
Informasi: Nama negara, kota, tempat serta nama keluarga bangsawan merupakan karangan Penulis.
...SELAMAT MEMBACA...
Cuntctis Prospere merupakan negara maju dengan ekonomi terbesar di dunia. Lalu lebih tepatnya di Le centre, ibukota dari negara Cuntctis Prospere. Di sebuah rumah layaknya istana. Tempat tinggal keluarga kerajaan ber-marga Esse.
Semua orang di dalam sana menunduk penuh duka Pakaian mereka serba putih ketika mengelilingi peti mati yang begitu indah dengan hiasan bunga mengurung sekeliling peti. Pewaris utama bangsawan ini telah meninggal dunia karena penyakit kanker.
DUK! DUK!
Semua orang terkejut kala tutup peti menimbulkan suara, kemudian mereka semua mendekati peti. Dalam sekejap tangis mereka sirna menjadi sebuah ketegangan. Apakah mungkin ini pertanda buruk? Perlahan salah satu anggota keluarga mencoba membuka peti, tapi tiba-tiba lari dan menyembunyikan diri pada kerumunan orang yang telah menjauhi peti karena tutup peti hancur seperti ditendang dari dalam.
"Mati suri, 'kah?" terka mereka bersamaan.
Kemudian setelah itu, pria yang telah bertelanjang dada dengan kain putih menutupi bagian ************ ke bawah miliknya terbangun dari sana. Begitu tampan, sangat tampan apalagi kini tubuhnya yang nyaris sempurna menjadi tontonan.
"Siapa kalian?" ujarnya dengan eskpresi datar.
Semua kelurga Esse terdiam. Mereka saling tatap kemudian berbisik. Itu sangat berisik hingga telinga si pria yang baru saja bangun dari matinya berdecak sebal.
"Sepertinya akibat mati suri, ia melupakan kita," bisik seseorang.
"Yang terpenting Dave kita telah hidup kembali!" sorak anggota keluarga lainnya.
Mereka tersenyum, menatap pria yang tak lain adalah Dave Wanner Esse yang baru saja dianggap mati suri. Mereka hendak berhambur memeluk Dave namun, tatapan mengintimidasi itu mencegah mereka dari jarak jauh.
"Berhenti di sana, apa kalian mencoba memperkosaku secara ramai-ramai?" tuduhnya.
Semua keluarga Esse terdiam. Dave merupakan pria murah senyum yang amat ramah. Apa mungkin karena baru saja mati suri, kepribadiannya berubah?
"Dave, kami keluargamu." Angela—adik kedua pria itu bersuara diselingi tawa tertahan.
Pria itu bangkit kemudian membenarkan kain putih itu pada selangkannya, mengikat kain itu di pinggang layaknya handuk kemudian beranjak keluar dari dalam peti.
"Namaku bukan lagi Dave. Sekarang panggil aku Regazio O'pray Esse. Apakah ini dunia modern?" tanyannya, ia bertanya dengan setenang mungkin .
Mereka semua tak tahu apa yang terjadi pada Dave, tapi untuk saat ini mereka hanya bisa mengangguk, kemudian memberi pengertian pada Dave yang mengganti namanya menjadi Regazio O'pray Esse.
Regaz terdiam, ia mengamati satu persatu orang di sana. Ia masuk ke dalam cermin bersama Athera dan kini wanita itu tidak ada di sini bersamanya. Jadi cermin itu telah mengembalikan Athera. Regaz tahu. jika cermin digunakan tanpa sengaja dengan pihak pertama maka, pihak kedua akan bertukar secara otomatis tanpa perlu cermin.
"Apakah tidak ada orang bernama Athera di sini?" tanya Regaz.
Mereka saling pandang kemudian salah satu dari mereka kembali berbisik pada yang lain, "Kita harus memperbaiki kondisi Dav—maksudku Regaz. Dia harus kita suruh berpakaian dulu kemudian kita harus memperkenalkan diri sembari menjelaskan dari awal tentang bangsawan Esse."
Mereka semua mengangguk. "Oke!"
Kemudian semua mata menatap horor ke arah Regaz, sesaat kemudian para lelaki di sana menarik Regaz dan membawamya ke sebuah ruangan.
...***...
Athera Liontina mengerjapkan mata berkali-kali ketika dirinya kini telah duduk di sofa yang berhadapan dengan sebuah televisi. Pakaian yang ia gunakan adalah dress hitam selutut tanpa lengan yang sangat kontras dengan kulitnya. Mungkin ini pakaian yang dipakai Athera Krystalian sebelumnya. Ia terdiam sejenak kemudian terlonjak dan melompat kegirangan.
"Aku pulang?!" Athera berteriak sembari berlari keluar dari kamarnya.
"Ayah! Ibu! Aku kembali!" seru Athera sembari menuruni tangga dengan terburu-buru.
Kedua orang tua Athera yang berada di bawah, di mana ruang tamu berada, mendongkak menatap Athera.
"Aku merindukan kalian!" Athera berhambur memeluk kedua orang tuanya, para pelayan yang tengah berjalan melewati ruang tamu hanya menaikkan alisnya, tidak seperti biasanya.
Athera telah melepaskan pelukannya, ia menangis sembari menatap kedua orang tuanya. " Apa yang terjadi, Sayang?" tanya Ibu Athera.
Athera menggeleng kemudian menyeka air matanya. " Tidak ada apa-apa."
Athera kemudian berdiri dan merentangkan kedua tangannya. "Aku ingin berjalan-jalan, hari ini aku ingin menikmati perkotaan!"
Setelahnya Athera meninggalkan kedua orang tuanya yang masih kebingungan, putrinya itu sangat aneh. Sudah enam bulan terakhir ini, sikap putrinya begitu sopan dan lemah lembut hingga Azen dari keluarga bangsawan Mariefond yang dulu tak pernah memperhatikan Athera kini menjadi sedikit baik. Lalu, sekarang putrinya kembali menjadi seperti dulu setelah 6 bulan terakhir ini.
Athera dengan gembira ingin mengganti pakaiannya namun ia memilih berkeliling di dalam rumah besarnya ini, sudah cukup lama ia ada pada zaman kuno. Athera tersenyum, ia beruntung bisa melihat zaman yang tak akan pernah ia jumpai lagi. Athera berjalan pada lorong yang mana setiap dindingnya terdapat foto serta lukisan besar yang merupakan keluarga kerajaan terdahulu. Athera sedari tadi melangkah tanpa melunturkan senyumnya. Namun, kali ini senyumannya hilang ketika telah berdiri di depan sebuah lukisan seorang wanita yang memakai mahkota dan duduk di singgasana, di bawahnya juga tertulis sesuatu.
Athera mendekati lukisan tersebut, jemari indahnya menempel pada tulisan dalam bingkai lukisan tersebut. "Athera Krystalian, Ratu kerajaan Virtucal Esse sekaligus Putri mahkota Kerajaan Garazelon. Wanita tangguh dengan keanggunan yang tak tertandingi."
Athera melebarkan matanya, gadis itu membungkam mulutnya dengan kedua tangan. Jika Athera perhatikan dari seluruh deretan foto serta lukisan ini. Maka, Athera Krystalian adalah nenek moyangnya. Jadi ia bertukar nasib dengan nenek moyangnya sendiri atau mungkin ia yang bereinkarnasi?
Tidak!
Athera menggeleng kuat, di kehidupan sebenarnya, Athera Krystalian bahkan tak tangguh dan sering kali ditindas, apakah karena penukar nasib ini? Ia tanpa sengaja mengubah sejarah nenek moyangnya menjadi lebih baik?
"Sebenarnya dia nenek moyangku atau aku yang bereinkarnasi?"
Athera menatap lama lukisan Athera krystalian yang memiliki wajah hampir mirip dengannya.
Athera yang masih tak percaya segera berlari meninggalkan lorong, ia menuju perpustakaan besar di dalam rumah besar seperti istana ini. Ia berlari tanpa memperdulikan orang-orang yang melihatnya. Namun, Athera tidak tahu apa yang membuatnya justru memasuki kamar ayahnya kemudian membuka ruangan di mana cermin itu berada.
Athera kembali bertemu cermin itu namun, kali ini setelah mendekat, ia tak melihat Athera Krystalian. Kendali pada tubuh Athera menghilang. Ia benar-benar seperti dituntun paksa hingga sampai di depan cermin.
cermin itu berputar seperti gelombang kemudian Athera diperlihatkan sebuah tulisan bewarna emas yang terukir secara tiba-tiba di sana.
Regaz O'pray Esse, membalaskan dendam pada kerajaan Gazianor karena perseteruan masa lalu. Ia membantai seluruh rakyat serta keluarga kerajaan Gazianor. Setelahnya Regaz menjadikan keluarga kerajaan serta rakyat Gazianor sebagai budak di wilayah Virtucal Esse. Kemudian Regaz yang tak kunjung puas kini menikahi putri kerajaan Gazianor yang memiliki keanggunan luar biasa. ia menikahinya dan menjadikannya sebagai permaisuri hanya untuk bahan hinaan. Ia menyiksa putri itu. Semua berlalu dengan kondisi seperti ini. Athera Krystalian; Putri mahkota kerajaan Garazelon yang kini menjadi permaisuri di kerajaan Virtucal Esse telah membuat Regaz Si Raja Pembunuh tanpa belas kasih itu jatuh cinta dengan kelemah lembutan yang ia miliki. Namun... Kisah cinta mereka berakhir tragis ketika salah satu selir membunuh Athera karena iri dan merasa terancam. Semasa hidupnya pula, Athera selalu ditindas dan dipermalukan oleh para bangsawan. Bahkan para selir sering kali menyiksanya. Lal..
BRAK!
Athera mundur beberapa langkah setelah ia mendorong cermin itu, padahal saat itu masih ada beberapa kalimat yang belum terselesaikan.
Athera masih tak percaya bahwa hal luar biasa aneh ini terjadi padanya.
"Jadi, kisahku dan Regaz telah berakhir dan kini di mulai kembali di masa depan, saat ini? Tidak! Regaz tidak ada. Dan ini telah berakhir!" Athera bergumam tak percaya. Ia mencoba menyemangati dirinya.
Athera menjadi was-was. Jika itu benar, apakah kisah yang dulu telah berakhir mengerikan. Akan sama seperti saat ini nanti?
"Jika ini mimpi, tolong bangunkan aku."
...BERSAMBUNG......