Trapped in the Past

Trapped in the Past
EPISODE 42



...SELAMAT MEMBACA...


Sudah 10 tahun berlalu. Athena tumbuh menjadi gadis kecil menawan dengan keberanian yang diwariskan dari kedua orang tuanya. Namun, sifat Athena yang selalu hidup mewah tanpa mengalami sedikitpun penderitaan membuat kepribadiannya menjadi angkuh bahkan tidak peduli pada hal sekitarnya. Ia hanya peduli pada apa yang ia inginkan.


Athera serta Regaz, tentunya khawatir akan sikap putrinya ini. Sebab, kekuasaan ini akan dipegang Athena yang akan beranjak dewasa nanti. Mereka tidak ingin, Athena menjadi pemimpin yang arogant dan tidak peduli pada rakyatnya maka dari itu, mulai hari ini, Athera serta Regaz telah sepakat untuk mengasingkan putrinya untuk berbaur dengan para rakyat, merasakan penderitaan, tantangan, kebahagian dari hal yang sangat sederhana kemudian membuatnya mampu mengelola seluruh wilayah dengan benar setelah terjun langsung mengamati dunia di luar kerajaan.


Ruoxi, hanya diam sembari mengeratkan buku pada pelukkannya. Pria tampan dengan kulit eksotis ini benar-benar mengutuk dirinya untuk tidak menikah dan lebih memilih mempelajari segala sesuatu. Dan setelah 10 tahun berkutat dengan bacaan serta segala penelitiannya, akhirnya Ruoxi kembali diberi perintah oleh Raja secara langsung.


"Ruoxi, kau siap mendengarkan ini?" tanya Regaz dengan raut serius.


Athera, Regaz, Ruoxi serta Athena telah berada di ruang pribadi dengan menduduki sofa.


Ruoxi mengangguk sembari menelan salivanya kasar. Ia tidak tahu apa yang akan dikatakan oleh Regaz. Tapi pikirannya tengah menerka-nerka sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran yang diberikan olehnya pada Athena. Mungkin ia akan dimarahi karena telah mengajarkan sesuatu teori yang bukan diperkenankan untuk anak seusia Athena, itu pikir Ruoxi.


"Pergilah ke kota Redhell bersama Athena," kata Regaz.


Athena yang duduk di sofa tepat di samping Ruoxi langsung mendongkak dengan mata berbinar. Ia pernah membaca buku-buku milik Ruoxi dan menemukan informasi tentang Redhell. Kota Redhell begitu indah ketika Athena membaca kata-kata yang mendeskripsikkan keindahan kota Redhell. Sedangkan Ruoxi menatap Athera yang tampaknya begitu setuju dengan usul Regaz.


"Tapi, Kota Redhell bukan wilayah milik anda Yang Mulia, bagaimana jika ada yang mengetahui identitas Putri?" tanya Ruoxi.


"Dan itu juga cukup berbahaya," sambung Ruoxi.


"Itu tempat yang cocok untuk melatih seorang calon penguasa. Aku berharap kau bisa menjaga Athena dengan aman," kata Regaz hingga membuat Ruoxi bungkam.


Regaz tentu tidak perlu khawatir jika putrinya ia titipkan pada Ruoxi. Pria ini sangat pandai bertarung dan juga sejak Athena masih balita, Ruoxi begitu menyayangi Athena seperti anaknya sendiri jadi ia tidak perlu terlalu khawatir.


Kota Redhell merupakan kota besar yang menjadi perbatasan antara wilayah manusia dengan wilayah para makhluk immortal. Kota Redhel bisa dimasuki para makhluk immortal begitu pun manusia tapi para makhluk immortal tidak akan mampu melewati Kota Redhell untuk masuk kedunia manusia, jikapun bisa, maka makhluk itu sungguh luar biasa. Begitupun sebaliknya. Kota Redhel seperti kota perdamaian bagi para manusia dan makhluk immortal ketika bertemu, karena sebagian dari mereka bersikap baik walau terkadang ada beberapa makhluk immortal yang mencari masalah dengan manusia karena menganggap manusia adalah makhluk paling lemah yang tidak dikarunia kekuatan seperti mereka.


"Kalau begitu, kapan saya bisa melakukan tugas ini?" tanya Ruoxi.


Athera sebenarnya enggan melepaskan putrinya namun ini semua demi kebaikan dimasa yang akan datang begitupun untuk putrinya. Athera menarik napas kemudian mengembuskannya perlahan, "Besok."


Athena tersenyum tipis, mendengar pembicaraan ini. Gadis yang masih berumur 10 tahun ini memiliki sikap serta pemikiran yang tidak sesuai dengan anak pada awamnya. Tentu saja, semua bermula ketika ia terus mendengar percakapan dalam kerajaan yang menyangkut hal-hal di luar nalarnya sebagai anak-anak.


"Bagaimama sayang? Apa kau kecewa dengan keputusan kami?" tanya Athera pada Athena.


Athena menggeleng, " Aku senang, tunggu aku kembali dengan kemampuan sihir yang luar biasa."


Regaz serta Athera menautkan alisnya kemudian menatap Ruoxi dengan tatapan horor. Sedangkan yang ditatap hanya mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak pernah menceritakan tentang kota Relhell."


Athena turun dari sofa kemudian berjalan melewati kedua orang tuanya seraya melambai kecil.


"Aku istirahat dulu, sampai jumpa besok pagi, Ayah-Ibu."


Mereka yang memperhatikan kepergian Athena langsung mendengus tanpa sadar.


"Dia benar-benar harus ke sana," kata Regaz.


"Dia mewarisi sifat angkuhmu!" kata Athera.


Regaz berkacak pinggang dengan alis terpaut, tanda tak terima. " Jangan menyalahkanku! Kita membuatnya bersama-sama dan sifatnya itu diwarisi olehmu."


"Sebenarnya kalian sama-sama angkuh dan Athena gabungan dari sifat angkuh kalian berdua," komentar Ruoxi.


Athera mengepalkan kedua tangannya setelah membunyikan jari-jarinya. " Bisakah kau ulangi perkataanmu, Ruoxi?"


Ruoxi menggeleng kemudian menunduk takut. "Maaf Ratu."


...****...


Hari ini, Athena serta Ruoxi telah meninggalkan kerajaan. Mereka menempuh jarak yang cukup jauh untuk ke kota Redhell. Hanya menggunakan kuda sembari membawa barang-barang yang mereka perlukan.


Sedangkan di kerajaan, Regaz serta Athera diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Sayang," panggil Regaz dengan lembut.


Athera menoleh ke arah Regaz dengan tatapan bertanya, " Kenapa?"


Dengan wajah memelas, Regaz menyandarkan kepalanya pada pundak Athera. Mereka berdua tengah menyandar pada punggung kasur sejak kepergian Athena.


"Ternyata kepergian Athena membuat kerajaan jadi sepi, ya," kata Regaz.


"Benar."


"Jadi bagaimana kalau kita buat anak lagi," kata Regaz.


Athera tersenyum sinis, ia jadi ingat beberapa tahun lalu, di mana Regaz dengan bodohnya mengajak dirinya memiliki anak di saat hubungan mereka cukup buruk saat itu. Dan ia sangat ingat betul juga ketika kakinya menendang pusaka milik Regaz.


"Baiklah," jawab Athera dengan senyum lembut.


Regaz tersenyum lebar kemudian memeluk Athera dengan erat.


"Jadi kapan?" Regaz langsung melepaskan pelukannya pada Athera. Ia duduk dengan tubuh tegap sembari mengepalkan kedua tangannya, pertanda tidak sabar.


"Bagaimana kalau kita melakukannya ketika bulan merah, kudengar jika kita melakukannya di bulan merah, kita akan memperoleh putra yang memiliki kekuatan luar biasa," ujar Athera sembari menyentuh dagunya.


Regaz terkekeh kecil. " Ternyata kau percaya hal-hal seperti itu?"


Athera memanyunkan bibirnya. " Kau tanya kapan kan? Dan itu jawabanku."


Regaz mengangguk kemudian memeluk Athera agar istrinya tidak marah lama-lama, " Baiklah."


"Aku ingin memiliki putra yang begitu hebat dengan begitu ketika Athena kembali, ia akan melihat adik yang akan menjadi pelindungnya." Athera tersenyum sembari mengusap lembut puncak kepala Regaz.


" Sekarang kau terlihat seperti ibuku." Regaz menyingkirkan tangan Athera kemudian mencium punggung tangan istrinya.


...SEKIAN TERIMAKASIH....


...Sampai bertemu di season 2...


...Di Season 2 akan lebih banyak becerita tentang anak Athera serta Regaz....


...Silakan mampir ke cerita Saya yang lain, jika kalian berminat untuk menikmati dan membacanya ^^...