Trapped in the Past

Trapped in the Past
SEASON 2 [Episode 07]



...SELAMAT MEMBACA...


Dua tahun lalu.


Kerajaan dunia immortal berduka ketika Raja serta Ratu meninggal dunia dengan tiba-tiba. Saat itu Kaizer langsung menduduki takhta sebagai Raja di usianya yang ke-22 tahun. Kaizer yang saat itu masih sangat berduka atas kepergian orang tuanya, menjadi sangat kacau namun, dia mulai meninggalkan kesedihannya dengan tekad untuk mencari tahu penyebab kematian orang tuanya.


Dan hari ini, hari kelima setelah acara pemakaman keluarganya, Kaizer memilih pergi ke Kota Redhell untuk mencari hiburan dengan beberapa makhkuk yang tinggal disana. Namun langkahnya terhenti ketika ia baru saja memasuki hutan urto.


Hutan urto adalah hutan yang berdekatan dengan Kota Redhell. Saat itu malam hari, hutan urto begitu gelap namun, Kaizer mampu melihat di kegelapan.


"Selanjutnya bunuh Kaizer. Dengan kebinasaannya, putraku akan menjadi Raja selanjutnya," kata pria paruh yang tak lain adalah pamannya sendiri.


Kaizer benar-benar murka dan terkejut kala itu namun, dia bersembunyi di balik pepohonan untuk mendengar percakapan. Kaizer bisa melihat seorang pria yang memiliki aura sepertinya berdiri di depan Lois- pamannya. Lois mengenakan tudung yang menutupi separuh wajahnya.


"Kaizer adalah mesin pembunuh, aku tidak mampu melakukkannya."


"Dia itu masih pemula jika dalam hal pembunuhan, lagi pula Kaizer tidak akan tega membunuh pamannya sendiri," kata Lois


Kaizer geram hingga akhirnya keluar dari persembunyiannya. "Buang jauh-jauh pemikiranmu itu."


Sontak Lois terkejut akan kehadiran Kaizer yang tiba-tiba. Lois menelan salivanya dengan susah payah kemudian tersenyum kaku.


"Sedang apa kau di sini, Kaizer?" Lois mencoba tidak melakukan apapun.


"Aku dengar semuannya, jadi kau membunuh ayah dan ibuku?" Kaizer kemudian mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras kemudian garis-garis hitam layaknya seperti akar merambat memenuhi sebagian tubuhnya, mata Kaizer menjadi merah, pria itu benar-benar murka.


"Kau akan mati!" kata Kaizer kemudian bergerak cepat. Namun, bukan ke arah Lois melainkan orang yang menjadi suruhannya.


Teriakan tertahan terdengar dari orang milik Lois, kemudian dengan kasarnya Kaizer melempari Lois, jantung milik orang suruha Lois telah dia renggut dengan kejam. Tentu saja Lois gemetar.


"Bagaimana? Kau meragukanku sekarang, Paman?" tanya Kaizer.


Lois terkekeh kemudian mundur beberapa langkah, " Kau pikir, hanya aku yang menginginkanmu mati?"


Kaizer menaikkan sebelah alisnya, " Apa maksudmu?"


"Aku bersama mereka," kata Lois menunjuk ke bagian hutan yang cukup gelap.


Kaizer terkejut ketika melihat seluruh keluarganya disana mulai dari paman, sepupu, hingga keponakannya yang sudah dewasa. Kecuali Charlotte, sebab gadis itu telah tahu seberapa hebatnya Kaizer maka dari itu dia melarikkan diri kembali ke kerajaan.


"Kenapa kalian melakukan ini?!" teriak Kaizer.


"Kami bekerja sama membunuh kedua orang tuamu, sebab mereka selalu saja menghalangi kami untuk melakukan hal yang kami anggap benar. Ayahmu bodoh! Dia tidak ingin menghancurkan pelindung di Kota Redhell agar kita bisa menguasai manusia dan menundukkan mereka menjadi budak kita!" jelas Lois.


Air mata Kaizer luruh, pria itu menatap lekat seluruh keluarganya yang berdiri menatapnya tidak suka. Tidak! Sekarang mereka bukan lagi keluarganya, saat ini dia berhadapan dengan musuh. Namun, ini sangat sulit bagi Kaizer untuk membunuh mereka.


"Dan ucapkan kalimat terakhirmu," kata Lois.


Dia yakin Kaizer tidak akan menang melawan mereka semua sebab kekuatan mereka sangat kuat.


"Kalian akan mati hari ini," kata Kaizer


Lalu setelahnya keluarga Kaizer mendekat dan menyerang Kaizer secara membabi buta. Kaizer terlihat diam dan tidak melawan hingga akhirnya dia memiliki banyak luka. Lois dan keluarga lainnya tertawa meremehkan tapi berbeda dengan Kaizer yang terkekeh.


"Selamat tinggal," kata Kaizer sembari mengangkat tangannya yang memiliki kuku yang panjang dan runcing namun dipenuhi darah. Darah itu bukan miliknya.


Mereka semua saling menatap tubuh mereka satu sama lain.


"Tubuh kalian akan terpotong, dimulai dari sekarang," kata Kaizer setelahnya teriakan menyakitkan menggema di dalam hutan urto dan Kaizer pergi dari sana.


Lois berusaha terlihat berani, " Walaupun begitu kau sudah terluka cukup parah."


Kaizer terdiam, dia menatap Lois dengan murka kemudian menghilang begitu saja bagai kabut. Lois tersenyum miring. Dia yakin Kaizer tidak akan jauh melakukan pelarian diri, sebab lukanya sangat parah.


"Oh, Kota Redhell," kata Lois kemudian melangkah dengan cepat ke arah sana.


Kemudian Di Kota Redhell.


Kaizer berjalan tertatih-tatih, pakainnya koyak sana-sini. Penglihatannya benar-benar buruk sehingga menabrak siapapun yang berjalan di sekitarnya. Dia telah kembali pada sosok semulannya.


"Kau terluka parah,"


Langkah Kaizer terhenti ketika melihat gadis bersurai putih dengan netra biru laut berusaha memapah tubuhnya menjauhi keramaian jalanan Kota Redhell. Gadis itu membawanya ke sudut kota Redhell yang sangat sepi kemudian mengeluarkan keranjang berisi obat-obatan herbal.


"Apa yang terjadi padamu?" tanyannya dengan mengoleskan beberapa obat-obatan herbal yang berupa salep.


"Aku sedikit mengalami kesialan."


" Kau terlihat begitu sedih dan sangat marah," katanya kemudian mendongkak untuk menatap pria tampan di hadapannya namun, hanya ekspresi datar yang dia dapatkan.


"Maaf membuatmu tersinggung."


"Tidak, kau membuat perasaanku jadi lebih baik," kata Kaizer dengan senyum manis.


Gadis itu tertegun untuk beberapa saat, lalu lanjut mengobati luka-luka Kaizer.


Kaizer tidak henti-hentinya memperhatikkan wajah di hadapannya. Gadis yang sangat cantik dan mempesona seperti ibunya.  Namun, Kaizer terkejut ketika melihat pamannya tampak bekeliaran bersama orang-orang baru yang cukup kuat. Sebegitu inginnkah dia dilenyapkan?


"Dia disana, Tuan."


Kaizer ketahuan, reflek dia berdiri kemudian menarik tangan gadis itu untuk ikut berlari bersamannya. Dan sampai akhirnya mereka benar-benar berada di perbatasan dunia immortal.


"Mau kemana lagi?"


Kaizer terdiam, tangannya menggenggam erat tangan gadis yang baru saja dia seret dalam masalah besar.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya gadis itu.


"Maaf, aku membuatmu dalam bahaya," sesal Kaizer.


"Tidak, aku yakin kau mampu mengalahkannya, aku tidak tau apa yang terjadi, tapi yang aku tahu, mereka itu orang jahat," katanya.


Lagi-lagi Kaizer tersenyum, " Kalau begitu tutup matamu, ini akan sedikit membuatmu mual,"


Gadis itu mengangguk kemudian memejamkan matanya, sedangkan Kaizer melepaskan genggamannya kemudian bergerak cepat hingga angin di sana berhembus sangat kuat.


Mereka semua mati termasuk Lois yang tergeletak dengan berkesimbah darah. Kaizer kehabisan tenaga dan yang dia lihat terakhir kali, bahwa gadis itu menghilang dari sana. Mungkin dia ketakutan melihat perbuatannya yang seperti monster dengan menghabisi beberapa orang sebanyak ini secara kejam.


"Jika, aku bertemu denganmu lagi, aku akan menjadikkanmu ratuku," kata Kaizer kemudian menghilang dari sana.


...B**ERSAMBUNG**......


...PART INI CUMAN MASA LALU KAIZER YA....


...Di bab selanjutnya baru bahas lanjutan part sebelumnya...