
...SELAMAT MEMBACA...
"Apa? Kau hamil!"
Regaz kini telah kembali ke rumah mereka. Kemudian Athera serta Regaz memilih berdiam diri di atas kasur sembari bercerita.
"Tapi... anak siapa itu?" tanya Regaz dengan alis terpaut
PLETAK!
AKH!
Regaz mengelus puncak kepalanya ketika tangan Athera mengepal dan menghajar kepalanya.
"Apa kita perlu bercerai, Regaz?" tanya Athera kesal.
Regaz tersenyum jenaka, niatnya ingin bercanda, tapi malah mendapat bencana.
"Bercerai kemudian menikah lagi, tidak masalah."
"Kau benar-benar menyebalkan!" ketus Athera.
Regaz terkekeh kemudian memeluk Athera begitu erat sedangkan yang dipeluk hanya diam seperti boneka. "Besok kita akan pergi ke rumahmu untuk menyampaikan kabar baik ini."
"Benarkah?!" Athera langsung menatap Regaz.
"Tentu saja, orang tua harus tahu."
"Kau benar-benar baik," puji Athera.
"Kalau begitu cium." Regaz memajukan bibirnya.
"Cium ini." Athera menunjuk perutnya.
"Tunggu buncit, supaya terkesan lebih romantis," ucap Regaz.
Athera mendecih kasar sembari memutar bola matanya malas, tapi ia tertegun ketika Regaz justru mencium perutnya.
"Sudah senang?" tanya Regaz ketika Athera membeku di posisinya.
Athera tersenyum puas kemudian mengangguk. Melihat istrinya telah tersenyum. Regaz kini menyuruh Athera tertidur. Pria itu akan tidur setelah istrinya terlelap terlebih dahulu.
Athera tidur menghadap Regaz. Ia menggunakan lengan besar milik suaminya sebagai bantalan. Sebelah tangan Regaz yang bebas bergerak menyisir rambut istrinya yang perlahan napasnya mulai teratur. Athera benar-benar cantik.
Regaz tersenyum tipis kemudian mendaratkan sebuah ciuman pada kening istrinya lalu ikut memejamkan matanya.
...***...
Regaz mengambil cuti dari seluruh pekerjaannya hari ini. Pagi-pagi pria itu telah mempersiapkan segala sesuatu untuk berkunjung ke rumah mertuannya. Mobilnya pun telah memasuki halaman rumah Athera.
Mereka akan melewati jalur yang sedikit berkelok sebelum menuju pintu utama. Jalan yang begitu dekat jadi mereka tak akan lelah jika berjalan sejenak.
Athera menaikkan sebelah alisnya ketika Regaz menggenggam erat sebelah tangannya dengan mata yang bergerak kian kemari, pria itu seperti ingin merampok sesuatu.
Regaz merasa semua di sekelilingnya bahaya. Regaz melewati beberapa bunga dan di sana ada tukang kebun yang menyemprot tanaman. Pria itu langsung menarik Athera dan memeluk istrinya kemudian mengangkat sedikit jas hitam yang ia kenakan sebagai pelindung.
"Kau hampir terkena air semprotan," jawab Regaz kemudian melirik tukang kebun dengan tajam.
"Jarak kita dengannya jauh, Regaz." Athera menatap datar suaminya. Pasalnya jarak mereka dan tukang kebun tidak terlalu dekat bahkan bisa dibilang cukup jauh.
Regaz menggeleng. " Maaf, aku takut kau terluka. Wanita yang hamil sangat sensitif akan segala sesuatu," ujar Regaz.
"Aku baik-baik saja. Kau terlalu berlebihan," sanggah Athera kemudian menajuhi Regaz dengan berjalan lebih dulu.
Regaz menghela napas pelan namun napasnya tercekat ketika tiba-tiba kucing datang melewatinya dan berjalan ke arah Athera. Regaz langsung berlari ke arah Athera kemudian menggendong tubuh istrinya. Athera kembali terkejut Regaz seperti ingin membunuhnya.
"Regaz." Athera mengucapkan nama suaminya penuh penekanan.
"Lihatlah kucing itu. Kau tahu bulu kucing berbahaya," papar Regaz lagi sambil membela diri.
Athera mengetatkan rahangnya, mencoba tidak memarahi suaminya. "Sudahlah. Ayo masuk saja."
Athera lelah berdebat dengan Regaz. Lebih baik dia membiarkan suaminya itu membawanya masuk ke dalam rumah sebelum tindakan aneh lagi dilakukan Regaz kepadanya. Apakah Regaz belum pernah menghamili wanita di zaman dahulu, hingga ketika dirinya hamil pria itu begitu waspada pada apa yang tidak perlu diwaspadai.
Sedangkan Hares serta Hareta yang kebetulan tengah duduk bersama di sofa sembari bercerita seperti biasanya, tersenyum lebar ketika melihat kehadiran Athera serta Regaz. Tidak ada kabar bahwa mereka akan berkunjung.
Athera terlihat malu ketika Regaz menurunkannya di depan orang tuannya. Mereka berempat kini tampak begitu bahagia. Apalagi ketika menantunya itu memberi kabar bahwa Athera tengah hamil.
Sungguh hari yang begitu baik.
...***...
Anabela menatap pantulannya di cermin. Menurut dirinya, ia adalah wanita cantik, kaya, sexy bahkan pintar tapi kenapa Regaz yang dulu menyukainya kini membencinya. Anabela sangat benci mengingat bagaimana Regaz lebih memilih Athera.
Anabela membenarkan pakaian yang ia kenakan. Kali ini ia menggenakan Sheath Dress bewarna merah. Pakaian itu memperlihatkan jelas lekuk tubuhnya dengan bagian atas yang begitu terbuka. Anabela bukan terlihat seperti putri bangsawan. Umur dan wajahnya tidak sesuai.
Anabela akan pergi ke hiburan malam bersama para putri bangsawan yang berperilaku buruk di belakang orang tuanya. Tapi, niatnya ia urungkan ketika seseorang ingin bertemu dengannya di sana secara pribadi.
Anabela menyunggingkan senyum angkuh kemudian pergi menuju tempat yang ia maksud.
Lalu di tempat dimana tempat hiburan malam.
'HarLion'. HarLion adalah milik Hares. Ia mendirikan tempat itu dengan hiburan malam yamg tidak brutal. Kebanyakan dari mereka adalah bangsawan-bangsawan ataupun orang konglomerat. Hares memiliki tempat ini dengan melalui perdebatan panjang dengan Hareta yang tak menyetujui perusahaan suaminya itu. Lagi pula di sana aman, tidak akan ada yang melakukan percintaan semalam karena perusahaan besar milik Hares ini hanya untuk menghilangkan rasa lelah, stress ataupun jika sedang bosan.
Di ruangan VIP. Azen tengah meneguk minuman ber-alkohol. Ia telah mengabiskan dua botol. Azen tidak pernah menyentuh minuman ini dan sekarang ia justru meminumnya. Ia bukanlah peminum yang baik.
"Athera, sudah setengah bulan berlalu dan aku belum kunjung menemukanmu." Azen berujar sendiri di setengah kesadarannya.
Pria itu telah mencari Athera. Ia mendatangi rumah Athera namun, kedua orang tua wanita itu enggan memberitahunya. Azen benar-benar kesal.
KRIET.. BLAM
Pintu ruangan terbuka dan di sana seorang wanita memasuki ruangan dimana Azen berada.
"Padahal aku datang tepat waktu, tapi kau sudah mabuk berat seperti ini." Wanita itu melirik arjolinya.
Azen menatap wanita di depannya dengan padangan buram kemudian dia menyunggingkan senyumnya sambil meracau, " Athera, akhirnya kau datang"
...BERSAMBUNG......