"Iryu?" cicit Athena namun Iryu mendengarnya hingga burung itu menatapnya cukup lama.


Iryu merentangkan sayapnya, kepalanya mendongkak menatap langit kemudian berkoak dengan suara keras. Pertama suaranya memang seperti elang namun kedua kalinya menjadi suara raungan singa. Tidak lama setelahnya kawanan burung serta hewan buas memenuhi huta Urto. Griffin memanggil mereka untuk menyerang Cyberus serta Lois sedangkan Iryu membungkuk di hadapan Athena agar gadis itu menaiki punggungnya, Athena begitu senang melihat tindakan Iryu, ia berusaha naik namun kali ini Lois kembali meluncurkan serangan padanya hingga mengenai perutnya. Iryu marah besar, melihat Athena kembali terjatuh ke tanah, gadis itu merintih ketika perutnya begitu sakit dan darah memenuhi tangannya.


"Hahah, jika aku mati, maka kau juga harus mati." kata Lois pada Athena yang berdiri saja sudah tidak sanggup.


***


Sedangkan di istana kerajaan, kembang api yang di luncurkan menghiasi langit adalah acara terakhir yang di persembahkan sebelum pesta benar-benar selesai. Kaizer hanya memandang langit itu dari balkon kamarnya dengan ekspresi kosong.


KOAK! GROAR!


Kaizer terhenyak dari lamunannya kala suara milik Iryu mengusik pendengarannya. Iryu ia tugaskan untuk melindungi serta mengawasi Athena, tapi kenapa hewan itu justru berada di Hutan Urto. Hutan Urto masih berada dalam jangkauannya, tidak terlalu jauh dari kerajaan.


Kaizer melangkah pergi meninggalkan balkon namun sebelum itu ia harus pergi untuk memastikan Athena masih menikmati pesta, sebab perasaannya menjadi buruk ketika mendengar Iryu tiba-tiba memanggil kawanannya secara dua arah.


"Dren,"


Kaizer memanggil Dren yang selalu berdiri di depan pintu kamarnya.


"Ya, Yang Mulia,"


"Tangkap Charlotte dan kurung dia di penjara bawah tanah, aku harus pergi." titah Kaizer.


"Baik, Yang Mulia," jawab Dren sembari membungkukkan sebagian tubuhnya.


Kaizer turun di keramaian pesta, para tamu sangat menyayangkan Kaizer yang baru bergabung di saat pesta akan segera usai. Beberapa orang ingin menyapa Kaizer namun pria itu begitu di takuti hingga mereka segan menyapa. Kaizer mengepalkan tangannya ketika tidak menemukan Athena disana dan hanya menemukan Gavin yang sendirian menikmati indahnya langit.


"Apa dia benar-benar marah?" batin Kaizer.


"Yang Mulia, apakah anda baik-baik saja?" tanya Eliza Mareit- Putri mahkota dari klan vampir.


"Ya," jawab Kaizer kemudian pergi meninggalkan Eliza yang hanya diam di posisinya.


" Bagaimana? Apa dia mengatakkan sesuatu putri?" tanya Ignore- sahabat Eliza.


Eliza menggeleng, " Tidak,"


" Jangan bersedih, lebuh baik kita nikmati sisa pesta ini," kata Ignore seraya menarik Eliza menjauh dari sana.


"Kaizer sangat tampan," batin Eliza dengan senyum tipis serta rona di kedua pipinya.


Kaizer menghilang seperti kabut hitam, ia meninggalkan pesta dan pergi menuju Hutan Urto. Ia belum menemukan tanda-tanda keberadaan Iryu, tapi ia justru menemukan makhluk yang ia ketahui adalah Cyberus tergeletak dengan tubuh yang sudah tidak utuh, beberapa gagak hitam pemakan daging hinggap di tubuh Cyberus dan juga sosok pria yang ia kenal. Lois, ia pikir orang tua ini telah mati.


"Sepertinya dua tahun lalu Charlotte menyelamatkanmu, tapi sayangnya kematian terus mengintaimu," ujar Kaizer kemudian pergi dari sana.


"Eh," Kaizer menghentikkan langkahnya ketika mencium bau darah yang begitu harum, aneh.


Kaizer kembali memutar tubuhnya kemudian ia terkejut bukan main ketika melihat kalung berliontin milik Athena serta bercak darah memenuhi beberapa permukaan tanah disana.


"Sial! Dia semakin dalam bahaya!" geram Kaizer kemudian bergerak mengambil kalung Athena dan berlari begitu cepat.


Sedangkan Athena dibawa terbang oleh Iryu, menuju rumahnya. Sudah sangat larut malam, jadi Athena tidak perlu khawatir seseorang melihatnya dalam kondisi seperti ini.


"Iryu, mengecillah dan masuk," kata Athena kemudian Iryu mengecil dan ikut masuk kedalam rumah Athena.


Athena mengunci pintunya dan segera bergerak mencari peralatan medis untuk menyembuhkan lukannya.


"Apa kau yakin? Ini rumah Lady Athena? Tidak mungkin dia memiliki aroma darah seharum ini! Ini aroma darah manusia yang istimewa," seseorang berbisik dari luar rumah Athena. Sekumpulan vampir mengikuti aroma darah Athena hingga akhirnya berhenti tepat di depan rumah Athena.


Sedangkan di dalam sana, Athena tidak menyadari bahwa kalungnya terlepas, ia sibuk mengobati lukannya dengan susah payah.


KOAK!


Iryu berseru ketika sesuatu mendekat, namun. burung itu menjadi diam ketika melihat Kaizer yang justru hadir di sana. Athena mendongkak dan mendapati Kaizer didepan pintunya dengan napas terengah-engah. Pria itu kemudian melangkah mendekati Athena dan memasangkan kalung itu.


"Kau menjatuhkannya," kata Kaizer kemudian menyingkirkan tangan Athena yang berusaha menutupi luka.


"Bagaimana bisa manusia sepertimu mampu nertahan dengan luka seperti ini?" Kaizer meringis ketika melihat luka di perut Athena, namun tidak ada jawaban dari Athena.


Kaizer semakin khawatir, Athena tidak sadarkan diri. Kaizer merobek gaun Athena yang sudah berantakkan itu.


" Iryu, jemput Irena dan bawa dia kemari," Kata Kaizer.


KOAK!


Iryu berjalan dengan menghentakkan kakinya, ia kesal di usir oleh Kaizer. Padahal ia juga ingin melihat, Iryu adalah hewan jantan. Melihat Iryu berjalan seperti itu membuat Kaizer gemas sendiri, seperti boneka hewan yang lucu.


Kaizer menggendong Athena menaikki tangga, pria itu mencari kamar Athena.


"Apa, di betis juga?" Kaizer mengusap wajahnya kasar, kemudian menyentuh lembut luka pada betis Athena. Kaizer tidak pedulk dengan tubuh telanjang Athena yang hanya mengenakan pakaian dalam, pria itu justru fokus pada luka Athena.


"Rasanya kau dan aku seperti terikat satu sama lain, namun kau yang selalu menerima luka," kata Kaizer.


Kemudian pria itu berdiri mencari lap dan juga mengambil wadah untuk air, ia membasuh darah kering di sekitar luka Athena dan membersihkan tubuh Athena yang kotor. Sembari menunggu Irenia tiba. Irenia adalah penyihir penyembuh, dia adalah tabib kerajaan sekaligus tabib priabadi Kaizer. Kemampuan sihir penyembuh Irenia sangat baik.


"Yang Mulia, saya tiba!" Irena berteriak dalam rumah Athena, sebab Iryu hanya mengantarnya sampai pintu.


Kaizer keluar kemudian berdiri ditangga, "Kemari,"


Setelahnya Irena berada di kamar Athena. Gadis cantik dengan surai putih yang begitu indah terbaring dengan dua luka di tubuhnya.


"Siapa dia Yang Mulia?" tanya Irena sembari mendekati Athena.


Kaizer menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, " Dia temanku,"


Irena tersenyum sinis mendengar jawaban Kaizer, " Teman anda sungguh cantik, bolehkah aku memperkenalkannya pada George, dia meyukai tipe wanita seperti ini,"


Kaizer menatap intens Irena, " Bayar dengan nyawamu,"


Irena menahan tawanya, " Sepertinya dia kekasih anda,"


Kaizer mencebik kesal, kemudian berujar ketus, " Kau sudah tahukan, kalau begitu diam!"


Irena mengangguk dengan senyum simpul kemudian dengan perlahan ia mulai memperban luka Athena. Lukanya tidak cukup parah pada bagian betis, hanya saja bagian perut yang cukup serius.


"Dia tidak akan mampu bergerak selain di kasur, luka di perutnya cukup serius, apakah perlu saya menjaganya sampai benar-benar pulih Yang Mulia?" tanya Irena.


"Biar aku yang menjagannya sampai pulih, tapi kau harus tetap tinggal disini menemaninya,"


"Baik, Yang Mulia."


"Kau boleh kembali, besok baru kemari. Bawa Iryu kembali ke kerajaan bersamamu," kata Kaizer dan Irena mengangguk paham.


"Tunggu," kata Kaizer hingga menghentikkan langkah Irena.


"Ya, Yang Mulia?"


"Beritahu pada Dren, aku tidak akan kembali malam ini, jadi suruh dia untuk membunuh Charlotte. Aku ingin Dren membunuhnya dengan kejam," kata Kaizer dengan mata berkilat penuh amarah, Irena menelan salivannya kasar. Dren adalah kekasihnya.


"Apakah terjadi sesuatu Yang Mulia?" tanya Irena.


"Dia mengkhianatiku juga," kata Kaizer dengan kepala tertunduk.


Irena, Dren serta Kaizer bersahabat, jadi Irena tahu betapa sedihnya menjadi Kaizer.


"Kalau begitu saya akan ikut menyiksa Charlotte. Saya undur diri Yang Mulia," kata Irena.


Tidak lama setelah kepergian Irena, Kaizer menatap Athena yang mulai terlelap dengan napas teratur.


Kaizer tersenyum sarkas. Ia megejek dirinya sendiri ketika ia telah membunuh banyak vampir yang berniat memasuki rumah Athena.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun mendekatimu, termasuk Gavin." kata Kaizer dengan senyum lebar.


BERSAMBUNG...