
...SELAMAT MEMBACA...
Sejak kepulangannya dari rumah Regaz. Athera sering banyak melamun. Kini ia tengah berada di kamarnya sembari memeluk bantal yang berukuran lumayan besar.
Athera tengah membandingkan wajah Regaz di dunia modern dengan Regaz di zaman dulu. Mereka benar-benar mirip hanya saja bagi Athera, Regaz pada zaman dulu lebih tampan ketimbang Regaz yang di dunia modern. Athera sebenarnya telah mencintai Regaz hanya saja ia salah mendefiniskan rasa cintanya.
Athera menyentuh dagunya. Ia ingin memikirkan alur ceritanya dengan detail.
Foto Athera Krystalian terpajang di fotonya karena merupakan anggota keluarganya lalu kemana foto Regaz? Bukankah Regaz suami dari Athera Krystalian? Jika tidak ada disini maka foto Regaz berada di kediaman keluarga Esse. Jadi, keluargannya dengan keluarga Esse memiliki hubungan yang baik dan kuat jika dalam persaudaraan. Jadi keluarga kerajaan Gazianor adalah keluargannya di zaman modern ini sedangkan Virtucal Esse menjadi keluarga kerajaan tertinggi di zaman modern.
"Ternyata saling berkaitan." gumam Athera.
TOK!
"Athera, Mama ingin bicara." Hareta menyahut dari luar setelah mengetuk pintu kamar putrinya.
Athera terhenyak dari pikirannya kemudian berlari membukakan ibunya pintu kemudian menutupnya kembali setelah Hareta masuk dan duduk di kasurnya disusul Athera.
"Ada apa, Ma?" tanya Athera.
Hareta menyentuh punggung tangan Athera kemudian menatap putrinya. " Besok antar Mama ke pesta, ya."
Athera mengkerucutkan bibirnya. " Ma, kau tau' kan aku tidak suka ke pesta."
Hareta mengangguk. "Kali ini saja... Mama dan Ayah harus membawamu agar mereka bisa lihat bahwa kami memiliki putri secantik dirimu. Mereka semua membawa anaknya besok. Bagaimana perasaanmu ketika melihat orang tuamu sendirian yang tidak membawa anaknya."
Athera menatap ibunya kemudian dengan pasrah tersenyum sembari mengangguk, "Baiklah, Ma. Besok aku akan ikut."
Hareta memeluk putrinya, sebenarnya ia akan menghadiri pesta yang mana pesta itu adalah acara yang digelar keluarga Esse agar Regaz mudah memilih tunangan untuknya sendiri.
"Kalau begitu, hari ini kita akan ke mall milik ayahmu dan memborong beberapa barang di sana untuk ke pesta." Hareta langsung menarik Athera untuk segera bergegas mengganti pakaian. Eh, Tidak! Hareta harus menyuruh Athera mandi terlebih dulu. Ia tak tau apa yang ada di otak putrinya, pada jam 9 pagi begini belum mandi.
"Ma, ini masih terlalu pagi untuk mandi dan pergi ke mall," keluh Athera.
"Athera, kau harus menemani Mama!" tegas Hareta.
Athera mendengus, ia biasanya mandi sekitar jam 11 atau 12 siang jika tidak ada keperluan sama sekali. Dan sekarang ia terpaksa mandi hanya karena keperluan mendesak ibunya. Sungguh hari yang sial.
"Mama tunggu di bawah!" teriak Hareta ketika Athera telah masuk sepenuh di dalam kamar mandi.
...***...
...MALL ARIENZA CITY, Le Centre...
Sebuah Pusat perbelanjaan terbesar yang setiap hari selalu dikunjungi para konsumen kalangan atas. Mall Arienza adalah pusat perbelanjaan barang branded fashion. Ia terdiri dari enam lantai. Dan kini mereka kedatangan tamu terhormat yaitu Regaz O'pray Esse.
Seluruh mata menatap takjub dan memuja pada sosok tampan nyaris sempurna itu memasuki Mall Arienza.
"Di dunia lampau maupun masa depan, aku benar-benar cocok jadi orang kaya dan digilai wanita." Regaz memuji dirinya sendiri. Ia benar-benar menikmati dunia modern ini.
Ia mengabaikan tatapan para wanita kemudian berjalan mendekati gaun wanita di sana.
"Ada yang bisa kami bantu, Tuan Regaz?" Salah satu pengawai mendekati Regaz.
Regaz mengangguk sembari mengantungi kedua tangannya pada saku celanannya. "Perlihatkan aku salah satu gaun terbaik rancangan kalian."
Pegawai tersebut mengangguk kemudian mempersilakan Regaz mengikutinya.
Mereka sampai pada gaun tersebut, di dalam ruang kaca dengan manekin yang begitu cantik mengenakannya.
Regaz tersenyum, ia membayangkan seseorang memakai gaun itu kemudian tersenyum ke arahnya. Regaz melirik pengawal yang mengantarnya ke sini, ia memberi kode agar pegawai itu membungkusnya.
Regaz berkutat dengan hanphonenya sembari menunggu pengawalnya datang.
"Tuan," panggil pengawalnya.
Regaz mendongkak dan mendapati pengawalnya telah membawa barang belanjaannya, Regaz mengerutkan keningnnya, ia memikirkan beberapa barang lagi. "Kita akan mencari beberapa aksesoris seperti sepatu, tas dan perhiasan," ujar Regaz.
Pengawalnya hanya mengangguk. "Baik, Tuan."
Semua orang di sana kian terpesona dengan Regaz. Seorang pria dengan gentle membeli keperluan pesta untuk wanitanya tanpa perlu membawa wanitanya untuk mencoba, dia seperti telah hapal dengan ukuran tubuh wanita itu. Atau mungkin ini hadiah untuk mereka yang terpilih sebagai tunangannya? Entahlah, mereka tinggal menunggu hingga besok.
Setelah beberapa jam, Regaz kembali menuju mobilnya diikuti pengawalnya. Belanjaan pria itu sangat banyak.
"Tuan, Anda tidak masuk?" Supir Regaz bertanya karena Regaz hanya memasukkan barang bawaannya saja serta menyuruh pengawalnya masuk ke dalam mobil.
"Antar barang ini menuju kediaman keluarga Hares. Katakan bahwa ini untuk Athera Liontina," ujar Regaz pada supirnya.
Supirnya mengangguk dengan ragu, "Lalu anda?"
"Aku akan menunggu kalian di sini." ujar Regaz.
"Kenapa anda tidak ikut?"
...***...
Hari yang ditunggu Hareta telah tiba, ini masih pagi dan acara pestanya malam hari. Ia sangat senang kemarin sedangkan Athera kesal setengah mati karena ibunya yang telah memborong banyak pakaian kemudian pakaian yang telah ia borong justru disingkirkan ketika sebuah kiriman yang mungkin pesanannya atau pemberian orang lain datang ke rumah. Sedangkan Hareta kini tengah sibuk menceritakan hal kemarin kepada Hares.
Regaz mengirimkan keperluan pesta pada putrinya. Bagi Hareta ini adalah sebuah keberuntungan namun bagi Hares justru aneh. Setahu Hares, Regaz serta Athera belum pernah bertemu dan tiba-tiba pria itu mengirimkan Athera sebuah gaun dan barang pelengkap lainnya.
Sedangkan Athera kini lebih memilih memandangi gaun bewarna hitam yang begitu cantik di hadapannya, warna itu sangat pas di tubuh serta kulitnya.
"Sangat cantik." puji Athera.
Berbeda dengan yang Regaz lakukan saat ini.
Pria itu lebih memilih menatapi layar handphonennya sembari menemani Angela yang bercerita tentang Yudis sembari tidur dan menjadikan sebelah pahannya sebagai bantal. Regaz menjadi menganggap Angela yang manja sebagai adiknya sendiri.
"Yudis sangat tampan, bagaimana menurut kakak?" tanya Angela.
"Tidak. Aku lebih tampan darinya." jawab Regaz.
"Ck!" Angela mencebik kesal.
Kemudian Angela menatap kakaknya, Ia merebut handphone Regaz kemudian mengangkatnya tinggi-tinggi, Regaz sendiri hanya diam ketika Angela mengambil handphonenya. "Kak sebenarnya apa yang kau lih--"
Angela melebarkan matanya dengan mulut membentuk huruf 'o' .
"Athera? Kau benar-benar mengambil fotonya saat itu?"
Regaz mengangguk. Kemudian merebut kasar handphonenya. "Dia calon kakak iparmu."
"Lalu bagaimana dengan Anabela?" tanya Angela.
"Anabela?"
"Ya. Dia itu wanita yang sangat kau cintai, kau sering menceritakannya padaku, Kakak," ujar Angela.
"Oh," jawab Regaz kemudian bangkit meninggalkan Angela hingga gadis itu meraung kesal ketika kepalanya hampir saja lepas karena pergerakan tiba-tiba Regaz.
"Dia benar-benar bukan Kak Dav- Eh Regaz dulu. Em.. Tapi dia lebih baik padaku ketimbang dulu." ujar Angela, dia semakin menyayangi kakaknya ini.
...****...
Malam tiba dan kediaman keluarga Esse begitu ramai, kebanyakan mereka membawa putrinya, sebenarnya acara ini juga diperuntukkan untuk putra mereka agar mereka juga menemukan pasangannya namun, sepertinya mereka yang memiliki putra belum datang. Regaz mengadakan acara ini untuk memperkuat rasa persaudaraan dengan bertemu sapa di sini.
Regaz bergerak mencari seseorang di pesta ini namun, orang yang ia cari belum juga datang. Banyak sekali para wanita mendekatinya hanya untuk berbasa-basi. Acaranya telah dimulai sedari tadi dan Regaz memilih menjauhi keramaian pesta dan menyuruh keluarganya mengambil alih. Padahal mereka semua telah memperkenalkan putri mereka namun, Regaz belum memilih salah satu dari mereka.
"Regaz! Aku merindukanmu, sayang."
Regaz tertegun ketika seorang wanita dengan gaun begitu sexy memeluknya dengan erat bahkan dengan lancang mencium dagunya karena wanita itu tak sampai pada bibir Regaz. Semua orang di sana tertegun, oh benar, Regaz dan wanita itu memiliki hubungan yang baik, mungkin pria itu menunggu wanita yang tengah memeluknya.
"Siapa?" tanya Regaz sembari melepaskan pelukan wanita itu.
Wanita itu lupa kalau Regaz lupa ingatan karena baru mengalami mati suri. "Aku Anabela, kekasihmu."
Regaz mengingat kata-kata Angela namun, ia hanya menatap datar Anabela hingga akhirnya fokusnya terlaihkan ketika melihat Athera bersama kedua orang tuannya akan memasuki pesta. Regaz meninggalkan Anabela kemudian menghampiri Athera. Anabela benar-benar malu sekarang
Regaz membenarkan Tuxedo yang ia kenakan.
Athera menjadi pusat perhatian para orang tua dari keluarga bangsawan di sana, apalagi ketika Regaz tiba-tiba mencegah langkah Athera.
Regaz benar-benar terpukau dengan kecantikan Athera malam ini. Wanita itu benar-benar cantik dengan tampilan seperti ini. Tanpa persetujuan wanita di hadapannya, Regaz langsung meraih tangan Athera tanpa perduli dengan kehadiran Hares dan Hareta di samping putrinya.
Regaz menatap ayah serta ibunya. " Wanita pilihanku telah tiba, jadi kita mulai saja hiburannya," ujar Regaz.
Seluruh orang di sana melongo kemudian para putri bangsawan disana mendengus kesal dan kecewa karena bukan salah satu dari mereka yang terpilih.
Athera terlonjak kemudian melepaskan tangannya dari Regaz. "Aku? Tidak! Aku menolakmu!"
Athera tak menyangka bahwa ibunya berbohong padanya, ternyata pesta yang diadakan ini adalah pesta pemilihan tunangan untuk Regaz. Terlihat dari tulisan bersar yang terpajang di sana. Athera baru melihatnya.
Semua orang terkejut mendengar seruan Athera.
Regaz menarik Athera kemudian berujar lantang sembari menatap Athera dengan lekat, "Jangan salah paham. Dia menolakku karena dia lebih memilih langsung menjadi istriku."
Athera menggeram tertahan, sepertinya dia benar-benar Regaz dari zaman dulu. Ia benar-benar tertipu pada pertemuam awal. "Kau sialan!"
Rencana Regaz hampir sempurna walaupun ia gagal karena tidak bersabar. Ia menyembunyikan identitasnya pada pertemuan pertama agar Athera tidak pergi jauh sebelum acara yang ia laksanakan tiba. Dan akhirnya Regaz berhasil mengikat Athera dalam hidupnya lagi namun, ia gagal membuat Athera jatuh cinta padannya. Karena wanita itu justru semakin membencinya.
Regaz tersenyum miring lalu berbisik, " Kemana pun kau lari, kau tetap akan menjadi Permaisuriku, Athera Liontina."
...BERSAMBUNG.....