
...Selamat membaca...
Suasana taman tampak begitu bising padahal hanya dihadiri oleh keluarga kerajaan.
Setelah lima tahun berlalu sejak pernikahannya, akhirnya Kaizer serta Athena baru bisa berkunjung ke istana tempat Regaz serta Athera. Setelah menikah, Athena tinggal di dunia immortal.
"Yaampun, cucuku begitu tampan!" puji Regaz sambil memeluk erat anak lelaki berusia 4 tahun lebih itu.
Dari kejauhan, Athera, Ianos, Kaizer serta Athena hanya memandang datar Regaz yang berkata seperti itu.
"Padahal dia mengataiku jelek, jelas sekali putraku mewarisi ketampananku," celetuk Kaizer.
Regaz yang mengendong anak Kaizer langsung mendekat ke arah mereka lalu mengambil posisi duduk di samping Athera sambil memangku cucunya. Mereka seperti sedang piknik di taman kerajaan.
"Sepertinya, cucuku mewarisi ketampananku," kata Regaz sambil mengacak rambut cucunya.
Kaizer menunjukkan ekspresi kesalnya kemudian berujar, "Jelas-jelas aku ayahnya, bagaimana bisa dia mirip denganmu!"
"Aku ini kakeknya!"
"Hmph! Tidak mungkin Zeran mirip denganmu, lihatlah wajah tampannya yang imut, jelas-jelas itu mirip denganku dan Athena," timpal Kaizer.
Regaz memperhatikan wajah Kaizer dengan teliti kemudian menahan tawanya, Kaizer merasa terhina sedangkan Ianos memutar bola matanya malas. Jika mertua dan menantu ini bertemu, mereka tidak melakukan hal berguna selain bertengkar.
"Kembalikan anakku!" pinta Kaizer sambil mengulurkan tangannya
"Tidak, " tolak Regaz.
Zeran Antezar, nama anak Kaizer.
"Kembalikan!"
"A-ku mau sama kakek," kata Zeran.
Trak!
Mata Kaizer berkaca-kaca kemudian dia menyentuh dadanya dan menatap Athena yang merasa geli akan sikapnya.
"Sebenarnya yang bisa menggunakan sihir aku atau ayahmu? Apakah dia mencuci ingatan anak kita?" tanya Kaizer.
Athena memutar bola matanya dengan malas lalu berujar, "Hentikan kelakuanmu, Kaizer."
"Regaz tidak bisa sihir, tapi dia menggunakan pelet," celetuk Athera sambil menahan tawanya. Dia jadi teringat saat di dunia modern, banyak orang yang mencari dukun untuk mengirim pelet pada orang yang disukai.
"Pelet? Apa itu, Ibu?" tanya Kaizer.
"Kau tidak tahu? Dasar ketinggalan zaman!" ketus Regaz, padahal dia sendiri tidak tahu artinya.
"Aku tidak peduli!" kata Kaizer kemudian memalingkan wajahnya.
Kemudian Athera tampak berpikir kemudian menatap Kaizer dengan lekat.
"Kaizer, kau bisa melakukan teleportasi atau sejenisnya?" tanya Athera.
Kaizer mengangguk kemudian Athera mengulas senyum.
"Kau bisa membuat portal menuju dunia modern?"
"Dunia modern? Aku tidak tahu tempat itu."
"Bisa, asalkan Ibu ingat dunia seperti apa itu," kata Kaizer.
Athena menatap Regaz kemudian berujar, "Aku ingin memintamu membuat portal ke sana, kami ingin menemui seseorang," kata Athera.
"Baiklah, Ibu."
...*****...
Athena Krystalian menunjukkan senyum bahagianya saat melihat kehadiran Athera Liontina bersama Regaz yang pernah menyiksanya sebelum dia bertukar nasib.
"Bagaimana bisa kau ada di sini?" tanya Athera Krystalian.
"Keajaiban. Aku hanya sebentar kesini kemudian kembali lagi," kata Athera Liontina.
Jujur saja, sebenarnya Athera Krystalian masih sangat bersalah pada Athera Liontina tapi ia bahagia karena tahu bahwa dia berhasil menaklukkan Regaz yang kejam dan dingin.
"Aku ingin melihat ayah dan ibu," kata Athera Liontina.
Kemudian Athera Krystalian melempar pandang ke halaman rumahnya. Memperlihatkan seorang bocah berusia 5 tahun tengah bermain ditemani kedua orang tuanya.
"Aku kesini untuk membawa Regaz meminta maaf padamu, kau tahu, aku tidak akan tenang jika dia belum minta maaf padamu dan untungnya aku dapat kesempatan ini," kata Athera Liontina dengan senyum puas.
Regaz mengangkat sebelah alisnya, Athera tidak mengatakan hal ini sebelumnya.
"Kau pernah menyiksanya sebelum aku dan dia bertukar nasib," bisik Athera Liontina pada Suaminya.
Regaz tersenyum kaku kemudian membungkukkan tubuhnya.
"Aku sungguh minta maaf," kata Regaz.
"Aku sudah lama memaafkanmu, Yang Mulia. Dan juga kau sangat mirip dengan putra pertamaku," katanya, itu karena suaminya memang mirip dengan Regaz.
"Benarkah?" tanya Athera Liontina.
Athera Krystalian mengangguk.
"Sepertinya aku rasa cukup, aku harap kau bisa hidup dengan bahagia karena aku dan Regaz hidup bahagia di zaman itu," kata Athera Liontina kemudian portal itu kembali muncul untuk membawanya pergi bersama Regaz.
Mereka kembali sedangkan Athera Krystalian mematung dengan air mata yang luruh.
"Ibu, kau kenapa?" tanya Putra Athera Krystalian.
Athera krystalian menatap putranya lalu berkata, "Ibu sangat bahagia."
...SELESAI...
Terima kasih atas segala bentuk dukungan kalian di cerita saya!
Saya tahu cerita ini masih banyak kekurangan, tapi saya akan belajar lagi untuk menyuguhkan cerita yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Maaf, jika banyak kesalahan dan kekurangan di cerita ini terlebih saya terlalu lama memunculkan episode baru.
Saya harap kalian bisa memberi kesan di cerita ini agar saya bisa semangat menulis ke depannya!
...Jangan lupa mampir di karya baru saya jika kalian tertarik^^...
...Cerita yang gak kalah seru dari TRAPPED IN THE PAST! Semoga karya saya bisa menyenangkan dan menghibur kalian....