TOH Level Up

TOH Level Up
Penyerangan terakhir



“Begitulah singkat cerita yang kami ketahui berdua. Akan awal kehancuran kota ini oleh ulah dua orang manusia yang haus akan kekuasaan dan harta semata. Kisah kematian Panglima Pendik dan Bupati Bagus. Memang sangat tragis, tetapi beliau berdua gugur sebagai kesatria terhormat dalam membela kota Jombang,” tutur Lurah Dava menutup cerita yang ia ketahui dan ia dengar selama tiga tahun berperang.


“Lalu cerita tentang kehidupan kalian kembali bagaimana saudaraku? Aku dengar dari tadi. Belum ada satu bab pun yang kalian ceritakan. Tentang kehidupan kalian kembali, bahkan tadi yang aku dengar tentang kematian. Tentang jasad di dalam puluhan kantong keresek hitam besar. Bukankah jasad kalian ada di sana, lalu bagaimana kalian bisa ada di sini bersama kami?” tanya Mustaji pemimpin pemuda dari Lamongan atau Laskar L.A.


“Nah pertanyaan Mas Mustaji tentu mewakili pertanyaan kami dari kota Mojokerto. Bagaimana Anda berdua bisa hidup kembali secara utuh seperti ini. Padahal jelas baru saja Anda berdua bercerita. Tubuh Anda berdua terpotong-potong dimasukkan kantong keresek. Coba ceritakan lagi bab yang itu?” ujar Saprol menimpali pertanyaan dari Mustaji.


“Sebetulnya lebih tepatnya jangan diceritakan sekarang. Ada yang lebih penting menurutku yang harus disegerakan untuk dikerjakan,” timpal Paman Dwi Cahyadi perwakilan dari kota Serang.


“Maksud ketua kota Serang apa. Apa yang harus kita segerakan dan menunda cerita selanjutnya?” ucap Paman Bayu dari kota Gresik.


“Begini apa kalian tidak mengerti juga dari cerita dua bab terakhir Lurah Dava. Bahwa Dokter Dono dan Mr. Toni itu adalah dalang dari semua ini. Maka kalau Mr. Toni bisa membangkitkan seribu pasukan robot kegelapan yang dapat membunuh dua kesatria tangguh kita di era tua. Maka aku rasa Wahyu sedang dalam keadaan bahaya,” kali ini yang menjawab pertanyaan adalah Paman Mamat orang kuat kedua di kota Serang.


“Benar juga kata kalian dan lumrah kalau kalian bertanya tentang kehidupan kami. Tentang kami hidup kembali bagaimana? Mungkin akan aku ceritakan setelah kita menyusul Wahyu. Bagaimanapun akibat dan tujuannya yang jelas kita masih dalam masa perang. Anggap saja menyusul Wahyu adalah sesi perang terakhir kita,” ucap Ibu Sari tersenyum.


“Kami sih dari sisi yang muda siap bertarung kembali. Agar suatu hari di masa depan kita tak lagi menghadapi perang. Entah melawan setan atau melawan manusia buatan,” ujar Elang dan diaminkan oleh Fahmi, Alak dan Jack yang ikut mengangguk.


“Baiklah kalau begitu berhubung kau mengaku masih muda keponakanku dan kali ini adalah era level up. Bahwa era ini adalah milik para pemuda generasi ketiga dari kami yang sudah tua. Baiklah penyerangan kali ini biar Elang yang memimpin bagaimana apa kalian setuju?” ujar Lurah Dava berdiri dan yang lain mengangguk serempak.


“Silakan Nak Elang memimpin pertempuran terakhir kali ini. Buat saja kali ini penyelamatan terakhir kota ini. Walau kami dari kota Serang tentu jauh dari kota Jombang. Tetapi sejarahnya Jombang dan Serang tak akan pernah terpisahkan,” ujar Paman Dwi Cahyadi ikut berdiri.


“Baiklah pasukan keturunan manusia macan juga siap membantu penyerangan terakhir kali ini. Tidak ada gunanya juga kita berpangku tangan. Sedangkan Mas Wahyu berjuang sendirian menghadapi dua manusia robot di tepian alas Wonosalam,” ujar Andre yang memiliki darah keturunan langsung Haji Lukman.


“Baiklah kalau begitu mari kita berangkat menuju tepi hutan Wonosalam. Semoga belum terlambat dan Mas Wahyu masih selamat. Pasukan kita berangkat sekarang!” teriak Elang mengomando seluruh divisi pasukan yang tersisa.


“Dek Sari tolong kau bujuk Sekar. Mungkin kali ini dia mau ikut dalam penyerangan terakhir kita. Sebab kalau dia tak ikut tentu para Srikandi tak akan ikut. Sebab dia yang mengomando pasukan Srikandi,” ucap Lurah Dava menyuruh Ibu Sari membujuk Sekar.


“Baik Mas akan aku coba untuk membujuk Ndok Sekar. Mungkin kalau aku katakan kali ini untuk membantu Wahyu. Tentu dia akan mau ikut, sehingga bisa menggerakkan seluruh pasukan Srikandi TOH yang tersisa. Mas Dava hati-hati ya, usahakan kita tetap menang,” ujar Ibu Sari pergi ke arah Sari yang tengah berdiri di tempat semula.


“Sekar sayang, ada kabar baik untuk kamu anakku. Seluruh pasukan divisi yang tersisa tengah menuju ke hutan Wonosalam. Tepatnya ke arah hutan area Pangklungan. Kami hendak melakukan penyerangan terakhir untuk membantu Wahyu. Kali ini kau harus ikut ya, agar seluruh pasukan Srikandi TOH jua ikut,” ucap Ibu Sari menepuk pundak Sekar yang masih berdiri menatap timur jauh.


“Benarkah yang Ibu Sari katakan ini. Kita akan membantu Mas Wahyu dan menyusulnya?” ucap Sekar bertanya untuk memastikan.


“Benar sayang cepat beri komando pasukan Srikandimu sayang. Kita berangkat menyusul para lelaki untuk perjuangan terakhir kita,” ucap Ibu Sari.


“Baik Ibu akan saya kumpulkan mereka. Kak Fitri, Kak Wamuh, kumpulkan Srikandi yang tersisa,” teriak Sekar begitu kencang sehingga para Srikandi jua telah mendengarnya dan segera berkumpul.


“Sekar kami siap atas perintahmu. Apa yang harus kami lakukan kali ini?” tanya Wamuh sudah berdiri di hadapan sekar bersama Fitri.


“Kita pergi ke arah timur, kita susul para pria dan ikut berjuang bersama di pertempuran terakhir. Siapkan mental kalian, kali ini bukan setan yang kita hadapi. Tetapi manusia mesin alias robot, jadi yang takut tinggal saja. Tapi kalau kalian masih sanggup bertarung ikuti saya dan Ibu Sari,” tutur Sekar seketika membuat Ibu Sari tersenyum.


Dalam hati Ibu Sari berkata, Mbak Putri kalau kau bisa melihatnya. Lihatlah calon menantumu begitu tangguh. Dia sudahlah menjadi Srikandi sejati dan sangat mencintai Wahyu kita.


“Kita berangkat sekarang Ibu?” ucap Sekar meminta persetujuan Ibu Sari.


“Ayo Ndok Sekar kita berangkat sekarang dengan bismillah,” ujar Ibu Sekar.


“Srikandi TOH era level up kita berangkat!” teriak Sekar menggebu-gebu.


Lalu puluhan kesatria wanita baik tua atau muda. Berlari cepat menuju timur jauh, berlari bagai angin begitu cepat. Kali ini adalah pertarungan terakhir kota Jombang. Penentuan nasib ke depan bagi kota Jombang.


Dalam penyerangan terakhir kali ini tentu nasib berdirinya kota Jombang ditentukan. Masa depan akankah masih milik manusia atau Jombang menjadi tempat manusia buatan yang dicipta oleh Dokter Dono dan Mr. Toni dua manusia bengis dan serakah.


Apakah di masa depan masih ada lagi kisah TOH dari era ke era atau akan menjadi cerita pengantar tidur semata. Apakah TOH akan terus ada sampai generasi berikutnya atau hilang ditelan jaman dan menjadi legenda. Semua akan ditentukan di penyerangan terakhir kali ini.