
**SELAMAT MEMBACA**
Athena pergi meninggalkan istana kemudian menemui Gavin, ia ingin menepati janji yang telah tertunda akibat ulah Kaizer. Gavin sangat senang, pria itu mengajaknya ke tempat tinggalnya hanya untuk menunjukkan pada Athena bahwa bunga Bleeding heart.
Athena tidak menyangka bahwa Gavin begitu pandai merawat bunga yang ia beri secara gratis saat itu. Bunga itu tumbuh begitu cantik. Athena tidak lama bersama Gavin sebab ia harus kembali lagi ke istana Kaizer. Namun, ketika sampai ia justru berhadapan dengan Ilru. Wanita itu jelas-jelas mencari masalah dengannya, padahal Athena tidak ingin terlibat dengan wanita yang merepotkan.
"Sebenarnya apa yang dilihat oleh Kaizer dari manusia sepertimu? Dan.. bagaimana bisa kau menyembunyikan aura manusiamu itu, apa Kaizer membantumu?" Ilru mendekati Athena.
Athena bersikap acuh dengan melewati Ilru, tapi wanita itu justru menahan tangan Athena dengan kuat.
"Apa maumu?" tanya Athena gusar.
"Jauhi Kaizer!" kata Ilru.
"Tidak mau," jawab Athena kemudian menghentakkan tangan Ilru.
"Heh? Manusia sepertimu tidak layak berada di dunia ini. Kau hanya menumpang hidup pada Kaizer," kata Ilru.
"Aku yakin kau memanfaatkan Kaizer agar kau bisa selamat dari dunia ini, dan meminta perlindungan kan?" sambung Ilru.
PLAK!
Satu tamparan mendarat pada pipi mulus Ilru. Sudah kedua kalinya ia ditampar oleh manusia.
Beberapa pelayan yang menyaksikan hal tersebut membesarkan kedua matanya. Setelahnya Athena pergi melewati Ilru tanpa rasa bersalah sedikit pun. Sedangkan, Ilru menggeram marah.
Ia mendekati pelayan-pelayan tersebut kemudian menatap mereka dengan begitu mengerikan.
"Dengar, jika kalian membocorkan hal ini, maka aku tidak akan mengampuni kalian!" kata Ilru kemudian meninggalkan mereka yang ketakutan.
\*\*\*\*\*
Kaizer mendatangi kamar Athena. Raut wajahnya begitu marah, sebelah tangannya mengenggam tangan Ilru lalu di belakang Kaizer ada seorang pelayan muda.
Kini, Athena hanya diam dengan raut wajah dingin ketika Kaizer menatapnya tajam.
"Minta maaf pada Ilru," kata Kaizer tajam.
Athena yang mendengar hal itu langsung mengangkat sebelah alisnya.
"Ada apa ini? Apalagi kesalahan yang aku perbuat?"
"Kau menamparnya lagi, tidak bisakah kau berbicara baik-baik tanpa main tangan?" tanya Kaizer.
Athena terkekeh melihat Kaizer saat ini.
"Dia yang memulainya!"
"Athena, aku mencintaimu tapi jika kau begini terus, aku bisa saja kasar padamu." Kaizer berbicara pelan.
"Apa maksudmu?"
Kaizer menyuruh pelayan itu maju menjelaskannya, seakan menunjukkan bukti.
"Nona Athena mengatai Nona Ilru tidak tahu bersikap jujur mungkin kedua orang tuannya tidak mengajarinya dengan benar, lalu setelahnya Nona Athena menampar Nona Ilru. Mereka seperti meributkan kejadian yang telah terjadi sebelumnya." jelas pelayan itu.
Athena terkekeh kembali. " Dibayar berapa kau untuk membuat kebohongan?" Athena bertanya pada pelayan tersebut.
Kaizer menarik napas dalam. Kedua orang tua Ilru telah meninggal, ia tidak punya orang tua sama sepertinya. Tentu saja kata-kata itu sangat kasar dan menyakiti hati.
"Minta maaflah, Athena." Kaizer menatap lekat Athena.
"Tidak! Aku tidak melakukan kesalahan apapun!"
"Apa kau tidak punya hati Athena? Kau seperti bukan dirimu."
"Kaulah yang tidak seperti dirimu!" balas Athena.
"Hentikan, kaizer. Tidak usah dipermasalahkan," cicit Ilru.
Kaizer menggeleng kemudian menarik Ilru mendekat ke Athena agar mendapat permintaan maaf.
"Apakah kau masih marah karena kejadian kemarin Athena? Tapi, tidak seharusnya kau melibatkan orang tua. Kedua orang tuanya telah meninggal, sama sepertiku." kata Kaizer.
"Tidak mau."
Kaizer menggeram tertahan kemudian megembuskan napas tertahan.
"Kalau begitu pergilah, sebelum aku marah padamu." kata Kaizer.
Athena tersenyum kemudian mendorong Kaizer agar ia bisa lewat.
"Kau terlalu emosi hanya karena ia membual mengikutkan orang tua, hingga tidak menyelidiki kebenarannya. Aku membencimu, Yang Mulia," kata Athena kemudian berlari meninggalkan kamarnya.
"Kaizer, maafkan! Ini semua salahku, seharusnya aku menyuruh pelayan ini membungkam mulutnya," sesal Ilru dengan air mata berlinang.
Kaizer menggeleng.
"Biarkan dia pergi. Dia harus belajar memaafkan." kata Kaizer kemudian pergi dari sana.
GROARR!
Athena menghentikan larinya ketika suara geraman hewan buas terdengar menggema dalam hutan. Ia menyipitkan matanyan ketika sepasang mata seakan menyaka di kegelapan, Athena mendekat, namun setelahnya ia memekik tertahan melihat seekor serigala bertubuh besar dengan bulu indah menatapnya. Mata itu... mirip dengan mata milik Rey.
"Athena, kenapa kau disini?"
Serigal itu berbicara!
Tak lama kemudian hewan itu merubah wujudnya menjadi seperti manusia dan mengulurkan tangannya pada Athena yang terduduk di tanah.
"Rey!" Athena langsung tersenyum lebar.
"Aku mencium aromamu kemudian mencarinya." Rey menatap lekat mata Athena kemudian sekujur tubuh wanita itu, kakinya terluka.
"Apa yang terjadi?"
"Rey, kau tahu jalan menuju kota Redhell?"
"Kenapa tiba-tiba?"
"Alu harus menemui seseorang disana, bisakah kau membawaku?"
"Tentu saja, tapi kenapa tidak bersama Yang Mulia?"
"Dia tidak tahu tempatnya."
Rey tertawa panjang, " Kau percaya? Tidak mungkin seorang raja tidak tahu jalan di wilayahnha sendiri."
Athena hanya diam.
"Aku sudah tidak peduli. Sekarang tolong antar aku kesana." Athena memohon.
Lalu kembali lagi ke istana..
Ilru tersenyum puas kemudian memberikan sekantung uang pada pelayan tersebut.
"Kau sudah boleh kembali," kata Ilru pada pelayan tersebut.
Pelayan tersebut mengangguk hormat kemudian meninggalkan ruangan Ilru.
Irena mengangkat sebelah alisnya ketika seorang pelayan keluar dari kamar dengan menyembunyikan kantung yang ia duga berisi uang.
"Hei, kemari sebentar." Irena memanggil pelayan tersebut.
"A--ada apa, Nona Irena?" tanya pelayan tersebut.
"Apa yang kau sembunyikan?" tanya Irena.
Pelayan itu menggeleng. " Saya tidak menyembunyikan apapun."
Irena semakin percaya bahwa ada sesuatu yang telah terjadi selama ia tidak ada di kerajaan. Irena menarik pelayan itu menjauh dari sana kemudian membawanya menghadap ke Kaizer.
"Ada apa lagi?" tanya Kaizer tanpa semangat.
Irena mengambil secara paksa kantung itu dari pakaian pelayan kemudian menunjukkannya pada Kaizer.
"Aku melihat dia kekuar dari kamar Ilru dan menyembunyikan sekantung uang yang banyak. Apakah ini tidak mencurigak-"
Irena menghentikan perkataanya ketika Kaizer tiba-tiba berdiri dan mencengkram kuat rahang pelayan tersebut.
"Apa kau sungguhan dibayar untuk membohongiku?!" mata Kaizer berkilat penuh amarah.
Pelaya itu menangis karena kesakitan serta ketakutan, ia mengangguk setelahnya.
Sedangkan Athena kini telah sampau di kota Redhell. Rasa bahagiannya membuncah! Jika ia telah dikota Redhell, maka ia tinggal masuk kedunianya.
"Kau mau kemana?" tanya Rey.
Athena memeluk Rey dengan erat kemudian berterima kasih tanpa henti.
"Rey, kau boleh kembali," kata Athena.
Rey menaikkan sebelah alisnya. Kota Redhell sudah seperti kota mati, lalu siala yang akan ditemui Athena.
"Tapi siapa orang yang akan kau temui?"
Athena tersenyum, " Keluargaku."
"Keluargamu?Dimana mereka?"
Athena menunjuk arah dimana wilayah manusia berada.
"Di dunia manusia."
**BERSAMBUNG**...