
...SELAMAT MEMBACA...
Para penghuni istana di dunia immortal telah menyadari bahwa Raja mereka tidak ada di dunia immortal. Sehari setelah Kaizer di dunia manusia, para penghuni kerajaan telah mengetahui bahwa Kaizer tidak ada sehingga mereka mengutus banyak orang untuk menemukan Kaizer namun, ternyata hasilnya tidak ada dan yang paling mengejutkan, Dren kelepasan bicara dan mengatakan Kaizer ada di dunia manusia.
Saat ini, mereka telah menyiapkan seluruh pasukan untuk pergi ke dunia manusia setelah segel benar-benar melemah. Mereka akan menghancurkannya langsung dan menyerang dunia para manusia tanpa perintah dari seorang Raja. Sedangkan Kaizer sendiri tengah sibuk berkeliling di istana serta luar kerajaan manusia.
Seperti hari ini, ia memilih menebar pesona dan mencari muka di depan calon rakyatnya nanti. Di datang ke perkotaan secara diam-diam hanya untuk menunjukkan dirinya.
"Paman, apakah kau yakin ingin menunjukkan dirimu?" tanya Ianos dengan ragu ketika Kaizer malah mengangguk dengan cepat.
Ianos mendengus kemudian berujar dengan malas, " Jika kau diserang oleh manusia, aku tidak akan peduli."
"Tenang saja, aku ini sangat mampu mencuri perhatian dan kasih sayang," gurau Kaizer
Kaizer keluar bersama Ianos dengan menggunakan jubah kebesaran yang bertopi. Kemudian setelah sadar berada di tengah keramaian, Kaizer langsung membuka jubahnya sehingga seluruh orang yan berlalu lalang terhenti dan memperhatikan pria yang sangat tampan di tengah-tengah keramaian.
"Yaampun, tampan sekali," puji para wanita.
Kaizer tersenyum angkuh sembari mengangkat sebelah alisnya di hadapan Ianos yang mengkerucutkan bibirnya.
"Hanya modal wajah tampan," batin Ianos.
Tindakan ini semata-mata bukan hanya sekedar hiburan bagi Kaizer akan tetapi, ia ingin membuat para manusia memiliki cara pandang yang positif terhadap kaumnya. Sebab dari awal Kaizer tidak menginginkan perseteruan terhadap manusia. Terlebih lagi dia menyukai wanita dari dunia manusia.
"Aku makhluk dunia immortal," jawab Kaizer.
"Apa yang kau lakukakan?!" Ianos terkejut.
Namun, sepertinya reaksi Ianos cukup berbanding terbalik dengan para manusia di sekitar mereka. Semuanya diam dengan tatapan datar sekali.
"Apa yang dia katakan?"
"Makhluk immortal? Apa itu?"
"Apa dia sedang melakukan opera kecil-kecilan?"
"Immortal? Aku pikir itu hanya cerita anak-anak."
Sudut bibir Kaizer berkedut tatkala melihat reaksi para manusia. Kemudian Kaizer menunduk dan berbisik pada Ianos.
"Ada apa ini?"
"Ah, sepertinya tidak semua manusia mengetahui tentang dunia immortal," jawab Ianos.
Baru saja Kaizer ingin berbicara pada Ianos, segerombolan anak-anak menghampiri Kaizer kemudian menarik-narik jarinya dengan gerakan pelan.
"Apa itu dunia immortal, paman?" tanya anak-anak tersebut.
Kaizer tertegun kemudian ia tersenyum miring.
"Saatnya memperkenalkan diri," tutur Kaizer kemudian tangannya bergerak di udara dan menjentikkan jari.
Wush...
Sesat setelah itu sesuati yang menarik terjadi di perkotaan sehingga menyita banyak perhatian. Dan di lain sisi, tepatnya di istana temoat Athena berada.
"Kaizer, apa yang dipikirkannya sehingga pergi keluar istana?!" raung Athena saat tidak menemukan Kaizer maupun Ianos di seluruh istana.
Kemudian ia mendengar dari salah satu penghuni istana bahwa ia melihat Kaizer serta Ianos mengendap-endap keluar dari istana dengan jubah kebesaran.
"Anda mau kemana?" tanya kepala pelayan.
"Tentu saja melihat kekacauan apa yang akan ditimbulkan Kaizer! Ini pasti akan membuat banyak manusia makin salah paham terhadap dunia immortal," tutur Athena.
"Saya akan menemani, anda."
"Tidak perlu, aku bisa sendiri!"
****
Kaizer tersenyum ketika para anak-anak manusia tersebut bermain dengan beberapa peri kecil yang ia panggil menggunakan mantranya. Peri-peri tersebut menabur bunga serta menebar cahaya yang indah dan bewarna-warni membuat perkotaan menjadi sangat indah. Hal ini sungguh mengejutkan bahkan beberapa orang yang mengetahui tentang dunia immortal dan menanggapinya buruk langsung beralih tanggapan. Kaizer memperkenalkan dirinya dengan sopan bahkan tindakannya justru menciptakan kegembiraan. Tidak ada, keributan sama sekali.
"Kaizer?"
Kaizer sontak menoleh ketika suara yang ia kenal menyapa pendengarannya. Kaizer menautkan alis melihat wanita di hadapannya yang memandang dengan takjub.
"Ada apa?" tanya Kaizer.
"Aku tidak sangka kau bisa membuat mereka segembira ini."
Kaizer tersenyum simpul kemudian bersedekap dada. "Ternyata manusia ini mencoba menggodaku dengan pujian."
"Maaf, Nona. Tapi aku sudah memiliki kekasih," jawab Kaizer.
Wanita di hadapan Kaizer itu mencebik kesal kemudian tangannya bergerak ke atas kepala dan mencabut rambut palsu bewarna hitamnya sehingga rambut putih tergerai begitu saja.
"Kekasihku?!" pekik Kaizer.
"Kau ini benar-benar menggelikan?!" kesal wanita itu yang tak lain ada Athena.
"Kau datang karena mengkhawatirkanku?" tanya Kaizer dengan ragu.
"Aku khawatir kau membuat masalah," jawab Athena kemudian menatap Ianos yang justru ikut bermain dengan peri-peri kecil tersebut. Ianos terlihat lebih normal seperti anak kecil pada umumnya, tidak serius seperti orang dewasa.
"Semuanya baik-baik saja," jawab Kaizer dengan senyum tipis. Athena terpalu pada senyuman Kaizer. Namun, hal itu tidak berlangsung lama sebab tiba-tiba permukaan tempat mereka berpijak mendadak bergerak sepertu terkena gempa. Kaizer sontak menarik Ianos dan memeluk tubuh Athena. Peri-peri Kaizer menghilang dan seluruh manusia panik.
"Apa yang terjadi? Apa ada gempa?" tanya Athena.
kaizer menggeleng, " Ada yang berusaha menghancurkan segel pada kota Redhel," jawab Kaizer sehingga Athena melebarkan matanya.
"Dari mana kau bisa tahu hal itu? Jangan asal menyimpulkan sesuatu?!"
Kaizer menggeleng kemudian menatap langit.
"Lihat itu," kata Kaizer.
Athena mengikuti arah pandang Kaizer kemudian ia tetkejut melihat griffin kesayangan Kaizer yang bernama Iryu ada di langit.
"Iryu? Bagaimana bisa dia bisa ada di sini?" tanya Athena.
"Kalian dalam bahaya karena kehadiranku," ujar Kaizer seadanya sebab saat ini ia bisa merasakan kekuatan para makhluk di bawak kepemimpinannya telah hampir selesai menghancurkan segel dan hal itu naru terasa sebab segel mulai hancur.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Athena.
Ianos masih tak paham apapun, ia lebih baik diam dan menatap takjub burung besar yang perlahan mengecil dan hinggap di pundak Kaizer, tepat di depan wajahnya, ia ingin menangkap burung itu dan memeluknya namun Kaizer menahan sebelah tangannya.
"Aku akan pergi mencegah mereka dan memperbaiki keadaan," jawab Kaizer.
"Aku ikut," jawab Athena dengan raut wajah tegas.
Kaizer tidak bisa mengajak Athena sebab bisa saja para rakyat yang tidak menyetujuinya menyerang Athema dan Kaizer tidak ingin hal itu terjadi. Lebih baik pergi sendiri dan membuat mereka tunduk terlebuh lagi para rakyat Athena jadi terlihat letakutan dan berlari menjauhi perkotaan sebab goncangan makin kencang dan kuat.
"Iryu, lindungi Athena serta adiknya, aku akan pergi menyusul mereka," ujar Kaizer pada Iryu sebelum akhirnya melepaskan Athena begitu saja dan berkelebat.
"Tidak! Kaizer!" teriak Athena.
Kemudian Athena melirik Iryu yan mulai membesarkan tubuhnya. Ianis sangat takjub bukan main apalagi ketika Athena menaiki burung itu bersama dirinya.
"Susul tuanmu. Ini perintahku Iryu! Jika kau menolak aku akan pergi sendiri!" tutur Athena. Namun, sebelum itu, ia harus membawa Ianos kembali ke istana.
"Aku tidak akan membiarkannya berjuang sendiri," gumam Athena.
...BERSAMBUNG......