
...SELAMAT MEMBACA...
Regaz serta Athera membungkam mulut menggunakan kedua tangan ketika gadis cantik dengan surai putih indah telah berdiri di hadapan mereka dengan beberapa luka pada sekujur tubuhnya. Air mata yang mengenang pada pelupuk mata Athera jatuh lalu memeluk gadis itu dengan erat hingga tangisnya pecah.
"Athena! Ibu sangat merindukanmu!" seru Athera dengan suara parau sedangkan Regaz hanya memandang putrinya dengan tatapan berkaca-kaca.
" Aku sangat bahagia sekarang." Athena membalas dekapan ibunya kemudian Regaz yang sedari tadi diam langsung memeluk kedua wanita itu.
Cukup lama mereka saling melepas haru hingga akhirnya duduk di sofa pada ruangan sembari bercerita.
"Akhirnya, Tuan Putri telah kembali." Ruoxi berdiri di samping sofa dimana Regaz serta Athera duduk.
Kalau dilihat-lihat, Athena lebih mirip Ruoxi ketimbang Regaz. Hal ini karena rambut mereka yang sama-sama bewarna putih. Kalau saja dulu Regaz melarang Athera yang sedang hamil dekat-dekat dengan Ruoxi, tidak bakal jadi seperti ini. Athera sangat menyukai rambut putih bersih milik Ruoxi hingga berharap anaknya seperti Ruoxi.
"Aku juga merindukan paman," kata Athena.
Ruoxi berdebar kemudian menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya. Regaz bergidik jijik melihat orang kepercayaannya.
"Saya tahu anda pasti akan merindukan saya," kata Ruoxi percaya diri.
"Aku kira Paman hanya tinggal jasad karena kemungkinan ayah akan memenggal kepalamu ketika aku menghilang. Ternyata paman masih hidup, rasa rinduku jadi berkurang." Athena menunjukkan senyum tipis sedangkan Ruoxi melunturkan senyum dan tergantikan raut datar tanpa emosi.
Regaz tertawa panjang.
Akh!
Lidah Regaz tergigit sebab Athera memukul kuat punggungnya.
"Kondisikan suara tawamu, Regaz." Athera mendelik tajam ke arah suaminya hingga Regaz mengangguk patuh.
"Ibu tidak akan menyuruhmu bercerita, sekarang bersihkan dirimu dan ibu akan mengobati lukamu." Athera menatap lekat sekujur tubuh putrinya. Pasti sangat lelah untuk bertahan hidup serta keluar dari dunia itu.
Athena mengangguk lalu berdiri, tapi sesaat kemudian melirik ibunya.
"Ada apa?" tanya Athera.
Athena menggaruk pipinya yang tidak gatal. " Aku... lupa dimana kamarku," katanya dengan kikuk.
Regaz terkekeh kemudian merangkul tubuh putrinya.
"Ayahmu yang tampan akan menjadi pemandumu." Regaz menunjuk arah depan sedangkan Athena terkikik mendengar penuturan ayahnya.
Athera hanya melihat kepergian suami serta putrinya lalu dengan cepat dia memandang Ruoxi.
"Bagaimana perkembangan putraku?" tanya Athena.
"Tuan Muda sangat genius. Dia telah menguasai segala pengetahuan yang saya ajarkan bahkan belajar petarungan hanya dengan membaca buku kemudian mempraktekkannya dengan benar," jelas Ruoxi.
Athera tersenyum, putranya itu akan menjadi raja yang hebat.
"Setelah Athena membaik, kau akan mengambil alih dia kembali. Ajarkan Athena tentang masalah pemerintahan karena sebentar lagi dia akan menjadi Ratu."
"Apakah tidak terburu-buru, Yang Mulia?"
Athera menggeleng, kemudian berujar penuh keyakinan, " Sudah selama ini, aku yakin Athena telah belajar banyak hal, semakin lama diundur maka tidak akan ada perubahan." Kemudian Athera pergi dari sana, meninggalkan Ruoxi yang menghela napas pelan.
...*****...
...Dunia Immortal...
Kaizer berdecak kesal, sejak malam tadi dia tidak menemukan Athena di seluruh kota bahkan rumahnya masih terlihat sama saja, tidak ada tanda-tanda bahwa Athena kembali ke rumah ini.
"Apa dia... menemui Rey?" tanya Kaizer.
Pria itu langsung bangkit dari duduknya di sofa pada rumah Athena dan bergegas pergi ke tempat Rey berada. Dia bahkan tidak bisa tidur dengan tenang ketika tahu bahwa Ilru telah membuatnya salah paham.
Sedangkan Rey..
Pria itu menyandarkan tubuhnya pada punggung kasur. Semalam dia telah mengetahui kenyataan yang mengejutkan. Athena adalah manusia namun, auranya tersembunyi berkat kalung yang melingkar pada lehernya. Rey benar-benar terkejut mendengar penuturan wanita itu.
"Apakah Yang Mulia akan memanggal kepalaku? Pasti dia akan datan ke sini dan bertanya. Apa yang harus aku katakan?" gumam Rey, nyawanya seakan telah di ujung tanduk.
Lisa memasuki kamar adiknya.
"Rey, Yang Mulia datang mencarimu," kata Lisa.
Mata Rey mendelik lebar lalu memandang kakaknya dengan nanar.
"Sepertinya ini adalah hari kematianku," racau Rey lalu melangkah gontai melewati Lisa.
Lisa hanya mengedikkan bahu acuh dan menyusul Rey.
Kaizer duduk dengan tatapan yang mengintimidasi. Pria itu memandang Rey dengan datar kemudian berujar pelan, " Kau tahu di mana Athena?"
Rey mengangguk kemudian membalas tatapan Kaizer.
"Ya."
"Dia sekarang di mana?" tanya Kaizer.
"Semalam dia berlari masuk ke dalam hutan dengan luka pada sekujur tubuhnya. Darahnya begitu harum hingga aku bertemu dengannya kemudian dia memintaku membawanya menuju Kota Redhell, lalu .... "
"Cukup," sela Kaizer.
Kaizer mengembuskan napasnya perlahan. Dia sudah tahu kelanjutan ceritanya, maka dari itu menyuruh Rey menghentikan penjelasannya.
"Apakah Yang Mulia tahu bahwa Athena adalah manusia?" tanya Rey memastikan.
Kaizer mengangguk kemudian memijat pelipisnya dengan raut wajah menyesal.
"Lalu kenapa anda tidak memberitahu letak portal menuju Kota Redhell? Kenapa anda menahannya di sini?" tanya Rey dengan mengebu-ngebu.
Sepasang mata Kaizer berkilat dengan sedikit amarah di dalamnya. Rey mengatupkan bibirnya rapat.
"Hanya dia yang kumiliki. Aku tidak bisa membiarkannya pergi," kata Kaizer.
Sedangkan Lisa yang mendengar hal itu, langsung menghampiri Kaizer dengan tatapan kasihan. Baru kali ini, raja mereka terlihat menyedihkan di depan para bawahannya.
"Jika dari awal anda jujur, maka semua ini tidak akan terjadi." Lisa duduk di sisi Rey.
"Jika dari awal jujur maka aku tidak bisa mengenalnya."
Lisa mengembuskan napasnya. " Wanita tidak menyukai kebohongan. Jika dari awal anda jujur, maka dia akan bertahan beberapa hari bersama anda tanpa banyak gangguan."
Kaizer terdiam sembari mengembuskan napasnya dengan berat. Lisa benar dan dia salah, seharusnya dia jujur sejak awal.
"Apa yang akan anda lakukan selanjutnya?" tanya Lisa.
Kaizer memandang kedua orang di hadapannya.
"Setelah segel pelindung pada Kota Redhell menghilang, aku akan pergi ke dunia manusia dan mendapatkannya."
Rey membulatkan mulutnya begitu pun Lisa.
"Anda akan memicu perang besar!"
"Tidak, karena tujuanku bukan berperang, melainkan datang melamar Athena."
...******...
...Dunia Manusia...
...Dua bulan kemudian .......
"Ratu, apakah anda akan melihat kondisi perkotaan hari ini?" tanya Ruoxi pada wanita yang sibuk berkutat dengan beberapa lembaran berisi informasi penting.
"Ya, tolong Paman siapkan kereta kuda untuk perjalanan kita."
Ruoxi menunduk hormat kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut. Sedangkan wanita dengan rambut putih dicepol lalu kaca mata yang bertengger manis pada hidungnya tengah tersenyum simpul.
"Saatnya menghancurkan para sampah yang meresahkan rakyat," katanya.
Dia adalah Athena Flous Esse. Ratu kerajaan virtucal esse. Dia wanita pertama yang tercatat sebagai pemimpin wanita dalam sebuah kerajaan besar dan menggantikan ayahnya pada awal bulan lalu kemudian telah membawa banyak berubahan yang positif.
Dia dikagumi oleh banyak rakyatnya sebab tidak segan menghukum para penjahat yang meresahkan seluruh rakyat.
Namun, kali ini ada hal besar yang akan membuatnya kewalahan. Dia harus memikirkan cara membangun pertahanan ketika segel pelindung akan runtuh.
"Tidak lama lagi kita akan bertemu, Kaizer." Athera memandang peta yang mencakup seluruh wilayah kepemimpinannya serta strategi perang yang telah ia rancang beberapa bulan terakhir.
...BERSAMBUNG......