Trapped in the Past

Trapped in the Past
SEASON 2 [Episode 02]



...SELAMAT MEMBACA...


Athena pergi meninggalkan toko, hari ini dia akan pergi ke hutan urto, hutan yang cukup berbahaya itu memiliki berbagai jenis bunga di tempat-tempat tersembunyi. Dia meninggalkan toko pada Ersya. Ini juga salah satu upaya agar tidak bertemu dengan Gavindra, si Pangeran aneh yang selalu saja mengunjungi tokonya.


Dia memasuki hutan, hanya dia yang terlihat sering mengunjungi Hutan Urto. Athena sangat hebat melindungi dirinya, jadi tidak perlu takut saat ada hewan buas. Walaupun begitu, Athena tetap membawa tas yang berisi obat-obatan dan sebagainya, apa saja bisa terjadi di hutan. Dia hanya membawanya sebagai antisipasi.


Athena tengah mencari mawar juliet, mawar ini memiliki kelopak lebih pucat ketimbang bagian dalamnya, bunga yang sangat cantik, dia hanya pernah melihatnya di buku peninggalan milik Natalie. Dia pikir mungkin mampu menemukannya di hutan urto.


Athena terus melangkah, melewati beberapa ruas yang tercipta di beberapa bagian pada hutan. Semak-semak belukar di sini cukup tinggi, hutan pinus serta beberapa pohon lainnya seperti melarang cahaya matahari masuk, daun pohon begitu lebat, walaupun begitu hutan ini sangat terang. Cuacanya sangat panas tapi jika di hutan urto, kalian akan merasa hangat.


KOAK! KOAK!


Athena berjengit ketika mendengar suara besar seekor burung, sepertinya hewan ini sedang terluka, suaranya seperti merintih. Athena segera mencari asal burung itu. Dia harus melewati sungai dengan aliran cukup deras, untung saja ada bebatuan yang mampu membawanya ke sebrang sana.


"Makhluk apa itu?" Athena mundur beberapa langkah dengan raut wajah pucat saat mendapati burung besae dengan sayap terluka parah, Athena mencoba mengingat sesuatu dari buku-buku tentang makhluk-makhkuk immortal yang pernah dia baca.


Athena langsung membungkam mulutnya. Hewan di hadapannya adalah Griffin. Griffin adalah makhluk legenda dengan ciri-ciri, tubuh, ekor, dan kaki belakang dari singa sedangkan kepala, sayap, dan kaki depannya dari elang.  Griffin  disebut sebagai raja para binatang sebab gabungan tubuhnya merupakan singa yang merupakan raja binatang buas sedangkan elang adalah raja para burung. Hewan legenda ini memiliki kecerdasan dan keagungan yang sangat tinggi.


Athena meringis melihat luka besar yang menganga lebar pada sayap kiri Griffin. Dia mendekati hewan itu walau sempat di tampik dengan sayap kanannya yang tidak terluka.


"Tenanglah, aku akan menolongmu, aku tidak akan menyakiti," kata Athena yang telah berdiri di depan wajah Griffin.


Seakan mengerti dengan perkataan Athena, burung itu menunduk kemudian kembali bersuara. Athena mengintrupsikan pada burung itu untuk terdiam. Griffin yang dalam kondisi seperti ini cukup berbahaya, sebab Athena yakin banyak dari para makhluk immortal memburu Griffin.


Athena menyentuh dagunya dengan mata yang menatap lekat Griffin, kemudian bergumam, " Bagaimana mengobatimu, ya. Kau terlalu besar."


PLOP!


"Eh!" Athena tersentak ketika suara aneh terdengar dan Griffin telah berubah menjadi kecil, sangat menggemaskan. Athena tersenyum lembut kemudian mengangkat Griffin menjauh dari sana, dia akan mencari gua kemudian mengobati hewan ini.


Namun, Athena tidak sadar bahwa segerombolan orang tengah memperhatikkannya sedari tadi.


"Rebut hewan legenda itu," kata salah satu dari mereka.


...***...


Kaizer mengacak rambutnya frustasi. Dia baru saja memarahi Iryu- hewan kesayangannya. Sejak pagi kemarin hingga siang ini, hewan itu belum kembali hingga membuatnya khawatir.


"Dren," panggil Kazier dalam ruangannya kemudian seorang pria langsung masuk ke ruangan Kazier.


"Ya, Yang Mulia,"


"Cari Iryu hingga dapat."


"Baik, Yang Mulia," jawan Dren- pengawal setia Kazier. Dia kemudian pergi ke luar.


"Yang Mulia, hamba datang membawa informasi tentang putri mahkota kerajaan besar dunia manusia," ujarnya di luar sana.


"Masuklah," kata Kazier.


Kemudian pintu terbuka dan tertutup kembali setelah Wigra masuk dan membungkuk hormat. dia mendongkak dan mendapati mata amber penuh ancaman menghujam matanya.


"Putri mahkota menghilang dua tahun lalu di Kota Redhell dan sampai sekarang belum ditemukan. Beberapa informasi yang saya dapatkan, delapan tahun lalu Putri mahkota yang bernama lengkap Athena Flous Esse ini dikirim ke Kota Redhell. Lalu dua tahun setelahnya dia menghilang secara tiba-tiba dan dugaan yang saya dapat, bahwa putri mahkota tidak sengaja masuk ke dunia immortal. Dan keluarga kerajaan manusia kini hanya memiliki seorang putra yang baru berumur sembilan tahun,"  jelas Wigra.


Kazier menautkan alisnya, " Dua tahun lalu?"


"Iya, Yang Mulia."


"Kalau begitu kau boleh keluar," kata Kazier.


"Baiklah, Yang Mulia."


Setelah kepergian Wigra, kini Kazier yang tengah duduk di sofa langsung berjalan keluar ke balkon kamarnya. Kejadian dua tahun lalu, justru mengingatkannya akan tragedi pembunuhan yang direncanakan oleh paman serta bibinya terhadap dirinya. Dan saat itu, ia bertemu seorang gadis manusia yang sangat cantik, menolongnya dari ambang kematian.


"Tidak mungkin aku tanpa sengaja membawanya ke sini, 'kan? Apa mungkin dia orangnya? Tapi jika benar, maka dia telah mati," kata Kazier.


Mengingat bagaimana hukum yang telah tertanam sejak dulu di dunia immortal. Bahwa manusia yang ada di dunia ini akan dihukum mati atau dipenjara. Hanya manusia hebat yang mampu melewati situasi ini dan bertahan hidup.


KOAK! KOAK!


Kaizer membelalakkan matanya, dia menyipit ketika melihat hewan terbang menghampirinya sembari berseru, itu Griffin. Hewan kesayangan yang diberi nama Iryu. Hewan itu mengecilkan tubuhnya dengan sayap kiri yang di balut perban. Hewan itu hinggap di tangannya dengan paruh yang mematuk punggung tangan Kaizer kemudian kembali berseru.


KOAK! KOAK!


Iryu mengajaknya pergi ke suatu tempat. Sepertinya Iryu terluka kemudian seseorang menolongnya dengan membalutkan perban ini, dan orang tersebut dalam bahaya.


"Baiklah," kata Kazier.


Pria itu langsung melompat dari balkon, dia hampir saja menghantam permukaan tanah di bawah sana. Tapi sepasang sayap hitam di balik punggungnya muncul dan membentang lebar hingga langsung terbang tinggi diikuti Iryu yang berada dalam pelukannya. Para penghuni kerajaan yang melihat itu bergumam takjub.


"Sepertinya kau cukup menyukai orang ini, sampai-sampai menyuruhku turun tangan untuk menolongnya," kata Kazier. 


Walaupun ada seseorang yang bersikap baik pada Iryu, hewan ini tampak acuh walaupun orang itu terluka, kecuali orang itu benar-benar terlihat tulus. Dia salah satu hewan pemberontak yang tidak akan jinak kecuali pada Kazier. Dan tidak akan menolong siapapun kecuali Kazier. Dan ini pertama kalinya Kazier merasa diduakan oleh Iryu. Walaupun begitu ia hanya terkekeh.


"Aku penasaran," kata Kazier.


...BERSAMBUNG.....