
Selamat membaca
Athena melempar pandang ke arah Kaizer yang duduk di kursi dengan menatapnya pula. Irenia yang seperti pihak ketiga benar-benar tidak dipedulikan. Dua orang ini seperti berperang lewat tatapan.
"Sebaiknya Yang Mulia kembali, tidak baik seorang Raja datang kesini dan mengosongkan kerajaan," kata Athena.
"Kau mengusirku, Lady Athena?" tanya Kaizer dengan jengkel.
"Syukurlah jika anda mengerti," kata Athena.
Irena menautkan alisnya, " Bukankah mereka sepasang kekasih?"
Kaizer mengetatkan rahangnya kemudian tersenyum sarkas, " Ya aku mengerti, kalau begitu kemas barang-barangmu dan tinggal bersamaku di kerajaan,"
Athena menggeram tertahan hingga Kaizer yang mendengar suara itu langsung terkekeh pelan.
" Apakah kau mau berubah menjadi Cyberus, Lady Athena?"
"Ya! Aku ingin memakanmu!" seru Athena karena terlalu kesal, tentu saja Kaizer menghentikan kekehannya lalu mulai terbahak-bahak lagi. Irena terdiam.
"Kaizer tertawa keras?" batin Irena.
Athena mengembungkan pipinya kesal lalu menatap Irena. Wanita cantik di hadapannya ini seprang tabib, ia telah berkenalan tadi dengannya.
"Nona, kepalaku sakit," kata Athena.
Kaizer menghentikan tawanya kemudian mendekati Athena.
"Yang mana yang sakit?" tanya Kaizer.
Athena berdecih kesal kemudian memilih tidur, " Sepertinya aku butuh sendiri,"
Kaizer mencebik kesal, " Alasan!" setelahnya Kaizer keluar dari kamar itu sedangkan Irena yang masih dikamar berniat keluar namun Athena menahannya.
"Aku ingin bicara," kata Athena.
Irena mengangguk, " Ya?"
Athena menunduk malu hingga Irena gemas sendiri melihatnya.
"Emm.. Saat aku terluka, siapa yang mengganti pakaianku?" tanya Athena.
Irena tersenyum jahil kemudian ide licik muncul dalam benaknya, ia memperdekat jaraknya dengan Athena kemudian berujar dengan pelan.
"Tentu saja Yang Mulia, dia begitu lembut ketika menggantikan pakaianmu. Ah! Kau beruntung, biasanya dia sangat kejam jika mengganti pakaian wanita," jelas Irena.
"A-apa?! Sudah berapa wanita yang dia gantikan pakaiannya?! Cih! Seorang Raja memang mata keranjang," kata Athena.
"Sepertinya anda cemburu, Nona?"
Athena langsung mendongkak menatap Irena dan menggeleng kuat, " Mana mungkin aku cemburu, tidak pantas."
" Perlakuan Yang Mulia pada anda sungguh sangat berbeda. Dia benar-benar menikmati waktunya kala bersamamu," tutur Irena kemudian ia undur diri untuk keluar, sedangkan Athena memikirkan baik-baik perkataan Irena barusan.
Athena menepuk kedua pipinya, " Aku tidak boleh jatuh cinta pada Kaizer lagi!"
Regaz, Tier beserta Ruoxi datang ke Kota Redhell untuk memeriksa pertahanan pelindung yang membatasinya memasuki dunia immortal. Pelindung itu sudah tidak cukup kuat namun masih mampu menghalanginya masuk, walaupun begitu, Regaz bisa menggunakan segala cara dengan memanfaatkan makhluk immortal yang tinggal di Kota Redhell. Regaz yakin beberapa dari makhluk immortal telah menemukan portal yang mampu menembus dunia manusia hingga musuh mampu memasuki wilayahnya. Sudah dua tahun berlalu dan Athena belum ditemukan. Namun, Regaz terkejut kala samlai di Kota Redhell; Kota ini seperti kota mati, tidak ada penghuni melainkan hanya bangunan-bangunan saja.
"Apa yang telah terjadi?" kata Ruoxi.
Tier mencoba menerka dengan melihat kondisi di sekitarnya, " Sepertinya mereka mengosongkan Kota sebab pelindung mulai lemah dan para Makhluk immortal mulai bertindak menyakiti kita,"
Regaz menyetujui pendapat Tier, " Mereka kuat dan kita lemah,"
Regaz melempar pandang ke arah Ruoxi. " Menurutmu masih berapa lama pelindung ini bertahan?"
"Saya kurang tahu Yang Mulia. Tapi, perkiraansaya adalah beberapa bulan lagi. Jika pelindung ini hilang maka akan terjadi perang besar," kata Ruoxi.
" Kalau begitu sebarkan pengunguman keseluruh penjuru bahwa bagi mereka yang menangkap makhluk immortal di dunia manusia akan mendapat hadiah. Kita harus menahan para Makhluk immortal yang bersembunyi di dunia manusia, dengan begitu kita akan aman sebelum mereka menyerang," jelas Regaz.
"Masalah Athena, aku yakin putriku masih hidup. Dia sekuat ibunya," sambung Regaz lagi.
Lalu di lain sisi, di kediaman Tuan Korne.
Tuan Korne yang menjabat sebagai menteri penasihat Raja, nampak tengah berbincang dengan pria seumuran dengannya.
"Raja Manusia menghalangi portal bagi makhluk immortal untuk masuk,"
Tuan Korne mengetatkan rahangnya, " Bagaimana bisa dia menemukannya?"
"Dia menangkap mata-mata kita lalu menyuruhnya menunjukkan portal!"
"Tapi, bagaimana dia menutupi portal? Mereka manusia yang tidak memiliki kekuatan," kata Korne.
"Ratu mereka adalah wanita yang cerdas. Mereka merancang senjata yang sangat kuat atas perintah sang ratu!"
"Seperti apa bentuknya?" Korne penasaran.
"Dia merupakan senjata api berlaras panjang. Untung saja saya sempat keluar dari sana walaupun lengan saya terluka. Dan ketika berhari-hari bersembunyi di kota Redhell saya melihat raja manusia dan kedua pengawalnya mengunjungi kota,"
"Ck! Mereka menyadari penyerangan kita," ujar Korne geram.
" Apakah ini tidak beresiko? Anda melakukan hal ini tanpa persetujuan bahkan sepengetahuan raja,"
"Kaizer tidak akan melakukannya! Dia tidak bisa melihat peluang?!" Korne menggebrak meja kayu di hadapannya.
"Selain itu, selidiki wanita bernama Athena Flous Narquez. Aku mencurigai wanita itu, sebab setahuku bahwa Natalie tidak memiliki kerabat wanita yang bernama Athena itu. Berhati-hatilah sebab Pangeran Gavindra terlihat selalu bersamanya," ujar Korne.
"Kita hanya menambah pekerjaanya saja. Lagi pula apa untungnya mencari tahu tentang wanita itu?"
"Dua hari lalu beberapa vampir mati secara mengenaskan, aku menemukan jasad mereka namun ada satu yang masih sempat berbicara, dia mengatakan mencium aroma manusia dikediaman Lady Athena," kata Korne.
"Baiklah! Kalau begitu jangan lupa perjanjian kita dalam bekerja sama,"
"Tentu saja Tuan Philan," jawab Korne.
BERSAMBUNG...