Trapped in the Past

Trapped in the Past
EPISODE 21



...SELAMAT MEMBACA...


Retha mengerjapkan matanya berkali-kali ketika selir yang Retha yakini adalah Gresha tiba-tiba mengunjunginya di luar paviliun kakaknya sembari membawa sebuah minuman. Retha dengan penuh kesopanan mengantarkan selir itu untuk duduk di dalam namun, ditolak. Jadi Retha memutuskan untuk duduk di kursi rotan tempat biasanya Athera duduk sembari menikmati angin luar.


Gresia tersenyum simpul kemudian menatap Retha yang kini telah duduk bersamanya. "Di mana, Permaisuri?"


" Tadi, Permaisuri pergi ke kediaman anda, tetapi anda justru sudah sampai di sini lebih dulu," jawab Retha.


Gresia mengangguk kemudian ia menuangkan minuman di teko itu ke dalam salah satu cangkir yang ia bawa tadi. Gresia tak perlu takut jika Athera ke sana karena Gresia telah menyuruh para pelayan mengosongkan kediamannya hingga seseorang yang melihat tempatnya pasti mengira bahwa ia tengah berpergian .


"Minumlah, sebenarnya kedatanganku kesini, ingin minum bersama kalian, ini minuman terbaik yang dibuat kelurgaku," ujar Gresia meyakinkan Retha.


"Apa tidak sebaiknya kita menunggu, Permaisuri?" tanya Retha.


Gresia mengangguk sembari tersenyum lebar." Boleh juga, tapi setidaknya nikmatilah dulu secangkir minuman yang kubawa."


Retha mengangguk, ia tidak mungkin menolak permintaan Selir Gresha, tapi setahu Retha, Selir Gresha memiliki rambut emas yang begitu cerah namun rambut Selir Gresha malam ini sedikit aneh, seperti diwarnai dan tidak alami.


Gresia mengangkat cangkir untuk Retha. " Ayo, coba."


Retha dengan ragu meraih cangkir itu namun, baru saja memegangnnya, suara kakaknya membuat Retha terkejut hingga menjatuhkan cangkir berisi minuman itu.


Athera menatap tajam Gresia, sedangkan Gresia tersenyum ke arah Athera.


BRAK!


Athera menendang kursi yang diduduki Gresia dengan kuat hingga kursi tersebut terjungkal jauh. Sedangkan Retha belum tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Jangan minum Retha, itu beracun!" ujar Athera hingga membuat Retha menjauhkan dirinya dari sana.


Gersia melotot dengan mata memerah ketika lehernya dicekik begitu kuat. Para orang yang melihat itu segera berlari mendekat namun, tidak ada yang berani mencegah Athera. Dari seberang kediaman para selir pun mulai berlarian menuju paviliun Athera ketika para pelayan yang melihat berbondong-bondong memberitahu.


"Kau benar-benar mirip Gresha," ujar Athera sinis.


Gresia tak percaya bahwa Athera mengetahuinya secepat ini. Ia terlalu menganggap remeh Athera. Gresia menendang perut Athera hingga ia berhasil melepaskan diri dari Athera. Para prajurit dan pelayan tidak tahu apa permasalahannya namun, Athera harus diamankan agar tidak menyakiti selir raja dan menimbulkan masalah makin besar.


Athera menatap tajam para orang yang berniat melangkah melerainya. " Ini perintah dariku! Jangan ikut campur!"


Mereka semua terdiam, sedangkan para selir lain yang ikut menyaksikan itu bergidik ngeri melihat Athera yang sekarang. Lebih mengerikan dari pada Selir Yuen ketika sudah sangat marah.


Lalu ketika semuanya tak ada yang berani mendekat, Athera tersenyum sarkas karena tadi perutnya terasa sakit ditendang oleh Gresia. Athera membabi buta. Wanita itu mendekati Gresia kemudian menjambak rambut Gresia dengan kuat sembari menampar kuat wajah Gresia.


Sedangkan Regaz yang melihat keramaian di paviliun Athera segera kesana. Regaz terpancing dengan hasutan kedua pengawalnya itu hingga pergi dengan niatan untuk benar-benar memastikan Athera tidak kabur dan bertindak semaunya.


" Yang Mulia datang!" seru beberapa prajurit.


Semua orang memberi jalan pada Regaz.


Regaz berjalan untuk melihat apa yang mereka lihat hingga setegang ini. Regaz terkejut kala melihat Athera menyiksa Gresha dengan kejam. Regaz segera mendorong Athera kemudian menarik Gresia yang sudah babak belur akibat Athera.


" Athera apa yang kau lakukan!"


Athera mengelap keringat di pelipisnya kemudian berdiri.


" Dia berniat membunuh Retha dengan racun yang membuat kedua orang tua kami terbunuh!" teriak Athera.


Semua orang disana terkejut bukan main mendengar pernyataan Athera.


Regaz membantah, " Gresha bukan orang jahat! Kau bahkan sudah mengetahui pelakunya, Athera!"


Athera tersentak, hatinya merasa diremas ketika Regaz justru membela Gresia.


" Dia bukan Gresha! Dia palsu! Dia berusaha meracuni Retha serta diriku dengan minuman ini" jawab Athera lagi sembari menunjuk minuman yang dibawa Gresia.


Regaz menggendong tubuh Gresia. Sedangkan Gresia menangis sesegukkan.


"Aku hanya membagikannya, minuman terbaik buatan keluargaku, tapi ia mengira itu diracuni," ucap Gresia.


" Pikiranmu terganggu Athera, hingga kau menganggap Gresha ingin meracunimu. Seharusnya kau tidak bersikap seperti ini. Kau mempermalukan ku!" ujar Regaz.


Athera meraih teko yang masih berisi minuman itu kemudian berdiri di depan Regaz mencegah pria itu pergi. Ia tidak akan rela diperlakukan seperti ini.


"Apa lagi yang ingin kau lakukan? Kau seperti orang gila," ujar Regaz.


Athera menangis tanpa suara. Regaz membeku pada posisinya. Hatinya ikut terluka.


"Kau akan percaya setelah aku meminum ini," ujar Athera.


Retha berusaha mencegah kakaknya namun, Athera lebih dulu langsung meneguk minuman itu langsung dari teko kecil tersebut, Gresia tak percaya bahwa Athera berani melakukannya. Kali ini ia akan berakhir menyedihkan begitupun Athera.


BRAK..


Athera membanting teko itu setelah isinya ia teguk habis kemudian ia menatap Regaz dengan penuh kekecewaan.


"Kakak! Kau terlalu memaksakan diri!" teriak Retha


Uhuk! Uhuk!


Athera kemudian terbatuk. Ia bersimpuh sembari menahan tubuhnya dengan sebelah tangan sedangkan sebelahnya lagi ia gunakan untuk menutup mulutnya. Athera memuntahkan darah.


Napas Regaz tercekat, pria itu tak pernah melepaskan pandangannya pada Athera


"Athera!"


Semua orang kembali dibuat terkejut ketika Gresha lain hadir di sana dengan penampilan berantakan, sembari berlari mendekati Athera.


Regaz melebarkan matanya kemudian menatap wanita yang ada di gendongannya. Regaz menjatuhkan wanita itu.


"Akh!" Gresia merintih saat tubuhnya dijatuhkan Regaz.


"KAU KETERLALUAN GRESIA!" Gresha yang masih lemah mendekati adiknya, sedangkan Gresia kini mulai sedikit panik ketika seluruh pandang mengarah padanya. Berbeda dengan Regaz yang mendekati Athera, ia berusaha meraih Athera namun, wanita itu menampik kasar tangan Regaz.


"Kau bilang jatuh cinta padaku? Tsk! Kau memang pandai mempermainkan perasaan wanita." Athera berujar susah payah. Perlahan mata Athera mulai memberat, jantungnya berdetak begitu cepat serta yang dilihatnya tampak berputar.


Regaz tidak bisa menjawab perkataan Athera, pria itu dengan wajah begitu panik langsung menggendong Athera yang sudah begitu lemah. Regaz belari memasuki paviliun Athera.


" Cepat panggilkan seluruh tabib kerajaan! Dan seret wanita itu ke ruang penyiksaan!" teriak Regaz pada siapapun di sekitarnya.


Sedangkan di luar


BRAK! DUAR!DUAR!


Arthur menghancurkan pertahanan depan kerajaan Virtucal Esse ditemani pasukan Alexus yang begitu banyak. Mereka menyerang secara langsung hingga Ruoxi serta Tier yang menjaga keamanan kewalahan mengimbangi pertarungan. Serangan dadakan ini membuat mereka harus memanggil para prajurit terpilih.


"Alexus! Tolong cepat bawa pergi Athera serta Retha. Biar aku yang mengurus di sini!" ujar Arthur.


Sedangkan Tier dan Ruoxi yang baru saja melihat siapa yang mampu menghancurkan pertahanan depan, tercengang.


" Bagaimana bisa Arthur mengetahuinya?" Ruoxi serta Tier bertanya-tanya.


" Arthur dan Yang Mulia sama-sama mesin pembunuh. Kita harus mencegah Arthur agar tidak bertemu dengan Yang Mulia!" jelas Ruoxi.


"Keadaan kian memburuk, satu-satunya cara adalah menjebak Arthur. Dia sulit dikalahkan," sambung Tier.


"Jebakan seperti apa itu?"


Tier serta Ruoxi berjengit kaget ketika Arthur sudah berdiri di belakangnya. Mereka tidak bisa berkilah karena kini Arthur menggunakan jurus untuk membuat tubuh mereka sulit bergerak.


" Tunjukkan di mana jasad kedua orang tuaku," ujar Arthur penuh penekanan.


...BERSAMBUNG......