Trapped in the Past

Trapped in the Past
EPISODE 26



...SELAMAT MEMBACA...


Regaz kini mengamati wajahnya di cermin.


Ia adalah putra pertama sekaligus pangeran di sebuah keluarga bangsawaan. Wajah Regaz masih sama dengan di zamannya, hanya saja ia memiliki potongan rambut pendek hingga membuatnya semakin tampan.


Regaz kini memahami segalanya. Ia bertukar nasib dengan cucunya yang telah meninggal akibat kanker. Dave merupakan penerus dari keluarga bangsawan Esse, yang mana di zaman modern ini, kerajaan yang dipimpin Regaz dahulu dan telah menjadi keluarga bangsawan tetinggi di zaman modern. Jadi, cermin penukar nasib ini melalukan pertukaran berdasarkan hubungan keluarga. Regaz juga masih berusaha memahami yang satu itu. Regaz pula bertanya-tanya; Jika, ia bertukar dengan cucunya yang telah meninggal, lalu bagaimana dengan cucunya? Apakah Dave itu meninggal di zaman Regaz atau justru hidup kembali?


Regaz tak mau ambil pusing, pria itu kini lebih memilih kembali mengamati wajahnya, ia tak percaya bahwa Dave benar-benar mewarisi wajahnya.


Regaz tidak perduli dengan statusnya di dunia modern ini. Regaz memilih menjauhkan dirinya dari tanggung jawab sebagai keluarga bangsawan. Jadi, ia memberikan kedudukan itu pada putra pertama kakak dari ayahnya pada dunia modern. Ia sudah sangat puas menjadi seorang pemimpin di zamannya. Kali ini tujuan Regaz hanya mencari Athera.


Regaz memiliki kecerdasan yang begitu luar biasa. Ia telah pandai dengan segala sesuatu di dunia modern. Dari gaya berpakaian, mengendarai kendaraan, serta mengelola sebuah perusahaan keluarga. Padahal baru terhitung tiga hari ia di sana.


Namun, baru saja menikmati kebebasannya, Regaz justru harus kembali pada posisinya sebagai pemimpin atau lebih mudahnya disebut dengan kepala keluarga bangsawan Esse. Hal ini di sebabkan karena orang yang ia berikan kedudukan itu memundurkan diri dan yang lain tak mau mengambil kedudukan itu. Mereka tak akan mampu karena seluruh tetua pada bangsawan Esse menilai bahwa hanya Regaz yang berhak menyandang gelar Kepala keluarga Esse.


Sedangkan Athera, kini mulai kembali pada kehidupan awalnya, ia telah mencoba melupakan kejadian pada cermin itu. Athera mencoba melupakan hal di luar nalar manusia yang telah terjadi padanya.


" Athera sudah sangat berubah, ia seperti terlahir kembali," tutur Hareta kepada suaminya yang sibuk membaca koran.


Hares mengangguk. Ia menyetujui perkataan istrinya. Padahal akhir-akhir yang lalu, putrinya itu sangat kalem dan tidak sebrutal dulu dan sekarang sifat kalemnya berubah kembali menjadi brutal. Hareta serta Hares adalah orang tua Athera.


"Lebih baik seperti ini. Ia terlihat lebih bahagia," ucap Hares


" Kau benar, sayang. Lagi pula Athera sudah semakin dewasa, sekarang dia berumur 20 tahun dan kita belum kunjung menjodohkannya, " kata Hareta.


"Aku ingin mencarikan pria yang mampu menerima sifat Athera. Aku mencari pria yang menyukai sikap putri kita yang seperti itu," tutur Hares.


Hares meletakkan koran yang ia baca pada meja kaca di hadapannya. Kemudian ia tersenyum tipis dengan pandangan lurus ke depan.


"Pria mana yang kira-kira cocok dengan Putri kita, ya?" tanya Hares.


"Dave Wanner Esse. Eh, maksudku Regaz O'pray Esse. Dia baru saja mengganti namanya. Kudengar ia mengalami mati suri," ujar Hareta


"Lalu?" Hares menaikkan sebelah alisnya.


Hareta tersenyum puas, ia mengikis jarak duduknya antara Hares kemudian berbisik.


"Regaz, pria mapan serta tampan dari bangsawan Esse dan tengah mencari wanita sebagai tunangannya, ia mengadakan sebuah acara besar dan para keluarga bangsawan dari marga mana saja harus hadir membawa putrinya," jelas Hareta.


Hares terkekeh, istrinya ini salah satu pemilik informasi detail, ia salah satu penggosip di keluarga bangsawan. Ia mengacak rambut istrinya.


"Kita akan membawa Athera ke sana. Lagi pula ini hanya tunangan. Jika Regaz menyerah maka ia akan menghentikan pertunangannya," sambung Hareta sembari menyingkirkan tangan kekar Hares pada puncak kepalanya.


Hares tersenyum jenaka, "Kau berkata, seakan-akan Athera positif dipilih."


Hareta mengedikkan bahu acuh kemudian menjawab dengan percaya diri, "Putri kita adalah gadis tercantik dari seluruh bangsawan."


"Ya. Dia cantik seperti ibunya," goda Hares dan Hareta memeluk suaminya.


Kemudian tak lama setelah mereka berbicara, Athera baru turun dari tangga kemudian melewati orang tuanya yang semula berpelukan kini tiba-tiba berdiri sembari berjauhan.


"Ayah-Ibu, Aku mau pergi bersama Yudis," ujar Athera kemudian pergi begitu saja.


Hareta dan Hares tersenyum kaku kemudian melambai pada putrinya.


...****...


Yudistira Alanos Vensi, sahabat Athera sekaligus putra kedua dari keluarga bangsawan Vensi. Dia seorang pria yang berperawakan tinggi dengan tubuh ramping, untuk ukuran lelaki, ia termasuk pria kurus.


Kini mereka telah berada di dalam mobil.


"Kita akan mengajak Angela," ujar Yudis


Athera menoleh ke arah Yudis dengan mengangkat sebelah alisnya. "Angela dari keluarga Esse?"


Yudis mengangguk. "Dia ingin aku menjemputnya. Angela serta kakaknya ingin pergi berjalan-jalan. Ini sebuah kehormatan jika kakak Angela ikut."


Athera mencebik kesal, setiap kali membicarakan keluarga Esse pasti Yudis akan mengebu-ngebu. Yudis dan Angela sangat dekat sejak dulu. Yudis sangat ramah pada semua keluarga bangsawan yang ia temui.


"Aku dengar kakak Angela memiliki tubuh sexy," ujar Yudis.


"Terus?"


"Yah, siapa tahu kau tergoda ketika melihatnya. Oh tidak! Kau cukup melihatku saja, lagi pula aku memiliki tubuh layaknya Atlit," kata Yudis dengan percaya dirinya.


Athera menatapnya dengan sinis lalu berujar, "Kau memang memiliki tubuh seperti Atlit; Antara tulang dan kulit."


Yudis mengkerucutkan bibirnya mendengar singkatan atlit yang meluncur dari mulut Athera.


"Kau selalu kasar, huh!" Yudis menatap jengkel Athera.


Athera tergelak kemudian meminta maaf pada Yudis.


"Kau lihat berita tidak?" tanya Yudis setelah kesalnya mereda.


"Tidak." Athera menggeleng.


"Nama kakak Angela adalah Dave Wanner Esse, ia baru saja mengalami mati suri lalu setelahnya ada berita lagi yang menyiarkan bahwa Dave mengganti namanya menjadi Regaz O'pray Esse," jelas Yudis.


"Kenapa ia mengganti namanya?" tanya Athera


"Entahlah, ia seperti orang berbeda. Biasanya ia akan tersenyum ketika bertemu wartawan, tapi kali ini dia hanya menampilkan raut datar dan tidak bersahabat," jawab Yudis.


Yudis benar-benar perwujudan ibunya dalam versi lelaki, itu pikir Athera.


"Regaz O'pray Esse?" Athera bergumam, ia sangat familiar dengan nama itu.  Lalu beberapa menit kemudian ia membulatkan matanya.


"Putar balik, Yudis!" titah Athera


Yudis menghentikan kendaraannya secara tiba-tiba, kemudian melirik Athera dengan marah karena mereka hampir saja menabrak pembatas jalan. Untung saja jalan yang mereka lalui saat ini tidak terlalu ramai.


"Kau kenapa? Mengaggetkan, saja!" keluh Yudis.


Athera menatap yudis lekat, "Sepertinya aku harus pulang dan berkemas-kemas."


Yudis mengerutkan dahinya. "Hah?"


"Hei, sebentar lagi kita sampai di kediaman Angela dan kakaknya," tutur Yudis, ia jadi bingung dengan sikap aneh Athera. Eh, lagi pula sahabatnya ini memang aneh sejak kecil.


"Ada apa denganmu?" sambung Yudis lagi.


Athera menarik napasnya dalam kemudian mengembuskannya perlahan. Athera kini berusaha bersikap normal. Kali ini mungkin hanya nama mereka yang sama. Reaksinya saja yang berlebihan kala mendengar nama yang slsama dengan Regaz. Mungkin jika memberanikan diri, Athera tak akan dikejar-kejar oleh ketakutannya.


"Tidak apa-apa, ayo kita ke tempat Angela," ujar Athera akhirnya.


...BERSAMBUNG......