
...Selamat Membaca...
Athena duduk bersebelahan dengan Kaizer. Pria itu duduk dengan tubuh tegap dengan kepala yang tegak. Kaizer tidak akan menunduk di depan siapapun kecuali pada Athera.
"Jadi kau memang bocah iblis," cibir Regaz dengan tatapan sinis.
"Yang benar saja? Aku ini Raja dunia immortal wahai manusia," sela Kaizer dengan raut tak kalah bersahabat seperti Regaz.
Athera mendengus melihat suaminya yang memperlihatkan raut wajah penuh kebencian. Kalau ingin dinilai dari wajah, Athera akui bahwa Kaizer jauh lebih tampan dari pada suaminya ini. Athera sangat mengidamkan menantu yang sangat tampan agar memiliki keturunan menawan terlebih lagi sosok di hadapannya adalah Raja yang memiliki kekuatan dahsyat.
"Kenapa kau ada di dunia kami?" tanya Athera.
Kaizer memandang Athera kemudian sedikit merendahkan kepalanya agar tidak terlalu angkuh.
"Saya datang karena merindukan putri anda," jawab Kaizer jujur.
Athena dan Regaz melirik Kaizer dengan tatapan jijik. Benar-benar ekspresi yang mirip.
"Heh? Merindukan? Kau tahu apa yang membuatku kabur," desis Athena sembari mencubit perut Kaizer yang sama sekali tidak terasa sakit bagi pria itu.
Kaizer mengabaikan desisan Athena dan fokus pada Athera.
"Selama ini apakah kau yang melindungi putriku?" tanya Athera.
Dengan senyum bangga Kaizer mengangguk.
Athera tersenyum sangat lebar. Ia pikir Raja itu sangat tua dan kejam namun rumor adalah rumor sebab kenyataannya itu berbanding terbalik.
"Selain tampan kau juga sangat baik," puji Athera.
Akh!
Regaz tersentak mendengar pujian istrinya. Sudah dipastikan bahwa Kaizer telah memantrai istrinya, itu isi pikiran Regaz. Sedangkan Kaizer menaik turunkan alisnya ke arah Regaz yang menatapnya dengan geram. Dari awal, Kaizer memang sudah tidak suka dengan ayah Athena ini.
Regaz menyentuh tangan Athera dengan lembut kemudian berujar pelan, " Kau tahu, dia kurang ajar terhadap putri kita," tutur Regaz.
"Tapi, kalau bukan karenanya, kita tidak akan melihat Athena hidup," bela Athera.
Kaizer lagi-lagi bersorak dalam hati melihat respon Athera.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan setelah ini?" tanya Regaz pada Athera.
"Tentu saja menikahkan mereka, tapi, apakah kau mau menikahi Athena?" tanya Athera pada Kaizer.
Athena bangkit berdiri dengan ekspresi terkejut begitupun Regaz.
"Yang benar saja?!" ujar mereka bersamaan.
"Tentu saja benar. Para penghuni kerajaan telah mendengar bahwa kau tidur bersama seorang pria dan tentunya berita itu tidak akan lama lagi tersebar ke luar kerajaan. Kau mau namamu tercoreng sehingga keluarga kerajaan kita dihina?" Athera menjelaskan dengan raut wajah serius.
Athena terdiam. Ketimbang Kaizer lebih baik menikah dengan Gavin. Ah, entah bagaimana keadaan Gavin, Ersya serta toko bunganya di dunia immortal.
"Bagaimana?" tanya Athena pada kedua orang yang berdiri secara bersamaan itu.
Regaz menatap nanar wajah pasrah putri tercintanya itu. Athena duduk kembali ke sofa kemudian menatap Kaizer dengan alis terpaut.
"Selain melindungi serta mencintaimu, aku jamin akan mendamaikan dunia kita." Kaizer berujar dengan tatapan lekat pada netra Athena.
Wajah Athena bersemu mendengar perkataan Kaizer.
Athena tampak berpikir keras, lagi pula memang itu yang ia harapkan selama ini. Dengan mantap Athena menganggukkan kepalanya kemudian memalingkan wajahnya dengan rona merah sedangkan Regaz mendengus sebal.
"Tentu saja. Lagi pula untuk apa saya jauh-jauh datang kemari jika tidak menginginkan hal ini," jawab Kaizer dengan ekspresi ceria.
...******...
Kaizer tidak henti-hentinya tersenyum. Malam ini ia berada di kamar yang telah disediakan Athera untuknya. Karena segel pelindung pada kota redhell masih cukup kuat, Athera meminta agar Kaizer tetap menetap dulu.
Athera telah menerimanya dengan lapang dada walaupun begitu, ayah Athena yang bernama Regaz tersebut tidak menyukainya. Hal di sini telah teratasi tetapi, Kaizer yakin akan ada pemberontakan jika ia mengumumkan bahwa akan menikahi wanita dari dunia manusia.
Kaizer akan menyelesaikan hal tersebut sebelum datang kembali dengan lamarannya.
Kaizer membuka jendelanya kemudian melompat tatkala matanya mendapati Athena yang berjalan di taman seorang diri dengan pakaian tidur tidak berlengan. Kaizer menghela napas melihat hal itu, sebab malam ini terasa dingin dan wanita itu membiarkan kulitnya terekspos seperti itu.
"Kau terlihat stress," komentar Kaizer sembari menyampir jubah yang ia pakai pada punggung Athena.
Athena terkejut sebab kehadiran Kaizer tidak ia rasakan.
"Ini semua karena ulahmu," jawab Athena masih tetap berjalan.
"Memang kau tidak mau menikah denganku?" tanya Kaizer.
"Tidak mau!"
"Haaaa... Padahal aku sudah menyukaimu sejak dulu," tutur Kaizer dengan senyum tipis.
Athena menghentikan langkahnya kemudian melempar pandang pada Kaizer yang juga ikut berdiri tepat di sampingnya dengan kedua tangan berada di balik punggungnya.
"Biasanya Raja dunia immortal akan memiliki banyak selir setelah memiliki seorang Ratu. Jadi simpan saja kata-katamu barusan sebab itu akan berguna untuk calon selirmu," kata Athena dengan kepala terangkat.
Kaizer menyondongkan tubuhnya, memangkas jarak antara wajah mereka.
Kemudian Kaizer tersenyum dengan lebar melihat raut keseriusan pada wajah Athena.
"Aku tidak akan menikah lagi kalau sudah memilikimu," ujar Kaizer sambil mengedipkan matanya.
Wajah Athena jadi merona. Menyadari hal itu, Kaizer menahan senyumnya kemudian kedua tangannya terulur untuk menangkup wajah Athena dengan tangannya yang terasa hangat.
"Ah, apakah kau demam? Wajahmu sangat merah," ejek Kaizer diselingi kekehan kecil.
Athena melepaskan tangan Kaizer dari wajahnya kemudian berjalan dengan cepat sembari menggerutu. Kaizer tertawa panjang kemudian menyusul Athena yang telah marah karena ulahnya.
"Kau marah?" tanya Kaizer.
"Pikir sendiri!" ketus Athena
Sedangkan dari kejauhan, dua orang tengah memperhatikan mereka melalui jendela kamarnya.
"Bukankah mereka sangat serasi, Regaz?" tanya Athera sembari memeluk suaminya itu.
"Tidak sama sekali," cicit Regaz.
Athera mencubit perut Regaz dengan kuat sehingga pria itu mengaduh kesakitan. Kuku Athera cukup panjang sehingga rasanya seperti ditusuk.
"Kau masih saja tidak menyukainya," cibir Athera.
"Aku' kan menyukaimu," jawab Regaz dengan senyum kecil sedangkan Athera hanya mendecih mendengar jawaban Regaz.
Suaminya itu selalu saja menjawab dan menggodanya.
...BERSAMBUNG......