
...SELAMAT MEMBACA...
Di dunia immortal banyak sekali hewan serta orang-orang aneh namun, perumahan serta kebiasaan mereka kebanyakan sama seperti manusia. Jika di perkotaan yang berada di dekat kerajaan, kita bisa melihat para penghuni dunia immortal sama persis seperti manusia yan berlalu lalang hanya untuk berjalan-jalan atau berbelanja. Kini, Athena tengah keluar dari toko bunga dan memilih berjalan-jalan menikmati perkotaan. Dia menjadi perhatian publik saat ini, beberapa pria terus menatapnya tanpa berkedip. Itu wajar sebab Athena sangat jarang keluar dari toko bunga hanya sekadar untuk berjalan-jalan di keramaian.
Athena tampak tidak peduli, dia terus melangkah bahkan sampai menyusuri beberapa lorong yang berupa gang-gang kecil di sana.
"Di perkotaan bahkan ada tempat yang terabaikan seperti ini," kata Athena.
Gang ini terlihat begitu kotor, di setiap permukaan dindingnya dipenuhi coretan dan juga tempelan yang aneh-aneh, jalan gangnya pun dipenuhi pasir dan juga sampah-sampah makanan. Banyak sekali belokan di depan sana.
"Dasar bodoh! Dengar ini, jika Kaizer mengetahui bahwa aku masih hidup, dia akan memburuku!"
Athena menghentikkan langkahnya, dia baru saja ingin mengambil jalan kiri ketika menemukan pertigaan namun, telingannya malah menangkap percakapan yang cukup berbahaya. Suara itu berujar pelan namun, penuh penekanan.
"Maaf, Tuan. Tapi Kaizer belum menyadarinya, kami hanya gagal membuatnya mati. Hewan kesayangannya selalu menyadari marabahaya yang mendekat."
"Berikan ini pada Putri Charlotte."
Athena menggerakkan kepalanya untuk mengintip benda apa yang diberikan oleh orang yang berbicara tadi. Athena membungkam mulutnya ketika orang bertudung aneh yang ditemui dua tahun lalu tengah berdiri di depan seorang menteri? Ya, seorang menteri kerajaan yang sering berkeliaran di kota untuk melihat kondisi di sini.
"Baik Tuan, tapi apakah ini tidak berbahaya bagi putri Charlotte?"
"Dia adalah sepupu Kaizer, pria itu tidak akan curiga pada Charlotte."
Athena benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini. Ternyata di belakang, ada orang yang berusaha membunuh Kaizer bahkan keluargannya sendiri. Athena segera pergi tanpa menimbulkan suara.
...***...
Ersya merenggangkan otot tubuhnya, ini sudah larut malam dan toko bunganya sudah ditutup satu jam yang lalu. Ersya melirik Athena yang justru sibuk mengelap beberapa kotoran di kaca jendela.
"Ersya."
Ersya langsung mendekati Athena ketika namanya dipanggil, " Ya madam?"
"Siapa Putri Charlotte?"
"Dia adalah sepupu dari Yang Mulia."
"Dimana Putri Charlotte tinggal?"
"Di kerajaan, bersama Yang Mulia."
Athena mengangguk paham. Seharusnya dia tidak peduli dan menanyakan ini. Tapi bagaimana bisa berdiam diri ketika tahu nyawa seseorang dalam bahaya, jika tidak membantu, itu sama saja ikut membantu si penjahat.
"Kapan pesta kerajaan di laksanakan?" tanya Athena.
"Besok malam, Madam."
"Ah, begitu," jawab Athena.
Athena kemudian tersenyum ke arah Ersya, " Kau boleh pulang, aku mungkin akan menginap di toko, banyak yang harus aku bersihkan."
Ersya langsung menggeleng kuat, " Kalau begitu biar saya bantu, Madam"
Athena menolak, " Aku pergi terus tadi pagi hingga membuatmu lelah di toko sendirian."
"Itu sudah tugas saya."
"Ini permintaanku, Ersya," kata Athena dengan raut wajah memelas.
Ersya mau tidak mau mengangguk lemah lalu mengambil tasnya, " Kalau begitu saya pamit, Madam."
"Hati-hati di jalan," kata Athena
Setelah kepergian Ersya, kini Athena terlihat bingung.
"Bagaimana aku masuk ke kerajaan? Tidak mungkin orang sepertiku menghadiri pesta itu, dan tentunya Kaizer akan mempermalukanku disana," gumam Athena seraya membayangkan wajah mengerikan Kaizer.
Athena menggeleng kuat, " Tidak! Lagi pula dia ingin membunuhku untuk apa aku menolongnya! Tapi sangat menyedihkan jika mati di tangan keluarga sendiri, dikhianati tanpa disadari. Dia akan menderita walaupun telah mati."
" Sejahat apapun dia, aku akan menolongnya." Athena mengepalkan tangannya dan mengangguk mantap. Selain itu dia harus memikirkan bagaimana datang ke pesta itu.
Athena menatap jam dinding kemudian langsung bergerak cepat membersihkan toko bunga, " Mungkin aku masih ada tenaga untuk mengunjungi Natalie."
...***...
...PEMAKAMAN PARA BANGSAWAN....
Dia sudah berdiri hampir dua jam di sana. Dia menatap dengan ekspresi sendu pada kedua gundukan di hadapannya. Itu adalah makam kedua orang tuannya. Kaizer adalah pria hangat, lemah lembut, pengertian, humoris bahkan ramah. Namun, sejak menjadi Raja, Kaizer menjadi sosok yang kasar, dingin, tidak percaya pada siapapun bahkan tidak akan segan membunuh. Bagi Kaizer, tidak ada yang bisa menyayanginya seperti kedua orang tuanya,dia menjadi sosok yang sulit didekati kecuali pada Iryu.
"Maaf, aku gagal melindungi kalian," kata itu terus terulang dari mulut Kaizer.
Setelah itu Kaizer mulai berbalik dan melangkah meninggalkan pemakaman. Padahal, dia selalu berharap bahwa ada seseorang yang menemaninya kemudian memeluknya erat, seraya berujar, " Jangan bersedih, aku selalu disisimu," Namun, itu hanya angan Kaizer, sebab tidak akan ada yang tulus mencintainya, mereka yang mendekati Kaizer hanya ingin keuntungan sebab dia seorang Raja.
"Kaizer."
Tubuh Kaizer menegang seketika, dia mengangkat kepalanya dan melihat seorang wanita memakai gaun hitam, sangat kontras dengan kulit putihnya tengah berdiri di hadapannya bersama sebuket bunga. Tapi, raut wajahnya begitu kelelahan.
"Sedang apa kau di sini?" tanya Kaizer kemudian mendekati wanita itu.
Wanita itu mundur beberapa langkah, mengambil jarak dari Kaizer yang terus mendekat.
"Aku ingin mengunjungi seseorang."
"Tengah malam begini? Kau pikir tidak berbahaya bagi wanita berjalan ke pemakaman seorang diri!" Suara Kaizer meninggi hingga wanita itu menatapnya dengan tatapan sulit terbaca.
"Seharusnya kau senang, bukankah kau mengharapkanku mati?"
Kaizer mengusap wajahnya kasar, dia lupa akan kejadian kemarin.
"Aku ingin mengatakan satu hal," kata Kaizer menggantung.
"Apa?"
Kaizer bingung mengatakannya, sejauh ini dia belum pernah semalu ini. Dia ingin mengucapkan rasa terima kasih serta permintaan maaf.
"A-aku tidak akan mengusikkmu sampai kau keluar dari dunia ini," kata Kaizer
"Kau serius?"
"Ya."
"Terima kasih, Yang Mulia."
"Dan sekarang kau harus memanggilku Kaizer saja, jika kita hanya berdua." Kaizer memalingkan wajahnya.
"Baiklah, Kaizer. Aku sangat berterima kasih, setidaknya masih ada harapan untukku agar bisa kembali ke duniaku." Kemudian wanita itu berjalan melewati Kaizer tanpa berbicara sepatah katapun, sedangkan Kaizer merasakan debaran kecil ketika mendengar wanita yang tak lain adalah Athena itu, mengatakan namanya tanpa embel-embel Yang Mulia.
Athena menahan senyumnya, ini sebuah takdir bahwa dipertemukan secara kebetulan dengan Kaizer serta keberuntungan di pemakaman. Tapi, kenapa Kaizer datang ke pemakaman. Athena kembali memutar tubuhnya dan melihat Kaizer hendak meninggalkan pemakaman. Athena tidak terlalu peduli, dia segera menghampiri makam Natalie kemudian meletakkan sebuket bunga Lily di depan batu nisan milik Natalie.
Athena tersenyum manis kemudian menunduk menghormati Natalie, " Terima kasih atas kebaikanmu selama ini." Setelahnya Athena pergi meninggalkan makam Natalie. Dia tidak pandai berkata-kata namun, melalui tindakan saja, Athena telah membuktikkan seberapa besar rasa terima kasihnya pada Natalie.
Athena rasa, dia akan bangun sangat siang hari ini. Tubuhnya sangat lelah setelah membersihkan toko lalu langsung pergi ke pemakaman milik Natalie. Sebenarnya bisa besok saja, tapi pemakaman bangsawan akan sangat ramai sampai malam. Natalie Narquez adalah bangsawan penyihir, dan tentunya bukan hanya Athena yang mengunjungi Natalie.
Athena keluar dari pemakaman, tapi betapa terkejutnya Athena melihat Kaizer berdiri di depan gerbang pemakaman dengan sebuah topeng hitam yang sangat keren. Sepertinya dia menggunakan topeng untuk menyembunyikan identitasnya. Bahkan berjalan di wilayah kekuasaan sendiri harus menyembunyikan diri.
"Kau masih di sini?"
Kaizer hanya diam kemudian melangkah duluan dengan langkah pelan.
Athena menaikkan sebelah alisnya, " Aneh," batinnya.
Athena masih berusaha bersikap acuh, tapi Kaizer berjalan ke arah rumahnya bukan menuju kerajaan.
"Sebenarnya kau mau kemana?" tanya Athena
Kaizer sedikit menoleh ke arah Athena, "Mengantarmu pulang,"
"Sebenarnya apa yang membuatmu sangat baik padaku? Jelas-jelas kau sangat kasar di awal pertemuan!"
Dengan langkah lebar, Kaizer mendekati Athena kemudian menarik Athena sampai menempel pada tubuhnya.
"Kenapa kau cerewet sekali, Athena?" Kaizer berujar penuh penekanan seraya menangkup wajah Athena dengan kedua tangannya yang besar.
Athena menahan napasnya, dia tidak takut jika Kaizer akan menghajarnya, dia hanya takut Kaizer melakukan hal yang tidak senonoh padanya.
"A-aku hanya bertanya," kata Athena hampir seperti cicitan. Berada di dekat Kaizer, membuat Athena menyadari satu hal. Hanya Kaizer yang mampu menghancurkan keberaniannya.
"Baiklah, dengarkan baik-baik jawabanku." Kaizer tersenyum lebar hingga memperlihatkan deretan gigi rapi putih serta bersih miliknya, dan di mata Athena, Kaizer sangat tampan ketika tersenyum seperti saat ini.
"Aku adalah pria yang kau selamatkan dua tahun lalu," jawab Kaizer hingga membuat Athena membeliakkan matanya.
...BERSAMBUNG.....