Trapped in the Past

Trapped in the Past
SEASON 2 [Episode 15]



 


SELAMAT MEMBACA


 


Setelah tinggal selama beberapa hari di wilayah manusia serigala, Athena merasa ia lebih nyaman disini. Hampir semuanya ramah-ramah namun ada saja yang membencinya karena terlalu dekat pada Rey.


Athena berusaha menghindar tapi Rey menyadari hal itu dan jadi marah pada Athena. Pria itu bilang untuk tidak peduli dengan orang-orang itu. Lagi pula, mereka tidak punya hak untuk menentukan siapa yang berhak di dekatnya.


"Rey, aku sepertinya harus kembali." kata Athena.


Rey melebarkan matanya, ia tidak suka dengan perkataan Athena.


"Kenapa tiba-tiba? Apa ada yang menyakitimu?"


Athena menggeleng. " Aku harus menemui seseorang, pasti dia mengkhawatirkanku karena tidak pernah ke toko bunga."


"Kalau begitu aku akan mengantarmu tapi dengan satu syarat."


"Apa itu?"


"Tinggallah disini bersamaku." kata Rey dengan raut wajah serius sedangkan Athena terdiam, entah akan menjawab apa.


Lalu di kerajaan tempat Kaizer berada.


Tuan Korne dieksekusi atas kejahatan yang ia lakukan terhadap orang milik Raja. Bukti telah didapatkan langsung dari putrinya sendiri. Kaizer sendiri enggan melihat Korne hingga menyuruh Dren yang mengambil alih tugas mengeksekusi tuan Korne. Sedangkan ia berkelebat pergi meninggalkan kerajaan ditemani Iryu.


Hari ini, cuaca cukup cerah dan Kaizer memilih melanjutkan pencariannya mengikuti arus sungai yang berada di bawah jurang, hingga akhirnya ia sampai di wilayah manusia serigala.


Melihat kehadiran Kaizer, orang-orang langsung membungkuk hormat sedangkan Kaizer langsung berjalan ke rumah kepala sukunya. Namun ketika sampai yang ia dapati hanya Lisa.


"Dimana Rey?" tanya Kaizer langsung.


Lisa bahkan belum sempat mempersilahkan Kaizer masuk.


"Dia sedang bepergian Yang Mulia, apakah ada masalah besar yang sedang terjadi?" tanya Lisa.


"Benar," jawab Kaizer, ia nampak menimang-nimang apa yang akan ia lontarkan.


"Apa itu, Yang Mulia?"


"Apakah kau pernah bertemu dengan wanita bermata biru dengan rambut putih sepinggang yang melintas di wilayahmu?" tanya Kaizer.


Lisa terdiam cukup lama. Ia nampak berpikir keras. Apakah yang dimaksud adalah Athena? Apakah orang yang mengejar Athena adalah Kaizer? Tapi mengapa? Lisa menghela napas, ia tidak bisa memberitahunya sebab Rey begitu menyukai Athena.


"Saya tidak pernah melihatnya, Yang Mulia." Lisa menatap Kaizer dengan ekspresi tenang.


Kaizer mengangguk kemudian memutar tubuhnya untuk segera pergi bersama Iryu.


"Sampaikan pada Rey, aku datang." kata Kaizer kemudian pergi setelah Lisa mengangguk.


Sedangkan Rey dan Athena, baru saja pergi menuju pusat perkotaan tempat Kaizer memerintah. Athena ingin menemui Ersya.


Kaizer melanjutkan pencariannya ke hutan hingga tanpa sengaja ia menjatuhkan pandangannya pada seorang wanita yang mendekat ke arahnya sambil memeluk tubuhnya, wanita itu terlihat kotor apalagi saat ini ia menangis seraya memeluknya  Warna rambut itu sama sepertinya, Kaizer mengangkat sebelah alisnya kemudian mendorong tubuh wanita itu.


"Jangan lancang! Aku tidak mengenalmu." Kaizer menatap garang wanita itu.


"Kaizer kau melupakanku! Aku ini Ilru, sahabat kecilmu!" katanya dengan antusias.


Kaizer menautkan alisnya.


"Ilru? Kau berbohong, Ilru tidak memiliki rambut bewarna sepertiku." tegas Kaizer.


Ilru menyentuh rambut kemudian tersenyum lebar. " Aku mewarnainya. Kau tahu aku mencarimu kemana-mana. Apa kau masih belum percaya padaku?" tanyanya lagi.


Kaizer mengangguk.


"Eh?" Kaizer tersentak ketika kalung dengan bandul papan kayu ditunjukkan oleh wanita itu.


"Oh begitu. Lama tidak berjumpa Ilru!" seru Kaizer dengan senang.


"Tapi kenapa kau bisa ada dihutan seperti ini?" tanya Kaizer.


Ilru menunduk dalam.


"Seluruh keluargaku tewas oleh perampok ketika dalam perjalanan dan sekarang aku tersesat dihutan ini, tidak punya tempat tinggal." jelasnya.


Ilru adalah sahabat kecilnya, hanya Kaizer yang tahu siapa Ilru sebab sejak kecil mereka selalu bermain bersama, bahkan Kaizer mengendap-endap keluar kerajaan demi bermain dengan Ilru.


Tapi itu sudah sangat lama setelah Ilru pindah rumah dan tidak bertemu lagi dengannya.


"Kalau begitu ikutlah denganku. Aku akan menjagamu mulai sekarang." Kaizer mengulurkan tangannya .


Ilru tersenyum lebar kemudian meraih tangan Kaizer. "Terima kasih!"


Kaizer menyuruh Iryu membesar agar mengantar Ilru ke ke istana sebab ia harus mencari Athena lagi, namun burung itu menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin Ilru menaikinya hingga akhirnya Kaizer mendesah kasar.


"Kalau begitu kita akan berjalan kaki, apakah kau sanggup, Ilru?" kata Kaizer.


Ilru mengangguk antusias. Kaizer tersenyum, mungkin ia akan menunda pencariannya dulu setelah membawa Ilru ke istana.


***


Athena telah menemui Ersya kemudian harus kembali lagi bersama Rey. Ia sungguh bosan menjalani hidup seperti ini, ia ingin kembali ke dunia manusia dan memeluk ayah, ibu serta adik yang belum pernah ia temui.


Athena yang telah berjalan bersama Rey, langsung menghentikan langkahnya ketika melihat Kaizer baru saja keluar dari hutan yang akan ia lalui bersama Rey.


"At.. Athena?!" Kaizer berseru ketika melihat sosok yang ia cari-cari selama ini ada di depan matanya.


Athena hanya diam, ia lebih tertarik menatap seorang wanita yang berada di samping Kaizer. Wanita itu seperti tidak suka melihatnya padahal baru pertama kali bertemu.


"Anda mengenalnya Yang Mulia?" tanya Rey setelah memberi hormat pada Kaizer.


Kaizer mengangguk kemudian memeluk Athena dengan begitu erat, Athena memejamkan matanya, ada rasa lega serta senang yang terasa, aroma tubuh Kaizer yang memabukkan membuatnya agak rileks. Tapi Athena tidak membalas pelukan Kaizer sama sekali.


Rey terkejut melihat tindakan Kaizer.


"Yang Mulia, apakah anda mengenal Athena?" Rey kembali bertanya.


"Dia adalah... kekasihku," kata Kaizer.


Rey serta Ilru terkejut mendengarnya sedangkan Athena hanya menghela napas ketika Kaizer mengulangi pertanyaan itu terkahir kali saat bersama Gavin.


Kaizer melepaskan pelukannya. "Ayo, kembali. Tinggalah bersamaku!"


Athena menggeleng kemudian menatap Rey yang memalingkan wajahnya.


"Aku akan tinggal bersama Rey," jawab Athena.


Rey menoleh ke arah Athena namun ia menghela napas ketika mengingat bahwa Kaizer adalah kekasih wanita itu.


"Tinggalah bersama Yang Mulia. Mungkin aku akan sering mengunjungimu sebagai teman." jelas Rey.


Athena menggeleng kemudian menatap Kaizer.


"Aku tidak mau bersamamu."


Kaizer menatap lekat Athena kemudian menangkup wajah wanita itu dan berujar sangat pelan hingga hanya Athena yang dapat mendengarnya.


"Aku berjanji akan membawamu kembali ke duniamu jika bersamaku."


**BERSAMBUNG**...