Trapped in the Past

Trapped in the Past
EPISODE 41



...SELAMAT MEMBACA...


Athera sedikit sedih. Ia akan pergi kembali ke zaman Regaz dan tentunya ia akan meninggalkan keluarganya lagi dan itu selama-lamanya. Tentu saja dia tidak ingin berpisah dengan ayah dan ibunya.


"Athera.." panggil Regaz.


Athera menoleh ke arah Regaz yang berbaring di kasur bersamannya, " Ya."


"Sebelum pergi, boleh aku melakukan satu hal?" Regaz meminta izin pada Athera.


"Apa?"


"Kau tau wanita yang mirip Gresha itu?" tanya Regaz dan diangguki oleh Athera.


"Beberapa hari lalu aku mengiriminya makanan, aku telah mengorek informasi kehidupannya. Dan dia hidup begitu menderita, bolehkah aku membantunya? Aku tau dia bukan Gresha, tapi setiap kali mengingat wajahnya, aku selalu teringat Gresha yang selalu menderita. Lagi pula rasa suka ku terhadap Gresha hanya sebagai seorang kakak," jelas Regaz. Dia berbicara dengan sangat hati-hati. Dia takut jika Athera akan cemburu dan kecewa setelah mendengar perkataanya.


Athera memeluk Regaz kemudian memejamkan matanya, " Lakukanlah."


"Kau tidak marah, kan?"


"Aku marah ketika kau mengatakan, mengiriminya makanan, aku cemburu! Tapi, kebaikanmu meluluhkan kemarahanku," kata Athera diselingi kekehan kecil.


Regaz tersenyum tipis kemudian mencium puncak kepala istrinya. Dia akan memberikan sebuah rumah dan menaikkan pangkat Grace kemudian dia akan mengantar Athera bertemu Hares serta Hareta, pertemuan terakhir sebelum mereka kembali ke zaman yang memang dunia mereka.


...               ***...


Pagi ini Athera pergi ke rumah orang tuanya. Cukup banyak yang mereka bicarakan dan lagi Regaz menemaninya. Lagi pula jika mereka nanti kembali ke zaman itu, Athera yakin Dave serta Athera Krystalian mampu mengisi ketidakhadirannya. Regaz sendiri telah menyuruh sekretarisnya menaikkan jabatan Grace kemudian memberikan gadis itu rumah yang cukup besar. 


Setelah cukup lama berbincang dengan kedua orang tuanya. Athera menarik Regaz menjauh dari kedua orang tuanya dengan alasan ingin melihat kamarnya yang sudah lama tidak dihuni olehnya. Namun, kenyataanya Athera membawa Regaz menuju kamar ayahnya.


Di ruangan tersembunyi, dimana cermin itu berada. Mereka masuk dengan Regaz yang masih diam mengikuti arah istrinya itu.


Athera telah masuk ke dalam ruangan tersebut. Ia berjongkok mendekati peti kayu berisi cermin tersebut.


"Kau sudah yakin akan kembali sekarang?" tanya Regaz


Athera mengangguk mantap, "Ya!"


Regaz mengulas senyum tipis kemudian ia memejamkan matanya seraya mengucapkan sebuah kalimat-kalimat yang Athera yakini adalah mantra pemanggil cermin.


Athera melebarkan matanya ketika puing-puing cermin tersebut terangkat sendiri di udara kemudian menyatu dengan bartahap. Benar-benar menakjubkan. Dan kini, cermin itu telah berdiri kokoh di hadapan mereka seperti sedia kala tanpa tanda kerusakan sama sekali.


"Kita akan membuka lembaran baru, setiap kita memasuki cermin dan berakhir di zamanku, mungkin akan ada kejutan, sebab kau telah menggunakan cermin sebanyak tiga kali," kata Regaz dengan senyum simpul.


Athera mengenggam tangan Regaz. " Apa maksudmu? Jangan membuatku takut!"


Regaz terkekeh, membuat Athera sedikit kesal dan melepaskan gengamannya. " Semuanya akan baik-baik saja. Semua masalah yang telah kita hadapi akan hilang seperti tidak terjadi apa-apa, hanya kita yang akan mengingat apa yang telah terjadi selama ini, jadi jangan terkejut apabila orang yang telah mati muncul lagi di hadapanmu," kata Regaz.


Athera mengerenyitkan dahi sebab benar-benar bingung akan ucapan Regaz. " Kau membuatku kebingungan."


"Mari, Permaisuriku," Regaz mengulurkan tangan pada Athera. Ia menyambut uluran tangan Regaz.


Regaz melangkah mendekati cermin dan sesaat setelahnya tubuh mereka masuk kedalam cermin. Tertelan begitu saja.


...****...


...BEBERAPA BULAN KEMUDIAN......


Athera kini duduk di sebuah sofa dengan para pelayan di sekelilingnya yang memperhatikan bayi dalam gendongannya. Tatapan mereka berbinar kala melihat putrinya yang baru saja lahir dan baru berusia satu bulan dalam gendongannya.


"Cantik sekali," puji para pelayan. Athera menanggapinya hanya dengan sebuah senyuman.


Krieet...


Pintu terbuka tanpa ketukan dan kata permisi. Membuat seluruh perhatian tertuju pada pintu kamar Athera. Di sana Regaz telah berdiri sembari memberi kode pada para pelayan untuk keluar dan meninggalkannya bersama Athera.


"Kami permisi, Yang Mulia," kata para pelayan dan Athera mengangguk.


Regaz menutup pintu kemudian mendekati istrinya. "Ayah kembali sayang~~"


Regaz mencium pipi putrinya kemudian mencium Athera lalu dia duduk di samping istrinya sembari mengamati anaknya.


Kehidupannya benar-benar berubah setelah memasuki cermin. Athera ingat ketika telah keluar dari cermin dan berada di zaman ini. Semuanya benar-benar berubah. Dave membuat kerajaan Regaz menjadi menjadi cukup kacau. Dave menceraikan seluruh  selir milik Regaz termasuk Gresha, ini cukup buruk sebab Regaz memiliki banyak selir untuk memperkuat kerajaanya sebab ia menikahi para selir dengan keluarga yang terpandang dan pandai di beberapa bidang. Kemudian ia juga justru membuat masalah kepada Alexus. Untuk itu Regaz sangat sibuk megurus segala kekacauan ini, bahkan ia pergi  ke kerajaan Alexus untuk berdamai dengan menjadi sekutu. Dan yang mengejutkan kembali, kedua orang tua Athera Krystalian hidup kembali. Athera sangat bahagia dengan kejutan itu. Setidaknya ia bisa mencoba menyayangi orang tua Athera Krystalian seperti kedua orang tuanya. Dan Retha kini telah bertunagan dengan Tier sedangkan Ruoxi masih melajang sebab sangat tergila-gila pengetahuannya akan masa depan. Oh ya, dan hanya Ruoxi yang tahu sejak awal akan perubahan sikap kedua pemimpinnya itu. Sejak pertama kali Athera menggunakan cermin hingga kembali lagi ke sini setelah Athera Krystalian dan Dave ke kerajaan ini.


"Dia akan menjadi Ratu yang tangguh, aku yakin pasti banyak Raja-Raja yang akan datang menaklukkan hatinya," kata Regaz sembari mencolek pipi putrinya.


Athera mendelik kearah Regaz kemudian menatap putrinya kembali, "Ck! Baru kembali dari tugas kerajaan setelah beberapa hari tapi tidak membawa oleh-oleh."


Regaz langsung menoleh ke arah Athera dan mendapati istrinya itu cemberut. "Aku membawa oleh-oleh," kata Regaz.


"Mana?"


Regaz berdiri kemudian mengajak Athera juga berdiri, ia menuntun istrinya mendekati sebuah jendela besar di kamarnya.


"Kau tahu, apa yang di bangun para pekerjaku di luar sana, selama beberapa hari?" tanya Regaz seraya menyibak gorden.


"Tidak, aku tidak memperhatikannya karena sibuk menjaga, Athena," kata Athera sembari tersenyum ke arah putrinya.


Regaz tersenyum kemudian mengelus rambut panjang Athera. Istrinya benar-benar tampak kelelahan.


"Aku pernah berjanji pada diriku sendiri dan aku baru saja memenuhinya. Lihat itu," kata Regaz sembari menatap lurus ke depan.


Athera melebarkan matanya, air mata luruh begitu saja melewati pipinya.


"Aku memperkerjakan para Pygmalion untuk membuatnya, ini oleh-olehku untukmu, Sayang," kata Regaz penuh kelembutan.


Athera bisa lihat, patung yang berkilau menjulang tinggi dengan paras yang menyerupainya berdiri kokoh di sana. Patung itu adalah patung dirinya.


"Kau.."


Athera tidak melanjutkan kata-katanya sebab Regaz langsung memeluk bahunya dengan sebelah tangan kemudian saling menatap lurus kedepan.


"Athena Flous Esse adalah bukti cinta kita yang pertama dan yang kedua adalah patung itu. Kau adalah wanita kesayanganku, Athera," kata Regaz penuh ketegasan.


"Kau melakukan semua ini untukku, tapi aku belum sama sekali melakukan hal yang besar untukmu," kata Athera.


Regaz tersenyum tipis. "Dengan kau di sisiku kemudian betaruh nyawa untuk melahirkan anak kita, itu tidak bisa disandingkan dengan apa yang kulakukan. Semua yang kulakukan tidak ada apa-apanya dengan apa yang kau lakukan selama ini untukku."


"Kau suami yang sangat romantis, Yang Mulia," puji Athera kemudian menyandarkan kepalanya pada dada bidang Regaz.


...BERSAMBUNG......