
**SELAMAT MEMBACA**
Suasana istana dalam kerajaan ternyata begitu damai, pemandangannya begitu indah. Athena menyetujui tawaran Kaizer, lagi pula siapa yang bisa ia percayai agar kembali dengan selamat saat kembali ke dunia manusia. Tapi, bagaimana bisa Kaizer tidak tahu portal dalam dunianya sendiri? Athena benar-benar tidak habis pikir padahal saat itu ia bisa ke kota Redhell. Athena menarik kursi didekat jendela besar kemudian memandang keluar. Wajah wanita itu bersemu tatkala jendela ini mengarah langsung ke para prajurit yang nampak gagah tengah berlatih pedang tanpa mengenakan baju, hanya mengenakan celana hitam latihan serta ikat kepala.
Eh?!
Athena terkejut ketika tangan besar menutupi matanya, namun ia mendengus ketika mengetahui aroma tubuh si pelaku.
"Senang melihat tubuh-tubuh gagah penuh keringat itu, Lady Athena?" Kaizer menjauhkan tangannya kemudian duduk pada pinggir jendela, ia duduk di hadapan Athena hingga wanita itu tidak bisa melihat keluar jendela.
Athena memalingkan wajahnya dengan bibir mengkerucut.
"Apa pedulimu?!"
"Tubuhku lebih indah, kau tinggal bilang saja jika ingin melihatnya, jangan melihat tubuh pria lain."
Athena melotot kemudian menatap Kaizer dengan kesal. " Kau membuatku mual, Kaizer."
Kaizer terkekeh kemudian ia menatap lekat wajah Athena. " Mau jadi kekasihku?"
"Tidak."
"Kau wanita pertama yang membuatku jatuh cinta, aku ini pria setia, kenapa selalu saja menolakku?" Kaizer mendengus.
Athena menaikkan sebelas alisnya. Kaizer yang sekaramg berdiri di hadapannya sangat berbanding terbalik dengan Kaizer yang dikenal publik.
"Dunia kita berbeda." Athena berdiri kemudian meninggalkan kursinya.
Sedangkan Kaizer langsung menarik Athena, memeluk wanita itu dari belakang sembari menyandarkan kepalanya pada pundak Athena.
" Berbeda tapi bisa berdampingan. Aku sungguh mencintaimu," kata Kaizer dengan lembut.
"Kau sadar tengah menyatakan cinta pada manusia Kaizer?"
Kaizer memutar tubuh Athena kemudian mengangkat dagu Athena dengan telunjuknya agar menatap wajahnya dengan benar.
"Aku sangat sadar, maka dari itu aku menyatakannya." kata Kaizer dengan sebelah tangan yang melingkar pada pinggul Athena.
Athena menatap nanar Kaizer, tidak ada keraguan dalam mata Kaizer.
"Kaizer, dunia kita saling bertentangan. Jika pun aku mencintaimu kita tidak akan terus bersama. Kau dan aku berada di dunia yang benar-benar berbeda." tatapan Athena turun kemudian tangannya menyentuh dada Kaizer dengan pelan.
"Lepaskan aku," kata Athena lirih.
Rahang Kaizer mengeras, Athena bisa mendengar gertakan gigi pria itu.
Kaizar mendekatkan wajah kemudian tangannya yang berada pada dagu Athena menelusup ke belakang leher.
"Aku mencintaimu dan selamanya aku tidak akan melepaskanmu, Athena."
Athena melebarkan matanya ketika Kaizer membawanya dalam sebuah ciuman. Pria itu mencium bibirnya dengan lembut, dan entah dorongan dari mana, Athena justru mengalungkan kedua tangannya pada leher Kaizer untuk membalas ciuman pria itu.
Di luar sana, Ilru berdiri di depan pintu kamar Athena. Ia melihat mendengar semua perkataan Kaizer, hatinya begitu hancur.
Dan Ilru juga tidak menyangka bahwa wanita yang Kaizer bawa adalah seorang manusia. Tentunya hal ini akan segera ia sampaikan pada orang yang telah ia ajak kerja sama.
Ilru mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Aku akan membuat Kaizer membencinya!" batin Ilru kemudian pergi. dari sana.
\*\*\*\*\*
Athena menangkup kedua pipinya yang memanas, sedangkan Kaizer selalu tersenyum tipis di dalam kamarnya mengingat Athena meresponnya, berarti wanita itu memiliki perasaan juga terhadapnya.
Athena kini keluar dari kamarnya dan berkeliling untuk menghilangkan kejadian tadi dalam benaknya. Namun, ia bertemu dengan wanita yang ia ketauhi bernama Ilru. Wanita itu tersenyum padanya namun Athena hanya menatapnya dengan datar.
"Kau baru saja bertemu Kaizer?" tanya Ilru dengan senyum manis.
Athena hanya mengangguk kemudian berjalan berbarengan dengan Ilru.
"Saat masih kecil, aku serta Kaizer selalu bermain bersama. Dia sangat menyayangiku dulu," tutur Ilru dengan tatapan lurus ke depan.
"Untuk apa cerita kepadaku?"
Ilru tersenyum miring mendengar respon Athena.
Athena menatap Ilru dengan tatapan sulit diartikan.
"Simpan saja ceritamu, aku tidsk tertarik mendengarnya." Kemudian Athena pergi meninggalkan Ilru yang begitu kesal melihat rekasi Athena.
"Dasar manusia lemah!" kata Ilru.
Athena menghentikan langkahnya ketika mendengar perkataan Ilru tadi. Mata wanita itu melebar lalu melangkah mendekati Ilru dengan raut wajah dingin.
"Apa maksudmu?"
"Kau manusia lemah yang bodoh," bisik Ilru dengan ekspresi sinis.
Athena sudah tebak bahwa wanita itu benar-benar aneh dan semuanya terbukti. Untung saja disini tidak terlalu ramai, para pelayan sibuk di dalam kerajaan hingga ruas yang kanan kiri di apit halaman bertaman tidak ada orang.
PLAK!
Satu tamparan mendarat mulus pada pipi kiri Ilru, wanita itu meringis kemudian melotot ke arah Athena.
"Kau gampang terpancing rupanya," kata Ilru kemudian pergi dari sana meninggalkan Athena yang masih belum puas menghajarnya.
Ilru berlari kemudian memasuki kamar Kaizer setelah meminta izin.
"Ada apa, Ilru?" tanya Kaizer ketika Ilru telah berdiri sembari menutupi pipi kirinya.
"Sebenarnya ada apa dengan kekasihmu, Kaizer?" Ilru terisak kemudian menurunkan tangannya.
Kaizer melebarkan matanya melihat pipi Ilru yang memerah, Kaizer mendekati Ilru dengan raut wajah penasaran.
"Apa yang terjadi pada pipimu?"
"Athena menamparku," adu Ilru.
"Jangan berbohong padaku." Kaizer menatap murka ke arah Ilru.
Ilru menggeleng kuat.
"Sungguh! Tadi aku bertanya padanya, tentang dunia manusia tapi dia menamparku."
"Untuk apa kau menanyakan hal itu?"
"Aku hanya menanyakannya karena aku tidak tahu mau memulai topik seperti apa padanya, dan yang terpikirkan olehku adalah itu," jelasnya.
"Aku akan menemui Athena." kemudian Kaizer keluar dari kamarnya diikuti Ilru.
Sedangkan Athena kini sudah malas berkeliling dan kembali ke kamarnya namun ketika ia kembali, Kaizer telah duduk di kursinya dengan raut datar serta Ilru yang berdiri di samping Kaizer
"Athena, apakah kau menampar Ilru?" tanya Kaizer.
Athena berseru kesal dalam hati, ternyata wanita itu langsung mengadu pada Kaizer dan pria itu langsung datang bertanya. Ternyata benar bahwa Kaizer lebih menyayangi wanita yang berstatus sebagai sahabat kecilnya itu.
Athena memasang wajah sedih kemudian menatap kaizer dengan kecewa hingga pria itu melembutkan tatapannya kemudian menghampiri Athena.
"Kenapa kau menamparnya?" tanya Kaizer dengan nada lunak.
"Kaizer, bisakah aku menjelaskannya hanya padamu, tolong suruh dia pergi dulu." pinta Athena.
Kaizer menghela napas kemudian mengangguk. Kaizer menyuruh Ilru meninggalknnya dulu setelah itu ia akan menemani Ilru mengobati lukannya.
"Jawab pertanyaanku."
Athena mengangguk. " Iya aku menamparnya."
Kaizer tidak habis pikir kemudian meraih kedua bahu Athena.
"Apa karena ia menanyakan tentang dunia manusia saja? Apa itu tidak berlebihan Athena?" tanya Kaizer.
"Dia mengatakan bahwa manusia adalah makhluk bodoh dan lemah. Aku... bagaimana bisa tidak marah, aku bahkan ingin menangis ketika kau lebih mempercayainya, ah! itu wajar karena kau jauh menyayanginya. Dia sahabat kecilmu, jadi kau tidak ak-"
"Hentikan!" bentak Kaizer, hingga Athema kini menatap Kaizer.
Kaizer memeluk Athena.
"Maaf, aku hampir salah paham padamu." Kaizer berujar lembut sedangkan Athena menyadari bahwa hari ini ia jatuh dari pertahanannya hingga tenggelam pada perlakuan Kaizer.
**BERSAMBUNG**...