Trapped in the Past

Trapped in the Past
EPISODE 17



...HAPPY READING...


Athera bersungut-sungut setelah pergi dari kediaman Regaz. Ia memilih kembali ke paviliun miliknya akibat Regaz yang membuatnya terkejut dengan ajakan bodoh itu.


"Kakak!"


Athera menghentikan makiannya untuk Regaz ketika Retha berlari dengan wajah panik menghampirinya. Retha berusaha mengatur napasnya kemudian menatap netra Retha yang begitu sedih.


"Ada apa?" Athera mencoba membantu Retha dengan mengusap punggung gadis itu agar tetap tenang.


Perlahan Retha mendongkak. Air mata gadis itu mengalir begitu saja kemudian memeluk Athera begitu erat.


"Ay-ayah dan ibu meninggal!" Retha bersusah payah berujar kemudian tangisnya pecah.


Athera tidak merasakan guncangan kesedihan yang hebat. Athera hanya bersedih ketika melihat Retha menangis. Itu bukan orang tuanya tapi ia merasa sedih walaupun tidak seperti Retha. Tapi bagaimana bisa kedua orang tua Athera meninggal?


"Jasad ayah dan ibu baru saja dibawa ke istana virtucal esse." Retha berujar dengan tangis yang kian memilukan.


Athera melepaskan pelukan Retha kemudian mencengkram kedua bahu gadis itu. " Apakah benar itu jasad mereka?"


"Tier yang mengatakannya padaku. Aku ingin melihatnya! Aku tidak bisa ke sana jika tanpa kakak."


Athera bergerak cepat, ia menarik tangan Retha kemudian segera berlari menuju istana virtucal esse. Tempat yang juga merupakan kastil dimana Regaz tinggal.


Sedangkan Regaz mengacak rambutnya frustasi ketika Athera pergi begitu saja dari kamarnya. Ia jelas-jelas ditolak langsung dan ini pertama kalinya ia ditolak oleh seorang wanita. Regaz tidak habis pikir dengan jalan pikir Athera. Jika wanita itu hamil maka posisi bangsa gazianor akan berubah di mata bangsa virtucal esse.


"Yang Mulia, izinkan hamba masuk."


Regaz segera merapikan penampilannya walaupun kini wajahnya sedikit memerah akibat pukulan Athera.


"Masuklah," jawab Regaz dari dalam.


Pintu besar kamar Regaz terbuka kemudian Regaz berjalan masuk kesana. Tier mengatur napasnya kemudian menunduk hormat.


"Berita buruk, Yang Mulia," ujar Tier.


"Apa itu?"


Tier menarik napasnya dalam. Entah kenapa rasanya sakit ketika harus menyampaikan kabar ini, Tier mengingat kembali bagaimana Retha langsung histeris mendengar kabar ini.


"Kedua orang tua permaisuri, ditemukan meninggal."


Regaz membeliakkan matanya. Ia telah memberikan keamanan yang ketat pada penjara khusus budak untuk keluarga Athera. Regaz juga memperlakukan keluarga Athera dengan baik mulai dari makannnya serta pemeriksaan rutin kesehatan, jadi tidak mungkin kedua orang tua Athera meninggal karena kelaparan atau sakit. Apakah dibunuh? Atau ini hanya kabar angin?


"Dari mana kau dapat informasi ini?" tanya Regaz.


"Bagaimana? Apakah Athera tahu akan hal ini?" Regaz berujar cemas. Tier bisa lihat tatapan khawatir dan takut pada mata Regaz.


"Saya rasa sudah."


Regaz mencebik kesal. " Di mana jasad kedua orang tua Athera?"


"Ada di istana."


"Kita harus bergerak cepat, sembunyikan jasad kedua orang tua Athera. Untuk saat ini kita buat informasi ini adalah rekayasa. Jika Athera mengetahui ini dengan begitu saja, aku takut ia salah paham dan membenciku." Setelahnya Regaz pergi begitu saja meninggalkan Tier yang hanya bisa diam sejenak mencerna perkataan Regaz.


"Jadi itu yang anda takutkan?"


Lalu, Athera menerabas prajurit yang menjaga pintu utama Istana. Ia baru saja sampai kemudian prajurit yang mengenali Athera memberi jalan. Athera berlari dengan keringat yang membasahi pelipis hingga lehernya.


Wanita itu berhenti pada sebuah ruangan besar. Di dalam sana. Athera bisa melihat ada dua peti dalam ruangan itu. Ini sebuah ruangan besar yang biasanya dipakai seorang raja untuk melakukan perundingan dengan para menteri serta pejabat tinggi lainnya. Tapi di sini hanya ada beberapa prajurit yang menjaga peti itu. Kemudian mereka menjauh dari dekat peti ketika Athera melepaskan tangan Retha yang ia ajak berlari kemudian mendekati peti dengan langkah gontai. Tutup peti telah terbuka jadi Athera tidak perlu susah payah membukannya. Athera juga penasaran seperti apa rupa kedua orang tua Athera krystalian.


DEG!


Athera membungkam mulutnya dengan kedua tangannya, hazel indah milik Athera berkaca-kaca.


"B-ba-bagaimana bisa?!" Athera menjerit, sepasang matanya tertutup rapat lalu kedua tangannya terangkat untuk menutupi telinganya. Athera langsung bersimpuh di antara dua peti itu.


Retha berusaha mendekati kakaknya namun, Tier yang baru saja tiba langsung memeluk Retha. Ia tidak ingin melihat Retha seperti Athera. Sedangkan Regaz mematung dengan tatapan yang terarah pada Athera.


"Aku terlambat," batin Regaz


Athera terdiam setelah menjerit seperti itu. Ia tidak menyangka semua ini terjadi. Bagaimana bisa kedua orang tua Athera Krystalian memiliki wajah yang sangat mirip dengan kedua orang tuanya. Sebenarnya apa hubungannya ia dengan Athera Krystalian. Bagaimana bisa orang-orang yang ada di zamannya berpindah ke sini. Mulai dari Alexus yang memiliki wajah seperti Azen kemudian kedua orang tua Athera Krystalian yang mirip dengan kedua orang tuanya.


Athera bangkit kemudian tersenyum sinis, ia bahkan tidak bisa mencegah air mata terus keluar menuruni pipinya.


"Tidak! Mereka bukan orang tuaku, jadi untuk apa ak-aku sampai seperti ini? Orang tuaku masih hidup di zamanku. Mereka orang tua wanita itu jadi untuk apa ak- "


Athera tidak bisa melanjutkan kata-katanya, ketika kedua matanya kembali menatap isi peti.


"Kalian bukan orang tuaku! Ini hanya halusinasi!" Athera kembali menutup kedua telinganya sambil memejamkan mata dengan kepala terus bergerak ke kanan serta kiri, menolak kenyataan yang ia lihat. Retha memeluk Tier. Ia tidak sanggup menghadapi ini semua apalagi melihat Athera yang begitu terpukul.


Regaz melangkah mendekati Athera kemudian berujar lembut memanggil nama wanita itu, "Athera... "


Athera menghentikan tangisnya kemudian menoleh ke belakang dan mendapati Regaz berdiri tidak jauh darinya.


"Sebegitu dendamnya' kah, kau?" lirih Athera kemudian tubuh Athera limbung. Wanita itu pingsan bersamaan perkataannya yang ia selesaikan untuk Regaz.


...BERSAMBUNG.....