TOH Level Up

TOH Level Up
Mata hitam Wahyu



Dar, Aum, Hoam,


Andre yang tadinya tertimpa bongkahan-bongkahan reruntuhan yang di lontarkan Sultonnirojim. Malah dapat bangkit dan menghancurkan bongkahan-bongkahan tersebut menjadi berkeping-keping.


“Kau telah membangunkan macan yang tertidur sekian lama Sulton. Kau telah membangunkan harimau dalam diriku. Setelah sekian lama aku biarkan ia tertidur dan aku halangi terbuka matanya,” ucap Andre yang ternyata seketika memasuki level dua tahap kekuatan klan Lukman.


Ada yang istimewa serta berbeda dari level dua kekuatan klan Lukman secara umum dengan level dua perubahan wujud Andre. Biasanya klan Lukman dalam tahap level duanya hanya mampu berubah menjadi sosok harimau besar. Tetapi kali ini Andre sungguh berbeda wujud dalam perubahannya.


Malah Andre mengubah wujudnya menjadi sosok manusia harimau. Dengan tetap memakai celana awal yang ia pakai. Namun sedikit robek di sana-sini, sebab terlalu besar otot-otot yang keluar dari setiap jengkal tubuh perubahan wujudnya.


Bajunya sudah tak utuh lagi cenderung utuh menjadi harimau. Tapi masih serupa manusia bukan merangkak layaknya harimau. Tapi berdiri layaknya manusia namun dengan sosok harimaunya yang gahar.


“Nah ya kan benar apa firasatku. Andre mampu melampaui Ayahnya yakni Mas Lukman. Cuma amarahnya butuh dipancing saja. Supaya dia mampu dan menyadari potensi dari kekuatan sebenarnya. Kopi Wahyu mau...?” kelakar Halilintar sambil mengulurkan seduhan kopi di dalam plastik ke arah wahyu dan rupanya kopi hitam tersebut sudah agak dingin.


“Eh Mas Hal, sempat ya kau membawa kopi saat perang seperti ini. Tapi jadi berasa menonton sinetron kolosal disalah satu televisi nasional ya kita. Ayo Andre kamu pasti bisa, hehe,” teriak Wahyu sambil menyeruput kopi seduhan di dalam plastik kecil dari Halilintar.


“Jangan main-main kau anak muda. Manusia harimau klan Lukman hanya legenda. Bahkan Lukman saja pendiri klan Lukman. Belum mampu mencipta perubahan tersebut. Dari mana kau mampu mengubah wujudmu seperti ini?” teriak Sulton agak ketakutan. Sebab manusia harimau utuh tidaklah sembarangan bisa dicapai oleh seseorang dari klan Lukman.


Butuh latihan yang berat dan bertahun-tahun lamanya hanya untuk mencapai perubahan awal saja. Tetapi kali ini Andre malah sepenuhnya utuh menjadi sosok manusia harimau ganas. Bahkan aura kekuatannya begitu terasa panas dan berat sampai seratus meter jaraknya.


“Jangan banyak bicara kau setan laknatullah. Tak pantas dan bukan kodratnya setan terlalu banyak bicara. Mari kita selesaikan pertarungan ini dengan segera. Kau atau aku yang hancur terbakar menjadi abu di sini. Mari kita tentukan siapa yang paling kuat manusia atau setan!” teriak Andre yang malah dengan perubahan wujud menjadi manusia harimau gerakannya bertambah cepat.


Secepat kilat Andre sudah berada di depan Sultonnirojim. Satu, dua pukulan menghempaskan Sulton ke arah belakang hingga membentur satu tembok. Sampai tembus ke tembok satunya lagi di belakangnya.


Huek, tjueh,


Tampak Sulton memuntahkan darah segar, walau berwujud setan. Tetapi Sulton masih memiliki setengah gen manusia dalam wujudnya. Jadi darah masih ada di dalam tubuhnya.


“Jangan bercanda kau Sulton! Mana ada setan memuntahkan darah,” ucap Andre yang dengan cepat sudah kembali di hadapan Sulton.


Pak, dar,


Andre kembali meninju Sulton dengan telak. Sehingga kembali Sulton menembus tembok labirin yang ia ciptakan sendiri. Lalu melesat ke belakang dan kembali membentur tembok belakangnya.


“Nah, yes, mati kau Sulton, haha, klan Lukman dilawan. Kau memilih lawan yang salah Sulton,” teriak Halilintar begitu senang melihat Andre yang sudah menang satu langkah dari Sulton. Sedangkan Wahyu yang tiba-tiba mengemil snack atau makanan ringan berjenis keripik singkong. Hanya melongo melihat tingkah kocak kakak keponakannya tersebut.


“Mas Hal mau snack?” ucap Wahyu mengulurkan sebungkus snack yang telah ia buka.


“Namanya juga cerita fantasi timur penuh misteri. Tau tuh Kang Dalang yang menulis gabut kali dia,” ujar Wahyu berkelakar sambil tersenyum menjawab seenaknya.


“Hiiih, kalau bukan keponakan sudah aku hiiih kamu Wahyu. Ditanya orang tua kok jawab sambil bercanda,” ujar Halilintar sambil mengarahkan ke dua telapak tangan ke arah wajah Wahyu tapi tidak benar-benar ingin melukai sungguhan. Hanya sekedar gemas dengan jawaban Wahyu yang melantur.


“Mas Hal ini kantong sisi dalam jubahku dari dulu selalu aku isi makanan ringan. Kadang perang juga butuh energi, sudah itu loh Sulton mati,” ujar Wahyu mengalihkan perhatian dari Halilintar agar urung mengambil camilan kesukaannya tersebut dan hanya berbosa-basi menawarkannya pada Halilintar.


Pukulan yang terakhir dari Andre kali ini berdampak parah pada Sulton. Kali ini Sulton sudah tak bergerak lagi, rupanya keseluruhan tulangnya telah remuk. Sebab pukulan Andre adalah teknik gabungan dari tangan dewa pencabut nyawa dikombinasikan dengan teknik pukulan manusia harimau yang melegenda.


“Sudah berakhir Sulton dan ini adalah pukulan terakhir yang akan membuatmu hancur berkeping-keping. Aku pastikan kau tak akan dapat kembali bangkit kali ini. Sebab hancurnya dari pukulanku kali ini memiliki segel neraka. Kau akan terbakar menjadi abu tak bersisa,” bisik Andre agak mendekat pada wajah Sulton yang hanya melotot tak berkedip.


“Eh, eh Andre jangan dibunuh dulu. Ah tidak asyik kau Andre lagi seru ini masak langsung tamat bersambunglah ke episode berikutnya. Belum habis kopiku Ndre,” teriak Wahyu yang tak digubris oleh Andre dan tetap melayangkan pukulan terakhir. Sebuah pukulan beraura panas menganga.


“Ya, ya, ya mati itu setan, Mas Hal, kenapa langsung dibunuh. Mereka membantai Abahku dan Umiku secara kejam mengapa harus langsung dibunuh,” ujar Wahyu agaknya mulai emosi.


“Wahyu-Wahyu tolong tenangkan dirimu. Tolong keponakanku jangan sampai kau terbawa suasana. Jangan kau wujudkan kemarahanmu, sebab kalau kau marah. Bukan hanya kota ini hancur tapi. Kami juga akan hancur dari aura kemarahanmu yang meledak-ledak itu,” ucap Halilintar yang memang sudah mengetahui efek dari sebenarnya kemarahan Wahyu.


Brak, tar,


Akhirnya Andre melayangkan pukulan terakhir pada Sulton. Tubuh Sulton benar-benar hancur lebur seketika. Lalu terbakar secara otomatis menjadi abu hingga habis tak bersisa.


“Kenapa kalian tak merasakan jua penderitaan Ayah dan Ibuku hay para setan. Kalian membantai Ayah dan Ibuku dengan begitu keji. Kalian harus merasakan penderitaan yang sama. Andre lain kali jangan kau lekas membunuh mereka,” teriak Wahyu yang rupanya sudah berganti bola mata kini hanya tampak hitam semua.


“Astaga gawat, tenang Wahyu. Tenangkan dirimu Wahyu,” Halilintar menjauh seketika, sebab mata hitam Wahyu bukanlah perubahan yang sembarangan.


Tubuhnya memang tak berubah bentuk atau tak mengubah menjadi wujud apa pun. Tetapi justru inilah kekuatan Satria legenda ribuan tahun lalu. Anak didik atau murid petapa tanpa nama. Kekuatan mata hitam adalah asli kekuatan Wahyu dari reinkarnasi di kehidupan pertamanya ribuan tahun lalu.


Bahkan hawanya bisa menghentikan teknik level dua perubahan wujud Andre. Seketika Andre yang semula sudah mengubah wujudnya menjadi manusia harimau. Tiba-tiba kembali menjadi wujud manusianya dan tampak kebingungan.


“Para setan kalian akan binasa malam ini juga!” teriakan Wahyu menggelegar bagai gemuruh guntur dan badai. Membuat gelombang kejut ke seluruh kota Jombang. Bagai badai gelombang panas seketika meluluh lantakkan bangunan-bangunan sehingga benar-benar rata dengan tanah.


“Oh tidak, lari-lari Andre, perintahkan anggotamu untuk cepat pergi dari labirin. Bisa-bisa mereka hancur bersama labirin ini. Mumpung Wahyu masih dalam tahap kemarahan yang belum memuncak,” ucap Halilintar menyarankan untuk Andre dan para anggota klan Lukman meninggalkan labirin Sulton.


“Tapi Mas,” ucap Andre tapi belum selesai berkata Andre sudah disahut oleh Halilintar di lengannya dan diajak menghilang.